Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi WhatsApp Gateway pada Apikasi Manajemen Keuangan Pondok Pesantren Tanwirul Qulub Lamongan Azzukhrufi Jannatul Azizah; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.354 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p403-410

Abstract

Manjemen keuangan merupakan salah satu hal substansi yang berperan penting dalam proses penyelenggaraan pembelajaran di pondok pesantren, termasuk pondok pesantren Tanwirul Qulub Lamongan. Namun, dengan sistem manajemen keuangan yang masih dilakukan secara konvesional menyebabkan permasalahan pada pengelolaan keuangan yaitu pembayaran iuran santri yang tidak disiplin, sehingga perencanaan keuangan untuk kebutuhan menjadi terhambat. Aplikasi manajemen keuangan berbasis website dengan fitur notification reminder menggunakan WhatsApp gateway menjadi solusi untuk membantu bendahara pondok pesantren dalam mengelola keuangan. Aplikasi manajemen keuangan berbasis website pondok pesantren Tanwirul Qulub ini dibangun menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), sedangkan proses pengiriman pesan tagihan dengan WhatsApp gateway menggunakan metode broadcast. API WhatsApp Node.js dibangun dengan menggunakan module whatsapp-web.js yang mana di dalamnya terdapat library Puppeteer. Selain itu, juga membutuhkan library socket.io, express-validator, express-upload, axios, qrcode dan http pada proses pembuatannya. Dengan fitur notification reminder menggunakan WhatsApp gateway ini bendahara pondok pesantren dapat mengirimkan pesan tagihan pembayaran santri kepada wali santri melalui WhatsApp. Kata Kunci— Aplikasi Manajemen Keuangan, WhatsApp Gateway, Notification Reminder.
Analisis Performansi Web Server Menggunakan Load Balancing pada Virtualisasi Docker Container Thoyyib Abdillah; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.865 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p526-533

Abstract

Pada saat ini teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, termasuk pada performansi web server. Container merupakan teknologi virtualisasi terbaru, dengan adanya container akan memudahkan system administrator dalam mengelola aplikasi pada server. Docker container dapat digunakan untuk membangun, mempersiapkan, dan juga menjalankan aplikasi. Docker juga dapat membuat aplikasi dari bahasa pemrograman yang berbeda pada lapisan apapun. Aplikasi dapat di bungkus dalam container, dan aplikasi juga dapat berjalan pada lingkungan apapun dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja web server ketika diakses, jika web server memiliki beban traffic yang tinggi maka sangat berpengaruh, kemampuan Web Server dipengaruhi oleh konfigurasi perangkat lunak pada IT infrastruktur. Untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan antara sebelum dan sesudah konfigurasi pada web server dilakukan dengan melakukan uji beda paired sample test. Pada tes uji tingkat performa penulis menggunakan tools berupa httperf dan juga ab (apache benchmark) sebagai uji beban serta teknik analisis yang digunakan adalah Independent Sample Test (riset pengujian) terhadap dua sample. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pengujian terhadap load balancing dengan menggunakan 2 node dan juga load balancing menggunakan 3 node, menghasilkan waktu dalam melakukan tes dengan 2 node yang lebih cepat daripada 3 node. Untuk request per second, load balancing dengan 3 node memiliki waktu request per detik lebih kecil daripada 2 node. Kemudian time per request yang dibutuhkan untuk load balancing 2 node lebih sedikit.
Penerapan Whatsapp Bot Dalam Memantau User Mikrotik Ilma Azmiyah; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 04 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.8 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n04.p571-579

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat hampir setiap manusia ketergantungan dengan Smarthphone. Smarthphone digunakan untuk mengakses segala informasi, Smarthphone juga memberikan sebuah layanan telekomunikasi salah satunya adalah Whatsapp. Whatsapp merupakan sebuah aplikasi yang dapat mengirimkan ataupun menerima pesan instant, yang dimana tidak dikenakan tagihan biaya pulsa seperti telepon seluler ataupun SMS. Whatsapp menyediakan layanan API (Application Programming Interface) yaitu Whatsapp Business API yang dapat dikembangan menjadi Whatsapp Bot, Whatsapp Bot dapat dikonfigurasikan dengan Router Mikrotik. Dalam proses monitoring user mikrotik, seorang administrator masih menggunakan Winbox, yang dimana administrator harus selalu memantau winbox untuk memastikan koneksi user terhubung atau terputus, sedangkan tugas dari administrator tidak hanya memantau winbox. Selain itu user juga harus mengetahui apakah jaringannya terputus atau terhubung. Berdasarkan permasalahan tersebut, administrator dapat menggunakan Whatsapp Bot untuk memantau user yang sedang terputus atau terhubung, sistem dibangun menggunakan metode waterfall, yang dimana sistem tersebut mengkonfigurasikan Whatsapp Bot dengan Router Mikrotik menggunakan sebuah Script yang ditambahkan di Winbox. Ketika terdapat user yang login atau logout, Whatsapp akan menampilkan informasi tanggal dan waktu terhubung atau terputus, IP address, nama user dan status user terhubung atau terputus. Hasil penelitian menunjukkan bawa administrator akan mendapatkan notifikasi pesan Whatsapp ketika terdapat user yang login atau logout, begitupun sebaliknya user juga akan mendapatkan notifikasi ketika sedang login dan logout.
Implementasi Monitoring Manajemen Jaringan Dengan Software The Dude Berbasis Telegram Messenger Sintiya Puji Rahayu; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 4 No 01 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jinacs.v4n01.p19-25

Abstract

Informasi adalah hasil dari sekumpulan data yang diproses sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Diproses, terstruktur, atau disajikan dalam konteks tertentu untuk membuatnya bermanfaat dan berguna. Seperti contohnya, manusia tidak terlepas dari namanya informasi untuk melakukan pengambilan keputusan dan mempermudah pekerjaan. Pemantauan jaringan komputer sangat penting untuk memudahkan seorang administrator jaringan dalam memantau dan mengontrol sebuah sistem jaringan. Internet adalah alat terpenting dan sumber daya terkemuka yang digunakan oleh hampir setiap orang di seluruh dunia untuk penyebaran informasi. Menghubungkan jutaan komputer, halaman web, situs web, dan Server. Agar aktivitas yang dilakukan melalui jaringan internet tetap berjalan dengan lancar dan baik, maka digunakan sebuah metode pemantauan jaringan untuk mengontrol perangkat jaringan internet. Sehingga apabila ada perangkat yang tidak aktif, dapat dilakukan dengan cepat troubleshooting oleh admin administrator. The Dude adalah aplikasi freeware dari MikroTik yang dapat meningkatkan pengelolaan lingkungan jaringan. Kita bisa memantau apakah service Web nya atau service Telnet nya, atau service yang lain-lain nya hidup atau mati. Jadi kita bisa melihat kapan perangkat ini mati atau kita tidak hanya juga bisa melihat perangkatnya tetapi juga jaringannya. Apabila, mememeriksa kita tidak perlu membuka satu persatu Router-Router, tapi di satu halaman yang digunakan untuk memonitor, bisa melihat berbagai informasi mengenai jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem monitoring yang dapat mengirimkan informasi apabila terdapat masalah dengan perangkat yang mengalami kegagalan sehingga administrator jaringan dapat memperbaiki masalah tersebut bahkan ketika perangkat sedang mati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem dapat mengirimkan notifikasi secara real-time kepada admin jaringan melalui Telegram Messenger, dengan menggunakan Telegram Bot API sebagai pendukung notifikasi. Implementasi network monitor ini diharapkan membawa manfaat yang berguna untuk menganalisa kinerja perangkat jaringan dan secara terus menerus memonitor sistem perangkat jaringan yang aktif atau tidak.
PELATIHAN GURU DAN ORANG TUA SISWA SEBAGAI PENDAMPING KELAS SISWA DIFABEL MV. Roesminingsih; Muhammad Nurul Ashar; Asri Wijiastuti; Widya Nusantara; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana; Monica Widyaswari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9813

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki karakteristik khusus serta berbeda dengan anak pada umumnya. Dalam hal ini penanganan untuk siswa dalam kategori ABK sangatlah diperlukan, terutama di lingkungan sekolah dan rumah. Di sekolah selingkung Labschool Unesa memiliki 20 siswa ABK yang tersebar pada jenjang TK, SD dan SMP. Di sekolah, peserta didik tersebut dilayani oleh guru kelas dan orang tua yang mendampingi ketika belajar. Berkaitan dengan hal ini, para guru kelas dan orang tua siswa belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang ABK dan penanganannya. Selain itu, guru dan orang tua juga tidak memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB). Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan pelatihan bagi guru dan orang tua. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penangan ABK, supaya para guru dan orang tua dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan, sehingga akan memberikan hasil pendidikan secara optimal. Kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop dengan teori dan praktek. Hasil dari kegiatan pengabdian dinyatakan sangat efektif. Selain itu secara penguasaan materi, peserta pelatihan juga mengalami peningkatan yang dapat diketahui melalui hasil pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diketahui terdapat perbedaan rata-rata hasil pada peserta pelatihan. Saran untuk guru dan orang tua yakni agar selalu konsisten dalam menguatkan perannya untuk mengakomodir kebutuhan anak, termasuk kebutuhan ABK.
Analisis Infrastruktur Jaringan Laboratorium Teknik Informatika UNESA sebagai Sarana Penunjang Pembelajaran: indonesia Nadia Ni'amah; Husna Lathifunisa Arif; Aryawangi Rahmawanto; Edwyn Wahyu Prasetya; Afif Amarranda Saragih; Mohammad Wildan Habibi; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi infrastruktur jaringan pada Laboratorium Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai sarana penunjang pembelajaran. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi dan asisten laboratorium, pengukuran performa jaringan menggunakan Speedtest by Ookla, serta dokumentasi perangkat dan topologi jaringan. Tiga laboratorium dijadikan sampel, yaitu Laboratorium Jaringan Komputer, Sistem Informasi, dan Multimedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur perangkat keras pada laboratorium, seperti PC berprosesor Core i7/i5, RAM 12 GB, dan SSD 256 GB, telah memenuhi kebutuhan praktikum. Performa jaringan menunjukkan bandwidth simetris ±94 Mbps dengan latensi rendah dan 0% packet loss, sehingga mampu menunjang kegiatan pembelajaran digital, akses cloud, dan praktikum berbasis virtual machine. Namun, ditemukan beberapa kendala, seperti manajemen kabel yang kurang rapi, keterbatasan perangkat fisik pada Laboratorium Jaringan, dan jumlah PC yang belum sebanding dengan jumlah mahasiswa, terutama di Laboratorium Multimedia dan Jaringan Komputer. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kualitas jaringan tergolong sangat baik, aspek kuantitas perangkat dan manajemen infrastruktur fisik masih perlu ditingkatkan agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan acuan pengembangan fasilitas laboratorium pada masa mendatang. Infrastruktur jaringan yang baik ditandai oleh bandwidth yang memadai serta latensi yang rendah. Dalam konteks pembelajaran digital, latensi di bawah 100 ms dikategorikan sangat baik karena mampu mendukung aktivitas interaktif seperti video conference, akses cloud, dan penggunaan sistem pembelajaran daring secara real-time. Jaringan dengan latensi rendah juga berkontribusi pada kenyamanan pengguna dan efisiensi waktu selama proses praktikum berlangsung
Implementasi Media Pembelajaran Webnet-Learning Platform Dengan Docker Kubernetes Menggunakan Metode Load Balancing (Studi Kasus SMKN 2 Banjarbaru) Erlangga Syahputera; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No 02 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i02.68635

Abstract

Peneliti mengembangkan Learning Platform bernama Webnet-Learning Platform atau bisa disingkat WLP. Learning Platform ini berbasis web dan dapat digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring apabila guru sedang berhalangan ataupun tidak dapat hadir di kelas. Dengan tampilan website yang sederhana dan interaktif, pengguna tidak perlu khawatir terhadap penggunaan data seluler yang tinggi ataupun pengaksesan yang membutuhkan waktu lama, dikarenakan Learning Platform ini menggunakan teknologi saat ini yaitu Docker Kubernetes yang memiliki Load Balancer/Balancing. Tujuan dikembangkannya Learning Platform WLP ini adalah agar Siswa SMKN 2 Banjarbaru dapat mengikuti pembelajaran dengan baik walaupun guru sedang berhalangan hadir di ruang kelas. Alur dari pengembangan Learning Platform ini adalah melalui pencarian potensi dan masalah yang muncul, pengumpulan data, mendesain produk, validasi produk bersama para ahli, revisi desain dan uji coba. Hasil validasi dari dosen ahli media menunjukkan nilai 74% dan hasil validasi dari dosen ahli materi menunjukkan nilai 96%, ini berarti Learning Platform WLP memerlukan sedikit penambahan dari segi fitur dan akan siap untuk digunakan. Hasil dari pengujian performa website menunjukkan 4% permintaan mendapatkan respon dibawah 500ms, serta sisanya mendapatkan respon diatas 500ms dengan rata-rata respon di 541.69ms. Dapat disimpulkan bahwa meskipun ada 50 Virtual Users yang melakukan akses ke website media pembelajaran secara bersamaan, website masih dapat bekerja dengan baik walaupun kecepatan akses menurun. Adapun hasil nilai siswa yang mengalami peningkatan dari sebelum menggunakan Learning Platform WLP dan sesudah menggunakan Learning Platform WLP, ketika belum menggunakan Learning Platform WLP, nilai rata-rata awal adalah 75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 40. Lalu setelah menggunakan Learning Platform WLP, nilai rata-rata akhir menjadi 93 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Learning Platfom WLP dapat meningkatkan nilai rata-rata sebesar 30% dari nilai awal. Kata Kunci : Learning Platform, Webnet-Learning Platform, WLP, Docker Kubernetes, Load Balancing, Media Pembelajaran Researchers developed a Learning Platform called Webnet-Learning Platform or can be abbreviated as WLP. This Learning Platform is web-based and can be used to conduct online teaching and learning activities if the teacher is absent or unable to attend class. With a simple and interactive website display, users do not need to worry about high mobile data usage or accessing that takes a long time, because this Learning Platform uses current technology, namely Docker Kubernetes which has Load Balancer / Balancing. The purpose of developing this WLP Learning Platform is so that SMKN 2 Banjarbaru students can follow the learning well even though the teacher is not present in the classroom. The flow of the development of this Learning Platform is through the search for potential and emerging problems, data collection, product design, product validation with experts, design revisions and trials. The validation results from the media expert lecturer showed a value of 74% and the validation results from the material expert lecturer showed a value of 96%, this means that the WLP Learning Platform requires a little addition in terms of features and will be ready for use. The results of website performance testing show that 4% of requests get a response below 500ms, and the rest get a response above 500ms with an average response of 541.69ms. It can be concluded that even though there are 50 Virtual Users who access the learning media website simultaneously, the website can still work well even though the access speed decreases. As for the results of student scores that have increased from before using the WLP Learning Platform and after using the WLP Learning Platform, when not using the WLP Learning Platform, the initial average score is 75 with the highest score of 100 and the lowest score of 40. Then after using the WLP Learning Platform, the final average score was 93 with the highest score of 100 and the lowest score of 65. It can be concluded that using the WLP Learning Platform can increase the average score by 30% from the initial score. Keywords : Learning Platform, Webnet-Learning Platform, WLP, Docker Kubernetes, Load Balancing, Media Pembelajaran, Learning Media.
Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif Murder Dalam Meningkatkan Kompetensi Belajar Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Siswa SMK Berbasis PjBL Studi Kasus : Smks Semen Gresik Hadi Wardana Putra; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No 02 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i02.69533

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of implementing the collaborative learning model MURDER to enhance vocational high school students' competencies in Basic Programming subjects using a web-based approach at SMKS Semen Gresik. The MURDER model comprises six stages: Mood (creating a positive atmosphere), Understand (grasping material), Recall (repetition), Digest (in-depth exploration), Expand (elaboration), and Review (reevaluation). It integrates Project-Based Learning methods, which place students at the center of learning by engaging them in completing real-world projects related to basic programming. The results revealed that this learning model significantly enhanced student engagement, conceptual understanding, and learning outcomes compared to conventional methods. A quantitative experimental design was applied, utilizing competency tests, observation sheets, and documentation as research instruments. Data were analyzed using descriptive statistics and t-tests. Project-Based Learning facilitates the development of critical thinking, problem-solving, and collaboration skills among students. This study not only offers an innovative alternative for educators but also provides insights into creating dynamic and conducive learning environments that prioritize critical thinking and active participation. By implementing this approach, it is expected that adaptive and technology-integrated teaching methods will become more widespread, fulfilling educational demands in the digital era. Keywords: MURDER, collaborative learning, project-based learning, Basic Programming, vocational education, learning competencies.
Rancang Bangun Media Pembelajaran Dengan Model PjBL Pada Materi VLAN di SMKN 1 Cerme Gresik Laili Nur Fadhilah; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.70757

Abstract

Guru sebagai pusat utama pembelajaran, kurang menariknya media pembelajaran, dan tidak adanya buku ajar dapat berpengaruh pada kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan media pembelajaran EDUN1CE dengan PjBL sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi administrator jaringan pada materi VLAN siswa kelas XI TKJ di SMKN 1 Cerme Gresik. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen one-group pretest-posttest design dengan model pengembangan ADDIE. Pengukuran hasil pembelajaran yang dilakukan siswa melalui pretest dan posttest untuk tes kognitif dan psikomotorik. Hasil penilaian produk yang didapat dari validasi dengan validator mendapatkan kriteria sangat valid dengan persentase 81% untuk RPP, persentase 98% untuk media, persentase 85% untuk materi dan  persentase 83% untuk soal. Selanjutnya, dilakukan uji coba beserta pengambilan data di SMKN 1 Cerme Gresik yang melibatkan 33 siswa kelas XI TKJ. Paired sample t-test digunakan sebagai uji hipotesis dan didapatkan hasil 0.000 untuk tes kognitif dan juga tes psikomotorik, hal tersebut berarti Nilai Sig. < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan positif dalam hasil pembelajaran yang dilakukan siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran EDUN1CE dengan model PjBL. Berdasar pada hasil penelitian, H0 ditolak dan H1 diterima.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Pada Mata Pelajaran PBO Untuk Meningkatkan Kompetensi Pemrograman Python Siswa Muhammad Ikhwan Fahmi Ardiansyah; I Gusti Lanang Putra Eka Prismana
IT-Edu : Jurnal Information Technology and Education Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No 03 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/it-edu.v10i03.71101

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komputer (TIK) berkembang dengan pesat dan dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, melalui e-learning. Penggunaan metode konvensional pada kegiatan praktikum sering membuat siswa cepat bosan dan kesulitan memahami materi sehingga informasi tidak tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi berbasis web yang mendukung semua jenis perangkat dan memudahkan kegiatan pembelajaran di sekolah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana mengembangkan aplikasi media pembelajaran berbasis website sebagai implementasi compiler pada pemrograman berbasis objek, dan mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi media pembelajaran berbasis web terhadap kompetensi pemrograman Python siswa dalam mata pelajaran pemrograman berorientasi objek. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) untuk mengevaluasi dampak penggunaan aplikasi. Hasil kelayakan media oleh ahli memperoleh rata-rata 96,15% yang menunjukkan aplikasi layak digunakan untuk pembelajaran. Melalui pretest dan posttest, diperoleh peningkatan signifikan pada kompetensi pemrograman siswa. Uji independent sample T-test menghasilkan nilai 0,000 yang membuktikan adanya peningkatan signifikan kemampuan pemrograman Python siswa. Dengan demikian, aplikasi media pembelajaran berbasis web efektif dalam meningkatkan kompetensi pemrograman.