Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Trias Politika

DAMPAK PERMASALAHAN GLOBAL REFUGEE DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU Akbar, Dhani; Setiawan, Azhari; Putra, Ardi; Triyana, Nadya
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 8, No 1 (2024): April 2024, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v8i1.5663

Abstract

Abstract: Indonesia is eager to cooperate, in this case with the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), the International Organization for Migration (IOM) and the International Committee of the Red Cross (ICRC), to achieve world peace and improve the welfare of the world's people. This research aims to examine the problems faced by the Indonesian government, especially in border areas. Concept of securitization which divided several focuses to a case study in the Riau Archipelago Province where there are approximately 500 refugees on Bintan Island and 1,000 in Batam City under the supervision of IOM and UNHCR. The refugee situation in the Riau Islands is a complex and serious problem. Our research reveals the perceptions of local communities as part of civil society who feel the impact and attitudes towards regulations that are still felt to be lame and ineffective in dealing with this problem. Academic contribution of this research is to solve the issue of border area in the perspective of non-traditional security. Abstrak: Indonesia berkeinginan untuk melakukan kerjasama, dalam hal ini dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), International Organization of Migration (IOM) dan International Committee of Red Cross (ICRC), untuk mencapai perdamaian dunia dan meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia khususnya di wilayah perbatasan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sekuritisasi yang dipecah pada beberapa fokus pada studi kasus di Provinsi Kepulauan Riau yang kurang lebih ada 500 pengungsi di Pulau Bintan dan 1.000 di Kota Batam di bawah pengawasan IOM dan UNHCR. Situasi pengungsi di Kepulauan Riau terbuka sebagai masalah yang kompleks dan serius. Penelitian kami mengungkap persepsi masyarakat lokal sebagai bagian dari civil society merasakan dampak dan sikap terhadap regulasi yang masih dirasa timpang dan kurang efektif dalam menangani problematika ini. Kontribusi akademik yang diperlukan setelah penelitian ini adalah pemecahan masalah dalam sudut pandang keamanan non-tradisional di wilayah perbatasan.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN PENELITIAN DIGITAL GOVERNANCE Pratama, Ryan Anggria; Setiawan, Azhari
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v8i2.6401

Abstract

Abstract: Digital governance has been the subject of research in its evolution. Governments can use digital technology to enable citizens to participate in policy discussions, increase accountability, and improve democratic practices in government. Digital governance is increasingly receiving research attention because it involves managing and using digital technology in government practices. The database used in this research is the Scopus database. The keywords used in writing this scientific article are TITLE-ABS-KEY ("digital governance"). The years used in this article selection were from 2006 to March 2024. Next, inclusion and exclusion criteria were determined to select which articles would be analyzed. After the article has been screened, the next step is to enter the CSV data into the R Studio application. A total of 340 journal articles were published from 2006 to March 2024. This research found that the most published trends were carried out in 2023, with 103 articles and six citations in 2015. Then, second place was in 2017 with five citations, and third place was in 2018 with four citations. Research on digital governance has enormous potential that can be developed further. Areas explored in this research include cyber security, integrating the latest technologies such as artificial intelligence (AI), blockchain, and cloud computing into government systems, utilising big data to support better decision-making, and increasing public participation and government transparency through digital platforms. This research provides a comprehensive analysis of trends in digital governance research, particularly highlighting the increasing attention it has received in recent years. For future research, it would be valuable to explore the long-term impacts of digital governance initiatives on public trust and policy outcomes. Additionally, investigating the challenges and barriers to implementing advanced technologies in different governmental contexts could further enrich the understanding of digital governance's potential and limitations. Abstrak: Tata kelola digital telah menjadi subjek penelitian dalam evolusinya. Pemerintah dapat menggunakan teknologi digital untuk memungkinkan warga berpartisipasi dalam diskusi kebijakan, meningkatkan akuntabilitas, dan meningkatkan praktik demokrasi dalam pemerintahan. Tata kelola digital semakin mendapat perhatian penelitian karena melibatkan pengelolaan dan penggunaan teknologi digital dalam praktik pemerintahan. Basis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah basis data Scopus. Kata kunci yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah TITLE-ABS-KEY (“tata kelola digital”). Tahun yang digunakan dalam pemilihan artikel ini adalah dari tahun 2006 hingga Maret 2024. Selanjutnya ditentukan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memilih artikel mana yang akan dianalisis. Setelah artikel disaring, langkah selanjutnya adalah memasukkan data CSV ke dalam aplikasi R Studio. Sebanyak 340 artikel jurnal diterbitkan pada tahun 2006 hingga Maret 2024. Penelitian ini menemukan tren publikasi terbanyak dilakukan pada tahun 2023, yakni sebanyak 103 artikel dan enam sitasi pada tahun 2015. Kemudian, tempat kedua adalah pada 2017 dengan lima kutipan, dan tempat ketiga adalah pada 2018 dengan empat kutipan. Penelitian mengenai tata kelola digital (Digital Governance) memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Bidang-bidang yang dieksplorasi dalam penelitian ini mencakup keamanan siber, mengintegrasikan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan komputasi awan ke dalam sistem pemerintahan, memanfaatkan big data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, serta meningkatkan partisipasi publik dan transparansi pemerintah melalui platform digital. Penelitian ini menyajikan analisis komprehensif tentang tren dalam penelitian tata kelola digital, khususnya menyoroti meningkatnya perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang inisiatif tata kelola digital terhadap kepercayaan publik dan hasil kebijakan. Selain itu prospek penelitian ke depan dapat mengkaji tantangan dan hambatan penerapan teknologi terbarukan untuk memperkaya pemahaman tentang potensi dan keterbatasan dari tata kelola digital.