Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Spatial Effect of Agricultural Sector Growth in West Java: A Spatial Approach to Panel Data Adi Hadianto; Harianto Harianto; Bonar Marulitua Sinaga; Bagus Sartono
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.3.332

Abstract

The agricultural sector is strategic and the third-largest contributor to the GRDP of West Java Province, but its growth has slowed during the 2016–2019 period. The slow growth rate can be caused by the determinants of the growth of the agricultural sector itself and is very likely to be affected by the spatial interaction between regions in the province. Therefore, this study aims to analyze the spatial effect between regions on the growth of the agricultural sector in West Java and identify the factors that influence the growth of the agricultural sector within the province by using spatial analysis of panel data. The results reveal that the appropriate model is a fixed effect spatial error model, which shows an effect of spatial interaction between regions on the growth of the agricultural sector in West Java Province. The factors that affect the growth of the agricultural sector are agricultural credit, agricultural road infrastructure, and diversification of economic activities. Keywords: agricultural sector growth, spatial autoregressive, spatial error model, spatial panel data
Penerapan Instrumen Ekonomi Lingkungan Sebagai Solusi Permasalahan Pencemaran Udara dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Bahroin Idris Tampubolon; D.S. Priyarsono; Adi Hadianto; Ujang Sehabudin
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.678-683

Abstract

Data menunjukkan bahwa sebagian besar konsentrasi PM2.5 dan PM10 telah melebihi standar rata-rata tahunan dari peraturan Indonesia dan Standar WHO. Pencemaran udara menimbulkan dampak negatif pada aspek kesehatan dan kerugian ekonomi. Kebijakan berbasis instrumen ekonomi lingkungan terbukti dapat memberikan penurunan pencemaran di beberapa negara. Indonesia telah mendesain dan menerapkan kebijakan namun perlu beberapa penyempurnaan. Pemerintah Indonesia dapat melakukan penyempurnaan kebijakan berbasis instrumen ekonomi dalam rangka menyelesaikan permasalahan pencemaran udara dengan penerapan insentif trade-in, penerapan pajak karbon dan pasar karbon nasional, serta insentif penerapan teknologi ramah lingkungan bagi PLTU. Pemerintah pusat dan daerah juga perlu memperhatikan resistensi pelaku ekonomi terhadap penerapan kebijakan, kurangnya pengetahuan tentang kerusakan yang terjadi dalam bentuk moneter, kebutuhan untuk mempertahankan status quo dalam masyarakat, "kesenjangan peraturan" antara teoretis dari pajak dan kesulitan praktis dalam legislasi dan implementasi serta ketakutan akan kemungkinan hilangnya efisiensi atau daya saing produk yang dihasilkan oleh perusahaan/produsen.