Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kampanye Positif Pencegahan Pandemi Covid-19 di Pasar Bahari Berkesan Kelurahan Sasa Kota Ternate Hairudin La Patilaiya; Hamidah Rahman; Nursia Aja
Al-Khidmah Vol 4, No 1 (2021): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v4i1.2838

Abstract

Kampanye Positif Pencegahan Pandemi covid-19 melalui poster. Poster ini yang berisi slogan perubahan perilaku masyarakat yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak yang disingkat 3M. Maka hal itu demi mendorong kesadaran masyarakat untuk penduli akan bahaya virus corona jenis baru menjadi penyebab covid 19, Sehingga diadakannyan kegiatan ini oleh tim Ibm mengampanyikan gaya hidup sehat supaya terhindar dari penularan covid-19 kepada masyarakat yang ada di Pasar Bahari Berkesan keluran Sasa Kota Ternate, dengan harapan agar masyarakat bisa patuh pada protocol kesehatan.
Penularan Tuberkulosis Paru dalam Anggota Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Siko Kota Ternate Nursia Aja; Ramli Ramli; Hamidah Rahman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.78-87

Abstract

Mayoritas penularan tuberkulosis paru (TB paru) berasal dari luar lingkungan keluarga, akan tetapi intervensi komprehensif dalam lingkungan keluarga penderita TB paru juga penting. Salah satu cara penularan TB paru adalah melalui udara. Hal ini berarti bahwa salah satu risiko terjadinya penularan adalah melalui kontak dekat yaitu dari lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan penularan TB paru, upaya pencegahan dalam keluarga dan dukungan keluarga terhadap pencegahan penularan TB paru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang serta teknik pengambilan sampel secara total sampel. Populasi yaitu penderita TB paru tahun 2019 yang ada di wilayah kerja Puskesmas Siko Kota Ternate dan diperoleh sebanyak 47 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan taraf signifikansi pada p < 0,05. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,021; PR = 1,478; 95% CI = 1,172 - 1,865), dan upaya pencegahan penularan (p= 0,046; PR=1,440; 95% CI= 1,159 –1,788) dengan insiden penularan TB paru. Pelaksanaan program pencegahan penularan TB paru perlu dilakukan secara komprehensif dan juga skirining ke anggota keluarga penderita dilakukan secara teratur agar angka penurunan TB paru cepat tercapai.
Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Hamidah Rahman; Ramli; Hairudin La Patilaiya; Monissa Hi. Djafar; Musiana
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/baktivol1iss1pp1-11

Abstract

Prevalensi nasional hipertensi berdasarkan Riskesdas 2018 sebesar 34,11%. Hipertensi menyebabkan komplikasi penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan meningkatkan angka kematian. Faktor risiko hipertensi antara lain: perilaku dan kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, kebiasaan merokok dan minum minuman yang mengandung alkohol. Tujuan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko hipertensi serta dampak merokok, (2) memberdayakan masyarakat dalam upaya mencegah hipertensi, dan (3) mengadvokasi masyarakat untuk berperan aktif menerapkan promosi kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Lokasi kegiatan di desa Akeguraci kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan. Hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko hipertensi sebesar 60,5%; pengetahuan tentang bahaya merokok sebesar 62,8% dan pengetahuan tentang PHBS sebesar 59,3%. Masyarakat mampu berpartisipasi dan memberdayakan diri pada kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan mereka.  
Aksi Sosial Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah dalam Rangka Memperingati Milad Muhammadiyah Ke-106 Ramli; Hairudin La Patilaiya; Hamidah Rahman
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/baktivol1iss1pp70-77

Abstract

Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah yang Ke-106 Tahun 2018 Pimpinan Wilayah Muhammadyah Maluku Utara menyelenggarakan kegiatan Aksi Sosial yaitu Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah, dengan Tema: “Menggerakan Dakwah Muhammadiyah yang Kreatif Berkemajuan Menuju Indonesia Bermartabat”.  Pemeriksan kesehatan gratis dilaksanakan hari Jum’at tanggal 26 Oktober 2018 di depan Rektorat Kampus  UMMU sedangkan kegiatan donor darah dilaksanakan Tanggal,  27 Oktober 2018 bertempat di RSI PKU Muhammadiyah Maluku Utara di Ternate. Tujuan dari kegiaatan ini untuk memberikan layanan  pemeriksaan kesehatan  gratis kepada masyarakat terkait pemeriksaan tekanan darah, kolestrol, gula darah, asam urat. Bantuan mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Dengan aksi sosial ini menununjukkan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara turut mewujudkan pembangunan kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Mellitus di UPTD Diabetes Center Kota Ternate Tahun 2018 Helena Wadja; Hamidah Rahman; Nani Supriyatni
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.211

Abstract

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Diabetes melitus (DM) menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia pada abad ke-21. Jumlah penderita DM mencapai 422 juta orang di dunia pada tahun 2014. Sebagian besar dari penderita tersebut berada di negara berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki jumlah penderita yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, tingkat stres, dan durasi tidur terhadap kejadian Diabetes Mellitus. Metode penelitian dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang memeriksakan kadar gula darah di UPTD Diabetes Center Kota Ternate Tahun 2018. Jumlah sampel 95 orang yang diambil dengan cara accidental sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Diabetes Mellitus adalah tingkat stres dengan p-value = 0,037 ( <0,1 ) dan durasi tidur dengan p-value = 0,025 ( <0,1 ), sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pengetahuan dengan p-value = 0,709 ( >0,1 ). Oleh karena itu, disarankan kepada petugas kesehatan lebih meningkkatkan lagi informasi kepada masyarakat tentang penyakit Diabetes Mellitus, agar masyarakat lebih tahu tentang penyakit Diabetes Mellitus.
Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Populasi Asia: A systematic Review Rosfiah A. Salasa; Hamidah Rahman; Andiani Andiani
BIOSAINSTEK Vol 1 No 01 (2019): Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v1i01.306

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan produksi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Diabetes melitus (DM) tipe 2 dikenal juga sebagai non-insulin dependent yaitu diabetes yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk secara efektif menggunakan insulin. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa faktor risiko terjadinya DM tipe 2 yaitu varian genetik (genetic varian), lingkungan (environment) dan oleh interaksi gen-lingkungan (gene-environment interaction). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendata dan mengetahui faktor risiko kejadian DM tipe 2 pada populasi Asia dengan menggunakan jenis penelitian kajian sistematik (systematic review). Publikasi yang dikaji berupa hasil penelitian yang diperoleh dari lembaga pengindeks Pubmed dengan batasan waktu publikasi 5 tahun terakhir. Dari hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 561 artikel tentang faktor risiko DM tipe 2 pada populasi Asia yang kemudian disaring dan dieliminasi dengan beberapa alasan hingga diperoleh 72 artikel yang dinilai layak untuk dikaji. Dari hasil kajian ini diketahui bahwa faktor risiko DM tipe 2 pada populasi Asia secara garis besar yaitu karena varian genetik (genetic varian), faktor lingkungan (environment) dan adanya interaksi antara gen-lingkungan (gene-environment interaction). Terdapat 24 varian genetik yang dilaporkan pada populasi Asia sebagai gen yang rentan terhadap DM tipe 2. Terdapat pula beberapa faktor lingkungan sebagai faktor risiko DM tipe 2 antara lain gaya hidup (lifestyle) dan profil antropometri. Interaksi antara gen-lingkungan juga sebagai faktor risiko terjadinya DM tipe 2, sebagai contoh antara lain interaksi antara gen dengan obesitas dan interaksi antara gen dengan merokok. Secara keseluruhan hasil kajian sistematik ini bermanfaat untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM tipe 2 yang dapat dimodifikasi sehingga pencegahan kejadian DM tipe 2 dapat dilakukan.
Empowering Women's Coconut Farmer Groups To Build Family Economic Resilience Based On Local Potential In Tidore Islands City Zubair Saing; Haryati La Kamisi; Hamidah Rahman; Similanti Udin; Safira Safira; Dewi Titdoy; Elfhy Yanti Karim
International Journal Of Community Service Vol. 2 No. 4 (2022): November 2022 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v2i4.135

Abstract

Coconut farmers' homes may have a poor economy or income since their goods rely solely on one primary commodity: copra and coconut grains. It can potentially upset economic circumstances since, as the price of copra and coconut falls, so does household income. As a result, help for coconut farmers, notably women farmer organizations, is required to boost the economic worth of their coconuts. For example, the economic value of coconut may be improved by producing various coconut-based goods so that farmers are not only reliant on copra prices. According to the survey findings and the identification of problems with the partners of the women's group Tani Igo Jaya, based in Jaya Village, Tidore Islands City, all members have encountered economic difficulties due to the drop-in copra prices. It was exacerbated by the fact that it occurred concurrently with the COVID-19 epidemic. As a result, most coconut growers refuse to process their coconuts into copra, and some coconuts go to waste. The issue is that partners lack expertise and abilities in processing or diversifying processed coconuts, although all components of the coconut fruit may be utilized to generate economic value. The solution that will be applied to partners is the transfer of science, technology, and skills for partners in processing their coconut harvests, as well as the provision of solid business management so that partners are not only reliant on copra. Furthermore, the identification of waste concerns from processed coconut fruit will be minimized since partners can employ coconut water, coconut pulp, and coconut fiber, which are presently considered waste but have promising economic value. This community service project is intended to create a new entrepreneurial group by exploiting possible sources of local raw materials available to partners, and it will directly benefit the economic resilience of coconut growers' homes. This community empowerment activity was successful in increasing partners' knowledge and skills in processing coconut fruit into nine products: coconut confectionery, shredded coconut (serundeng), coconut chips, sweet soy sauce, coconut jam, coconut milk, coconut oil, virgin coconut oil (VCO), and pots, as well as planting media made from coconut coir.
Faktor-Faktor Penentu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Rumah Tangga di Kelurahan Tafraka Hairuidin La Patilaiya; Hamidah Rahman; Amalan Tomia; Sirnilanti Udin; Aljufri Radjak
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7475

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) plays an important role in improving public health at the household level, especially in areas with limited access to health services such as Tafraka Village, Pulau Hiri District, Ternate City. This study aims to describe the implementation of PHBS and identify factors associated with its practice. The study employed a descriptive analytical survey design with a quantitative approach. Data were collected using questionnaires administered to 118 heads of households. Data analysis was conducted bivariately using the chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 89 respondents (75.4%) had implemented PHBS, while 29 respondents (24.6%) had not implemented it optimally. Variables such as gender, age, education, occupation, and knowledge were significantly associated with the implementation of PHBS (p < 0.05). Knowledge and sociodemographic factors contributed to variations in PHBS practices. These findings highlight the importance of health promotion efforts and continuous education tailored to community characteristics to improve the implementation of PHBS.