Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penguatan Nilai Karakter Nasionalisme Dan Ketahanan Mental Dalam Perspektif Ips Melalui Film “Jenderal Soedirman” Terhadap Siswa Dari Keluarga Broken Home Zianika Zalfa Mufidha; Durrrotun Nafisah; Kusnul Khotimah; Silvi Nur Afifah
Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): SATEDIK - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/satedik.v2i2.1776

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the film General Soedirman in improving the character values of nationalism and mental resilience of students, especially those from Broken Home families (parents divorced or families in disharmony). This study uses a qualitative approach with a case study methodology. Data were obtained through observation, in-depth interviews and documentation of students, social studies teachers, and guidance and counseling (BK) teachers of SMP Negeri 57 Surabaya. The research findings show that the film General Soedirman has a double effectiveness. First, this film successfully internalizes the character values of nationalism, such as patriotism, willingness to sacrifice, immortality, loyalty, solidarity, and unity. Second, this film is able to improve the mental resilience of Broken Home students based on Grotberg's three sources of resilience, namely "I HAVE", "I AM", and "I CAN". Theoretically this study also highlights the relationship between Thomas Lickona's character education theory (moral knowledge, moral emotions, and moral action) and Grotberg's theory of mental resilience. The film "General Soedirman" (General Soedirman) is worthy of consideration as a social studies educational medium and a guidance and counseling tool to help students from broken homes develop character and mental resilience.
Pengaruh Penggunaan Game Edukasi Wordwall terhadap Karakter Kejujuran Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas VII-D di SMPN 21 Surabaya Fajar Wulan Lestari; Agus Suprijono; Sukma Perdana Prasetya; Silvi Nur Afifah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa, khususnya karakter kejujuran yang masih menjadi tantangan dalam praktik pembelajaran di sekolah. Salah satu upaya yang berkembang adalah pemanfaatan media pembelajaran digital berbasis game edukasi, seperti Wordwall, yang telah digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan game edukasi Wordwall dan karakter kejujuran siswa dalam pembelajaran IPS kelas VII-D di SMP Negeri 21 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi dengan jumlah responden sebanyak 28 siswa. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan game edukasi Wordwall dan karakter kejujuran siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,669 dan signifikansi 0,000 (< 0,05), yang termasuk dalam kategori hubungan kuat dan bersifat positif. Analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter kejujuran siswa dengan koefisien determinasi sebesar 44,8%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman belajar berbasis game edukasi dapat menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran yang mendukung penguatan karakter kejujuran. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas subjek, menambahkan variabel lain, atau menggunakan desain penelitian yang berbeda agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KELAS IX D DI SMPN 1 SIDOARJO sylvia agustin; agus suprijono; sukma Perdana Prasetya; silvi Nur Afifah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Inside-Outside Circle (IOC) terhadap keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas IX di SMP Negeri 1 Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Ex Post Facto , karena variabel bebas berupa pengalaman pembelajaran IOC telah terjadi sebelum pengukuran dilakukan. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa kelas IX D. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket persepsi siswa terhadap penerapan model IOC dan angket keterampilan sosial siswa, yang disusun dalam skala Likert. Data yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji korelasi Pearson, dan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji menghasilkan korelasi korelasi sebesar 0,702 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif antara penerapan model IOC dan keterampilan sosial siswa. Hasil uji regresi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,493, yang berarti bahwa 49,3% variasi keterampilan sosial siswa dapat dijelaskan oleh penerapan model pembelajaran IOC. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe IOC memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pembelajaran kooperatif dalam mendukung pengembangan aspek sosial siswa pada pembelajaran IPS.
Efektivitas Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Pemahaman Konsep Globalisasi Siswa Kelas VIII di SMPN 20 Surabaya Aninda Najma Agustina; Silvi Nur Afifah
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss3.2919

Abstract

Pemahaman konsep globalisasi merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep tersebut dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran guided inquiry terhadap pemahaman konsep globalisasi siswa kelas VIII SMPN 20 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa yang terdiri atas 31 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol, dipilih menggunakan teknik cluster purposive sampling. Instrumen penelitian berupa 20 soal pilihan ganda yang mengukur indikator pemahaman konsep globalisasi, meliputi kemampuan menjelaskan konsep, mengidentifikasi bentuk dan karakteristik globalisasi, menganalisis dampak globalisasi, serta menerapkan konsep dalam konteks kehidupan sehari-hari. Instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,880. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran guided inquiry secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep globalisasi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa guided inquiry merupakan model pembelajaran yang efektif dalam membantu siswa membangun pemahaman konseptual secara lebih aktif, kritis, dan kontekstual sehingga layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran IPS pada materi globalisasi.
Penguatan Literasi Budaya Lokal bagi Diaspora Indonesia di Taiwan: Pengabdian Niswatin; Asnimawati; Ali Imron; Silvi Nur Afifah; Sugiantoro; Kusnul Khotimah; Katon Galih Setyawan; Moch. Zakki Mubarok
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5221

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi budaya lokal pada mahasiswa Indonesia diaspora melalui kolaborasi antara dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (FISH UNESA) dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari tantangan globalisasi dan kehidupan multikultural yang berpotensi melemahkan kesadaran identitas budaya mahasiswa Indonesia di luar negeri. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan seminar interaktif dan diskusi reflektif, serta evaluasi dan tindak lanjut. Subjek kegiatan adalah mahasiswa Indonesia anggota PPI Taiwan dengan latar belakang budaya dan disiplin ilmu yang beragam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi partisipasi, diskusi reflektif, dan refleksi tertulis, yang dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai literasi budaya lokal, penguatan kesadaran identitas budaya, serta tumbuhnya sikap reflektif dan komitmen peserta untuk berperan sebagai agen pelestari budaya Indonesia di lingkungan global. Kegiatan ini juga menghasilkan model pengabdian internasional berbasis literasi budaya lokal dan diaspora yang relevan untuk mendukung internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berdampak praktis bagi komunitas sasaran, tetapi juga berkontribusi secara konseptual dalam pengembangan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan dan budaya.
ECOTOURISM, SOCIAL INEQUALITY, AND PERCEPTUAL GAPS:: A STUDY OF CONSERVATION AND LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT AT DLUNDUNG WATERFALL Alfa Maziyyata Diyni; Fadiah Hanim Maulidah; Budairil Munir Al Bustomi; Handika Pratama; Yasmin Fara Dila; Silvi Nur Afifah
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 9 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study aims to analyze the influence of ecotourism potential at Dlundung Waterfall on nature conservation and local economic development in Ketapanrame Village, Trawas, Mojokerto. A quantitative associative approach was employed using quota sampling, involving 60 local residents and 40 tourists. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results indicate that ecotourism potential has a significant positive effect on nature conservation according to both residents (R² = 0.333; F = 18.971) and tourists (R² = 0.358; F = 32.336). However, ecotourism potential does not significantly affect local economic development based on residents’ perception (R² = 0.040; F = 1.571), while tourists perceive a significant but weak relationship (R² = 0.067; F = 4.198). These findings reveal a statistically confirmed perceptual gap (Fisher’s z = −2.21, p = .027) indicating unequal distribution of economic benefits. This study concludes that ecotourism success should be measured not only by environmental outcomes but also by equitable economic benefits for local communities. Practically, these findings suggest that the management of Dlundung Waterfall ecotourism needs to shift toward a more participatory model: Perum Perhutani and the Ketapanrame Village Government should establish a formal community co-management mechanism that expands residents’ roles beyond labor into profit-sharing, business licensing, and joint decision-making, so that the economic gains already visible to tourists are also meaningfully experienced by the local community.
PENGEMBANGAN BOOKLET INTERAKTIF IPS SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMP LABSCHOOL UNESA 1 Alista Debby Ariyanti; Agung Stiawan; Asnimawati; Silvi Nur Afifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17519

Abstract

This study aims to develop an Interactive Social Studies Booklet and analyze its effectiveness in improving learning motivation among junior high school students. The study employed the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects were 26 students of class VII C of SMP Labschool UNESA 1. Data were collected through observation, interviews, expert validation, motivation questionnaires, and response questionnaires, and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and N-Gain test. The results showed that the interactive booklet achieved a good level of feasibility based on validation by media experts (80.21%) and material experts (93.75%). The use of the booklet also increased student learning motivation, as indicated by the Wilcoxon test results with a significance value of 0.000 (<0.05) and an N-Gain value of 0.41 (moderate category). Student responses (83.84%) and teachers (97.5%) were in the very good category. Thus, the Social Studies Interactive Booklet is suitable and quite effective for use as a learning support medium to increase students' learning motivation.
PENGARUH MULTIMEDIA BERBASIS VIDEO INTERAKTIF TERHADAP MINAT & HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS KELAS VII SMPN 1 KEDUNGADEM BOJONEGORO Choirun Nisa; Kusnul Khotimah; Hendri Prastiyono; Silvi Nur Afifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17676

Abstract

The advancement of digital technology necessitates learning innovations capable of enhancing students' interest and learning outcomes, particularly in Social Studies (IPS). This study aims to determine the impact of interactive video-based multimedia on the interest and learning outcomes of 7th-grade students at SMPN 1 Kedungadem, Bojonegoro. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design—specifically, the Nonequivalent Control Group Design. The study involved 56 students divided into an experimental class (VII A) and a control class (VII B). Data collection was conducted through pre-tests and post-tests, learning interest questionnaires, observation, and documentation. Data analysis utilized normality tests, homogeneity tests, independent sample t-tests, paired sample t-tests, and N-Gain tests, processed using SPSS version 25. The results indicate that interactive video-based multimedia had a positive and significant effect on students' interest and learning outcomes, with a significance value of 0.000 (< 0.05). The increase in interest and learning outcomes in the experimental class fell into the high category, whereas the control class fell into the medium category. Thus, interactive video-based multimedia is effective for use in Social Studies instruction to enhance student engagement and learning achievement.
PENGGUNAAN EDUCANDY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORATIF DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VII DI SMP LABSCHOOL UNESA 2 Irfana Nuril Fadhilah; Agus Suprijono; Sukma Perdana Prasetya; Silvi Nur Afifah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17683

Abstract

Efforts to improve students' collaborative skills and learning achievement in Social Studies (IPS) require the integration of technology-based interactive learning media capable of creating a more active, participatory, and meaningful learning process. This study aimed to analyze the effect of using Educandy as an interactive learning medium on the collaborative skills and learning achievement of seventh-grade students at SMP Labschool UNESA 2. A quantitative approach employing a pretest-posttest control group design was adopted in this study. The research sample consisted of Class VII A as the experimental group, which received instruction using Educandy, and Class VII B as the control group, which was taught using PowerPoint as the instructional medium. Data were collected through achievement tests, questionnaires, and documentation. The data were analyzed using validity and reliability tests, normality, homogeneity, and linearity tests, simple linear regression analysis, an independent samples t-test, and the N-Gain test. The findings revealed that the use of Educandy had a positive and statistically significant effect on students' collaborative skills, with a significance value of 0.001 (p < 0.05) and a coefficient of determination (R²) of 32.6%. Furthermore, Educandy also demonstrated a positive and significant effect on students' learning achievement, with a significance value of 0.001 (p < 0.05) and an R² value of 52.9%. The N-Gain analysis indicated that the experimental group achieved a high level of improvement in learning achievement (71.15%), whereas the control group demonstrated a moderate level of improvement (55.77%). Students' responses toward the implementation of Educandy obtained an average score of 77.25%, which was categorized as good. These findings suggest that Educandy is an effective interactive learning medium for enhancing students' collaborative skills and learning achievement in Social Studies and has the potential to serve as an innovative instructional alternative that supports the implementation of twenty-first-century learning.