Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Studi Simulasi Pemberian Air Irigasi Berdasarkan Debit Andalan di Daerah Irigasi Bena Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Lake, Tania Chrisna Maria; Sayekti, Rini Wahyu; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.41

Abstract

The Bena Irrigation Area has 68 tertiary blocks where the total area of rice fields is 3515 ha with a length of 23 km. However, the Bena Irrigation Area experiences water deficits annually, particularly during the dry season. The phenomenon mentioned causes inefficiency from the functional point of view of The Bena Dam, which only irrigates 2470 Hectares of rice fields effectively. The phenomenon mentioned causes inefficiency from the functional point of view of The Bena Dam, which only irrigates 3515 Hectares of rice fields effectively. This thesis is discussing the simulation of water supply irrigation based on the Water Use Index (IPA) method. The purpose of the simulation is to overcome the water shortage at the Bena Irrigation Area by obtaining the ideal and/or most efficient volume of water by using the Water Use Index (IPA). Referring to the simulation presented with the IPA value at 0,5 hypothetically (good criteria), it revealed that the greatest volume is at 239,067 lt/sec at the first planting season, 862,948 lt/sec in the second planting season, and 39,571 lt/sec simultaneously. Daerah Irigasi Bena mempunyai petak tersier sebanyak 68 petak dimana luas total baku sawah 3515 ha dengan panjang 23 km. Namun, Daerah Irigasi Bena mengalami peningkatan kekurangan dan kekeringan air di setiap tahunnya terutama pada saat musim kemarau. Hal ini menyebakan Bendung Bena yang harusnya mengairi sawah seluas 3515 Ha hanya mampu mengairi sawah fungsional seluas 2470 Ha. Oleh karena itu, perlu adanya simulasi pemberian air irigasi untuk mengatasi kekurangan air yang terjadi di Daerah Irigasi Bena. Salah satu cara untuk mensimulasi penyediaan air irigasi menggunakan metode indeks penggunaan air (IPA). Tujuan dari simulasi pemberian air dengan nilai indeks penggunaan air (IPA) agar memperoleh hasil dari menghemat air irigasi yang paling hemat sehingga dapat mengatasi kekurangan air yang terjadi. Berdasarkan hasil simulasi nilai IPA diperoleh hasil dengan coba-coba nilai IPA = 0,5  (kriteria baik) mempunyai nilai paling besar adalah 862,948 lt/detik (musim tanam II) , 239,067 (musim tanam I), dan 39,571 lt/dtk (musim tanam III).
Studi Sebaran Karakteristik Kualitas Air dengan Parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, dan pH di Waduk Sutami Nathania, Nadya Ayu; Sayekti, Rini Wahyu; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.45

Abstract

Sutami Reservoir is a multipurpose reservoir with a water supply from Brantas River. The problem that occurs in the Brantas River is the decline in water quality due to the high discharge of agricultural, domestic, and industrial waste. The purpose of this study is to determine the distribution of water quality in 2015-2020 for the dry season using the Pollution Index, determine the regression model that best suits the variation of the pollution index value, and determine the pollution load capacity for Total-P in 2016 based on its trophic status. This research was conducted at the Upper, Middle, and Downstream Monitoring Stations at depths I (0.3 m), II (5 m), and III (10 m) for parameters BOD, COD, DO, NH3-N, TSS, and pH. From this study, it was found that the distribution of water quality of the Sutami Reservoir in 2015-2020 was classified as lightly polluted with the most appropriate regression model, namely the polynomial regression model. By comparing the pollution load capacity for Total-P in 2016 with the level of Total-P that enter the Sutami Reservoir, it was found that the level of Total-P that entered in the Sutami Reservoir had exceeded its proper capacity. Waduk Sutami merupakan waduk multiguna dengan pasokan air dari Sungai Brantas. Permasalahan yang terjadi di Sungai Brantas yaitu menurunnya kualitas air akibat tingginya buangan limbah pertanian, domestik, dan industri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan sebaran karakteristik kualitas air dimusim kemarau tahun 2015-2020 dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran, menentukan model regresi yang paling sesuai dengan variasi nilai indeks pencemaran, serta menentukan daya tampung beban pencemaran Total-P tahun 2016 berdasarkan status trofiknya. Penelitian ini dilakukan pada Stasiun Monitoring Waduk Sutami Hulu, Tengah, dan Hilir pada kedalaman I (0.3 m), II (5 m), dan III (10 m) untuk parameter BOD, COD, DO, NH3-N, TSS dan pH. Dari penelitian ini didapatkan hasil sebaran karakteristik kualitas air Waduk Sutami tahun 2015-2020 tergolong tercemar ringan dengan model regresi yang paling sesuai yaitu model regresi polinomial. Dengan membandingkan nilai daya tampung beban pencemaran Total-P tahun 2016 dengan kadar yang masuk ke Waduk Sutami didapatkan bahwa kadar Total-P yang masuk ke Waduk Sutami telah melebihi daya tampung yang seharusnya.
Studi Penentuan Sebaran Kualitas Air Dengan Menggunakan Metode DWQI (Dinius Water Quality Index), NSF-WQI, Indeks Pencemaran (IP), dan OIP(Overall Index Of Pollution) di Waduk Sutami Kabupaten Malang Hisbulloh, Robiq; Sayekti, Rini Wahyu; Yuliani, Emma
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.14

Abstract

Pencemaran yang terus terjadi di Waduk Sutami menyebabkan menurunnya kualitas air di waduk tersebut. Permasalahan ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kegiatan penduduk disepanjang Sungai Brantas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu air dan status mutu air di Waduk Sutami menggunakan metode DWQI (Dinius Water Quality Index), NSF-WQI, Indeks Pencemaran (IP), dan OIP (Overall Index Of Pollution) dengan parameter yang diuji adalah pH, DO, BOD, COD, TSS, Nitrat, Fosfat, dan Klorida. Pada metode DWQI diperoleh status mutu air sangat baik, baik, sedang, dan sangat buruk. Metode NSF-WQI diperoleh status mutu air yang cemar. Pada metode Indeks Pencemaran (IP) diperoleh status mutu air crmar ringan. Sedangkan pada metode OIP diperoleh status mutu air yang tercemar. Hasil penentuan status mutu air yang berbeda ini dikarenakan pada setiap metode memiliki klasifikasi kriteria air yang berbeda.
Studi Perencanaan Ulang Bendung Tetap pada Daerah Irigasi P. Lantur Kabupaten Jember Hidayah, Tita; Sayekti, Rini Wahyu; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.10

Abstract

Bendung P. Lantur merupakan bendung yang berada pada Sungai Suko di Kabupaten Jember yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan DI. P. Lantur seluas 437,88 Ha. Berdasarkan hasil investigasi diketahui bendung mengalami beberapa kerusakan dan berdasarkan hasil analisa hidrologi didapatkan bahwa Bendung P. Lantur tidak sesuai dengan kondisi hidrologi sata ini. Maka perlu dilakukan perencanaan ulang yang dilihat dari aspek hidrologi, hidrolika dan stabilitas bangunan. Langkah awal dari studi ini ialah dengan debit (Q100) digunakan untuk perencanaan konstruksi bendung baik dari segi dimensi juga perencanaan hidrolis, selanjutnya akan dilakukan analisa stabilitas tubuh bendung terhadap gaya geser, guling, dan daya dukung tanah. Berdasarkan hasil perencanaan ulang Bendung P. Lantur dengan menggunakan Q100 sebesar 77,48 m3/detik didapatkan hasil dimensi bendung dimana secara hidrolis mampu menggurangi tinggi muka air banjir pada hulu bendung sebesar 59 cm, dan didapatkan konsturksi yang lebih kuat dimana Struktur Bendung P. Lantu direncanakan menggunakan pasangan batu, dengan diselimuti beton tanpa tulangan, sehingga dapat melindungi tubuh bendung dari benturan antara sedimen.
Studi Simulasi Pemberian Air Irigasi di Daerah Irigasi Kedungrejo Novita, Ayunda Eka; Soetopo, Widandi -; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.25

Abstract

Daerah Irigasi Kedungrejo merupakan Daerah Irigasi lintas, yakni maksudnya adalah daerah irigasi yang mengaliri lebih dari satu kabupaten.. Daerah Irigasi Kedungrejo mengaliri luas baku sawah sebesar 1538 Ha. Dengan jumlah luas baku sawah yang cukup besar serta tidak sesuainya antara kebutuhan air irigasi dengan pemberian air irigasi menyebabkan sering terjadi kekurangan pada musim kemarau. Berdasarkan permasalahan diatas, perlu adanya evaluasi sistem pemberian air irigasi di daerah tersebut dan salah satu caranya adalah dengan metode indeks penggunaan air (IPA). Dengan melakukan simulasi indeks penggunaan air (IPA) didapatkan nilai IPA yang efisien serta nilai K yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pemberian air irigasi di Daerah Irigasi Kedungrejo. Dari hasil simulasi IPA pada musim kemarau II didapatkan bahwa dengan mencoba-coba nilai IPA = 0,5 (kategori Baik) mendapatkan hasil nilai K, sebesar 0,74 (Giliran) pada intake dan perlu dibuatlah pembagian jadwal rotasi/ giliran yang terbagi menjadi III peiode yaitu periode I (Gol.I + Gol.II  ) sebanyak 107 Jam, periode II (Gol.I + Gol.III) sebanyak 82 Jam dan periode III (Gol.II + Gol.III) sebanyak 51 Jam
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Kedungrejo Kabupaten Madiun Menggunakan Program Linier Rahman, Danang Nur; Sayekti, Rini Wahyu; Ismoyo, M Janu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.44

Abstract

Daerah Irigasi Kedungrejo merupakan suatu kawasan yang termasuk dalam daerah irigasi, berada di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang sering mengalami defisit air. Penelitian ini mengkaji tentang optimalisasi dalam memanfaatkan air guna kebutuhan irigasi di wilayah Irigasi Kedungrejo. Peneliti menggunakan metode program linier dengan bantuan solver dalam menganalisis optimasi pemanfaatan air. Fungsi tujuan optimasi ini adalah intensitas tanam dan keuntungan maksimum, dengan fungsi kendala  luas lahan dan debit tersedia. Selain pola tanam eksisting, terdapat empat rencana alternatif dalam pola  tanamnya. Dari analisis debit andalan yang telah dilakukan, penulis memilih debit andalan 80% karena nilai presentase dari debit tersebut mampu mendekati/mewakili debit yang terdapat pada Daerah Irigasi Kedungrejo dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil optimasi dengan solver, peneliti mendapatkan hasil bahwa untuk kondisi debit andalan 80% sesuai dengan pola  tanam alternatif 4, dimana penulis mendapatkan hasil intensitas tanam selama  kurun waktu satu tahun sebesar 230,52 % dan mendapatkan laba dari produksi pertanian sebesar Rp. 70.231.727.974 . MT 1  Keuntungan sebesar Rp. 42.145.036.560,-  MT 2  Keuntungan sebesar Rp. 22.020.742.374,- MT 3 : Keuntungan sebesar Rp. 6.065.949.040,-. Untuk Intensitas tanam MT 1 dan MT 2 sebesar 100% sedangkan untuk MT 3 sebesar 30,52%.
Perencanaan Pengendalian Erosi dan Sedimentasi di DAS Waduk Nawangan Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah Felani, Gita Fitri; Sholichin, Moh.; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.14

Abstract

Nawangan Reservoir accommodates flow of water that is useful for irrigation, resulting in sediment carried by the water flow causing dead storage to be filled with sediment, indicating the reservoir's useful life has been exceeded. This studyoaims to calculate the rate ofoerosion and sedimentation, level ofoerosionohazard and land criticality in an effort to increase the usefulilifeiofithe reservoir that has been exceeded. Also propose handling in the Nawangan watershed that is predicted as a way to manage the troubles. The erosion rate became calculatedousingotheoUSLE. The data needed are rainfall for erosivity (R), soil type for erodibility value (K), slope for LS value, and land use for CP coefficient. The result erosion rate before handling is 70.445.74 tons/ha/year, the SDR calculation it is estimated the sediment is 6.298.19 tons/year. Knowing of the erosion rate, the proposed conservation management uses 2 methods, namely the vegetation and mechanical strategy. The calculation after handling obtained erosion rate is 7.547.03 tons/ha/year with a sediment of 674.74 tons/year. TBE analysis results obtained very light 59,20%, mild 15,77%, moderate 5,72%, subtantial 13,41%, very subtantial 5,91%. The estimation results obtained the useful life of the reservoir by 5 years.
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi pada Daerah Irigasi Brangkal Bawah Kabupaten Madiun Menggunakan Program Dinamik Shafiya, Adristi; Sayekti, Rini Wahyu; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.22

Abstract

The use of irrigation water is still not optimum because there is a lack of water especially in a dry season. This problem happens because of an unequal distribution, therefore the optimization techniques are needed to optimize the allocation of irrigation water and generate the maximum profit. The optimization techniques that applied in this research is Deterministic Dynamic Program. By using this dynamic program, the problems can be divided into several stages, so that it can get the profits based on the allocation of water for each stage. The constraint function of optimization are the form of land area and the availability of discharge with the objective function is maximum profits. The step of optimization in this research is forward recursive that start from B. Bk 1, B. Bk 2, B. Bk 3, B. Bk 4, B. Bku 1, and B. Bks 1. Then, back tracking method can be used to get the optimum of water allocation path. Based on the optimization results, the increase in the form of land area is 51,25 Ha and the profit is 8,38%. After optimization using a dynamic program, it can be found that the profit in the second planting season is Rp. 5.241.706.263,02, and in the third planting season is Rp. 3.041.485.345,94, with the total profit is Rp. 8.283.191.608,95. Penggunaan air irigasi di Daerah Irigasi Brangkal Bawah masih dirasa belum optimal karena masih sering terjadi kekurangan air terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini terjadi karena pembagian air yang belum merata, oleh karena itu optimasi perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pemberian air irigasi dan didapatkan keuntungan yang maksimal pula. Teknik optimasi yang digunakan dalam studi ini adalah Program Dinamik Deterministik. Dengan menggunakan program dinamik deterministik, problem dipecah menjadi beberapa tahap (stage) sehingga didapatkan keuntungan berdasarkan pemberian air pada tiap tahapnya. Fungsi kendala dari optimasi ini adalah luas lahan dan debit tersedia dengan fungsi tujuan yaitu keuntungan maksimum. Tahapan optimasi pada studi ini adalah Forward Recusrive yang dimulai dari Bk 1, B. Bk 2, B. Bk 3, B. Bk 4, B. Bku 1, dan B. Bks 1. Kemudian dilakukan pelacakan balik (back tracking) untuk mendapatkan jalur yang optimal. Berdasarkan hasil optimasi, peningkatan yang terjadi pada luas tanam sebesar 51,25 Ha dan pada keuntungan sebesar 8,38%. Setelah dilakukan optimasi program dinamik, keuntungan yang didapatkan pada musim tanam II sebesar Rp. 5.241.706.263,02, dan pada musim tanam III sebesar Rp. 3.041.485.345,94 dengan total keuntungan adalah sebesar Rp. 8.283.191.608,95.
Studi Penentuan Status Mutu Air dengan Metode IP, WQI, dan NSF-WQI pada Sungai Mewek-Kalisari-Bango di Kota Malang Lubis, Rizki Fajar Rani; Yuliani, Emma; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.048

Abstract

Sungai Mewek-Kalisari-Bango merupakan salah satu sungai utama di Kota Malang. Keberadaan sungai ini sangat penting bagi masyarakat sekitar sungai, seperti digunakan untuk keperluan mandi, masak, irigasi, dan lain-lain. Namun saat ini terjadi banyak penumpukan sampah di sepanjang sungai, utamanya sampah hasil kegiatan domestik. Selain itu, limbah industri dan pertanian juga memperburuk kualitas air sungai. Hal ini sesuai dengan hasil pemantauan yang menunjukkan beberapa parameter kualitas air sungai telah melewati baku mutu. Tujuan penelitian adalah untuk menetapkan status mutu air pada musim kemarau di Sungai Mewek-Kalisari-Bango. Penetapan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran, WQI, dan NSF-WQI. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui sumber pencemaran sungai berdasarkan penggunaan lahan di sekitar sungai. Hasil status mutu air Sungai Mewek-Kalisari-Bango dapat disimpulkan sebagai berikut: metode Indeks Pencemaran (tercemar ringan), metode WQI (bersih), dan metode NSF-WQI (sedang). Berdasarkan penggunaan lahan, pada segmentasi Sungai Mewek-Kalisari-Bango bagian hulu sumber pencemaran didominasi limbah pertanian. Sedangkan pada bagian tengah dan hilir sumber pencemaran didominasi limbah domestik. Secara umum sumber pencemaran pada Sungai Mewek-Kalisari-Bango terdiri dari limbah domestik, pertanian, dan industri. Namun berdasarkan hasil analisis korelasi dengan metode Spearman, didapat bahwa tidak ada korelasi antara luas tutupan lahan dan kualitas air, baik pada kualitas tiap parameter maupun status mutu airnya.
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Sarangan Kabupaten Madiun Dengan Program Dinamik Aprilia, Hesti Dwi; Sayekti, Rini Wahyu; Wahyuni, Sri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.789

Abstract

Abstrak Daerah Irigasi Sarangan merupakan salah satu daerah irigasi yang memiliki permasalahan ketersediaan air, yaitu air yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan upaya pengelolaan air secara optimal dengan teknik optimasi. Teknik optimasi yang digunakan adalah program dinamik deterministik. Tujuan penelitian adalah mengoptimalkan alokasi air irigasi sehingga diperoleh keuntungan yang maksimum. Fungsi tujuan optimasi adalah keuntungan maksimum dengan fungsi kendala berupa luas lahan dan ketersediaan debit. Pola tata tanam yang digunakan sesuai dengan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) periode 2021-2022. Berdasarkan hasil optimasi, diperoleh peningkatan luas tanam serta keuntungan pada Musim Tanam I sebesar 3%, pada Musim Tanam II sebesar 6%, dan pada Musim Tanam III sebesar 7%. Penelitian ini dapat bermanfaat bagi dinas terkait untuk mengetahui pemberian air optimal yang dapat menghasilkan keuntungan maksimum berdasarkan ketersediaan air yang ada pada Daerah Irigasi Sarangan. Kata kunci: optimasi, irigasi, program dinamik, deterministik    Abstract The Sarangan Irrigation Area has a problem, namely that there is not enough water to meet irrigation water needs. Optimization techniques are needed based on these problems optimal water management efforts are required. This research aims to optimize irrigation water allocation to obtain maximum profit. The optimization technique used is a deterministic dynamic program. The optimization objective function is the maximum profit with the constraint functions in the form of land area and the availability of discharge. The cropping pattern follows the Global Planting Plan (RTTG) for 2021-2022. Based on the optimization results, it was found that the increase in planted area and profits in the first planting season was 3%, in the second planting season it was 6%, and in the third planting season it was 7%. This research can be useful for the relevant agencies to find out the optimal water supply that can produce maximum profit based on water availability in the Sarangan Irrigation Area. Keywords: optimization, irrigation, dynamic programming, deterministic