Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Dosis Deksametason Antenatal dengan Skor Apgar Bayi Prematur di Rumah Sakit Permata Cirebon Tahun 2023 – 2025 Rani Cahyani Putri; Triono Adi Suroso; Irman Permana
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 8 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i8.32776

Abstract

Kelahiran prematur merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Pemberian deksametason antenatal diketahui dapat mempercepat maturasi paru janin dan mengurangi komplikasi neonatal. Skor Apgar merupakan indikator kondisi bayi baru lahir, namun hubungan antara regimen dosis deksametason antenatal dengan skor Apgar masih belum konsisten. Mengetahui hubungan dosis deksametason antenatal dengan skor Apgar bayi prematur di Rumah Sakit Permata Cirebon tahun 2023–2025.  Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis ibu dan bayi prematur yang mendapatkan deksametason antenatal di Rumah Sakit Permata Cirebon tahun 2023–2025. Sampel dipilih dengan metode total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebanyak 163 subjek memenuhi kriteria penelitian. Regimen deksametason 1×12 mg diberikan pada 97 pasien (59,5%) dan 2×6 mg pada 66 pasien (40,5%). Sebagian besar bayi memiliki skor Apgar menit kelima kategori tidak asfiksia (91,4%), sedangkan asfiksia sedang dan berat masing-masing sebesar 6,7% dan 1,8%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara regimen dosis deksametason antenatal dengan skor Apgar bayi prematur (p<0,001). Terdapat hubungan yang bermakna antara regimen dosis deksametason antenatal dengan skor Apgar bayi prematur. Regimen deksametason 1×12 mg memiliki proporsi bayi tanpa asfiksia lebih tinggi dibandingkan regimen 2×6 mg.
Hubungan Berat Badan Lahir dan Parental Obesitas dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Ni Luh Ayu Widiantari; Irman Permana; M. Duddy Satrianugraha W
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.22462

Abstract

ABSTRACT Teenage obesity is becoming a bigger public health issue in Indonesia and many other nations.  Birth weight and parental obesity are two risk variables that are thought to play a role in teenage obesity. This study sought to ascertain the association between the prevalence of obesity in adolescents and the birth weight and parental obesity (maternal and paternal BMI). This study used a cross-sectional methodology and was analytical and observational.  228 people from SMPN 14 Kota Cirebon, chosen by selective sampling, served as the subjects.  Questionnaires and direct measurements of height and weight were used to gather data. Multivariate (logistic regression), univariate, and bivariate (chi-square test) techniques were used to analyze the data. The chi-square test showed that there was no significant relationship between birth weight and the incidence of childhood obesity (p = 0.167), and a significant relationship between paternal BMI and adolescent obesity (p = 0.682). However, there was a relationship between maternal BMI and adolescent obesity (p = 0.044). teenage obesity was substantially correlated with maternal BMI but not with father BMI or birth weight.  Even before pregnancy, maternal nutritional condition should be taken into account in preventive measures for childhood obesity. Keywords: Parental Obesity, Maternal BMI, Paternal BMI, Birth Weight, and Adolescent Obesity.  ABSTRAK Obesitas pada remajamenjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di banyak negara, termasuk Indonesia.  Berat badan lahir dan obesitas orang tua adalah beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi pada obesitas. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara berat badan lahir dan obesitas parental (IMT ibu dan ayah) dan obesitas remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian, yaitu 228 siswa SMPN 14 Kota Cirebon. Data dikumpulkan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan langsung. Uji regresi logistik, multivariat, dan chi-square digunakan untuk menganalisis data univariat, bivariat, dan multivariat. Uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan insiden obesitas anak (p = 0,167), dan hubungan yang signifikan antara IMT ayah dan obesitas remaja(p = 0,682). Namun, terdapat adanya hubungan pada IMT Ibu dan obesitas remaja (p = 0,044). Hubungan antara IMT ibu dan berat badan lahir tidak ditemukan. Namun, hubungan antara IMT ibu dan berat badan lahir ditemukan. Sejak sebelum kehamilan, keadaan gizi ibu harus dipertimbangkan saat merencanakan intervensi untuk mencegah obesitas pada anak. Kata Kunci: Obesitas Remaja, Berat Badan Lahir, IMT Ibu, IMT Ayah, Obesitas Ibu-Ayah.