Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : APTEK

RESPONS RESPONS STRUKTUR SISTEM FLAT SLAB-DROP PANEL PADA GEDUNG BERTINGKAT TIDAK BERATURAN TERHADAP BEBAN GEMPA DENGAN ANALISIS RESPONS SPEKTRA: KINERJA STRUKTUR GEDUNG Harriad Akbar Syarif; Zulfikar Djauhari
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 02, Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.037 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v11i2.65

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan sistem pelat lantai yang sering lakukan pada kegiatan konstruksi gedung. Sistem pelat lantai tersebut yaitu sistem balok-kolom dan sistem flat slab-drop panel. Dengan tipikal denah struktur yang sama, struktur dibagi menjadi dua model, yaitu Model A (kondisi eksisting) dan Model B (sistem flat slab-drop panel). Kedua model tersebut terletak di daerah Kota Pekanbaru dengan fungsi bangunan sebagai hotel, dan dimodelkan sebagai struktur rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Analisis gempa menggunakan analisis dinamik respons spekta dengan bantuan softwere elemen hingga yang mengacu pada Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI 1726-2012. Hasil analisis respons struktur yang dilakukan berupa nilai displacement, gaya geser dan tingkat kekakuan. Model B memiliki respons yang baik terhadap gaya gempa yang bekerja. Model B tersebut memakai sistem flat slab-drop panel pada setiap lantainya. Sedangkan Model A memakai sistem gabungan antara flat slab-drop panel dengan balok-kolom (kondisi eksisting).
Menganalisis Pengaruh Ketidakberaturan Horizontal Torsi Terhadap Beban Gempa Pada Struktur Gedung Sistem Flat Slab-Drop Penel Harriad Akbar Syarif; Zulfikar Djauhari; Ridwan .
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidakberaturan horizontal torsi. Struktur gedung berada di Kota Pekanbaru dengan fungsi sebagai hotel yang terdiri dari 19 lantai dengan ketinggian 62,1 m menggunakan material beton bertulang. Struktur gedung didesain dengan pembebanan gempa rencana yang menggunakan analisis respons spektum berdasarkan SNI 1726-2012. Pemodelan struktur gedung menggunakan tipikal denah struktur yang sama. Struktur dibagi menjadi dua model, yaitu Model A (dua lantai tingkat bawah menggunakan sistem flat slab-drop panel) dan Model B (keseluruhan lantai tingkat menggunakan sistem flat slab-drop panel). Hasil penelitian menunjukkan pada simpangan perpindahan, model A sebesar 1109,35 mm dan Model B sebesar menghasilkan simpangan perpindahan 1091,4 mm. Ketidakberaturan horizontal torsi ditinjau pada masing-masing lantai tingkat berdasarkan arah X dan Y. Ketidakberaturan torsi Model A pada arah X dan Arah Y dikategorikan memiliki ketidakberaturan torsi. Sedangkan ketidakberaturan torsi berlebih untuk arah X lantai tingkat 13, 14 dan pool deck tidak dikategorikan torsi berlebih, tetapi untuk arah Y semua lantai tingkat dikategorikan memiliki ketidakberaturan torsi berlebih. Sedangkan untuk Model B, ketidakberaturan torsi pada arah X dan Arah Y pada setiap lantai tingkat dikategorikan memiliki ketidakberaturan torsi. Ketidakberaturan torsi berlebih untuk arah X lantai tingkat 8 sampai dengan tingkat pool deck tidak dikategorikan torsi berlebih, akan tetapi lantai tingkat semibasement sampai dengan tingkat 7 dikategorikan memiliki ketidakberaturan torsi berlebih. Untuk arah Y semua lantai tingkat dikategorikan tidak memiliki ketidakberaturan torsi berlebih. Jika dibandingkan antara Model A dan B, Model B lebih dapat menahan momen torsi berlebih dibandingkan dengan Model A. Pengaruh momen torsi tersebut disebabkan adanya eksentrisitas antara pusat massa bangunan dengan pusat rotasi bangunan.
Kuat Tekan dan Absorbsi Mortar Geopolimer Abu Sawit Portland Composite Cement dengan Variasi Suhu Tinggi Harriad Akbar Syarif; Alfi Rahmi; Anton Ariyanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1606

Abstract

Penggunaan beton dan mortar yang semakin meningkat menuntut kekuatan material tersebut dalam serangan terhadap suhu tinggi. Beberapa upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat material agar tahan terhadap suhu tinggi diantaranya menggunakan bahan tambah sebagai pengganti semen. Penelitian ini bertujuan menganalisis campuran geopolimer abu sawit yang ditambahkan Portland Composite Cement (PCC) pada mortar. Penelitian diawali dengan pengujian karateristik material campuran seperti, abu sawit, pasir, PCC. Persentase PCC adalah 30% dari berat abu sawit. Sampel uji berukuran 5x5x5 cm dengan variasi pengujian terdiri dari 100°, 200°, 300°C. Jenis pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dan absorbsi pada umur 28 hari. Setelah umur 28 hari, sampel dimasukkan ke dalam oven selama 3 jam dan kemudian diuji berdasarkan variasi sampel yang ditentukan. Dari hasil yang didapat, kuat tekan variasi suhu 200° memiliki kuat tekan tertinggi 17,5 MPa sedangkan variasi suhu 300° memiliki kuat tekan terendah 11,5 MPa. Pada pengujian absorbsi variasi suhu 300° memiliki nilai absorbsi terbesar 5,77%, sedangkan variasi suhu 200° memiliki absorbsi terkecil sebesar 2,28%. Dari data hasil pengujian dapat disimpulkan adanya pengaruh suhu pada mortar geopolimer. Pengaruh tersebut didasari dari jumlah kandungan Si dan Al pada ikatan CSH yang terdapat pada PCC. Paparan suhu tinggi banyak mengubah komposisi kimia dan struktur fisik dari Mortar dan menyebabkan penambahan pori pada mortar.
Analisis Gugus Fungsi Pada Senyawa Mikrostruktur Mortar Geopolimer Abu Sawit Dengan Penambahan Portland Composite Cement (PCC) Harriad Akbar Syarif
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 02, Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i2.1912

Abstract

Penggunaan abu sawit (POFA) sebagai material konstruksi meningkat setiap tahunnya, mengarah ke pembangunan yang berbasis lingkungan [1]. Teknologi Geopolimer menjadi alternatif pemanfaatan abu sawit menjadikan mortar sebagai bahan baku tersebut. Sisa abu sawit memiliki potensi untuk mengganti semen portland misalnya pada pembuatan mortar dan beton geopolimer. Disamping itu, kondisi lingkungan di Provinsi Riau yang banyak memiliki industri kelapa sawit yang menjadi sumber potensial untuk teknologi geopolimer [2]. Dengan melihat fenonoma itu dan dihubungkan dengan penelitian peneliti sebelumnya, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa yang terkandung dalam material mortar geopolimer abu sawit dengan penambahan PCC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian, dengan bahan campuran terdiri dari POFA, NaOH 16M, Na2SiO3 Be 52, air, 30% PCC dari berat POFA dan Pasir. Pengujian sampel berasal dari serpihan mortar untuk melihat ikatan gugus fungsi senyawa menggunakan Fourier Transform Infra Red. Hasil pengujian terdapat ikatan (O-C-O) merupakan bentuk senyawa natrium karbonat yang bereaksi antara unsur Na serta pada grafik terjadi peningkatan secara bertahap apabila rasio SiO2/Al2O3 semakin besar dengan menghasilkan struktur zeolite. Dari hasil tersebut, reaksi geopolimer yang terjadi terdapat gugus fungsi senyawa yang sama seperti hidrasi pada pasta semen, sehingga menjadikan geopolimer abu sawit dapat menjadi bahan potensial penganti semen.
Kuat Tekan dan Absorbsi Paving Block Geopolimer Abu Sawit (Palm Oil Fuel Ash) Menggunakan Tambahan Semen Tipe 1 (Ordinary Portland Cement) dengan Air Gambut Syarif, Harriad Akbar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 01, Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i1.1094

Abstract

Jumlah POFA (Palm Oil Fuel Ash) yang meningkat setiap tahunnya dapat mengancam kelestarian lingkungan [1]. Pembuangan sisa abu sawit memiliki potensi untuk mengganti semen portland misalnya pada pembuatan mortar dan beton geopolimer. Kondisi lingkungan di Provinsi Riau mayoritas terletak di gambut [2]. Dengan melihat fenomena itu dan dihubungkan dengan kekayaan alam lokal maka, peneliti berkeinginan memanfaatkan produk lokal berupa kelapa sawit pada lingkungan gambut. Kondisi tersebut membuat peneliti mengimplementasikan campuran geopolimer abu sawit dalam pembuatan paving block. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Bahan Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian. Pengujian dilakukan meliputi pengujian karakteristik bahan dasar material campuran yang akan digunakan dalam perhitungan perencanaan campuran (mix design).  Pembuatan  campuran benda  uji dengan ukuran 20x10x6 cm sesuai SNI Paving Block dengan 3 variasi campuran penambahan OPC 10%,20%,30%. Benda uji dibuat sesuai dengan variasi dari faktor-faktor yang mempengaruhi geopolimer. Pengujian akhir yang dilakukan pengujian kuat tekan dan absorpsi (penyerapan air) pada  umur pengujian 7 dan 28 hari. Dari hasil yang didapat, kuat tekan variasi 20% untuk pengujian 7 dan 28 hari memiliki kuat tekan tertinggi 25 MPa umur 7 hari dan dan 30 MPa umur 28 hari, sedangkan untuk absorbsi menghasilkan 5,1% umur 7 hari dan 4,7% umur 28 hari. Dari data hasil pengujian absorpsi yang didapat, hasil pengujian absorbsi berbanding terbalik dengan hasil pengujian kuat tekan. Sehingga pengujian kuat tekan dan absorpsi ini mempunyai kaitan satu sama lainnya
Probabilitas Cidera Pada Pengendara Sepeda Motor Dibawah Umur Pada Masa Pandemi Lumba, Pada; Ariyanto, Anton; Linda, Risma; Syarif, Harriad Akbar
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 01, Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i1.1103

Abstract

Data statistik menunjukkan korban kecelakaan di Indonesia melibatkan anak dibawah umur sangat tinggi. Salah satu penyebabnya adalah tingginya penggunaan sepeda motor di Indonesia. Beberapa hal yang menyebabkan tingginya penggunaan sepeda motor di Indonesia diantaranya: tidak adanya angkutan umum pada suatu wilayah, tidak adanya jalur sepeda dan tidak adanya jalur pejalan kaki. Fokus penelitian ini adalah memprediksi kemungkinan terjadinya cidera pada pengendara sepeda motor dibawah umur yang mengalami kecelakaan sepeda motor di masa pandemi ini. Data dikumpulkan dengan mendistribusikan link kuesioner secara online. Data dianalisis menggunakan Struktur Bayesian Network. Hasil model Struktur Bayesian Network menunjukkan bahwa tingkat keparahan kecelakaan pada anak dibawah umur pada masa pandemi dipengaruhi secara langsung oleh 3 variabel diantaranya: tingkat pemahaman pengendara terhadap aturan lalulintas, tingkat penggunaan sepeda motor, pelanggaran aturan lalulintas. Sementara itu variabel tingkat penggunaan sepeda motor dipengaruhi oleh: ketersediaan angkutan umum, izin orang tua untuk penggunaan sepeda motor dan izin pihak sekolah untuk penggunaan sepeda motor dengan tujuan ke sekolah. Hasil model menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya cidera akibat kecelakaan pada pengendara sepeda motor dibawah umur di masa pandemi adalah sebesar 79%
Analisis Penyebab Keterlambatan Program Padat Karya Tunai Desa Di Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus : Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam Hidayat, Arifal; Akbar Syarif, Harriad; Yuli Afrina
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 02, Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i2.1361

Abstract

Tahun 2020 Desa Pauh menerima alokasi dana desa sebesar Rp. 777.922.000. Dari dana desa yang diterima hanya 76% digunakan untuk melaksanakan program padat karya tunai desa (PKTD), dan 24% program PKTD mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari pemerintah desa terhadap faktor-faktor penyebab keterlambatan kegiatan PKTD di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam dimasa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara kepada pihak perangkat desa, BPD, dan kepala dusun I, II, III dan IV. Data kuesioner dihitung menggunakan indeks kepentingan dan uji statistik menggunakan rumus korelasi produk momen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab keterlambatan program padat karya tunai desa (PKTD) dimasa pandemi COVID-19 di Desa Pauh tahun 2020 adalah : (1) sistem organisasi, koordinasi dan komunikasi di internal desa dengan indeks = 3,13; (2) perencanaan dan penjadwalan pekerjaan dengan indeks = 3,00; (3) lingkup dan dokumen pekerjaan (kontrak) dengan indeks = 2,73; (4) aspek lain-lain (aspek diluar kemampuan pemerintah desa) dengan indeks = 2,67; (5) sistem inspeksi, control dan evaluasi dengan indeks = 2,60; (6) penyiapan sumberdaya (pekerjaan) dengan indeks = 2,27. Hasil uji validitas dan reliabilitas data kuesioner menunjukkan nilai validitas dan reliabilitas yang baik dan realibel. Kata kunci: penyebab keterlambatan progam PKTD, desa pauh
Analisis Penerapan Penggunaan Paving Block Geopolimer Abu Sawit Dengan Tambahan Ordinary Portland Cement (OPC) dan Portland Composite Cement (PCC) di Lahan Gambut yang Berbasis Eco-Green Syarif, Harriad Akbar; Danang Saputra; Khairul Fahmi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 02, Juli 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i2.1429

Abstract

Penumpukan material Abu Sawit/Palm Oil Fuel Ash merupakan permasalahan di industri pabrik kelapa sawit yang akan berdampak mencemarkan kelestarian lingkungan dikarenakan abu sawit termasuk limbah. Tapi dalam dunia konstruksi, abu sawit dapat digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan raya dalam bentuk paving block. Penelitian ini dilakukan bertujuan menganalisis penerapan penggunaan paving block geopolimer abu sawit dengan variasi penambahan Ordinary Portland Cement (OPC) dan Portland Composite Cement (PCC) di lahan gambut berbasis Eco-Green. Penelitian diawali dengan menguji karateristik material campuran paving block seperti abu sawit, semen, dan pasir. Variasi pengujian sampel terdiri dari 20%, 25%, 30% OPC dan PCC dari komposisi campuran abu sawit. Jenis pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dan mikrostrukstur FTIR dengan umur pengujian 28 hari. Dari hasil yang didapat, kuat tekan variasi OPC 25% memiliki kuat tekan tertinggi 23,82 MPa dari variasi OPC lainnya, sedangkan untuk variasi PCC 30% menghasilkan kuat tekan tertinggi 25,81 MPa dari variasi PCC lainnya. Dari sampel serpihan kuat tekan diuji mikrostruktur FTIR untuk mendapatkan ikatan kimia yang terjadi akibat penambahan variasi OPC dan PCC. Dari data hasil pengujian mikrostruktur FTIR terlihat adanya senyawa Natrium Karbonat, Kalsium Karbonat dan Ziolite yang merupakan reaksi geopolimer antara OPC dan PCC. Reaksi tersebut membentuk ikatan antar butiran sehingga menghasilkan pasta semen pada campuran paving block geopolimer abu sawit. Sedangkan ditinjau dari Konsep Eco-Green, paving block geopolimer lebih murah dibandingkan dengan paving block konvensional semen dan menghasilkan mutu yang sama (Mutu B).
Analisis Pengujian Sorptivity Pada Mortar Geopolimer Abu Sawit Dengan Substitusi Portland Composite Cement Syarif, Harriad Akbar; Antonius; Prabowo Setiyawan
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 02, Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i2.2497

Abstract

Penelitian ini membahas tentang mortar geopolimer dengan abu sawit sebagai bahan pengikat. Larutan alkali aktivator yang digunakan untuk proses pengaktifan unsur Silika dan Alumina yang terdiri dari larutan larutan Na2SiO3 2,3 Mol (Be 52) dan NaOH 14M. Perencanaan campuran mortar geopolimer abu sawit mengunakan semen (Portland Composite Cement/PCC) sebagai bahan substitusi 10%, 20%, 30% berat terhadap berat abu sawit yang berguna untuk mempercepat proses ikatan polimerisasi. Untuk itu dilakukan pengujian sorptivity pada 28 hari dengan benda uji yang digunakan berbentuk kubus 5x5x5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan alkali dengan nilai rasio Na2SiO3 dan NaOH sebesar 2 dan rasio alkali aktivator dan abu sawit sebesar 1,6 mengasilkan workability yang baik untuk adukan mortar. Sehingga perencanaan campuran ini digunakan untuk membuat sampel mortar dengan proses perawatan menggunakan suhu ruang, Pengujian sorptivity mortar geopolimer abu sawit tergolong sorptivity baik karena <0,2 mm/min0,5 pada variasi semen 30% pada umur 28 hari. Hasil ini menyimpulkan bahwasanya material mortar geopolimer abu sawit memiliki kemampuan yang baik untuk menyerap dan mengalirkan air melalui pengisapan kapiler yang berhubungan dengan meningkatnya kuat tekan pada mortar.