Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA DRIVER OJEK ONLINE DI MEDAN Agnes Ferusgel; Maria Haryanti Butar-Butar; Ani Deswita Chaniago; Rupina Kanasia Situmorang
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.6081

Abstract

Penyuluhan merupakan salah satu metode pendidikan kesehatan yang sederhana. Selain itu, metode penyuluhan juga efektif dalam upaya penyampaian informasi secara cepat kepada kelompok sasaran. Salah satu kelompok pekerja informal yang cukup trend saat ini adalah menjadi driver ojek online. Hasil analisis lapangan menunjukkan bahwa banyak driver online yang mengejar target pekerjaan, mereka rata-rata mengalami kelelahan dan nyeri pinggang. Mereka juga tidak memperdulikan waktu kerja, sehingga pola hidup mereka tidak teratur mulai dari pola makan hingga pola tidur. Metode dalam penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dan menyampaikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja meliputi faktor bahaya kerja pada driver ojek online, menjelaskan ergonomi dalam berkendara, dan kiat-kiat aman berkendara untuk mencegah risiko penyakit akibat pekerjaan. Pengabdian dilakukan kepada 20 orang driver ojek online yang bersedia mengikuti serangkain acara yang telah ditetapkan. Rangkaian acaranya antara lain pengisian kuesioner, pemberian informasi, pengisian kuesioner yang kedua dan melakukan pemeriksaan kadar gula darah bagi driver yang ingin dicek saja. Berdasarkan hasil dari kuesioner yang didalamnya terdiri atas pertanyaan pengetahuan dan sikap mengenai keselamatan dan kesehatan kerja didapatkan ada peningkatan pengetahuan dan sikap sesudah dilakukan penyuluhan. Sehingga, penyuluhan K3 ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap driver ojek online agar nanti sadar sehingga secara mandiri dapat melindungi diri mereka dari potensi bahaya pekerjaan. Bagi driver ojek online diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan sikap sehingga dalam dapat bekerja dengan aman dan selalu tetap sehat.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Kepatuhan Perawat dalam Pemilahan Limbah Infeksius dan Non Infeksius di RSU Wulan Windy Safrina Ramadhani; Cut Saura Salmira; Rupina Kanasia Situmorang; Dinda Dwi Ramadhani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12866

Abstract

Pengelolaan limbah medis merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penularan infeksi dan melindungi tenaga kesehatan maupun lingkungan rumah sakit. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204 Tahun 2004, pengelolaan limbah medis padat dilakukan melalui tahapan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan. Kepatuhan perawat dalam melakukan pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius masih belum optimal. Kepatuhan tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan dan motivasi. Di RSU Wulan Windy, rata-rata jumlah limbah medis yang dihasilkan mencapai sekitar 1,6 ton per bulan atau sekitar 400 kg setiap minggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan perawat dalam pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius di RSU Wulan Windy. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 190 perawat dengan sampel sebanyak 65 responden. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius (p = 0,028 < 0,05). Sementara itu, motivasi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan perawat (p = 0,222 > 0,05). Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan pemilahan limbah medis infeksius dan noninfeksius, sedangkan motivasi tidak berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan, sosialisasi, dan evaluasi berkala mengenai pengelolaan limbah medis agar kepatuhan terhadap prosedur pemilahan limbah dapat terus ditingkatkan.