Herry Wahyudi
Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimalisasi Penyelesaian Tugas Akhir Melalui Coaching Clinic pada Mahasiswa FISIP UMRAH Azhari Setiawan; Nikodemus Niko; Rizky Octa Putri Charin; Khairi Rahmi; Herry Wahyudi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.749

Abstract

Artikel ini melaporkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Coaching Clinic dan Pendampingan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa yang kami selenggarakan bersama Laboratorium Komunikasi dan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji. Coaching Clinic dilaksanakan dengan tiga agenda utama antara lain: (1) Academic Writing, (2) Mendeley Reference Manager Training, dan (3) Software Tutorial IBM SPSS 26. Coaching Clinic dilaksanakan di Laboratorium Komunikasi dan Sosial FISIP UMRAH dan dijadwalkan selama satu semester dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi yang diperkuat dengan pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan data simulasi penelitian dan referensi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para peserta dalam melakukan penelitian dan penulisan ilmiah. Selain itu, antusiasme peserta mendorong peserta untuk aktif mendiskusikan rencana penelitiannya masing-masing lebih lanjut dengan para Dosen Pembimbing dalam 'Komunitas Peneliti Muda' yang dibentuk setelah Coaching Clinic selesai.
Modality of Strengthening Cooperation Relationship Riau Island (Indonesia) with Terengganu (Malaysia) Anastasia Wiwik Swastiwi; Herry Wahyudi; Rizqi Apriani Putri; Sayed Fauzan Riyadi; Wanofri Samry; Vioni Dwi Saswi; Linggo Prabowo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v12i3.66000

Abstract

Historical and cultural backgrounds mutually influence the cooperation between the Riau Islands (Indonesia) and Terengganu (Malaysia). The relationship between the Riau Islands (Indonesia) and Terengganu (Malaysia) leaves cultural heritage such as manto hoods, copper household items, gamelan, and others. Close relations between the two can be enhanced in cooperation through cultural diplomacy and public diplomacy. This research uses historical research methods with cultural and public diplomacy theories. The study results show that the modality for strengthening the cooperation relations between the Riau Islands (Indonesia) and Terengganu (Malaysia) is in the socio-cultural and economic field. Therefore, each country always has the same socio-cultural strength and the opportunity to develop the economic potential of the existing historical and cultural heritage.
Food Waste: Kontraproduktif dan Potret Kemiskinan, Stunting, dan Kerawanan Pangan di Provinsi Riau Yusnatida Eka Nizmi; Herry Wahyudi; Hasan Warso Syahputra; Ahmad Ibrahim Roni Surya Hasibuan; Rahmi Yulia; Tuah Kalti Takwa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i1.74849

Abstract

Riau Province faces three social problems: poverty, stunting, and food insecurity. The public understands food waste as a threat to food security. Suppose the continuous food waste issue needs to be addressed. In that case, it will directly impact sustainable food availability due to the massive amount of wasted food that is still fit to eat and nutritionally adequate. This research aims to elaborate on the counter productiveness of food waste with a portrait of poverty, stunting, and food insecurity in Riau Province, which are interconnected. Qualitative methods are used in this research, with the data collection techniques used being interviews, questionnaires, and literature analysis. The findings reveal that food waste behavior contradicts Riau Province's efforts to address its main problems. Collaboration with related agencies is essential to raise awareness and combat food waste, ensuring it does not hinder the fight against poverty, stunting, and food insecurity in Riau Province.
Rempang di Persimpangan Jalan: Ambisi Pembangunan dan Ketimpangan Sosial di Wilayah Perbatasan Casiavera Casiavera; Herry Wahyudi; Rizky Octa Putri Charin; Ardi Putra; Khairi Rahmi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i1.105414

Abstract

This article examines the social, economic, and ecological conflicts stemming from the development of Rempang Eco City, a National Strategic Project (PSN) in the Riau Islands. The research utilizes a descriptive qualitative approach, incorporating in-depth interviews with four participants. There are 33 questions in the interview, but only 22 of them are important, this is related to the saturation data found in the interview questions. It took a month to obtain the information. The results indicate that traditional ways of making a living are disappearing, people are moving and breaking up communities, the economy is weak, and women have trouble getting to natural resources because of things like coastal degradation, land and green grabbing, and limited access to natural resources. The government and investors focus on the long-term economic benefits, but local communities have to deal with social and environmental problems that are worse than the money they get. This article adds to the field of political ecology by talking about the developmental paradox: instead of promoting inclusive prosperity, the project makes social inequality worse, hurts environmental sustainability, and puts the cultural identity of indigenous borderland communities at risk.
Pemetaan Kuliner sebagai Produk Wisata di Kelurahan Sekanak Raya melalui Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Ady Muzwardi; Oksep Adhayanto; Herry Wahyudi; Casiavera Casiavera
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Maret, 2026
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v3i1.264

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi kuliner lokal sebagai produk wisata di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat perbatasan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada keberadaan potensi kuliner masyarakat yang belum sepenuhnya terdokumentasi, terstandarisasi, dan terintegrasi dengan pengembangan pariwisata maritim berbasis komunitas. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan koordinasi bersama mitra, sosialisasi, diskusi kelompok terarah, tanya jawab, observasi lapangan, serta pendampingan terbatas kepada masyarakat dan pelaku kuliner lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Kelurahan Sekanak Raya dan kawasan Belakang Padang memiliki beragam potensi kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, antara lain Cendol Botak, Mie Lendir, Prata, Penaram, Laksmana Mengamuk, Rujak Buk Lak, serta olahan hasil laut yang merepresentasikan identitas masyarakat kepulauan. Kegiatan ini juga menemukan bahwa masyarakat memiliki keinginan kuat untuk mengangkat kuliner lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, belum optimalnya standardisasi produk, pengemasan yang belum menarik, promosi digital yang masih terbatas, legalitas usaha yang belum merata, serta belum adanya pola produksi yang lebih terencana. Melalui kegiatan diskusi dan pendampingan, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa kuliner lokal tidak hanya bernilai sebagai produk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi identitas destinasi, media promosi budaya, serta sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemetaan kuliner lokal perlu dilanjutkan dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, branding produk, promosi digital, legalitas usaha, dan kolaborasi lintas aktor agar kuliner Sekanak Raya dapat berkembang sebagai produk wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.