Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Simulation Based Learning (SBL) Terhadap Kemampuan Pertolongan Pertama Resiko Trauma Tulang Belakang Pada Pemanen Durian Di Rembangaan Muhammad Irfan Zainuri; Mohammad Ali Hamid; Ginanjar Sasmito Adi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Risiko jatuh dari ketinggian pada pemanen durian dapat menyebabkan trauma tulang belakang yang berpotensi menimbulkan kecacatan permanen hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Rendahnya kemampuan masyarakat awam dalam melakukan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Simulation-Based Learning (SBL) terhadap kemampuan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang pada pemanen durian di Rembangan. Metode: Metode penelitian menggunakan desain pre-experimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemanen durian aktif di wilayah Rembangan sebanyak 40 orang. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang). Hasil: Penelitian ini menunjukkan kemampuan responden setelah diberikan pelatihan menggunakan metode Simulation-Based Learning (SBL). Nilai rata-rata kemampuan meningkat dari 18,98 pada pre-test menjadi 96,17 pada post-test, sedangkan nilai median meningkat dari 19,44 menjadi 97,22. Analisis: uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan effect size sebesar r = 0,87 yang menunjukkan pengaruh besar. Diskusi: Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Simulation-Based Learning (SBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang pada pemanen durian di Rembangan. Metode pembelajaran berbasis simulasi memungkinkan responden memperoleh pengalaman langsung, praktik aktif, dan proses debriefing sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama secara tepat. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan pelatihan berbasis simulasi sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pada kelompok pekerj aan berisiko tinggi.
Hubungan Diabetes Burnout Syndrome dengan Perilaku pencegahan Komplikasi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 di RSU Dr.H.Koesnadi Bondowoso Dina Aulia Safira; Mohammad Ali Hamid; Ginanjar Sasmito Adi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.38

Abstract

Diabetes Burnout Syndrome digambarkan dengan perasaan kelelahan fisik dan emosional akibat usaha keras dalam mengontrol gula darah pada pasien Diabetes agar tetap berada dalam rentang normal. Perilaku pencegahan komplikasi merupakan suatu respon atau tindakan yang didasari oleh pengetahuan dan persepsi yang dimiliki pasien Diabetes Mellitus Tipe-2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan diabetes burnout syndrome dengan perilaku pencegahan komplikasi pada pasien Diabetes Mellitus tipe-2 di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 pasien Diabetes Mellitus tipe-2 yang ada di Poli Interna RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat ukur penelitian ini adalah kuesioner Diabetes Burnout Scale dan kuesioner Perilaku Pencegahan Komplikasi Diabetes Mellitus. Hasil univariat menunjukkan bahwa Diabetes Burnout Syndrome dialami oleh 54 (64,3%) pasien berada dalam kategori sedang dan perilaku pencegahan komplikasi diabetesnya berada dalam kategori sedang yaitu sebesar 40 (47,6%). Hasil uji statistic Spearman Rank Correlation menunjukkan terdapat hubungan antara Diabetes Burnout Syndrome dengan perilaku pencegahan komplikasi pada pasien Diabetes Mellitus tipe-2 di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan nilai signifikansi sebesar 0,028. terjadinya Diabetes Burnout Syndrome pada pasien Diabetes Mellitus akibat hasil tes glukosa darah yang susah turun atau stabil dalam rentang angka normal, padahal pasien sudah mematuhi dan melakukan seluruh perawatan yang telah dianjurkan oleh tenaga kesehatan. Sehingga hal ini akan membuat pasien merasa sia-sia telah melakukan segala manajemen perawatannya.
Hubungan Mitigasi Early Warning System (EWS) dengan kesiapsiagaan Relawan dalam Menghadapi Bencana di Desa Supiturang Kabupaten Lumajang Siti Nadifah; Cipto Susilo; Mohammad Ali Hamid
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.70

Abstract

Sistem peringatan dini atau Early Warning Sistem (EWS) merupakan rangkaian sistem yang mengumumkan terjadinya fenomena alam berupa bencana atau tanda-tanda alam lainnya. Tujuan sistem peringatan dini adalah meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bencana dengan memberikan pengetahuan tentang risiko bencana, pemantauan dan layanan peringatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan mitigasi early warning system dengan kesiapisagaan relawan dalam menghadapi banjir. Desain penelitian ini menggunakan desai korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Relawan di Desa Supiturang Kabupaten Lumajang sebanyak 32 populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Analisis data menggunakan spearmen rho dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,0001 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Ada hubungan signifikan mitigasi early warning system dengan kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana banjir dengan keeretan korelasi kuat dan arah korelasi positif. Artinya semakin optimal mitigasi bencana maka semakin baik kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana banjir. Dengan adanya suatu mitigasi early warning system dapat menjadi acuan relawan serta warga untuk selalu mengantisipasi adanya banjir
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Triase START terhadap Penanganan Pra Rumah Sakit Korban Label Kuning pada Anggota BPBD Kabupaten Bondowoso Deva Urrizal Ramadhan; Mohammad Ali Hamid; Cipto Susilo
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.74

Abstract

Pendahuluan: Pra rumah sakit merupakan perawatan medis darurat yang di berikan kepada korban sebelum datang ke rumah sakit, salah satunya pada korban pasca bencana dimana penanggulangan ini bertujuan untuk mencegah kehilangan jiwa dan mengurangi penderitaan pasien. Pendidikan kesehatan Triase START merupakan salah satu upaya dalam peningkatan kemampuan penanganan pra rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis metode preexperiment dengan pendekatan pre test post test group desain yaitu terkait sebelum diberikan edukasi dan pelatihan serta sesudah diberikan edukasi dan pelatihan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penanganan pra rumah sakit korban label kuning sebelum diberikan pendidikan kesehatan triase START yaitu berada dalam kategori cukup dengan persentase 56,0 %, sedangkan kemampuan penanganan pra rumah sakit korban label kuning setelah diberikan pendidikan kesehatan triase START yaitu didalam kategori baik dengan persentase 53,0 %. Didapatkan pula hasil uji Wilcoxon terlihat nilai significant yakni sebesar 0,000. Sehingga nilai p adalah 0,000 < 0,05, maka ditetapakan bahwa bahwa H1 diterima yakni terdapat pengaruh pendidikan kesehatan triase START terhadap kemampuan pra rumah sakit korban label kuning pada anggota BPBD Kabupaten Bondowoso. Diskusi: Pen-didikan kesehatan Triase START diharapkan mampu meningkatkan kemampuan penanganan anggota BPBD dalam memilih korban saat bencana secara tepat dalam penanganan yang merupakan tindakan pra rumah sakit.