Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Studi Analisa Perenan Biosementasi pada Butiran Batu Apung dan Scoria untuk Meningkatkan Kuat Gesernya Allaudin, Dhiya Ulhaq; Hendrawan, Andre Primantyo; Yuliani, Emma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Material batu apung dan scoria adalah salah satu material alternatif yang telah banyak digunakan dalam bidang geoteknik. Material batu apung dan scoria dapat diperoleh di area Kali Putih, Gunung Kelud, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dengan jumlah yang melimpah dan murah. Untuk mengatasi daya dukung yang rendah pada batu apung dan scoria maka diperlukan proses biosementasi dengan menggunakan mikrooganisme non-patogenik untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan dengan meggunakan aktivitas mikroorganisme. Dalam penelitian ini, material uji dimodelkan menjadi 4 jenis variasi yaitu variasi material yang terdiri dari batu apung dan scoria, variasi gradasi yang berupa fine sand dan coarse sand, variasi kerapatan relatif yang terdiri dari Dr 50% dan 70%, dan variasi bakteri yang terdiri dari Lactobacillus sakei dan Bacillus subtilis. Hasil pengujian karakteristik fisik, didapatkan bahwa material batu apung dan scoria yang berasal dari proses crushing secara USCS tergolong jenis tanah pasir bersih dengan gradasi baik (SW), dan secara AASTHO tergolong batu pecah, kerikil dan pasir (A-1b). Berdasarkan hasil pengujian kuat geser langsung didapatkan sampel material scoria dan apung dengan gradasi coarse sand dengan inokulasi bakteri Lactobacillus sakei memiliki nilai sudut geser terbesar dengan nilai sekitar 51,22º – 56,74º. Sedangkan prosentase peningkatan terhadap material apung dan scoria setelah proses biosementasi yang dimana peningkatan sudut geser terbesar terjadi pada sampel dengan inokulasi bakteri Lactobacillus sakei dengan gradasi fine sand yang dimana memiliki prosentase kenaikan sekitar 32,574% - 32,263% terhadap sampel natural sebagai kontrol. Peningkatan sudut geser terbesar rata-rata terjadi pada gradasi fine sand pada tiap sampelnya. Maka material dengan gradasi fine sand dengan inokulasi Lactobacillus sakei dengan kerapatan relatif (Dr) 70% memiliki kuat geser terbesar dan dianggap sebagai variasi dengan hasil yang paling baik untuk dikedua material apung dan scoria.ABSTRACT Pumice and scoria material is an alternative material that has been widely used in the geotechnical engineering. Pumice and scoria material can be obtained in the Kali Putih area, Kelud Mountain, Blitar Regency, East Java in abundant amount and inexpensive. To overcome the low strenght of pumice and scoria, it is necessary to process biocementation by using non-pathogenic microoganism to increase their strength and stiffness by using microorganism activity. In this study, the test material is modeled into 4 types of variation, namely variations in material consisting of pumice and scoria, gradation variations in the form of fine sand and coarse sand, relative density variations consisting of Dr 50% and 70%, and bacterial variations consisting from Lactobacillus sakei and Bacillus subtilis. The results of physical characteristics testing showed that the material of pumice and scoria from crushing process was classified by USCS as a type of clean sand soil with a good gradation (SW), and in AASTHO classified as broken stones, gravel and sand (A-1b). Based on the results of direct shear strength testing, the percentage of increase in pumice and scoria material with gradation of coarse sand with Lactobacillus sakei bacteria inoculation has the largest shear angle value with a value of about 51.22º - 56.74º. While the percentage increase in pumice and scoria material after the biosementation process where the largest increase in shear strenght occurred in samples with inoculation of Lactobacillus sakei bacteria with fine sand gradation which has a percentage increase of about 32.574% - 32.263% of natural samples as control. The largest increase in shear strenght on average occurs in the fine sand gradation in each sample. So the material with a fine sand gradation with Lactobacillus sakei inoculation with a relative density (70%) has the greatest shear strength and is considered as the variation with the best results for both pumice and scoria material. 
KAJIAN TENTANG ALTERNATIF STRUKTUR PENAHAN UNTUK MENGATASI MASALAH PERGERAKAN TANAH PADA JALAN PROVINSI TRENGGALEK-PONOROGO KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR sucahya, mohammad ary; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sangat banyak terjadi bencana alam, salah satu bencana alam yang sering terjadi adalah berupa tanah longsor. Dalam pembangunan Bendungan Tugu terkendala keberadaan jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km16+712-17+000), dimana jalan tersebut berada di posisi terdekat dengan tubuh Bendungan Tugu, sebagai solusinya jalan tersebut harus direlokasi dan diberi struktur penahan tanah. Berdasarkan hasil analisis lereng di jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000) menggunakan software GeoStudio 2012 dengan metode bishop, dapat disimpulkan bahwa faktor keamanan lereng sebelum adanya alternatif sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa pada Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, dan Cross STA 0+175 nilai faktor keamanan < 1.50, maka lereng tidak aman, (b)  kondisi lereng dengan gempa < 1.25, maka lereng tidak aman. Sedangkan hasil analisis lereng setelah adanya Alternatif 1 bored pile, Alternatif 2 dinding penahan tanah kantilever, dan Alternatif 3 dinding penahan tanah dengan bored pile sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa nilai faktor keamanan > 1.50, maka lereng aman, (b) kondisi dengan gempa nilai faktor keamanan > 1.25, maka lereng aman. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan dalam pengamanan lereng sebagai berikut; (a) Alternatif 1 bored pile sebesar Rp. 18,111,500,000,00 terbilang delapan belas milyar seratus sebelas juta lima ratus ribuh rupiah. In Indonesia there are a lot of natural disasters occurs; one of the natural disasters that often occur is landslide. The construction of Tugu Dam is constrained with the present of Provincial Road of Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000. The road is in the nearest position within the main body of Tugu Dam. The solutions are to relocate that road and using the soil retaining structures. Based on the slope analysis results using GeoStudio 2012’s software with Bishop’s Method, can be concluded that the slope safety factor before the present of alternatives as follows: (a) slope without earthquake condition in Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, and Cross STA 0+175 the safety factor number is < 1.50, then the slope is unsafe, (b) slope with earthquake condition is < 1.25, then the slope is unsafe. While the slope analysis results after the present of Alternative 1 bored pile, Alternative 2 soil retaining wall with cantilever, and Alternative 3 soil retaining wall with bored pile as follows: (a) the safety factor number without earthquake condition is > 1.50, then the slope is safe, (b) the safety factor number with earthquake condition is > 1.25, them the slope is safe. The calculation of budget plan is needed for the slope safety planning as follows: (a) Alternative 1 bored pile is Rp. 18,111,500,000,00 (eighteen billion one hundred eleven million and five hundred thousand Rupiahs).
KAJIAN TENTANG ALTERNATIF STRUKTUR PENAHAN UNTUK MENGATASI MASALAH PERGERAKAN TANAH PADA JALAN PROVINSI TRENGGALEK-PONOROGO KECAMATAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR Sucahya, Mohammad Ary; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia sangat banyak terjadi bencana alam, salah satu bencana alam yang sering terjadi adalah berupa tanah longsor. Dalam pembangunan Bendungan Tugu terkendala keberadaan jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km16+712-17+000), dimana jalan tersebut berada di posisi terdekat dengan tubuh Bendungan Tugu, sebagai solusinya jalan tersebut harus direlokasi dan diberi struktur penahan tanah. Berdasarkan hasil analisis lereng di jalan Provinsi Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000) menggunakan software GeoStudio 2012 dengan metode bishop, dapat disimpulkan bahwa faktor keamanan lereng sebelum adanya alternatif sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa pada Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, dan Cross STA 0+175 nilai faktor keamanan < 1.50, maka lereng tidak aman, (b)  kondisi lereng dengan gempa < 1.25, maka lereng tidak aman. Sedangkan hasil analisis lereng setelah adanya Alternatif 1 bored pile, Alternatif 2 dinding penahan tanah kantilever, dan Alternatif 3 dinding penahan tanah dengan bored pile sebagai berikut; (a) kondisi tanpa gempa nilai faktor keamanan > 1.50, maka lereng aman, (b) kondisi dengan gempa nilai faktor keamanan > 1.25, maka lereng aman. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan dalam pengamanan lereng sebagai berikut; (a) Alternatif 1 bored pile sebesar Rp. 18,111,500,000,00 terbilang delapan belas milyar seratus sebelas juta lima ratus ribuh rupiah. In Indonesia there are a lot of natural disasters occurs; one of the natural disasters that often occur is landslide. The construction of Tugu Dam is constrained with the present of Provincial Road of Trenggalek-Ponorogo (Km 16+712-17+000. The road is in the nearest position within the main body of Tugu Dam. The solutions are to relocate that road and using the soil retaining structures. Based on the slope analysis results using GeoStudio 2012’s software with Bishop’s Method, can be concluded that the slope safety factor before the present of alternatives as follows: (a) slope without earthquake condition in Cross STA 0+075, Cross STA 0+125, and Cross STA 0+175 the safety factor number is < 1.50, then the slope is unsafe, (b) slope with earthquake condition is < 1.25, then the slope is unsafe. While the slope analysis results after the present of Alternative 1 bored pile, Alternative 2 soil retaining wall with cantilever, and Alternative 3 soil retaining wall with bored pile as follows: (a) the safety factor number without earthquake condition is > 1.50, then the slope is safe, (b) the safety factor number with earthquake condition is > 1.25, them the slope is safe. The calculation of budget plan is needed for the slope safety planning as follows: (a) Alternative 1 bored pile is Rp. 18,111,500,000,00 (eighteen billion one hundred eleven million and five hundred thousand Rupiahs).
EVALUASI KARAKTERISTIK PERMEABILITAS DAN KETAHANAN TERHADAP PIPING MATERIAL PIROKLASTIK HASIL ERUPSI GUNUNG KELUD TAHUN 2014 DAN APLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL TIMBUNAN Nuari, Fianda Hifqi Sandar; Hendrawan, Andre Primantyo; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.577 KB)

Abstract

ABSTRAK: Di Indonesia , batu apung dan material piroklastik ditemukan dalam deposit besar di Sungai Kali Sambong, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, namun aplikasinya sebagai material timbunan masih terbatas. Dengan demikian, menjadi sangat penting untuk mempelajari karakteristik mekanik dan ketahanan terhadap bahaya piping untuk alternatif material timbunan. Untuk mengevaluasi karakteristik mekanik dilakukan uji pemadatan Standard Proctor untuk menentukan nilai kepadatan kering maksimum dan kadar air optimum sebagai material timbunan. Uji permeabilitas dengan Constant Head dilakukan untuk menentukan nilai koefisien permeabilitas. Uji ketahanan terhadap piping dilakukan berdasarkan Furumoto et al (2002) dengan kombinasi pada alat dari Fujisawa et al (2013). Dari hasil uji pemadatan Standart Proctor didapatkan nilai MDD dan OMC batu apung, material piroklastik dan material pasir masing – masing adalah 1,48 gram/cm3 dengan OMC 15%, 1,95 gram/cm3 dengan OMC 15% dan 1,95 gram/cm3 dengan OMC 15%. Untuk nilai koefisien permeabilitas (k) masing – masing 0,111 cm/dt, 0,0087 cm/dt dan 0,0091 cm/dt. Sedangkan untuk nilai (k) pada uji ketahanan terhadap piping masing – masing adalah 0,117 cm/dt, 0,023 cm/dt dan 0,018 cm/dt. Dapat disimpulkan bahwa batu apung memiliki kepadatan yang rendah dengan nilai (k) yang lebih besar dikarenakan batu apung memiliki rongga yang lebih besar untuk dapat meloloskan air.   Kata kunci : Batu Apung, Piroklastik, Permeabilitas, Piping, Timbunan ABSTRACT : In Indonesia, pumice and pyroclastic materials are found in large deposits in the Kali Sambong River, Ngantang District, Malang Regency, East Java, but their application as a backfill material is still limited. Thus, it becomes very important to study the mechanical characteristics and resistance to piping hazards for alternative backfill material. To evaluate the mechanical characteristics, Standard Proctor compaction test was performed to determine the maximum dry density value and optimum moisture content as the backfill material. The permeability test with Constant Head is performed to determine the permeability coefficient value. The piping resistance test was performed based on Furumoto et al (2002) with a combination of tools from Fujisawa et al (2013). From the result of Standard Proctor compaction test, the value of MDD and OMC of pumice stone, pyroclastic material and sand material are 1.48 gram / cm3 with OMC 15%, 1.95 gram / cm3 with OMC 15% and 1.95 gram / cm3 with OMC 15%., respectively. For permeability coefficient values ​​(k) of 0.111 cm / s, 0.0087 cm / s and 0.0091 cm / s, respectively. As for the value of (k) on the resistance test against piping 0.117 cm / s, 0.023 cm / s and 0.018 cm / s, respectively. It can be concluded that pumice stone has a low density with a larger (k) value based on the fact that the pumice stone has a larger cavity to drain the water. Keywords : Pumice, Pyroclastic, Permeability, Piping, Backfill
PERENCANAAN PVD (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) GUNA MEMPERCEPAT KONSOLIDASI TANAH DI PLTGU MAKASSAR PEAKER SULAWESI SELATAN Setiawan, Ribut; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.585 KB)

Abstract

ABSTRAK: Guna mendukung pengembangan daerah, PT. PLN berencana untuk membuat pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Kab. Maros Sulawesi Selatan. Namun PLTGU tersebut akan dibangun di muara sungai yang dominan tanah lempung lunak dimana penurunan konsolidasi harus diperhitungkan secara seksama. Metode pembebanan awal (preloading) dengan kombinasi prefabricated vertical drain (PVD) umum digunakan untuk mempercepat konsolidasi pada tanah lunak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui besar dan lama penurunan akibat pembebanan awal, kombinasi pembebanan awal dan PVD serta menghitung biaya bahan dan pemasangan. Metode tersebut akan dihitung  menggunakan software Plaxis 8.2 2D dan akan dibandingkan dengan perhitungan analitis. Dapat diketahui besar dan lama waktu penurunan paling  besar akibat pembebanan awal yaitu pada bore hole (BH) 3 yaitu 0,320 m dalam 43,024 tahun pada area vital dan 0,283 m dalam 41,095 tahun. Besar dan lama penurunan akibat pembebanan awal dengan kombinasi PVD didapat sebesar 1,3 m dalam 5,687 bulan untuk pola segitiga dan 1,2 m dalam 5,597 bulan untuk pola segi empat. Biaya bahan dan pemasangan pembebanan awal dengan PVD baik jarak 1,3 m pola segitiga dan 1,2 m pola segi empat sebesar 129 milliar rupiah.   Kata Kunci: Konsolidasi, metode pembebanan awal, PVD, Plaxis 8.2 2D
Penentuan Tingkat Kesuburan Tanah Pada Lahan Pertanian di Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun Kota Malang Berdasarkan Parameter Kimia Adristi Nur Camila; Hari Siswoyo; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v6i1p28-33

Abstract

Tanah merupakan bahan yang tersusun dari mineral padat yang tidak terikat secara kimiawi dan dapat tersusun dari bahan organik yang membusuk. Kesuburan tanah merupakan kapasitas yang dimiliki oleh tanah untuk menghasilkan produk tanaman berdasarkan komoditas yang sesuai. Kelurahan Bandulan merupakan salah satu daerah yang pernah mengalami gagal panen karena diduga kondisi kesuburan tanah yang masih kurang. Selain itu, luas lahan pertanian yang semakin tahun semakin berkurang membuat petani harus memanfaatkan sisa lahan pertanian secara optimal agar dapat menghasilkan hasil komoditas yang maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesuburan tanah berdasarkan parameter kimia pada lahan pertanian agar penggunaan tanah yang ada dapat dioptimalkan. Identifikasi kesuburan tanah di lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan uji PUTS untuk penentuan nilai pH tanah maupun kandungan unsur N, P, dan K dalam tanah. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak dalam satu petak lahan sawah yang diteliti. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pH tanah berada pada rentang nilai 5,8–6,6 dengan kondisi tanah asam sedang–agak masam. Parameter N total berada pada kategori rendah–sedang. Parameter P tersedia berada pada kategori sedang–rendah. Parameter K-tersedia berada pada kategori rendah–sedang. Secara umum, kesuburan tanah pada lahan pertanian di lokasi penelitian berada dalam kategori sedang.
Pemetaan Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Berdasarkan Metode DRASTIC di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Roisa Tri Amini; Hari Siswoyo; Andre Primantyo Hendrawan
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol 6 No 01 (2024): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v6i01.3052

Abstract

Masyarakat di wilayah Kecamatan Mojoagung memanfaatkan sumber daya air tanah melalui pembuatan sumur gali. Air tanah di wilayah setempat berpotensi tercemar oleh limbah industri yang dibuang langsung ke saluran drainase, sungai, dan tanah. Padatnya penduduk di kawasan permukiman berpotensi menghasilkan banyaknya limbah rumah tangga, begitu pula penggunaan pestisida pada lahan pertanian juga berpotensi menjadi sumber pencemar air tanah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sebaran lokasi air tanah yang rentan terhadap pencemaran. Identifikasi lokasi rentannya air tanah dilakukan berdasarkan metode DRASTIC yang memiliki tujuh parameter hidrogeologi. Penelitian dilakukan selama 5 bulan mulai bulan Juli 2023 sampai dengan November 2023 terhadap 28 contoh sumur gali. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah nilai indeks kerentanan air tanah berada pada rentang nilai 101 – 156 dengan kondisi tingkat kerentanan rendah hingga sedang. Luas dan prosentase daerah dengan tingkat kerentanan rendah berkisar antara 13,44 km2 (22,3% dari luas wilayah penelitian) sampai dengan 22,74 km2 (37,8%), tingkat kerentanan sedang berkisar antara 37,44 km2 (62,2%) sampai dengan 46,74 km2 (77,7%). Tingkat kerentanan air tanah cenderung semakin rendah pada bagian arah Timur dan Selatan wilayah penelitian, sedangkan kondisi kerentanan sedang mendominasi bagian Barat dan Utara wilayah penelitian.
Pemetaan Sebaran Kerentanan Air Tanah Terhadap Potensi Pencemaran Berdasarkan Metode DRASTIC di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Ahmad Firman Nur Rachman; Hari Siswoyo; Andre Primantyo Hendrawan
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 8 No. 2 (2024): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v8i2.1146

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakan sebaran tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Penelitian ini dilakukan terhadap 25 contoh sumur gali yang tersebar di 15 desa pada Kecamatan Tembelang dan dilakukan secara periodik selama 5 bulan yaitu dari bulan Juli 2023 hingga November 2023. Penilaian tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran dilakukan dengan metode DRASTIC berdasarkan 7 parameter yaitu kedalaman muka air tanah (D),curah hujan (R), media akuifer (A), jenis tanah (S), kemiringan lereng (T), zona tak jenuh (I), dan konduktivitas hidraulik (C). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai indeks DRASTIC selama kurun waktu penelitian berkisar antara 143-180 dengan kategori 2 kelas kerentanan yaitu tingkat kerentanan sedang dan tingkat kerentanan tinggi. Sebaran tingkat kerentanan air tanah di lokasi penelitian didominasi oleh tingkat kerentanan tinggi dengan prosesntase luas 72,95% - 80,57% dari luas Kecamatan Tembelang.
PENILAIAN TINGKAT KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN BERDASARKAN METODE SIMPLE VERTICAL VULNERABILITY DI KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Nisa, Reyza Kusvahrun; Siswoyo, Hari; Hendrawan, Andre Primantyo
EnviroScienteae Vol 20, No 2 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 2, MEI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i2.18015

Abstract

The water source that is widely used to meet the domestic needs of people in the Diwek District, Jombang Regency is ground water through the use of dug wells. The groundwater at this location has the potential to be polluted by industrial waste. To anticipate this, research is needed on assessing the level of intrinsic vulnerability of groundwater to pollution based on the physical properties of rocks. The aim of this research is to assess the level of intrinsic vulnerability of groundwater to pollution and map its distribution. This research was carried out on 24 samples of dug wells in the Diwek District area which were observed periodically for 5 months from July 2023 to November 2023. The assessment of the level of intrinsic vulnerability of groundwater to pollution was carried out using the Simple Vertical Vulnerability (SVV) method based on 3 parameters i.e. the type of water unsaturated zone material (La), recharge/percolation (Wu), and the thickness of the water unsaturated zone (Z). Based on the research results, it can be stated that the SVV index value during the research period ranged from 14.89 to 40.96 with 3 categories of groundwater vulnerability levels, namely medium, high and very high. The distribution of groundwater vulnerability levels in the research location is dominated by medium vulnerability with an area varying from 46% - 48% of the study area.
Analisis Debit Potensial dan Kualitas Air Tanah Dangkal di Sub DAS Kasin Kota Malang Yuliani, Emma; Hendrawan, Andre Primantyo; Rubiantoro, Prasetyo; Wardani, Annida Shafira; Miasari, Putu Kalila Shevanya
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 02 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i02.1438

Abstract

Malang City is the second largest city in East Java. Rapid population growth changes the city of Malang from an agrarian to a residential and industrial area. This has resulted in increased pressure on groundwater conditions both in quantity and quality. Groundwater exploitation for the fulfillment of clean water is one of the main factors causing a decrease in shallow groundwater levels. Pressure on the quality of one of them is domestic waste and industrial waste discharged on the ground surface. The Kasin sub-watershed area of Malang City is a basin area in the middle of a dense urban settlement and industry. Runoff flowing water gathered into one in the Kasin River so that this condition is vulnerable to pollution of surface water and groundwater. The research methods used include survey, geoelectric measurements, water sampling, laboratory testing, and data processing using the Darcy to calculate groundwater potential, Water Quality Index (WQI) method and Pollution Index to determine groundwater quality against land use change. Based on the results of the observations carried out, the research area is included in the Malang Tuff Formation (Qvtm) with a resistivity value range of 3.4–389 Ωm resulting in rock layers consisting of top soil, clay, tufa, sandstone tuft, pumice tuft, and breksi tuft. From the geoelectric point, 2 passes were made to obtain a hydraulic slope that illustrates the potential of groundwater in the study area of 0.340 – 8.273 l/second. Based on the results of the calculation, the shallow groundwater pollution index is classified as light to moderately polluted. Meanwhile, with the WQI method, water is very bad and not suitable for drinking