Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

USAHA MINUMAN SARIDELE DI KOTA SURABAYA Rena Febrita Sarie; Dwi Lesno Panglipursari; Yurilla Endah Muliatie; Nur Jannah; Pramandyah Fitah Kusuma
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.704 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1310

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat dalam semester ini adalah mengembangkan Usaha Kecil Mandiri (UKM) produksi minuman Saridele di Kecamatan Sawahan Surabaya. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah pemasaran yang terbatas pada segmen pasar tertentu dalam lingkup yang kecil. Untuk mengatasi masalah pemasaran yang terbatas maka kami menawarkan pemasaran produk sari dele pada segmen pasar yang lebih luas agar hasil produksi saridele dapat terjual lebih banyak. Penjualan yang lebih luas wilayahnya akan dapat meningkatkan pendapatan usaha mitra UKM. Dalam rangka untuk mempertahankan kontinuitas operasional usaha dimasa yang akan datang juga diperlukan tata kelola manajemen usaha yang lebih baik dan dimungkinkan juga memberdayakan usaha kerjasama dengan mitra lain non wirausahawan. Implementasi program pengabdian ini antara lain meliputi: 1) Memberikan pelatihan produksi minuman Saridele. 2) Melakukan pendampingan dalam memilih pasar potensial, promosi dan lokasi penjualan. 3) Memberikan pendampingan pembuatan merk/logo kemasan. 4) Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menentukan varian cita rasa minuman saridele. 5) Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menentukan biaya produksi. 6) Memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan penjualan bisa meningkat sehingga meningkat pula pendapatan yang diperoleh. Tetapi dengan adanya penerapan PPKM, hasil penjualan tidak sesuai dengan target yang diharapkan.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING PLATFORM MARKETPLACE SHOPEE DAN PEMBUKUAN SEDERHANA MELALUI APLIKASI “BukuWarung” DESY ISMAH ANGGRAINI; Pramandyah Fitah Kusuma; Rodhiyah Rodhiyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1578

Abstract

UMKM di Indonesia terus mengalami pertumbuhan sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka UMKM harus bisa bertahan dan lebih inovatif dalam memanfaatkan peluang yang ada. Semenjak adanya Pandemi COVID-19 menyebabkan perekonomian mengalami penurunan, begitu pula penjualan dari UMKM Kalin yang merasakan penurunan penjualan hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dalam memanfaatkan digital marketing serta minimnya pengetahuan dalam proses pencatatan sehingga keuntungan dan kerugian tidak bisa dideteksi secara jelas. Teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM adalah dengan memanfaatkan digital marketing dengan platform shopee serta pencatatan sederhana dengan memanfaatkan aplikasi BukuWarung. Sehingga pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada UMKM Karlin dalam memasarkan produk dan proses pencatatan sederhana. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung, dilanjutkan dengan pelatihan pada aplikasi Shopee dan BukuWarung. Selanjutnya Mitra pengabdian dimonitoring dan dievaluasi untuk mengetahui perkembangan dari penjualan dan pencatatan operasional mereka. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Mitra pengabdian dapat memperluas pemasaran dan mencatat aktivitas kas masuk dan keluar secara tepat.
The Effect of Educational Attainment and Gender Inequality on Unemployment Rates and Economic Resilience Pramandyah Fitah Kusuma; Trie Hierdawati; Abdal Ahmed
Global Economics: International Journal of Economic, Social and Development Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): September: Global Economics - International Journal of Economic, Social and Dev
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globaleconomics.v1i3.398

Abstract

This study examines the relationship between educational attainment, gender inequality in education, and their impact on unemployment rates and economic resilience across various regions. Gender inequality in education has long-term consequences on labor market outcomes and economic stability. In regions with higher gender inequality, the underutilization of female talent results in higher unemployment rates and weaker economic resilience. In contrast, regions with higher gender equality in education show improved labor market performance and a more resilient economy. The study utilizes cross-regional regression analysis, incorporating data on education levels, gender inequality indices, unemployment rates, and economic resilience metrics. The findings suggest that gender inequality in education plays a more significant role in shaping unemployment rates and economic resilience than traditional macroeconomic variables such as GDP and inflation. Furthermore, the results highlight the importance of improving access to education for underrepresented genders, particularly women, to foster more inclusive and sustainable economic growth. The study emphasizes the need for policies that promote gender equality in education as a means to enhance labor market outcomes and strengthen economic resilience. Limitations of the study include potential data constraints and regional variations in cultural, economic, and policy contexts, which may affect the generalizability of the findings. Future research could expand this study by exploring different regions and countries to gain a deeper understanding of the long-term effects of reducing gender inequality in education on economic outcomes.