Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SENJATA TRADISIONAL KINIA (PERISAI): BENTUK, STRUKTUR DAN FUNGSI BAGI SUKU TOLAKI DI SULAWESI TENGGARA Basrin Melamba; Marwati Marwati; Muhammad Sabaruddin Sinapoy; Syahrun Syahrun
Journal Idea of History Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Juli - Desember 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/history.v4i2.1456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan identitas senjata tradisional kinia (perisai atau tameng) dari segi bentuk, struktur, bahan atau kelengkapan, model, dan fungsi kinia bagi suku Tolaki di Sulawesi Tenggara. Senjata kinia khususnya dipakai oleh kaum pria, terutama dari kalangan Raja (Mokole/Bokeo), bangsawan (anakia), dan para kesatria (Tamalaki dan Tadu). Kinia merupakan salah satu peralatan perang (momuho) yang berfungsi sebagai alat pelindung atau pertahanan pada suku Tolaki. Kinia terbuat dari kayu ringan (taliawa) yang berukuran kecil. Kinia sejenis perisai tongkat berbentuk memanjang (lonjor) dan pegangannya dihiasi dengan rambut serta cara penggunaannya yakni digenggam dengan tangan. Kinai memiliki panjang 60-75 cm dan lebar 20-30 cm. Pada bagian dalam kinia terdapat gagang tempat pegangan para Tamalaki dan Tadu. Sedangkan pada bagian pinggir dan luar diukir dengan motif pinetobo atau pinengisi olipa. Pada masa lalu kinia memiliki fungsi pertahanan, sosial, dan religi bagi para Tamalaki dan Otadu. Di masa kini, fungsi kinia telah pengalami perubahan yakni lebih kepada fungsi kesenian berupa tarian umoara.
LINGUISTIC RESILIENCE: A SOCIOLINGUISTIC STUDY OF LANGUAGE MAINTENANCE AND IDENTITY NEGOTIATION IN A MARGINALIZED URBAN COMMUNITY Novi Ulfa Safitri; Sara Hussain; Marwati Marwati; Sitti Agustina
Lingeduca: Journal of Language and Education Studies Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/lingeduca.v4i2.2599

Abstract

Marginalized urban communities face linguistic pressures threatening their heritage languages. This study examines language preservation in environments where language is a key site of identity struggle. This sociolinguistic research investigates the specific strategies of language maintenance and identity negotiation utilized by a marginalized urban community, aiming to identify key factors enabling linguistic resilience against dominant language encroachment. A qualitative ethnographic approach was employed, using participant observation and in-depth sociolinguistic interviews (n=45). The analysis focused on language choice across social domains and the metalinguistic narratives speakers used to articulate identity. Findings indicate resilience is achieved through “covert maintenance,” reinforcing the heritage language in private domains as resistance. Identity negotiation is fluid, with strategic code-switching used to signal affiliation. Public language use showed assimilation, but private use demonstrated strong vitality.  Linguistic resilience in this community is a conscious act of social agency and identity negotiation, not passive retention. The community preserves its language through strategic domain management, proving vitality is inextricably linked to identity.