Heri Suprijanto
Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisa Stabilitas Tubuh Bendungan Utama Pada Bendungan Semantok, Nganjuk, Jawa Timur Rizki Ramadhani Pratama; Heri Suprijanto; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.08

Abstract

By the changes of embankment material and foundation treatment on Semantok Dam, it is necessary to analyze the dam stability. This study aimed to know about the material specification, the geologic conditions & the foundation treatment, and the dam stability. The specification result shows that core material and fine filter material meet the criteria. The geologic conditions consist of Sand, Sandstone, and Claystone. The alternative for foundation treatment proposed using Secant Pile Cut-Off Wall and Cut-Off Trench. The rock bearing capacity and the core zone settlement is safe. The foundation's elastic deformation is estimated at 3,56 cm ~ 4,36 cm. The filtration flow stability using SEEP/W shows seepage discharge, piping, and boiling potential are safe. The slope stability by Bishop method using SLOPE/W shows static condition; OBE 100; and OBE 200 are safe, but MDE 10000 is unsafe. Permanent deformation analysis for MDE 10000 by Makdisi Seed method and Swaisgood shows the deformation is safe.Dengan adanya perubahan material timbunan dan perbaikan pondasi pada Bendungan Semantok, perlu dilakukan analisa stabilitas bendungan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi material, kondisi geologi dan perbaikan pondasi, serta stabilitas bendungan. Hasil spesifikasi menunjukkan bahwa material inti dan filter halus memenuhi kriteria. Secara geologi pondasi Bendungan Semantok terdiri dari Pasir, Batu pasir, dan Batu lempung. Alternatif perbaikan pondasi diusulkan menggunakan Secant Pile Cut-off Wal dan Cut-off Trench. Daya dukung batuan pondasi dan penurunan zona inti bendungan aman. Deformasi elastis pondasi sebesar 3,56 cm ~ 4,36 cm. Stabilitas terhadap aliran filtrasi dengan SEEP/W menunjukkan debit rembesan, gejala buluh, dan gejala sembulan aman. Stabilitas lereng metode Bishop dengan SLOPE/W menunjukkan kondisi statis, OBE 100, dan OBE 200 aman, tapi untuk MDE 10000 tidak aman. Deformasi permanen untuk MDE 10000 dengan Metode Makdisi dan Swaisgood aman.
Analisa Struktur Pelimpah Bendungan Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Nur Sholawatini; Evi Nur Cahya; Heri Suprijanto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.098 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.02.06

Abstract

Lubuk Ambacang Dam is Roller Compact Concrete Dams and located on the Indragiri River, where the overflow spillway structure also important part of the dam. The purpose of this study is to find out the critical area in the structure when an earthquake occurs. Hydraulic analysis determine the appropriate spillway width. Stability analysis is find out that the planned structure is safe from overturning and sliding. The bearing capacity of the soil is also analyzed to determine whether the soil structure has sufficient capacity to withstand the structure load. Structure load are analyzed in normal conditions, Operating Basic Earthquake (OBE) and Maximum Design Earthquake (MDE). Planned of spillway structure based on the analysis of shell plates using STAADPro V8i application. Result of this study, spillway width is 51 meters which is safe from overturning and sliding. Bearing capacity of the soil is able to withstand the structure stress. The results of STAAD.Pro V8i show that the spillway critical area occurs in the upstream part of spillway when the reservoir water conditions are normal and when the OBE occurs. Whereas the Probable Maximum Flood (PMF) condition, critical area is in chuteway channel. For the stilling basin, the critical area occurs in the upper structure when the conditions are Q100th, 1.25Q100th normal and during an OBE.
Studi Perencanaan Embung Kembangan Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur Mahardhika, Tatag Tata; Sisinggih, Dian; Suprijanto, Heri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.03

Abstract

Kembangan Village in Pule District is a part of Trenggalek Region which have water resources issues including irigation issue and raw water supply issue. This problem happens because the lack of water resources infrastructures. Based on this two issues to it was so importan to design small dams which is placed on Kembangan Village solve the problem. Based on the data and literature, it was recommended to design the small dam by random soil type with vertical core zone. The body of small dam height planned to be design by 13 m (+552 for the elevation), the width was designed by 6 m, the slope of hillside was 1 : 3 for the upstream and 1 : 2.5 for the downstream. Kembangan smalldam using overflow spillway which is equipped with weir typed ogee, transition channel, sloping apron, and stilling basin. The spillway planned to be design by 8 m width with weir height by 2 m. Kembangan small damn have a potential reservoir capacity for 38219.40 m3 to fullfill the irigation and water supply. It was important to analyzing the stability of small dam for the landslide and seepage factors.
Analisis Keruntuhan Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie Menggunakan Aplikasi HEC-RAS dan Berbasis InaSAFE Khairi, Muhammad Ariq Fathyan; Suprijanto, Heri; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.05

Abstract

Bendungan Rukoh memiliki tampungan efektif sebesar 125,7 juta m3 dengan tujuan utama untuk optimalisasi pemenuhan kebutuhan air irigasi, dan untuk pengendalian banjir Kabupaten Pidie. Dibalik manfaatnya yang besar, bendungan berpotensi membahayakan keamanan publik apabila terjadi keruntuhan bendungan. Ketika terjadi keruntuhan bendungan, air dalam jumlah besar pada waduk dapat mengakibatkan banjir yang cepat dan tiba-tiba, mengakibatkan kerugian nyawa serta kerusakan material yang masif. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui dampak maksimum yang dapat terjadi dari berbagai macam skenario keruntuhan bendungan pada Bendungan Rukoh. Menggunakan data populasi regional, kerugian ekonomi akibat keruntuhan bendungan kemudian dihitung. Keruntuhan Bendungan Rukoh disimulasikan menggunakan program HEC-RAS v5.0.7 dengan basis data geometri yang tersedia, kemudian dihitung kerugian ekonominya dengan bantuan aplikasi InaSAFE. Hasil simulasi menunjukkan puncak debit banjir rancangan Probable Maximum Flood (PMF) dengan Qinflow sebesar 517,102 m3/detik tidak mengakibatkan skenario overtopping. Dari hasil simulasi, keruntuhan Bendungan Rukoh oleh skenario piping tengah kondisi muka air banjir menghasilkan dampak paling besar dengan ketinggian air maksimum sebesar 21,94 m dengan luasan banjir melingkupi 237,409 km2. Angka-angka tersebut menandakan bahwa keruntuhan Bendungan Rukoh dikategorikan sebagai bahaya tingkat tinggi. Estimasi kerugian ekonomi akibat keruntuhan Bendungan Rukoh menggunakan program InaSAFE adalah sebesar Rp. 573.068.311.480.
Studi Perencanaan Ulang Bendung di Daerah Irigasi Rawaan Kabupaten Lumajang Jawa Timur Purwanto, Harjuna Arif; Suprijanto, Heri; Prayogo, Tri Budi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.30

Abstract

Bendung Rawaan merupakan bangunan utama yang berperan memenuhi kebutuhan air lahan irigasi  seluas 354,10 ha di Daerah Irigasi Rawaan. Rusaknya sebagian besar dari Bendung Rawaan menyebabkan lahan irigasi seringkali tidak terairi sepenuhnya, terutama saat musim kemarau. Untuk mengoptimalkan fungsi bangunannya, maka diperlukan perencanaan ulang berdasarkan analisis hidrologi, hidrolika, stabilitas, dan desain penulangan. Dimensi bangunan utama Bendung Rawaan ditentukan berdasarkan analisis hidrologi debit banjir kala ulang 100 tahun (Q100) HSS Gama I sebesar 318,51 m3/detik. Direncanakan dimensi mercu Bendung Rawaan memiliki tinggi 1,60 m dan lebar 25,60 m. Peredam energi menggunakan tipe bucket untuk mencegah terjadinya kerusakan peredam energi akibat gaya hantam dari sedimen sungai berupa batuan bolder. Berdasarkan desain hidrolis, pemilihan tipe bucket juga mengurangi kemungkinan terjadinya gerusan lokal di hilir bangunan. Keamanan struktur bangunan dinyatakan aman berdasarkan analisis rembesan dan stabilitas dalam keadaan normal dan gempa. Bendung Rawaan didesain menggunakan beton K-175 yang dilapisi selimut beton bertulang K-300.
Studi Perencanaan Tanggul (Turap Beton dan Urugan Tanah) Sebagai Upaya Pengendalian Banjir pada Sungai Bremi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah Syaelendra, M. Sina; Suprijanto, Heri; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.35

Abstract

DAS Bremi yang berlokasi di Kabupaten Pekalongan memiliki bentuk DAS parallel, sehingga mengakibatkan besarnya kumulatif debit pada hilir, serta adanya pintu air yang tidak berfungsi dan pengaruh pasang surut menyebabkan kenaikan muka air di hulu. Pada studi ini, diperlukan analisis debit banjir rancangan kala ulang 25 tahun (Q25) untuk menganalisis tinggi muka air banjir existing dengan aplikasi HEC-RAS V.5.0.7, agar mendapatkan informasi kapasitas tampungan sungai asli. Pendesainan sungai dilakukan apabila kapasitas tampungan existing kurang mencukupi. Sungai yang dimodelkan pada studi ini dimulai dari Muara hingga pertemuan Sungai Bremi dan Meduri sepanjang 1.564 Km, dan dari pertemuan kedua Sungai tersebut ke arah hulu Sungai Bremi sepanjang 3.412 Km. Desain penampang sungai menggunakan turap beton dan urugan tanah bergantung dari lokasi ruas sungai yang ditinjau. Pada studi ini, jenis bangunan yang digunakan untuk mengganti pintu air exisiting yang tidak berfungsi adalah bendung karet. Bendung karet didesain dengan kemampuan meloloskan debit sebesar 37.796 m3/dt. Setelah melakukan desain, maka disimulasikan ulang untuk mengetahui kapasitas tampungan Sungai Bremi yang sudah didesain. Hasil akhir dari studi ini berupa besar debit banjir rancangan, desain & jenis penampang, dimensi dari bendung karet, dan analisis stabilitas desain tanggul.
Analisis Banjir akibat Keruntuhan Bendungan Kedung Bendo dengan Menggunakan HEC-RAS Putra, Damarendro Wihandaru; Juwono, Pitojo Tri; Suprijanto, Heri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.086

Abstract

Bendungan Kedung Bendo yang berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, memiliki kapasitas 2,46 juta m3 (per 2016) yang bertujuan untuk memberikan suplai air irigasi di kabupaten tersebut. Karena kapasitasnya yang besar, potensi bahaya yang dihadapinya juga fatal dan dapat menyebabkan kerugian material di wilayah permukiman sekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk analisa dan simulasi keruntuhan bendungan Kedung Bendo menggunakan program HEC-RAS dengan mengacu dalam dua kondisi. Simulasi pada waduk dalam kondisi normal yaitu piping dan kondisi ketika terjadi hujan dengan intensitas paling tinggi yang menyebabkan debit rancangan PMF (Probable Maximum Flood) dan menyebabkan overtopping. Simulasi keruntuhan karena debit PMF ini diakibatkan overtopping dan piping. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software HEC-RAS, ditemukan bahwa debit banjir rancangan PMF mencapai 291,296 m³/det dan luasan banjir mencapai 12,976 km², dengan kedalaman banjir maksimum mencapai 28,025 m. Akibat keruntuhan Bendungan Kedung Bendo, sebanyak 14 desa yang berada pada hilir bendungan terdampak dengan jumlah penduduk yang terkena risiko mencapai 6.570 jiwa. Dampak ini mengakibatkan konsekuensi serius bagi masyarakat dan lingkungan yang berada di wilayah terdampak.