Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GREBEG PANCASILA VALUES AS SOURCES OF LEARNING SOCIAL STUDIES Katon Galih Setyawan; Nasution; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Partisipatoris Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

That in delivering the material, the teacher still uses conventional methods. The teacher is more dominant in delivering the material and students only take notes. Most teachers are more oriented towards understanding and mastering material based on textbooks without relating existing phenomena. For example, when explaining about culture, only a general description is given. Therefore, to be able to fulfill the initial goals of social studies education, it can be done through fun learning that is close to the scope of students' lives. The surrounding environment can be used as a tool as a source of social studies learning so that the explanation of the material does not only refer to the explanations in the textbook but can also help students get to know the surrounding environment better. This can be done through learning based on the cultural capital of the local community. One of the objectives of this research is to develop a learning resource instrument based on the cultural capital of the Grebeg Pancasila ceremony for junior high school social studies lessons. The theoretical studies used are junior high school social studies learning, cultural capital, learning resources and the Pancasila Grebeg. The method used is descriptive qualitative and takes the research location in Blitar City with the research subject being culturalists/historians, Head of the Department of Tourism and Culture and social studies teacher at Blitar City Junior High School. The results of the study show that there are several values in the Pancasila Grebeg program that are in accordance with the study materials or materials in social studies learning in junior high schools, namely social integration, mutual cooperation and a sense of nationalism. These materials are part of Basic Competence 3.2, mainly studied in class VIII semester 1.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS AUTENTIK: STUDI VALIDASI LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS LAPANGAN DI LINGKUNGAN RUSTIC MARKET PACET Muhammad Sendi Pegriyanto; Ahmad Fian Saputra; Riska Agnes Ristanti; Khanifa Maria Qurrota A’yun; Alina Dewi Churun Aini; Nayalla Nanda Anwari; Muhammad Ilyas Marzuqi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11339

Abstract

The conventional LKPD structure that lacks contextual exploration is the background to this research to answer the demands of the Independent Curriculum Phase D. This research focuses on the development of authentic teaching materials in the form of field-based Electronic Student Worksheets (E-LKPD) by highlighting the local economic potential in the Rustic Market Pacet area. The method used is Research-Based Instructional Design (RBID) which is adjusted through the stages of curriculum analysis, prototype design, flipbook-based digital development, and quantitative descriptive evaluation using the Aiken's V index. The research findings show that this 19-page self-guided product obtained an Aiken's V index score of 0.90 from material experts and 0.92 from media experts, thus entering the "Very Good" category. The practicality test by social studies teachers resulted in an average score of 0.89, proving this media is very practical in facilitating the delivery of real phenomena interactively via mobile phones or laptops without geographical barriers. The integration of learning video features and QR Code-based visual mapping has proven effective in facilitating the seven components of Contextual Teaching and Learning (CTL). The main conclusion confirms that this Contextual Geography E-LKPD is very suitable for use as an innovative instrument to improve students' critical thinking skills in understanding the Environmental Economic Potential material through meaningful independent learning experiences. ABSTRAK Struktur LKPD konvensional yang minim eksplorasi kontekstual melatarbelakangi dilakukannya riset ini guna menjawab tuntutan Kurikulum Merdeka Fase D. Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan ajar autentik berupa Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbasis lapangan dengan mengangkat potensi ekonomi lokal di kawasan Rustic Market Pacet. Metode yang digunakan adalah Research-Based Instructional Design (RBID) yang disesuaikan melalui tahapan analisis kurikulum, perancangan prototipe, pengembangan digital berbasis flipbook, serta evaluasi deskriptif kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V. Temuan penelitian menunjukkan bahwa produk bimbingan mandiri setebal 19 halaman ini memperoleh nilai indeks Aiken’s V sebesar 0,90 dari pakar materi dan 0,92 dari pakar media, sehingga masuk kategori "Sangat Baik". Uji kepraktisan oleh guru IPS menghasilkan nilai rata-rata 0,89, membuktikan media ini sangat praktis mempermudah penyampaian fenomena riil secara interaktif lewat ponsel maupun laptop tanpa hambatan geografis. Integrasi fitur video pembelajaran dan pemetaan visual berbasis QR Code terbukti efektif memfasilitasi tujuh komponen Contextual Teaching and Learning (CTL). Simpulan utama menegaskan bahwa E-LKPD Geografi Kontekstual ini sangat layak digunakan sebagai instrumen inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi Potensi Ekonomi Lingkungan melalui pengalaman belajar mandiri yang bermakna.    
Pengaruh Penggunaan Media Interaktif Berbasis Video Animasi Terhadap Capaian Pembelajaran Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Ips Kelas VII SMPN 28 Surabaya Jingga Ayu Pitaloka; Agus Suprijono; Sukma Perdana Prasetya; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian pembelajaran kognitif siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) akibat dominannya metode pembelajaran konvensional berbasis ceramah dan media presentasi statis yang kurang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa. Media interaktif berbasis video animasi dipandang sebagai alternatif strategi pembelajaran yang mampu menyajikan materi secara visual, dinamis, dan komunikatif sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan media interaktif berbasis video animasi terhadap capaian pembelajaran kognitif siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS di SMPN 28 Surabaya.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental model Nonequivalent Control Group Design, melibatkan kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan video animasi dan kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik parametris untuk mengetahui perbedaan capaian pembelajaran sebelum dan sesudah perlakuan serta signifikansi pengaruh media video animasi terhadap hasil belajar siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan capaian pembelajaran kognitif yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Perbedaan peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan media interaktif berbasis video animasi berpengaruh secara positif terhadap capaian pembelajaran siswa, karena mampu membantu siswa memahami konsep abstrak dalam IPS melalui tampilan visual yang konkret, menarik, dan mudah diingat. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa integrasi media video animasi dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar IPS, serta relevan diterapkan di era digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Pengaruh Keberadaan Pasar Dupak Magersari terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Permukiman Kumuh Kelurahan Jepara dan Implikasinya Sebagai Sumber Belajar IPS Nur Jannah; Dian Ayu Larasati; Hendri Prastiyono; Muhammad Ilyas Marzuqi
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4q9hz187

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keberadaan Pasar Dupak Magersari terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh di Kelurahan Jepara, Kota Surabaya, serta menganalisis persepsi mahasiswa Pendidikan IPS mengenai pemanfaatan fenomena pasar tersebut sebagai sumber belajar ekonomi mikro dan makro. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel terdiri atas 87 kepala keluarga di sekitar Rel Dupak Magersari dan 60 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPS Universitas Negeri Surabaya. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji F, koefisien determinasi, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Pasar Dupak Magersari berpengaruh positif dan signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,771, yang berarti 77,1% variasi kondisi sosial ekonomi dijelaskan oleh keberadaan pasar, sedangkan 22,9% dipengaruhi faktor lain. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,769 menunjukkan model memiliki kemampuan yang baik dalam menjelaskan variasi kondisi sosial ekonomi. Selain itu, persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan Pasar Dupak Magersari sebagai sumber belajar ekonomi mikro dan makro memperoleh rata-rata skor 4,16 yang termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, Pasar Dupak Magersari berkontribusi terhadap peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekaligus memiliki relevansi tinggi sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR (SAC) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS adib suhail anwari; Muhammad Ilyas Marzuqi; Ali Imron; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator (SAC) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII di SMPN 35 Surabaya sekaligus mengkaji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan berupa aplikasi pembelajaran interaktif pada materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia yang dilengkapi dengan berbagai elemen pendukung, seperti gambar, video, animasi, evaluasi interaktif, serta sistem navigasi, dan dapat diakses melalui perangkat Android maupun HTML5. Kelayakan media dinilai melalui validasi ahli media, penilaian guru IPS, serta uji coba lapangan, dengan hasil yang menunjukkan bahwa media SAC termasuk dalam kategori sangat layak. Tanggapan siswa selama uji coba juga menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah digunakan, dan memiliki penyajian materi yang jelas. Pengukuran peningkatan motivasi belajar dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah penggunaan media, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media. Rata-rata motivasi belajar siswa meningkat dari 51,42% menjadi 76,45%, dengan kenaikan sebesar 25,02%. Selain itu, hasil analisis N-gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,51 pada kategori sedang, dengan rentang 0,18–0,83, serta persentase N-gain rata-rata sebesar 51,17% yang mengindikasikan peningkatan kemampuan siswa secara umum pada kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator sangat layak digunakan, efektif, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK–PAIR– SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP LABSCHOOL UNESA 1 Novi Putri Agustin; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think–Pair–Share terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPS kelas VIII C SMP Labschool Unesa 1 Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 31 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berfikir kritis dan observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berfikir kritis setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think–Pair–Share. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, hasil uji N-Gain dalam kategori tinggi, yang berarti penerapan model Think–Pair–Share efektif dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Penerapan model ini juga berdampak positif terhadap partisipasi dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran IPS, sehingga dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
Pengaruh Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) Berbantuan Game Edukatif Wordwall Terhadap Capaian Pembelajaran Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS Di SMP Labschool Unesa 3 Mohammad Iqbal Ramdhani; Muhammad Ilyas Marzuqi; Agus Suprijono; Durrotun Nafisah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik belum optimal karena proses pembelajaran belum sepenuhnya mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata serta kurang memanfaatkan media digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan game edukatif Wordwall terhadap capaian pembelajaran IPS peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 35 peserta didik kelas VII SMP Labschool Unesa 3 yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample T-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan capaian pembelajaran yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi < 0,05. Peningkatan capaian pembelajaran pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbantuan game edukatif Wordwall berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan capaian pembelajaran IPS peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF SMART EXPLORER CARD UNTUK MENINGKATKAN EKOLITERASI IPS PESERTA DIDIK SMP LABSCHOOL UNESA 1 Hanifa Martia Rossa; Hendri Prastiyono; Nuansa Bayu Segara; Muhammad Ilyas Marzuqi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16096

Abstract

Media pembelajaran yang interaktif menjadi komponen yang penting bagi peserta didik dalam memahami materi terutama pada pembelajaran IPS. Sebab pembelajaran IPS sendiri menjadi mata pelajaran dengan materi yang cukup kompleks mencangkup kondisi sosial dan lingkungan. Karenanya perlu adanya media yang mampu menjadikan pembelajaran IPS bukan sebatas pemahaman namun juga harus memiliki dampak pada lingkungan sekitar. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media interaktif Smart Explorer Card yang layak, praktis dan efektif dalam meningkatkan ekoliterasi IPS peserta didik kelas VIII di materi keragaman Aktivitas Ekonomi Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dengan tahapan Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation. Desain penelitian yang digunakan berupa One Group Pretest Posttest Design dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, lembar validasi, dan tes. Adapun analisis data yang digunakan mix method yaitu data kualitatif dan kuantitatif melalui uji normalitas Shapiro Wilk, Wilcoxon Sign Rank Test, dan Uji N-Gain. Hasil yang diperoleh dalam penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa media Smart Explorer Card “layak” untuk digunakan. Hal ini berdasarkan validasi dari ahli yang dihitung dengan Aiken V memperoleh skor 0,72. Sedangkan validasi materi mendapatkan 72% dengan kategori “layak”. Selain itu media Smart Explorer Card dinilai praktis dalam penerapannya hal ini didasarkan pada validasi ahli pembelajaran dengan presentasi 85% dan respon peserta didik dengan persentase 96% yang keduanya memiliki kategori “sangat praktis”. Efektivitas dari media ini dilihat berdasarkan rata-rata N-Gain yaitu 0,51 dengan kategori “sedang”. Artinya media Smart Explorer Card dinilai layak, praktis dan efektif dalam meningkatkan ekoliterasi peserta didik.
EFEKTIVITAS SELF-ASSESSMENT DAN PEER-ASSESSMENT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS Nadya Lufikasari; Nuansa Bayu Segara; Silvi Nur Afifah; Muhammad Ilyas Marzuqi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18106

Abstract

This study was motivated by the importance of developing students' critical thinking skills and independent learning abilities in 21st-century social studies education. However, learning and assessment processes that remain teacher-centered result in students being less engaged in the process of reflection and evaluation of their learning. Therefore, this study aims to analyze the effectiveness of self-assessment and peer assessment on students' critical thinking skills and learning autonomy in project-based social studies learning for eighth-grade students at SMPN 36 Surabaya. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group. The sample consisted of an experimental class that received project-based social studies instruction integrated with self-assessment and peer assessment, and a control class that used conventional instruction. Data were collected through pretests and posttests, self-assessment questionnaires, peer assessment forms, and observations. Data analysis involved the N-Gain test and hypothesis testing. The results of the study indicate that the implementation of self-assessment and peer assessment is effective in enhancing students' critical thinking skills and independent learning. Students who engage in self-assessment and peer assessment demonstrate greater ability to reflect, evaluate, analyze, and manage their learning process independently compared to students who participate in conventional learning. Thus, self-assessment and peer assessment can serve as effective assessment strategies to support project-based social studies learning and to develop students' critical thinking skills and learning independence.