Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING DALAM MENULIS TEKS ANEKDOT SISWA Maria Yunita Bude; Joni Junius Loho; Nontje Jultje Pangemanan
KOMPETENSI Vol. 2 No. 04 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36582/kompetensi.v2i04.4796

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran model genius learning dalam menulis teks anekdot (2) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X IPS 3 dengan penerapan model pembelajaran genius learning. Manfaat penelitian ini adalah, diharapkan memberikan manfaat untuk meningkatkan menulis siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Tondano dengan menerapkan model pembelaaran genius learning. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu metode yang secara khusus memusatkan perhatian pada pemecahan masalah aktual yang terjadi di masa kini, dengan menggunakan teknik penelitian observasi, wawancara dan sesi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa menulis teks anekdot dengan menggunakan pembelajaran genius learning siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Tondano belum memadai jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang ditetapkan oleh sekolah 23 siswa atau setara yaitu 75 %.
NILAI RELIGIUS ISLAMI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “KETIKA TUHAN JATUH CINTA” KARYA WAHYU SUJANI DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Priti Pawewang; Joni Junius Loho; Martinus Kamajaya Al Katuuk
KOMPETENSI Vol. 3 No. 02 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai religius Islami tokoh utama dalam novel “Ketika Tuhan Jatuh Cinta” karya Wahyu Sujani serta menjelaskan implikasi tentang nilai religius Islami tokoh utama dalam novel “Ketika Tuhan Jatuh Cinta” dalam pembelajaran sastra di SMA. Sumber data penelitian ini ialah Novel “Ketika Tuhan Jatuh Cinta” karya Wahyu Sujani selain itu sumber data lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian tetang nilai religius dalam tokoh novel. Untuk menganalisis data teknik yang digunakan adalah membaca novel Ketika tuhan Jatuh Cinta yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1. Nilai-nilai Religius yang terkandung dalam novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani meliputi 2 nilai relegius yaitu Aqidah dan Syariah. 1) Aqidah yang merupakan suatu ketetapan mutlak dari Allah kepada hamba-Nya, sedangkan 2) Syariah adalah tata aturan atau hukum-hukum yang diisyaratkan oleh Allah kepada hamba-Nya untuk ditunaikan. Oleh sebab itu dari penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa nilai religius dalam novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta karya Wahyu Sujani adalah suatu ketetapan atau aturan Allah yang wajib dijalankan setiap orang yang menganutnya. Nilai religius dalam novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta dapat memberikan implikasi pembelajaran di SMA yaitu, Percaya Kepada Allah.Siswa-siswa yang beragama muslim
PSIKOANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Rafenska Bubala; Joni J. Loho; Elvie A. Sepang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 10 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i10.6517

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dua aspek utama. Pertama, penelitian ini mengkaji struktur kepribadian id, ego, dan superego dari tokoh utama dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Kedua, penelitian ini mengulas implikasi dari novel Gadis Pantai dalam konteks pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan penggunaan teknik studi pustaka, teknik baca markah, dan teknik mencatat dalam pengumpulan data. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa struktur kepribadian yang dominan dalam keluarga tokoh utama, terutama id, adalah tokoh orang tua Gadis Pantai, dengan 1 data yang mengkonfirmasinya, dan pada tokoh Bendoro, terdapat 5 data. Sementara itu, ego ditemukan dalam 4 data, dengan ego Bendoro dan ego tokoh Gadis Pantai sebagai yang paling dominan. Superego hanya ditemukan dalam 1 data, yaitu pada tokoh Gadis Pantai. Penelitian juga menunjukkan bahwa id dan keinginan tokoh Gadis Pantai ditekan oleh keinginan orang tuanya, sementara ego dan superego Gadis Pantai tidak mampu menghalangi id orang tuanya. Id suami Gadis Pantai juga menekan id dan ego Gadis Pantai, dan superego Gadis Pantai tidak mampu mengatasi konflik antara id, ego, dan superego yang berasal dari orang tuanya dan suaminya. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa id, ego, dan superego tokoh Gadis Pantai tidak dapat diimplikasikan dalam pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA) karena tokoh tersebut tidak mampu melepaskan diri dari tekanan id dan ego yang berasal dari orang tuanya dan suaminya.
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS XI SMA MELALUI MEDIA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK: SEBUAH STUDI DI SMA NEGERI 1 REMBOKEN Amelia Tendean; Ruth C. Paath; Joni J. Loho
KOMPETENSI Vol. 3 No. 12 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan kemampuan siswa kelas XI SMA dalam menulis cerita pendek dengan menggunakan media film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif analitik dengan pengumpulan data melalui observasi dan tes. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Remboken dan 16 orang siswa kelas XI Bahasa menjadi objek penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 siswa, hanya satu siswa yang mendapat nilai 100 dan 1 siswa lagi yang mendapat nilai 92. Sisanya, 14 siswa, mendapat nilai antara 55 dan 63. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis cerpen melalui media film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Remboken masih jauh dari yang diharapkan, mayoritas (64,39%) tergolong kurang mampu. Guru diharapkan mampu memotivasi siswa agar mau belajar, membekali siswa dengan materi yang menarik minatnya, metode pembelajaran yang tepat, dan memudahkan siswa dalam mengikutinya.
ADOLESCENTS' RECEPTION OF KI BATA KI DUMONDALIO SONG AND ITS CONTRIBUTION TO COMMUNITY CHARACTER BUILDING: A CASE STUDY IN AMBANG 1 VILLAGE, BOLAANG MONGONDOW Thalia Celine Syarief Mokodongan; U. M. Kamaja Al Katuuk; Joni J. Loho
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 3 No. 3 (2023): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v3i3.8083

Abstract

This study aims to explain the reception of teenagers in Ambang 1 village, Bolaang Mongondow, towards the cultural values contained in the Bolaang Mongondow folk song entitled Ki Bata Ki Dumondaloi and describe the implications of the research results for the value of character education in the song. The research method used is qualitative with a literary reception approach. This research was conducted in Ambang 1 village, Bolaang Mongondow, and involved 16 teenagers as research informants. The results showed the following findings: 1) Of the 16 respondents, 13 of them had memorized the song Ki Bata Ki Dumondaloi. 2) Teenagers' reception of the meaning of the song lyrics showed that all respondents knew the meaning of the song lyrics. 3) Teenagers are able to perceive the implications of the song content and relate it to the current situation. 4) There are differences in the perception of the song content related to whether a girl can visit her boyfriend's house or not. 5) The majority of respondents perceived it with sadness if a girl came to her boyfriend's house and was scolded by the boyfriend's parents. 6) Some respondents perceived it based on the Mongondow customary rules that still apply, where a girl should not come to her boyfriend's house, while others perceived that it is allowed. Thus, the Bolaang Mongondow folk song Ki Bata Ki Dumondaloi has a contribution in shaping the character of Mongondow ethnic young women by emphasizing the values of manners, friendliness, and politeness in their relationships.
ADOLESCENTS' RECEPTION OF KI BATA KI DUMONDALIO SONG AND ITS CONTRIBUTION TO COMMUNITY CHARACTER BUILDING: A CASE STUDY IN AMBANG 1 VILLAGE, BOLAANG MONGONDOW Mokodongan, Thalia Celine Syarief; Al Katuuk, U. M. Kamaja; Loho, Joni J.
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 3 No. 3 (2023): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v3i3.8083

Abstract

This study aims to explain the reception of teenagers in Ambang 1 village, Bolaang Mongondow, towards the cultural values contained in the Bolaang Mongondow folk song entitled Ki Bata Ki Dumondaloi and describe the implications of the research results for the value of character education in the song. The research method used is qualitative with a literary reception approach. This research was conducted in Ambang 1 village, Bolaang Mongondow, and involved 16 teenagers as research informants. The results showed the following findings: 1) Of the 16 respondents, 13 of them had memorized the song Ki Bata Ki Dumondaloi. 2) Teenagers' reception of the meaning of the song lyrics showed that all respondents knew the meaning of the song lyrics. 3) Teenagers are able to perceive the implications of the song content and relate it to the current situation. 4) There are differences in the perception of the song content related to whether a girl can visit her boyfriend's house or not. 5) The majority of respondents perceived it with sadness if a girl came to her boyfriend's house and was scolded by the boyfriend's parents. 6) Some respondents perceived it based on the Mongondow customary rules that still apply, where a girl should not come to her boyfriend's house, while others perceived that it is allowed. Thus, the Bolaang Mongondow folk song Ki Bata Ki Dumondaloi has a contribution in shaping the character of Mongondow ethnic young women by emphasizing the values of manners, friendliness, and politeness in their relationships.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL DISKUSI: SEBUAH STUDI PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 2 TONDANO Lingga, Betsaida; Palar, Wimsje Revlin; Loho, Joni Junius
KOMPETENSI Vol. 5 No. 2 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/q5tbmq10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project-based Learning (PjBL) dan menganalisis keterampilan menulis teks laporan hasil diskusi siswa kelas X SMA Negeri 2 Tondano. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data melalui uji rerata sederhana. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas X-A pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi untuk melihat penerapan model PjBL dan tes untuk mengukur keterampilan menulis teks laporan hasil diskusi. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan PjBL mendorong siswa lebih aktif dalam berdiskusi, merancang, dan menyusun laporan sesuai struktur yang dipelajari. Hasil tes menunjukkan rata-rata keterampilan siswa sebesar 69,5% dengan kategori kurang mampu; aspek pelaksanaan memperoleh skor tertinggi (100%), sementara aspek pendahuluan (73%), penutup (64%), dan lampiran (40%) masih memerlukan perbaikan, khususnya dalam penyusunan kesimpulan dan peringkasan hasil diskusi secara sistematis. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL berpotensi menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil diskusi di tingkat SMA.
DESKRIPSI KOMPETENSI GURU DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Lonan, Talita S.; Loho, Joni Junius; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 2 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dseded97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi guru yang tercermin dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, yang merupakan salah satu novel terbaik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data studi kepustakaan. Sumber data utama berasal dari kutipan dan dialog yang terdapat dalam novel tersebut, yang menjadi objek penelitian untuk menggali kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kompetensi guru yang tercermin dalam novel Laskar Pelangi: 1) Kompetensi Kepribadian, yang mencakup sifat-sifat seperti adil, jujur, bijaksana, sabar, rendah hati, suka menolong, kasih sayang, sederhana, berani berkorban, dan bekerja keras. 2) Kompetensi Pedagogik, yang meliputi kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan menguasai materi pembelajaran, serta sikap serius dan inovatif dalam mengajar. 3) Kompetensi Sosial, yang mencakup sifat ramah, santun, lemah lembut, bersemangat, tenang, berwibawa, disiplin, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik, terutama dengan orang tua siswa. 4) Kompetensi Profesional, yang mencakup kemampuan mengajar berbagai mata pelajaran dengan baik, melakukan evaluasi pembelajaran, serta memahami karakter siswa. Penelitian ini juga menyarankan agar novel Laskar Pelangi dijadikan sebagai referensi untuk memahami dan mengembangkan kompetensi guru.
PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA DI SMP NEGERI 2 LOLAYAN Mamonto, Hilda; Paath, Ruth C.; Loho, Joni Junius
KOMPETENSI Vol. 5 No. 2 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/2b1cz575

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa dalam menulis teks berita dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaran yang tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-based Learning (PBL) dalam pembelajaran menulis teks berita di SMP Negeri 2 Lolayan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan siswa dalam menulis teks tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memantau pelaksanaan proses pembelajaran selama penelitian. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks berita sesuai dengan unsur dan kaidah penulisan yang benar. Dokumentasi dimanfaatkan untuk mengumpulkan data berupa tugas dan lembar kerja siswa sebagai penunjang analisis hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengikuti tahapan-tahapan dalam model PBL dengan baik, mulai dari orientasi pada permasalahan hingga tahap analisis dan evaluasi solusi. Berdasarkan hasil tes, diketahui bahwa kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII meningkat secara signifikan setelah penerapan model PBL, dengan rata-rata nilai mencapai 96. Selain itu, penerapan PBL terbukti meningkatkan keaktifan, semangat belajar, serta pemahaman siswa terhadap materi. Dengan demikian, model PBL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam pembelajaran menulis teks berita.
KAJIAN NILAI SOSIAL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA Tontuli, Wiwi Pratiwi; Loho, Joni Junius; Rotty, Viktory N. J.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 5 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mgk33w98

Abstract

Nilai sosial dalam novel merupakan pesan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat yang ditunjukkan melalui tokoh, latar, dan peristiwa dalam cerita. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori serta implikasinya dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data utama penelitian ini adalah novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan (library research). Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari Januari hingga Juni 2024. Analisis data dilakukan dengan membaca novel Laut Bercerita dan buku-buku yang relevan dengan permasalahan yang diteliti, memilah bagian-bagian yang berkaitan dengan masalah penelitian, serta menginterpretasikan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan novel secara mendalam, pemberian tanda pada bagian teks, pendeskripsian dan penginterpretasian temuan, penelaahan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial yang terkandung dalam novel Laut Bercerita meliputi: (1) nilai kebenaran, seperti penangkapan tiga aktivis, sikap DPR yang menampung, pengkhianatan, kemiskinan, kematian, dan kediktatoran; (2) nilai keindahan, seperti lukisan di tembok sekretariat dan penciptaan puisi; (3) nilai moral, yang terdiri atas nilai moral baik, yaitu kejujuran, kerendahan hati, dan kekeluargaan, serta nilai moral tidak baik, seperti tokoh yang digebuk, diinjak, ditonjok, disetrum, dikhianati, dibekap, dan ditiduri di atas balok es; dan (4) nilai religius, seperti rajin mengaji dan patuh terhadap orang tua. Implikasi temuan ini dalam konteks pembelajaran sastra adalah mendorong siswa untuk menghindari tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai sosial.