Tampubolon, Bahroin Idris
Program Studi Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor 16680

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

INTERNALISASI BIAYA EKSTERNAL SERTA ANALISIS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN ENERGI PANAS BUMI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Bahroin Idris Tampubolon; Akhmad Fauzi; Meti Ekayani
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi khususnya listrik di Indonesia diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Supplyuntuk energi listrik tersebut mayoritas bersumber dari pembangkit listrik berbahan baku fosil (batubara, diesel, dan gas). Ketergantungan akan energi fosil akan menjadi permasalahan karenacadangan bahan baku yang dimilki sangat terbatas jumlahnya dan akan habis dalam jangka waktu tertentu serta menghasilkan emisi/ dampak negatif bagi lingkungan. Ancaman kelangkaan energi fosil akan berimplikasi pada peningkatan harga energi itu sendiri.  Di sisi lain Indonesia memiliki potensi yang besar dalam energi terbarukan seperti panas bumi, namun sampai saat ini tingkat pemanfaatannya masih sangat kecil.Perlu adanya suatu kebijakan yang memperhitungkan berbagai aspek seperti ekonomi, sosial dan lingkungan dalam rangka mengembangkan energi listrik untuk pemenuhan kebutuhan dimasa mendatang.Hasil perhitungan untuk analisis kebijakan yang dilakukan menghasilkan kesimpulan pembangkit yang memiliki nilai tertinggi untuk memenuhi kriteria ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah jenis pembangkit listrik tenaga panas bumi. Panas bumi memiliki keunggulan dari sisi ketersedian bahan baku, penyerapan tenag kerja, dan rendahnya tingkat emisi per output listrikyang dihasilkan jika dibandingkan dengan pembangkit listrik yang lainnya.
KINERJA EKSPOR INDONESIA DAN PERSEPSI KONSUMEN PAKISTAN TERHADAP MINYAK SAWIT DAN PRODUK TURUNANNYA Tampubolon, Bahroin Idris; Hastuti; Firdaus, Muhammad; Anggraeni, Lukytawati; Muna, Naufa
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 16 No 1 (2022): BILP
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v16i1.692

Abstract

Abstrak Pakistan merupakan negara nontradisional mitra dagang strategis Indonesia. Pakistan mengimpor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minyak makan. Industri minyak makan di Pakistan memiliki karakter sangat kompetitif, hambatan masuk (barrier to entry) yang rendah, dan cenderung sensitif terhadap perubahan harga. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis kinerja ekspor minyak sawit dan produk turunannya di Pakistan; (2) Menganalisis tingkat pengetahuan dan faktor yang memengaruhi konsumen rumatangga Pakistan terhadap minyak sawit dan produk turunannya asal Indonesia; (3) Menganalisis tingkat loyalitas konsumen rumah tangga di Pakistan terhadap produk cooking oil. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis regresi logistik, dan analisis loyalitas konsumen. Hasil analisis menyajikan kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan mengalami trend peningkatan sejak tahun 2012 dan salah satunya disebabkan penandatangan Preferential Trade Agreement (PTA). Konsumen rumahtangga di Pakistan sebagian besar tidak mengenal CPO atau produk hasil turunannya serta tidak memahami isu lingkungan terkait industri kelapa sawit. Terdapat empat variable yang memengaruhi peluang responden mengetahui CPO dan produk turunannya yaitu lokasi tempat tinggal, dummy frekuensi konsumsi cooking oil, dummy frekuensi konsumsi margarine, dan dummy frekuensi es krim. Konsumen di Pakistan merupakan konsumen yang tergolong dalam kelompok liking the brand dengan tidak sepenuhnya switcher buyer. Kata Kunci: Crude Palm Oil, Pakistan, Regresi Logistik, Analisis Loyalitas Konsumen, Cooking Oil Abstract Pakistan is a non-traditional trading partner country that is a strategic r for Indonesia. Pakistan imports Crude Palm Oil (CPO) to meet the needs for edible oil. Pakistan’s cooking oil industry is highly competitive with low barriers to entry, also moderately sensitive to price changes. The aims of this research are to (1) analyze the export performance of palm oil and its derivative products; (2) analyze the level of knowledge and the factors that influence Pakistani consumers; (3) analyze the level of loyalty of household consumers to cooking oil. The research used descriptive qualitative analysis, logistic regression analysis, and analysis of brand loyalty. The results of the analysis showed that Indonesian palm oil exports to Pakisthavehas had an increasing trend since 2012, caused by the implementation of the Preferential Trade Agreement (PTA). Most consumers in Pakistan were not familiar with CPO or its derivative products and did not understand the environmental issues related to the palm oil industry. There are four variables that affect the probability of respondents knowing CPO and derivative products, namely, location of residence, dummy frequency of cooking oil consumption, dummy frequency of margarine consumption, and dummy frequency of ice cream. Generally, Pakistan consumers are a group of consumers that liking the brand group. Keywords: Crude Palm Oil, Pakistan, Logistic Regression, Analysis of Brand Loyalty, Cooking Oil JEL Classification: C25, D12, F14, Q17
Optimalisasi Manajemen Peternakan pada Peternakan Kelompok Tani Ternak Cengkir Gading di Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali Tampubolon, Bahroin Idris; Aditya, Muhamad Aflah; Akbar, Muhammad Shafy; Fauziah, Tazkia Nurul; Alida, Yumiko; Priditya, Nazwa; Imana, Sirin; Puspita, Salma Dara; Makky, Muhammad Rafif Mahasin
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.7.1.57-69

Abstract

Livestock Farmers Group (LFG) Cengkir Gading is one of the farmer groups that utilizes the potential of livestock in Sawahan Village. Their livestock activities are quite good, but farmers discuss several problems in several aspects of livestock management. The livestock management optimization program at LFG Cengkir Gading aims to make farmers increasingly understand effective livestock management and optimize livestock results. The method of implementing innovation is carried out through observation, interviews, socialization, focus group discussions, coercion, training, monitoring and evaluation. The IPB Innovation KKN-T Team implemented a livestock management optimization program in all aspects of livestock. Aspects that are considered include cages, animals, feed, and animal health. The optimization of livestock management at LFG Cengkir Gading carried out by the KKN-T Team received a positive response from LFG Cengkir Gading farmers. Farmers become more aware of the optimal livestock management system. Farmers feel very helped by the program that is implemented. In addition, farmers can feel the results of the program with improvements in aspects of animals, cages, feed, and animal health.
Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Ubi Jalar melalui Implementasi Prinsip Good Agricultural Practices dalam Pelatihan Pertanian Terpadu di Desa Purwasari, Bogor Putra, Bramada Winiar; Diaguna, Ridwan; Maulania, Raudya Zahra; Faiza, Nadia Mayla; Farhan, Muhammad; Anam, Choirul; Daffafauzan, Daffafauzan; Tuffahati, Andira Shafa; Azraini, Dinda; Insani, Auralia Fikri; Aulia, Febriana Nur; Natih, Made Naradhara Ayuko; Syafitri, Diva Kaila; Hermawan, Akbar; Salsabila, Sagita; Tampubolon, Bahroin Idris
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.403-411

Abstract

Purwasari Village, Dramaga District, has great potential for sweet potato cultivation, which can open up significant economic opportunities for farmers, but challenges in sustainability and improving production quality are still obstacles. One of the efforts made to overcome this is through integrated agricultural training, which focuses on improving sweet potato cultivation techniques through the IPB Innovation KKN-T program. This activity aims to help farmers understand good crop cultivation practices, Good Agriculture Practice (GAP), and increase the productivity of sweet potato cultivation. The method of implementing the activity is carried out through several stages, namely land processing, planting sweet potato seeds, training, presentation of material, giving pre-tests and post-tests related to Good Agriculture Practice (GAP), and installing 60 × 40 cm land identity signs. The results of this training show an increase in the knowledge of sweet potato farmers by 7%, as measured by the results of the pre-test and post-test, as well as an increase in farmers' participation in cultivating sweet potatoes. The implementation of the training also increased sweet potato production by 30%. This activity also collaborates with IPB's Agribusiness and Technology Park (ATP) as a partner, so that harvested sweet potato products can be further processed, marketed, and sold through the ATP distribution network. This program is expected to contribute significantly to the development of sustainable integrated agriculture, as well as improve the welfare of farmers through wider market access and added value to sweet potato products.
Penerapan Instrumen Ekonomi Lingkungan Sebagai Solusi Permasalahan Pencemaran Udara dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Tampubolon, Bahroin Idris; Priyarsono, D.S.; Hadianto, Adi; Sehabudin, Ujang
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.678-683

Abstract

Data menunjukkan bahwa sebagian besar konsentrasi PM2.5 dan PM10 telah melebihi standar rata-rata tahunan dari peraturan Indonesia dan Standar WHO. Pencemaran udara menimbulkan dampak negatif pada aspek kesehatan dan kerugian ekonomi. Kebijakan berbasis instrumen ekonomi lingkungan terbukti dapat memberikan penurunan pencemaran di beberapa negara. Indonesia telah mendesain dan menerapkan kebijakan namun perlu beberapa penyempurnaan. Pemerintah Indonesia dapat melakukan penyempurnaan kebijakan berbasis instrumen ekonomi dalam rangka menyelesaikan permasalahan pencemaran udara dengan penerapan insentif trade-in, penerapan pajak karbon dan pasar karbon nasional, serta insentif penerapan teknologi ramah lingkungan bagi PLTU. Pemerintah pusat dan daerah juga perlu memperhatikan resistensi pelaku ekonomi terhadap penerapan kebijakan, kurangnya pengetahuan tentang kerusakan yang terjadi dalam bentuk moneter, kebutuhan untuk mempertahankan status quo dalam masyarakat, "kesenjangan peraturan" antara teoretis dari pajak dan kesulitan praktis dalam legislasi dan implementasi serta ketakutan akan kemungkinan hilangnya efisiensi atau daya saing produk yang dihasilkan oleh perusahaan/produsen.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berkelanjutan Bernilai Ekonomi Berbasis Gender Equality and Social Inclusion di Kota Sukabumi Sehabudin, Ujang; Hadianto, Adi; Wijaya, Hendri; Tampubolon, Bahroin Idris
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.3.297-303

Abstract

The amount of waste in Sukabumi City tends to increase while the management rate is relatively low. Unmanaged waste generation is a problem of environmental degradation. Activities that can improve waste management, such as household waste from the source, are needed. This activity aims to provide knowledge to the community about the role of households in the waste management system and measure the level of change in knowledge of household members in the waste management stage from the source. The analysis method uses descriptive qualitative and quantitative. The methods of implementing the activity were lectures, focus group discussions, and interviews with respondents of the farmer women's group. The analysis tools used were pretest, posttest, and gap analysis. The activity results showed that households have a vital role and a significant contribution in managing household waste. The level of knowledge of farm women group participants has increased with a pretty good average value regarding the management of similar household waste.
Estimasi Nilai Manfaat Ekonomi Pengelolaan Minyak Jelantah Rumah Tangga di Kampung Kebon Kopi, Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor: Estimated Economic Benefits of Household Waste Cooking Oil Management in Kebon Kopi Cibanteng Village, Bogor District Faimi, Sulistiowati Nur; Tampubolon, Bahroin Idris
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.50399

Abstract

Minyak jelantah adalah sisa minyak atau produk sampingan yang dihasilkan dari proses penggorengan makanan. Umumnya, masyarakat Indonesia membuang minyak jelantah begitu saja ke lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku sekunder untuk produk non pangan dan memberikan manfaat ekonomi. Kampung Kebon Kopi tepatnya di RW 10, Desa Cibantengmenjadi salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang mulai mengadakan program pengumpulan minyak jelantah. Untuk mengetahui potensi minyak jelantah di Kampung Kebon Kopi, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi timbulan minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga di Kampung Kebon Kopi dan mengestimasi nilai manfaat ekonomi dari pengelolaan minyak jelantah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan SNI-19-3964-1994, analisis pendapatan, dan benefit transfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rumah tangga di Kampung Kebon Kopi menghasilkan 9,42 liter minyak jelantah per tahun. Hasil estimasi,timbulan minyak jelantah yang dihasilkan oleh seluruh rumah tangga di KampungKebon Kopi sebesar 3.118,44 liter per tahun. Nilai manfaat ekonomi yang diperoleh rumah tangga dengan melakukan pengelolaan minyak jelantah adalah sebesar Rp 2.024.853/KK/tahun. Secara keseluruhan, pengelolaan minyak jelantah di Kampung Kebon Kopi cenderung memiliki nilai manfaat ekonomi langsung yang masih rendah, karena jumlah minyak jelantah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga masih tergolong sedikit. Waste Cooking Oil (WCO) refers to the residual oil or by-products resulting from food frying. Typically, Indonesians dispose of WCO into the environment. However, if appropriately managed, WCO can serve as a secondary raw material for non-food products, offering economic benefits. Kebon Kopi Village in Bogor Regency has initiated WCO collection programs. This study aims to estimate WCO generation in Kebon Kopi Village households and evaluate the economic benefits of WCO management. Quantitative descriptive methods, employing the SNI-19-3964-1994 approach, income analysis, and benefits transfer, were utilized. Findings revealed that, on average, households in Kebon Kopi Village produce 9,42 liters of WCO annually. The collective WCO generation by all households in the village amounts to an estimated 3.118,44 liters per year. The economic benefits derived from WCO management for households equate to IDR 2.024.853 per household per year. Overall, the direct economic benefits of used cooking oil management in Kebon Kopi Village appear modest due to the relatively small amount of WCO produced by each household.
Estimasi Nilai Ekonomi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Wisata Tandon Ciater Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten: Estimation of Economic Value and Factors Influencing Tourism Visits to Tandon Ciater in South Tangerang City, Banten Province Choirunisa, Irdha; Tampubolon, Bahroin Idris
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 1 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v1i2.50571

Abstract

Tandon Ciater adalah objek wisata di Kota Tangerang Selatan yang dibangun pada tahun 2016 dengan tujuan awal sebagai bentuk upaya pengendali banjir di Kota Tangerang Selatan. Danau buatan yang ada di Tandon Ciater menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan Tandon Ciater sebagai objek wisata. Daya tarik wisata terus dikembangkan di Tandon Ciater dengan adanya rumah adat Blandongan terbesar, dan penambahan berbagai atraksi yang menunjang kegiatan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi potensi pengembangan Tandon Ciater sebagai objek wisata; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan wisata ke objek wisata Tandon Ciater; dan (3) Mengestimasi besarnya nilai ekonomi wisata dari objek wisata Tandon Ciater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis regresi linear berganda, dan Travel Cost Method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan Tandon Ciater sebagai objek wisata meliputi aspek atraksi adalah keberadaan rumah adat Blandongan terbesar dan danau (tandon) itu sendiri, aspek aksesibilitas menuju wisata Tandon Ciater termasuk dalam kategori mudah, dan aspek amenitas (fasilitas) objek wisata mendapatkan penilaian baik oleh sebagian besar wisatawan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor yang berpengaruh secara signifikan dalam memengaruhi jumlah kunjungan ke objek wisata Tandon Ciater, yaitu jumlah anggota keluarga, lama mengetahui objek wisata, dan kebersihan lingkungan wisata serta estimasi nilai ekonomi wisata Tandon Ciater sebesar Rp2.923.512.758 per tahun. Tandon Ciater is a tourist attraction in South Tangerang City, built in 2016 with the initial purpose of being a form of flood control effort in South Tangerang City. The artificial lake in the Tandon Ciater is one of the potential opportunities to develop the Tandon Ciater into a tourist attraction. Tourist attractions continue to be developed in the Tandon Ciater, with the largest Blandongan traditional house and the addition of various attractions that support tourism activities. This study aims to (1) identify the potential for the development of the Tandon Ciater as a tourist attraction, (2) identify the factors that influence the number of tourist visits to the Tandon Ciater tourism, and (3) estimate the economic value of tourism from the Tandon Ciater tourism. The methods used in this research are descriptive qualitative analysis, multiple linear regression analysis, and the Travel Cost Method. The results show that the potential development of Ciater Tandon as a tourist attraction includes aspects of the attraction is the existence of the largest Blandongan traditional house and the lake (reservoir) itself, aspects of accessibility, and aspects of amenity (facilities) attractions get a good assessment by respondent. Three factors that significantly influence the number of visits to the Ciater Tandon tourist attraction are the number of family members, the length of time known to the tourist attraction, and the cleanliness of the tourist environment. The estimated economic value of Ciater Tandon tourism amounts to IDR—2.923.512.758 per year. Ciater Tandon Tourism has the main attraction in the form of traditional houses with visits dominated by families and provides high economic value for the services offered.
KINERJA EKSPOR INDONESIA DAN PERSEPSI KONSUMEN PAKISTAN TERHADAP MINYAK SAWIT DAN PRODUK TURUNANNYA Tampubolon, Bahroin Idris; Hastuti; Firdaus, Muhammad; Anggraeni, Lukytawati; Muna, Naufa
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 16 No 1 (2022): BILP
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pakistan merupakan negara nontradisional mitra dagang strategis Indonesia. Pakistan mengimpor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minyak makan. Industri minyak makan di Pakistan memiliki karakter sangat kompetitif, hambatan masuk (barrier to entry) yang rendah, dan cenderung sensitif terhadap perubahan harga. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis kinerja ekspor minyak sawit dan produk turunannya di Pakistan; (2) Menganalisis tingkat pengetahuan dan faktor yang memengaruhi konsumen rumatangga Pakistan terhadap minyak sawit dan produk turunannya asal Indonesia; (3) Menganalisis tingkat loyalitas konsumen rumah tangga di Pakistan terhadap produk cooking oil. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis regresi logistik, dan analisis loyalitas konsumen. Hasil analisis menyajikan kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan mengalami trend peningkatan sejak tahun 2012 dan salah satunya disebabkan penandatangan Preferential Trade Agreement (PTA). Konsumen rumahtangga di Pakistan sebagian besar tidak mengenal CPO atau produk hasil turunannya serta tidak memahami isu lingkungan terkait industri kelapa sawit. Terdapat empat variable yang memengaruhi peluang responden mengetahui CPO dan produk turunannya yaitu lokasi tempat tinggal, dummy frekuensi konsumsi cooking oil, dummy frekuensi konsumsi margarine, dan dummy frekuensi es krim. Konsumen di Pakistan merupakan konsumen yang tergolong dalam kelompok liking the brand dengan tidak sepenuhnya switcher buyer. Kata Kunci: Crude Palm Oil, Pakistan, Regresi Logistik, Analisis Loyalitas Konsumen, Cooking Oil Abstract Pakistan is a non-traditional trading partner country that is a strategic r for Indonesia. Pakistan imports Crude Palm Oil (CPO) to meet the needs for edible oil. Pakistan’s cooking oil industry is highly competitive with low barriers to entry, also moderately sensitive to price changes. The aims of this research are to (1) analyze the export performance of palm oil and its derivative products; (2) analyze the level of knowledge and the factors that influence Pakistani consumers; (3) analyze the level of loyalty of household consumers to cooking oil. The research used descriptive qualitative analysis, logistic regression analysis, and analysis of brand loyalty. The results of the analysis showed that Indonesian palm oil exports to Pakisthavehas had an increasing trend since 2012, caused by the implementation of the Preferential Trade Agreement (PTA). Most consumers in Pakistan were not familiar with CPO or its derivative products and did not understand the environmental issues related to the palm oil industry. There are four variables that affect the probability of respondents knowing CPO and derivative products, namely, location of residence, dummy frequency of cooking oil consumption, dummy frequency of margarine consumption, and dummy frequency of ice cream. Generally, Pakistan consumers are a group of consumers that liking the brand group. Keywords: Crude Palm Oil, Pakistan, Logistic Regression, Analysis of Brand Loyalty, Cooking Oil JEL Classification: C25, D12, F14, Q17