Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT YANG MEMBERIKAN PELAYANAN COVID-19 Endra Amalia; Dona Immelya; Dia Resti Nanda Demur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15693

Abstract

Perawat memainkan peran penting di rumah sakit karena mereka lebih sering melihat pasien daripada dokter. Di rumah sakit, perawat memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang ditetapkan rumah sakit, sehingga pekerjaan perawat dapat mewakili beban kerja tertentu karena tugas dan tekanan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat pelaksana pelayanan Covid-19 di RS Otak M. Hatta Bukittinggi tahun 2022.  Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi hanya terdiri dari perawat yang memberikan pelayanan Covid-19 sebanyak 38 orang dan sampel penelitian sebanyak 38 orang. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan statistik uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Bahan penelitian dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masing-masing perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa untuk variable beban kerja, dari 38 orang perawat,  memiliki beban kerja ringan 55%, dan beban kerja sedang 29%  serta beban kerja berat 16%. Sedangkan untuk variable kinerja perawat, dari 38 orang perawat, memiliki kinerja baik 82%, dan  kinerja cukup 10%, serta  kinerja kurang 8%. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa  P Value = 0,039 (p < 0,05), artinya beban kerja perawat secara signifikan berhubungan  dengan kinerja perawat yang memberikan pelayanan covid-19. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat yang memberikan pelayanan covid-19 di Rumah Sakit Otak M. Hatta Bukittinggi tahun 2022. Disarankan, perawat untuk mempertahankan kinerja yang baik untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS PERAWAT PELAKSANA Demur, Dia Resti Dewi Nanda; Endang, Lola Gus; Yuliano, Aldo
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2997

Abstract

Psychological empowerment is a sense of confidence that individuals are able to carry out work activities according to the expected abilities and competencies. The fact is that nurses feel unappreciated for their work, always considered wrong, not included in decision making. The purpose of this study was to determine the relationship between the leadership style of the Head of the Room and the psychological empowerment of Nurses. The research method was descriptive analytical with a cross-sectional design. The study was conducted at Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar Hospital. The population was 200 nurses. A sample of 67 people was taken proportionally using stratified random sampling. Data collection was carried out by filling out a questionnaire, then processed and analyzed using the chi-square test. Univariate analysis showed that 70.1% of respondents stated that the leadership style of the head of the room was democratic and 64.2% stated that there was psychological empowerment of nurses. Bivariate results showed that there was a relationship between the leadership style of the head of the room and the psychological empowerment of nurses at Prof. Dr. MA Hanafiah Batusangkar Hospital (p = 0.001). It was concluded that the leadership style of the head of the room was related to the psychological empowerment of nurses. It is recommended that the head of the room apply the right leadership style and appreciate his subordinates, so that he can increase the psychological empowerment of implementing nurses.Keywords: leadership style; psychological empowerment
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA SANTRI Demur, Dia Resti Dewi Nanda; Budiyanti, Ulfi Vadilah; Fernandes, Andrye
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3208

Abstract

Skabies dapat terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah kebersihan diri yang kurang terjaga. Skabies menduduki peringkat ke 2 dari 5 penyakit terbanyak yang terjadi di Pondok Pesantren Fathul Huda dengan angka kejadian skabies di Pondok Pesantren Fathul Huda setiap bulannya cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan diri dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Fathul Huda Rimbo Ulu Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pemeriksaan Burrow Ink Test dengan jumlah sampel 113 responden dengan teknik stratified random sampling. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji Chi square. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian skabies pada santri dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa higiene perorangan dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Fathul Huda Rimbo Ulu memiliki hubungan yang signifikan. Untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi santri dalam pencegahan skabies, diharapkan pihak Pondok Pesantren dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan kepada santri dengan cara bekerja sama dengan pihak Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memberikan penyuluhan terkait skabies dan higiene perorangan sebagai dasar kebutuhan manusia pada santri. Kata Kunci : Personal Hygiene; Santri; Skabies
OTONOMI PERAWAT DENGAN KEPUASAAN KERJA DI RUANG RAWAT INAP INTERNE Demur, Dia Resti Dewi Nanda; Zadkia, Aulfa; Nofriadi, Nofriadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28887

Abstract

Otonomi dalam konteks kepuasan kerja perawat merupakan persepsi perawat diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri jadwal kerjanya dan tingkat kemandirian yang dirasakannya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hasil wawancara tentang otonomi perawat didapatkan 7 dari 10 orang menunjukkan bahwa banyak perawat yang belum melengkapi format pengkajian ataupun format asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara otonomi perawat dengan kepuasan kerja di ruang rawat inap. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan uji chi-square. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Ruang rawat inap Cempaka 1 dan Cempaka 2 dengan jumlah populasi sebanyak 34 perawat dan sampel penelitian sebanyak 34 orang dengan Teknik sampilngnya total sampling. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan statistik uji chi-square dengan taraf signifikan 0,05. Penelitian ini dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada masing-masing perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa lebih dari separoh responden memiliki otonomi baik yaitu 20 orang ( 58,8% ) sedangkan untuk variabel kinerja perawat dari 34 perawat memiliki kinerja tidak puas 18 orang ( 52,9% ) dari pekerjaanya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa P Value =  0,031 ( p < 0,05 ) artinya ada hubungan otonomi perawat dengan kepuasan kerja perawat. Disarankan kepada perawat untuk selalu otonomi dalam bekerja, dimana denagn otonomi yang baiak akan meningkatkan kinerja perawat.