Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Aksiologi Pendidikan Islam dan Landasan Filosofis Pendidikan Secara Umum Rizzan, Rizzan; Supriadi, Supriadi; Suaningrat, Suaningrat; Imam Subekti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i2.7161

Abstract

Penelitian ini membahas aksiologi dalam pendidikan Islam dan landasan filosofisnya secara umum, dengan fokus pada nilai-nilai utama yang mendasari pendidikan Islam, yaitu akhlak, keimanan, dan ilmu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konsep aksiologi dalam konteks pendidikan Islam, menjelaskan landasan filosofisnya, serta menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yang mencakup analisis literatur dari karya-karya tokoh Islam klasik dan modern, seperti Al-Ghazali, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Fazlur Rahman, serta pemikiran filsuf Barat seperti Immanuel Kant dan John Dewey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia dan beriman. Nilai-nilai ini terintegrasi dalam proses pendidikan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas individu. Pendidikan Islam menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan keimanan sebagai upaya membangun manusia paripurna yang memiliki kecerdasan intelektual, moralitas tinggi, dan kesadaran spiritual. Nilai-nilai aksiologi yang diterapkan mencakup pembentukan akhlak mulia sebagai fondasi karakter, pengembangan keimanan sebagai dasar spiritual, serta penguasaan ilmu untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan peradaban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai aksiologi mampu menjadi solusi untuk tantangan dunia kontemporer dengan menciptakan generasi yang berilmu, bermoral, dan beriman. Hal ini relevan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, adil, dan beradab, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Moral dan Etika Sains dalam Islam Solikhun, Solikhun; Rahman, Rahman; Futihatus Sirriyah; Imam Subekti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i2.7206

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui moral dan etika sains dalam Islam. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendukung perkembangan sains, penggunaannya harus selalu berlandaskan prinsip-prinsip etika yang telah digariskan dalam Al-Qur'an dan Hadis, agar sains dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya tanpa menimbulkan kerusakan. Dengan demikian, Islam mengajarkan bahwa sains yang berkembang dengan nilai moral dan etika dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam pandangan Islam, ilmu pengetahuan yang tidak memperhatikan etika dan moral dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyalahgunaan ilmu, dehumanisasi, kerusakan lingkungan, ketidakadilan sosial, dan penyimpangan dari tujuan hidup yang lebih tinggi. Para ahli juga mengingatkan bahwa tanpa pengawasan moral, sains dapat berfungsi sebagai kekuatan yang merusak, bukan untuk kebaikan umat manusia. Oleh karena itu, Islam dan para pemikir etika menekankan pentingnya menghubungkan ilmu pengetahuan dengan prinsip-prinsip moral yang baik.