Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA METABOLIT SEKUNDER DAUN KETEPENG CINA Senna alata (L.) Roxb DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.113

Abstract

Penelitian mengenai metabolit sekunder terhadap ekstrak daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb. Penelitian Bahi (2014) melaporkan hasil uji ekstrak n-heksan daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb menunjukkan aktivitas anti jamur terhadap Candida albicans adalah senyawa steroid. Oleh karenanya, hal ini menarik untuk dilakukan penelitian metabolit sekunder daun ketepeng cina Senna alata (L.) Roxb dengan menggunakan pelarut etanol 96 %.Daun ketepeng cina  Senna alata (L.) Roxb diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kandungan metabolit sekunder diidentifikasi secara kualitatif dengan uji skrining fitokimia. Flavonoid diuji dengan reagen HCl dan Mg, alkaloid diuji 3 kali pengujian dengan  reaksi Mayer, Bouchardat, Dragendorf, saponin diuji dengan reaksi busa, tanin diuji dengan reagen FeCl3, dan steroid diuji dengan reaksi asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat. Sapogenin  yang merupakan turunan murni dari saponin dan katekin merupakan turunan murni dari tannin dapat diketahui dengan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), pengamatan fase gerak dilakukan pada sinar UV dengan panjang gelombang 254 nm, hasil perhitungan Retension factor (Rf) dibandingkan dengan standar sapogenin dan katekin.Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun ketepeng cina  Senna alata (L.) Roxb mengandung senyawa metabolit di antaranya adalah saponin dan tanin namun hasil uji KLT keduanya (saponin dan tanin) menunjukan hasil negatif.
EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight) UNTUK FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.224

Abstract

Daun salam adalah nama penghasil daun rempah yang banyak digunakan dalam bahan ekstrak daun salam memiliki variasi yang berbeda. Formulasi 1 mengandung 4,2% ekstrak daun salam, formulasi 2 mengandung 6,2% ekstrak daun salam, formulasi 3 mengandung 8,2% ekstrak daun salam. Uji evaluasi ekstrak daun salam yaitu uji organoleptis, uji kadar abu dan penetapan susut pengeringan. Untuk uji sifat fisik sediaan bedak tabur yaitu uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi dan uji pH. Dari hasil penelitian dengan variasi ekstrak daun salam yang berbeda didapatkan formulasi 3 lebih baik dari pada formulasi 1 dan formulsi 2. Variasi Ekstrak daun salam mempengaruhi sifat fisik sediaan bedak tabur pada uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji sifat alir, uji iritasi.
SKRINNING FITOKIMIA SENYAWA ALKALOID DARI EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i2.225

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah dan beraneka ragam, namun hanya sebagian kecil yang diteliti serta dimanfaatkan. Akhir-akhir ini masyarakat mulai tertarik dengan motto ‘Back To Nature’ yaitu pengobatan yang menggunakan bahan-bahan alami yang ada di alam. Sampel dalam penelitan ini adalah ekstrak kental tanaman lamtoro (Leucaena Leucocephala (LAM.) DE WIT). Ekstraksi dengan metode maserasi selanjutnya di rotary dengan menggunakan Rotary evaporator dan dilakukan uji ekstrak meliputi organoleptis, rendemen ekstrak, kadar abu. Uji pendahuluan senyawa alkaloid dengan pereaksi mayer, wagner, dan dragendrof, dan dilanjutkan uji penegasan dengan menggunakan Kromatografi lapis tipis (KLT) dengan membandingkan RF sampel dengan baku pembanding. Hasil uji reaksi warna pada daun Leucaena Leucocephala (LAM.) DE WIT) menunjukan bahwa ekstrak daun Leucaena Leucocephala (LAM.) DE WIT) mengandung alkaloid yang ditunjukan dengan perubahan warna endapan putih pada reaksi Mayer dan endapan coklat pada reaksi Wagner dan dragendrof. Dari hasil analisis didapatkan nilai rendemen 8,788%, dan untuk nilai Rf yaitu 0,95% pada sampel dan 0,96% untuk baku pembanding.
PROFIL FITOKIMIA DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.183

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki iklim tropis dengan beraneka ragam flora yang tersebar di berbagai daerah. Tanaman Buah Mangga Arum Manis (mangifera indica L.) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dengan reaksi warna dan dilanjutkan dengan uji penegasan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis.Pembuatan Ekstrak Etanol Kulit Buah Mangga (mangifera indica L.)  dengan mengunakan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh kemudia dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak yang didapat selanjutnya di uji profil fitokimia meliputi alkaloid, flavonoid, steroid, saponin. Kemudian  dilakukan uji penegasan dengan mengunakan Kromatografi Lapis Tipis.Hasil profil fitokimia ekstrak kulit buah mangga (mangifera indica L.). Pada uji penegasan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) di dapat hasil alkaloid dengan Rf 0,98, flavonoid Rf 0,93, saponin Rf 0,73 dan tannin 0,9.
UJI EFEKTIVITAS SEDATIF DARI AIR REBUSANDAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit)TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v3i2.218

Abstract

Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam) de Wit) dikenal sebagai tanaman yang memiliki senyawa alkaloid, yang mana senyawa alkaloid ini mampu menimbulkan efek relaksasi saraf di otak sehingga dapat berkhasiat sebagai efek sedatif. Penelitian dilakukan dengan cara daun lamtoro yang telah dibersihkan lalu dilakukan perebusan dengan menggunakan aqua dest. Perebusan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu untuk variasi konsentrasi 1 yang menggunakan 10 gram daun lamtoro, variasi konsentrasi 2 yang menggunakan 20 gram daun lamtoro dan variasi konsentrasi 3 yang menggunakan 30 gram daun lamtoro. Mencit putih dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan diberikan larutan uji sesuai dengan kelompok perlakuan. Mencit dibiarkan sejenak untuk memberikan waktu pada mencit agar dapat menyerap larutan uji. Mencit diletakkan di alat rotarodselama 30 menit. Catat berapa kali mencit terjatuh dari alat rotarodselama 30 menit. Data yang dihasilkanlalu dianalisa menggunakan program SPSS 16.0 dengan menggunakan metode Kruskall-Wallis.Hasil yang didapat setelah dilakukan analisa menggunakan program SPSS 16.0 yaitu larutan uji variasi konsentrasi III memiliki efek yang hampir sama dengan larutan uji kontrol positif. Hal ini ditandai dengan mean rank dari variasi konsentrasi III lebih tinggi daripada uji kontrol positif. Penelitian ini membuktikan bahwa air rebusan daun lamtoro memiliki efek sebagai sedatif
IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus x microcarpa Bunge) Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.57

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki iklim tropis dengan beraneka ragam flora yang tersebar di berbagai daerah, sering digunakan untuk keperluan sehari-hari dan juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tanaman buah  Jeruk Kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pada Penelitian ini dilakukan identifikasi dan Uji penegasan (KLT) senyawa flavonoid dari ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrofortunelle Microcarpa)Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut alkohol 96% selama tujuh hari. Ekstraksi yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator kandungan flavonoid diidentifikasi dengan reaksi warna. Flavonoid di uji dengan reagen MgSO4 dan HCL(p), kemudian dilakukan uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil identifikasi dengan reaksi warna menunjukkan positif mengandung flavonoid. Dan berdasarkan hasil uji penegasan uji Kromatografi Lapis Laipis (KLT) dengan nilai  RF 0,84.  Kata Kunci    : Kulit Buah Jeruk Kalamansi, identifikasi, Kromatogtafi   Lapis Tipis. Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki iklim tropis dengan beraneka ragam flora yang tersebar di berbagai daerah, sering digunakan untuk keperluan sehari-hari dan juga bermanfaat sebagai bahan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tanaman buah  Jeruk Kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Pada Penelitian ini dilakukan identifikasi dan Uji penegasan (KLT) senyawa flavonoid dari ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrofortunelle Microcarpa)Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut alkohol 96% selama tujuh hari. Ekstraksi yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator kandungan flavonoid diidentifikasi dengan reaksi warna. Flavonoid di uji dengan reagen MgSO4 dan HCL(p), kemudian dilakukan uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil identifikasi dengan reaksi warna menunjukkan positif mengandung flavonoid. Dan berdasarkan hasil uji penegasan uji Kromatografi Lapis Laipis (KLT) dengan nilai  RF 0,84.
EKSTRAKETANOL BIJI PINANG (Areca catechuL)UNTUK FORMULASI GEL ANTIOKSIDAN PADA WAJAH Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i1.222

Abstract

Biji pinang dipercayai dapat membuat wajah bersih dari jerawat karena memiliki senyawa alkaloid yang bersifat merangsang proses sintesis kolagen, hal tersebut sangat baik untuk kesehatan kulit. Karena kandungan senyawa yang ada dalam biji pinang inilah peneliti tertarik untuk membuat formulasi dalam bentuk gel. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan gel antioksidan untuk wajah yang berasal dari ekstrak etanol biji pinang serta perbandingan fisik dengan variasi kadar. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah biji pinang yang di ekstraksi dengan cara maserasi kemudian diuap kan dengan water bath. Ekstrak dibuat dalam tiga formula (F1, F2, F3) dengan komposisi Na.CMC, nipagin, nipasol, glycerin, aquadest serta ekstrak etanol biji pinang dengan konsentrasi masing-masing 4%, 6%, 8%. Evaluasi gel yang dilakukan adalah uji organoleptis (bau, warna dan konsistensi), uji pH, uji daya sebar, uji iritasi, homogenitas.Hasil dari semua evaluasi yang dilakukan dari ke tiga formula adalah bahwa biji pinang dapat dibuat menjadi gel, dan formula ketiga lebih baik dari formula 1 dan formula 2
IDENTIFIKASI SENYAWA TANIN DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus x microcarpa Bunge) Yuska Noviyanty; Hepiyansori Hepiyansori
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.7

Abstract

Pemanfaatan kulit buah jeruk belum dikenal secara luas oleh masyarakat, sedangkan kulit buah jeruk masih dimungkinkan mempunyai manfaat lain. Pada penelitian ini yang diteliti adalah kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge). Kulit buah jerukmemiliki kandungan kimia yang berpotensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi ekstrak etanol simplisia kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge). Proses penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) dengan metode maserasi, kemudian dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa tanin dan uji penegasan menggunakan KLT. Hasil pemeriksaan karakterisasi ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) diperoleh kadar abu 35%, kadar susut pengeringan 7%. Hasil skrining fitokimia dari ekstrak kulit buah jeruk kalamansi (Citrus x microcarpa Bunge) menunjukkan positif tanin dan dilanjutkan uji penegasandengan KLT dengan nilai Rf sampel 0,89 dan nilai Rf baku pembanding 0,86.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA SAPONIN DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA BIDURI (Calotropis Gigantea L) DENGAN METODE GRAVIMETRI Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.318

Abstract

Tanaman biduri (Calotropis Gigantea L) merupakan tanaman liar yang sangat sulit untuk dibasmi karena perkembangbiakannya yang sangat cepat. Sebagian kecil masyarakat memanfaatkan tanaman biduri sebagai tanaman obat.  Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, bunga biduri mengandung metabolit sekunder berupa saponin, alkaloid, flavonoid, dan kuinon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yaitu saponin dan kadar saponin dari ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan uji kualitatif saponin dengan air panas dan HCl2N dan uji kuantitatif dengan metode Gravimetri.Hasil penelitian yang telah dilakukan ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung saponin. Ini dilihat dari timbulnya busa dan tidak hilangnya busa pada saat penambahan HCl2N. Kadar rata-rata saponin ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L) adalah 2,6 %.
Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) Untuk Formulasi Masker Gel Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v4i2.223

Abstract

Kecombrang merupakan salah satu tanaman di Indonesian yang sering digunakan sebagai bahan sayuran seperti pecel atau sebagai lalapan. Senyawa yang terdapat dalam tanaman kecombrang yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, terpenoid, steroid, saponin dan minyak atsiri berpotensi sebagai antioksidan. Salah satu kosmetik yang banyak diminati saat ini adalah sediaan masker. Masker sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah yang digunakan untuk mengencangkan kulit, mengangkat sel-sel tanduk, menghaluskan dan mencerahkan kulit.Proses pembuatan sediaan masker gel ekstrak bunga kecombrang menggunakan metode maserasi, ekstrak dilakukan dengan cara penguapan pelarut etanol 70%, dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 6%, 8%, 10%, basis yang digunakan sebagai Gelling Agent adalah PVA dan Hpmc.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang dapat dibuat sebagai sediaan masker gel, mempengaruhi sifat fisik sediaan masker gel yang meliputi warna masker gel, waktu sediaan mengering dan luas penyebaran dari masing-masing formula (F0, F1, F2, F3).