Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

MINAT BACA MAHASISWA TINGGI KEMAMPUAN BACA AKADEMIK RENDAH (Studi Mahasiswa FKIP-UMB Bengkulu Semester IV Tahun Akademik 2018/2019 ) Syanurdin - Syanurdin
Lateralisasi Vol. 8 No. 2 (2020): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i2.1246

Abstract

ABSTRAKMembaca itu rumit. Apa artinya? Rumit dimaksudkan bahwa ketika sedang membaca banyak faktor-faktor yang saling berhubungan, membentuk semacam koordinasi untuk menunjang pemahaman terhadap bacaan. Ada saatnya pada tahap membaca tertentu, kemampuan intelektual dibutuhkan; dan pada saat yang lain dibutuhkan faktor pengetahuan, pengalaman, persepsi untuk menelaah, menyintesis, menilai, dan membantu berimajinasi. Proses membaca yang tidak sederhana itu yang menyarankan pada setiap orang agar belajar meningkatkan kemampuan keterampilan membaca. Di sinilah kecepatan dan kemampuan membaca akademik   itu dibutuhkan.Kata kunci: Minat baca tinggi  kemampuan baca akademik rendah
STRATEGI MEMBACA CEPAT DAN MENJADIKAN KEMAMPUAN BACA SISWA TINGGI (Studi Siswa Kelas XI SMKN 3 Kota Bengkulu TA. 2019/2020) Syanurdin - Syanurdin; Ira - Yuniati; Loliek Kania Atmaja
Lateralisasi Vol. 9 No. 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1719

Abstract

AbstrakGerakan literasi atau biasa disebut gerakan membaca dan menulis merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa menurut Widdowson (1979: 1), yaitu: mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writting). Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan ekspresi bahasa melalui media pendengaran (the aural medium), sedangkan keterampilan membaca dan menulis adalah ekspresi bahasa melalui media penglihatan (visual medium). Gerakan literasi ini sekaligus bagian dari gerakan literasi nasional (GLN). Gerakan ini pula merupakan terobosan yang sangat positif demi membangun peradaban bangsa Indonesia ke depan. Di negara-negara maju, orang membaca itu bisa dijumpai di mana saja, misalnya: di perpustakaan umum, di taman, di terminal bus, dan bahkan dalam antrian karcis bioskop sekalipun mereka tetap membaca. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk membaca, semakin tinggi pula tingkat budaya bangsa tersebut. Ada indikator bahwa tingkat kurangnya minat baca menjadi faktor yang melatarbelakangi masalah ini. Faktor kebiasaan, sarana, dan buku-buku yang dibaca kurang sesuai dengan harapan masyarakat, sehingga minat baca menjadi rendah. Kemajuan suatu bangsa itu dapat diukur dari berapa banyak waktu sehari-hari yang digunakan warganya untuk membaca.Kata kunci: Strategi Membaca Cepat dan Menjadikan Kemampuan Baca Siswa Tinggi
MENULIS KOMUNIKATIF (Pembelajaran Bahasa Indonesia Ragam Teknik) Man - Hakim; Syanurdin - Syanurdin
Lateralisasi Vol. 9 No. 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1720

Abstract

Berdasarkan hasil analisis temuan data penelitian di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan pokok sebagai berikut:1. Cara mengembangkan pembelajaran menulis komunikatif  MKWU Bahasa    Indonesia ragam teknik  dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (a) pembelajaran menulis komunikatif  dikembangkan dalam kegiatan  menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, (b)  pembelajaran bermakna diimplementasikan ke dalam tugas-tugas materi ajar yang otentik, baik dilaksanakan secara mandiri maupun  kelompok, (c)  pembelajaran menulis dikembangkan  dengan pemberian informasi yang memadai, penyajian model teks, dan ada latihan/tugas, (d) kegiatan dan tugas  dalam materi ajar  dikembangkan dengan   menggunakan bahan  yang otentik, dan (e) pemilihan teks dan tugas-tugas mempertimbangkan perspektif  karaktristik psikologis mahasiswa di perguruan tinggi.  Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip di atas, maka pengembangan pembelajaran menulis komunikatif MKWU Bahasa Indonesia ragam teknik akan memenuhi: (a) ketepatan aspek  domain kognitif, afektif, dan psikomotor, (b) kesesuaian dengan tingkat psikologis mahasiswa, (c) kesesuaian dengan standar mutu rambu-rambu mata kuliah wajib umum Bahasa Indonesia, (d) keefesienan biaya (cost) untuk kebutuhan bahan ajar sesuai dengan hasil belajar mahasiswa.      2. Cara merancang pembelajaran menulis komunikatif MKWU Bahasa Indonesia ragam teknik berindentifikasi sebagai berikut: (a) memberikan nilai-nilai perjuangan yang positif pada mahasiswa untuk mencintai  bahasa Indonesia, (b) dalam pembelajaran   menulis mahasiswa harus  banyak  diberikan latihan menulis, dan  (c) topik-topik  pembelajaran menulis yang diperlukan lebih berorientasi pada   menulis karya ilmiah.                Berdasarkan rancang bangun pembelajaran menulis komunikatif di atas, maka silabus materi ajar menulis disusun berdasarkan  pada analisis pembelajaran  dengan mengelompokkan  kompetensi dasar, indikator, materi pokok yang memiliki keterkaitan erat ke dalam satu unit pembelajaran. Tipe silabus yang dikembangkan berbasis-tugas dan berdasarkan  kompetensi komunikatif. Dengan melakukan langkah-langkah di atas, maka pembelajaran menulis komunikatif MKWU Bahasa Indonesia ragam teknik akan memenuhi:  a) kebutuhan mahasiswa, (b) kebutuhan dosen, dan (c) kebutuhan perguruan tinggi.3. Mengevaluasi/memvalidasi pembelajaran menulis komunikatif MKWU Bahasa Indonesia ragam teknik melalui: (a) penilaian kelayakan pembelajaran menulis oleh pakar (uji tahap pertama), untuk melihat substansi isi, sistematika, bahasa, metodologi penyajian, dan evaluasi       pembelajaran bahasa, (b) uji keterbacaan teks model materi ajar  menulis (uji tahap kedua), untuk melihat tingkat kesukaran dan tingkat kemudahan teks materi ajar sesuai dengan kebutuhan psikologis mahasiswa, dan (c)   uji kelayakan model materi ajar menulis sesuai dengan operasional di lapangan (uji tahap ketiga), untuk melihat perbedaan pembelajaran menulis komunikatif yang  dikembangkan dengan model yang ada sekarang.                         Dengan menganalisis hasil kesimpulan di atas, maka temuan dalam penelitian ini menghasilkan suatu produk pembelajaran menulis komunikatif Bahasa Indonesia yang layak sebagai mata kuliah wajib umum (MKWU).  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa produk pembelajaran menulis komunikatif Bahasa Indonesia ragam teknik ini efektif untuk diimplementasikan di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
TEKNIK MEMBACA LITERASI CEPAT DAN EFEKTIF DALAM ERA DIGITAL Syanurdin - Syanurdin
Lateralisasi Vol. 9 No. 2 (2021): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i2.2914

Abstract

AbstrakHasil dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan penulis menunjukkan adanya korelasi yang tinggi antara minat baca dengan bacaan dan kemampuan membaca. Seseorang yang memiliki minat baca  dan perhatian yang tinggi terhadap bacaan tertentu, dapat dipastikan akan memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap topik bacaan tersebut. Demikian pula penelitian hubungan antara tujuan membaca dan perubahan gerak mata pada waktu membaca. Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa perubahan tujuan membaca berakibat terjadinya perubahan dalam gerak mata, yang nantinya berimplikasi pada kecepatan membaca yang sedang berlangsung. Di sini terbukti bahwa ada faktor tujuan membaca yang mempengaruhi  proses membaca (Syanurdin, 2020: 101). Dalam penelitian selanjutnya, ada faktor-faktor eksternal tertentu yang berpengaruh terhadap kemampuan membaca.  Misalnya faktor sarana membaca. Penerangan yang jelek akan mempengaruhi hasil membaca.  Ingat kejadian kelelahan mata yang kita alami ketika membaca di tempat yang kurang terang. Demikian pula faktor latar belakang sosial ekonomi: status sosial ekonomi yang tinggi cenderung dilimpahi kemudahan sarana  membaca yang memadai, sehingga terbentuk tradisi atau kebiasaan membaca.  Kebiasaan membaca itu yang akan mempengaruhi kemampuan dan latihan membaca. Kebiasaan membaca akan berpengaruh pada kecepatan dan keefektifan membaca seseorang.
PENGARUH ALIRAN NATIVISME DAN ALIRAN BEHAVIORISME TERHADAP PENGUASAAN BAHASA ANAK USIA DINI 3;0—5;0 (Studi Paud Bustanul Athfal Kec. Singgaran Pati Kota Bengkulu TA. 2021/2022) Syanurdin - Syanurdin; Man Hakim
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3450

Abstract

Abstrak Dalam teori perkembangan bahasa anak, ada  tiga aliran yang masing-masing teori itu memiliki pendirian yang sangat kuat dan berpengaruh dalam sejarah linguistik sampai sekarang. Pandangan yang  pertama aliran Nativisme (Chomsky, 1959) yang berpendapat bahwa penguasaan kata bahasa anak bersifat alamiah (tidak adanya pengajaran). Aliran ini berpendapat bahwa selama proses pemerolehan bahasa, anak-anak dikit demi sedikit membuka kemampuan lingualnya secara genetis. Pandangan ini tidak menganggap lingkungan punya pengaruh dalam pemerolehan bahasa, melainkan menganggap bahwa bahasa itu terlalu kompleks dan rumit. Bahasa dapat dipelajari dalam waktu singkat melalui metode “peniruan” (imitation).       Kedua, yaitu aliran Behaviorisme (B.F Skinner, 1957) yang berpendapat bahwa penguasaan kosakata bahasa anak bersifat suapan (adanya pengajaran). Aliran berpendapat bahwa proses pemerolehan bahasa pertama dikendalikan  dari luar diri anak, yakni rangsangan melalui yang diberikan lingkungan. Bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah dari kematangan kognitif.   Aliran ini menegaskan bahwa struktur yang kompleks dari bahasa bukanlah sesuatu yang diberikan oleh alam dan bukan pula sesuatu yang dipelajari dari lingkungan.  Ketiga, aliran Kognitivisme (J. Piaget, 1954) bahwa truktur bahasa itu timbul   sebagai akibat dari interaksi  yang terus-menerus  antaratingkat kognitif  anak dengan lingkungan  kebahasaannya. Struktur itu timbul secara tak terelakan dari serangkaian interaksi. Oleh karena itu, timbulnya tak terelakan, maka struktur itu perlu disediakan secara alamiah.  Hubungan antara perkembangan kognitif  dan  perkembangan bahasa mengenai tahap paling awal dari perkembangan intelektual anak. Kata kunci: Aliran Nativisme, Behaviorisme, dan penguasaan bahasa anak
INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA Syanurdin - Syanurdin; Man Hakim
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5530

Abstract

Abstrak Dua tahun terakhir banyak pihak melakukan beragai upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia. Namun masih sektoral dan dilakukan secara terpisah. Untuk menguatkan posisi Bahasa Indonesia diperlukan sinergi semua sektor dan antraaktor diplomasi bahasa . Perlu ada komitmen bersama untuk mengatasi hambatan internal dan eksternal segenap warga negara Indonesia. Semua komponen bangsa Indonesia harus bersinergi mewujudkan cita-cita tersebut. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, UUD 1945 pasal 36 sebagai bahasa resmi negara, dikuatkan lagi sebagai jati diri bangsa dalam UU No.24 Tahun 2019, dan PP Nomor 57 Tahun 2014 dapat dijadikan sebagai pijakan upaya moderniasi, pebinaan, dan pengembangan bahasa Indonesia, serta upaya peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia bukan hanya hajat Badan Bahasa Kemendikbudristek Dikti saja, melainkan perlu sinergi para pemangku kebijakan, warga negara Indonesia, para pemimpin, prodi bahasa, mahasiswa, dan komponen lainya untuk berupaya mengakselerasikan internasionalisasi bahasa Indonesia.
PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS GENDER DI ERA MERDEKA BELAJAR: PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS GENDER DI ERA MERDEKA BELAJAR Syanurdin, Syanurdin -; Gunawan, Hafiz
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada suatu kajian ilmiah yang berkaitkan dengan gender. Nampaknya hasil kajian tersebut, khususnya yang berkaitan dengan gender mengalami perkembanangan yang pesat. Hal itu terbukti dengan bergesernya paradigma peneltian ke arah penelitian yang tidak semata-mata hanya meneliti masalah pendidikan dan bahasa yang berkaitan dengan sex dalam pengertian biologis, melainkan telah menuju pada paradigma penelitian gender sebagai konsep sosial dan budaya. Aldous Huxley dalam Coulmas (1988:36) menyatakan bahwa pada abad 18, di mana logika dan ilmu pengetahuan menjadi sebuah mode (trend). Perempuan berusaha berbicara seperti halnya laki-laki, sementara itu pada abad 20 justru terjadi sebaliknya. Hasil kajian tersebut hendaknya menjadi pehatian guru dalam melaksanakan pembelajaran di era merdeka belajar, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kata kunci: Pendidikan dan Gender di era merdeka belajar
PEMANFAATAN PENGAJARAN BIPA MENJADIKAN BAHASA INDONESIA ‘GO’ INTERNASIONAL Hakim, Man -; Syanurdin, Syanurdin; Suyuthi, Hasmi
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.6021

Abstract

Menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang direncanakan, terprogram, dan sitematis. Pemanfaatan pengajaran BIPA merupakan peluang yang strategis untuk mensosialisasikan bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia lebih dikenal dan dipahami oleh banyak penutur Asing. Hal ini adalah bagian dari upaya internasionalisasi bahasa Indonesia yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan. Hambatan internal dan ekternal akan dapat diatasi jika ada sinergisitas disemua sektor dan antaraktor diplomasi serta komitmen bersama. Dengan demikian akan menguatkan posisi bahasa Indonesia. Kata Kunci : pengajaran, BIPA, bahasa Indonesia