Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

FRAKSINASI DAN SKRINING FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten) Steenis) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.417

Abstract

Indoneisa adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, berbagai macam tanaman obat dapat digunakan untuk penyembuhan bermacam-macam penyakit. Salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan yaitu tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, didalam fraksi (n-heksana, etil asetat dan aquadest) daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis.Metode pembuatan ekstrak dengan maserasi dan diuapkan  menjadi ekstrak lalu dilakukan fraksinasi dengan menggunakan tiga pelarut berdasarkan tingkat kepolarannya yaitu polar (aquadest), semipolar (etil asetat) dan non polar (n-heksana). Lalu dilakukan uji organeleptis, rendemen, kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Hasil skrining fitokimia yang didapat pada fraksi aquadest, etil asetat, dan n-heksana mengandung senyawa alkaloid . Senyawa flavonoid didapatkan pada fraksi aquadest dan senyawa saponin pada fraksi aquadest, etil asetat dan n-heksana. Sedangkan hasil uji penegasan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) pada fraksi aquadest dan etil asetat didapatkan  positif  alkaloid dengan nilai RF 0,89 dan 0,86. Flavonoid  pada fraksi aquadest nilai RF 0,94 dan baku pembanding 0,92 dan pada fraksi aquadest, etil asetat dan n-heksana didapatkan positif mengandung saponin dengn nilai RF 0,79, 080, dan 0,73. 
PENGARUH SUHU PENGERINGAN TERHADAP KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yuska Noviyanty; Oktri Wardania; Hepiyansori Hepiyansori
Oceana Biomedicina Journal Vol 6 No 2 (2023): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/obj.v6i2.133

Abstract

Introduction : Binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) is one of the plants that is empirically used to treat various diseases. And contains many secondary metabolites, one of which is flavonoid compounds. Binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) has bioactivity as an antioxidant, antibacterial, antifungal, antidiabetic, anti-inflammatory, antiseptic, and antibacterial contains many secondary metabolites, one of which is flavonoid compounds. Methodes: The leaves used were processed into simplicia by oven heating method with different temperature variations (35OC, 50OC, 65OC) and extracted using 70% ethanol solvent. Furthermore, the identification of flavonoid compounds with the addition of concentrated Mg and HCl powder which is positive for flavonoids if the color is yellow-orange. The determination of the levels of flavonoid compounds was carried out using the UV-Vis spectrophotometric method. Results: Identification tests that have been carried out with ethanol extract of Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaves at 35OC, 50OC, and 65OC positive contain flavonoids seen from the color produced, which is yellow-orange. And the average levels of flavonoids obtained at a temperature of 35oC: 2.685% 50oC: 2.476% and 65oC: 1.980%. Conclusion : The lower the drying temperature of the simplicia, the higher the levels of flavanoid compounds. Variations in simplicia drying temperature had no effect on the presence of flavanoid compounds.
SKRINING FITOKIMIA DAN PROFIL KLT METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (Coleus scutellarioides benth) Nurwani Purnama Aji; Yuska Noviyanty; Riza Fahlevi
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i2.10689

Abstract

Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki beraneka ragam tumbuhan obat  yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Masyarakat tidak menyadari bahwa tumbuhan perkarangan rumah dapat dimanfaatkan yang mempunyai kandungan obat atau dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu tanaman yang dikenal masyarakat Indonesia adalah daun miana (Coleus scutellarioides benth). Tujuan penelitian ini adalah melakukan skrining fitokimia ekstrak etanol dau miana dan pengujian dengan kromatografi lapis tipis (KLT)Ekstrak daun miana diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan etanol 96 % kemudian dilakukan skrining fitokimia serta uji penegasan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT).Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun miana (Coleus scutellarioides benth) mengandung senyawa alkaloid, steroid, tannin, saponin, dan flavonoid. Berdasarkan hasil uji penegasan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) didapat hasil positif meliputi flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid dengan masing masing nilai rf pada sampel, flavonoid : 0,86, tannin : 0,63, saponin: 0,68, dan alkaloid : 0,89
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA TANIN PADA EKSTRAK DAUN BIDURI (Calotropis gigantea) METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yuska Noviyanty; Hepiyansori Hepiyansori; Yudan Agustian
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v6i1.307

Abstract

Calotropis gigantea (Biduri) are plants that are widely used as herbal medicines by the community. Calotropis gigantea (Biduri) is used as a medicine for coughing, hives, medication for toothache, medicine for ear pain, epilepsy, wounds, sprains and diarrhea. The chemical content of Calotropis gigantea (Biduri) is in the form of glycosides, saponins, alkaloids, flavonoids, and tannins. The purpose of this study was to determine the presence or absence of tannin compounds and levels of tannin compounds in Calotropis gigantea (Biduri). The identification test used FeCl3 and gelatin reagent. Extraction was carried out by maceration using ethanol 96% solvent. Determination of tannin levels of. Calotropis gigantea (Biduri) by Uv-vis spectrophotometry method. The results of the identification test showed that Calotropis gigantea (Biduri) positively contained tannins with FeCl3 resulting in a blackish green color and gelatin causing deposits. The results of the average level of tannins in biduri leaf extract Calotropis gigantea (Biduri) at a concentration of 100 ppm of 1.16 µg / ml, a concentration of 200 ppm of 3.53 μg / ml and a concentration of 300 ppm of 7.12 μg / ml.
PROFIL FITOKIMIA DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.) Noviyanty, Yuska
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.638

Abstract

Tanaman Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, triterpenoid, flavonoid, fenolik dan saponin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, pewarna alami, antitumor, antiangiogenesis dan sitotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan nilai Rf yang terkandung pada fraksi etil asetat dari ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.).Ekstraksi Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) dilakukan dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan metode fraksinasi cair-cair. Kemudian fraksi di identifikasi dengan uji skrining fitokimia dan dilanjutkan dengan uji penegasan dengan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis).Hasil identifikasi fraksi etil asetat ekstrak daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) menunjukkan fraksi etil asetat mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, steroid dan fenolik dengan selisih nilai Rf secara berturut 0,02, 0,04, 0,03, dan 0,04. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut dapat dinyatakan positif dari uji skrining fitokimia dan KLT yang menunjukkan nilai Rf dengan selisih  0,05 antara sampel dan baku pembanding
Antioxidant Activity Test Of Miana Leaf Ethanol Extract Using Dpph Method (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Aji, Nurwani Purnama; Noviyanty, Yuska; Rahmawati, Rahmawati
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The miana plant is an ornamental plant that has a purple color with a single leaf type, the purple color in the miana plant is an indicator of the presence of anthocyanin pigments which have antioxidant activity, with the activity possessed so that this plant can be used as a plant that can help overcome disorders in cells due to free radicals , so the purpose of this study was to determine the antioxidant activity contained in miana leaves (Coleus scutelleroides (L.) Benth).The sample in this study used miana leaves (Coleus scutelleroides (L.) Benth). The extraction method uses the maceration method with 96% ethanol and then evaporated with a rotary evaporator. Then the miana leaf extract was subjected to qualitative tests and continued quantitative tests in the form of antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method by Uv-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm.The results of the qualitative test of the ethanol extract of miana leaves contain antioxidant compounds characterized by a change in color from purple to yellow and the quantitative test has the potential for antioxidant activity which is classified as strong, with an IC50 value of 54.39 µg/mL.
ANALISIS FITOKIMIA SENYAWA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis noviyanty, yuska
Oceana Biomedicina Journal Vol 7 No 1 (2024): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) merupakan tumbuhan yang berkhasiat obat yang sering dijumpai dilingkungan sekitar, serta merupakan tanaman yang sering dikonsumsi, telah dilakukan penelitian analisis fitokimia senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) Menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dengan penambahan serbuk Mg dan HCl pekat dan dilanjutkan dengan uji Penegasan kromatografi lapis tipis. Selanjutnya dilakukan Penetapan kadar ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis Hasil Identifikasi yang didapatkan bahwa ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) positif mengandung senyawa flavonoid dilihat dari perubahan warna jingga hingga merah. Hasil kromatografi lapis tipis didapatkan nilai Rf rata-rata 0,78 dengan bercak noda berwarna kuning kehijauan dinyatakan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil penetapan kadar ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis didapatkan kadar sebesar 4,203% Senyawa flavonoid yang terkandung diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mengurangi resiko penyakit kanker, peradangan hingga antibakteri.