Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Konten “Pilah & Olah” @demibumi.id dengan Perilaku Ramah Lingkungan Followers Aldisha Putri Nurmawan; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.605 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.2908

Abstract

Abstract. Waste is the residue generated from human activities and is considered as one of the complex problems faced by various countries. Indonesia is the 2nd largest waste- producing country in the world. The amount of waste produced is not balanced with the good waste management carried out. Demi Bumi is one of the efforts in the form of an active social community promoted by housewives to provide an understanding of an online-based zero-waste lifestyle using the Instagram account @demibumi.id, and one of the movements is the “Sort & Cultivate” content. “Sort & Cultivate” content as a means to convey an understanding of waste and its management independently starting at home. Therefore, the purpose of this study is to find out whether there is a relationship between “Sort & Cultivate” content and environmentally friendly behavior of followers by using quantitative methods and correlational approaches. The theory used is the stimulus respons theory. The data collection technique was carried out with primary data through questionnaires and secondary data obtained through literature study, documentation and observation. The population in this study are followers of the Instagram account @demibumi.id, using a simple random sampling technique that produces a sample of 100 people obtained using the slovin formula. The data analysis technique used is descriptive and inferential analysis using IBM SPSS Statistics for Windows version 25. The results of this study indicate that there is a significant positive relationship with a low but definite relationship between “Sort & Cultivate” content and environmentally friendly behavior of followers with the Spearman Rank correlation test result of 0.385. Abstrak. Sampah merupakan sisa yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan dinilai sebagai salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh berbagai negara. Indonesia merupakan negara peringkat ke-2 penghasil sampah terbanyak di dunia. Bannyaknya sampah yang dihasilkan tidak seimbang dengan baiknya pengelolaan sampah yang dilakukan. Demi Bumi merupakan salah satu upaya berbentuk komunitas sosial aktif yang diusung oleh ibu rumah tangga untuk memberikan pemahaman mengenai gaya hidup nol sampah berbasis online menggunakan akun Instagram @demibumi.id, dan salah satu gerakannya yaitu konten “Pilah & Olah”. Konten “Pilah & Olah” sebagai sarana untuk menyampaikan pemahaman mengenai sampah dan pengelolaannya secara mandiri yang dimulai dari rumah. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konten “Pilah & Olah” dengan perilaku ramah lingkungan followers dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan korelasional. Teori yang digunakan adalah teori stimulus respons. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan data primer melalui kuesioner dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, dokumentasi serta observasi. Populasi dalam penelitian ini merupakan followers akun Instagram @demibumi.id, dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 100 orang diperoleh menggunakan rumus slovin. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial menggunakan IBM SPSS Statistic untuk Windows versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan bernilai positif dengan tingkat hubungan rendah tetapi pasti antara konten “Pilah & Olah” dengan perilaku ramah lingkungan followers dengan hasil uji korelasi Rank Spearman 0,385.
Promotion Mix Studio Foto Dalam Meningkatkan Penjualan Jasa Foto Rifki Ilham Widiawan; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.549 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3600

Abstract

Abstract. This research was conducted with the aim of explaining and understanding the object specifically as a phenomenon of the newness of the data regarding the ZOOM Photography Promotion Mix which keeps this photo studio busy with visitors who want to capture its precious moments even in the midst of the current pandemic. With the Promotion Mix indicators studied, among others: advertising activities undertaken, personal selling activities undertaken, word of mouth promotion activities, promotional activities that have a major impact on increasing sales of photo services at the ZOOM Photography photo studio. The results of this study prove that the promotional mix activities that have been carried out by ZOOM Photography are able to increase sales of photo services. The results also show that promotional activities that have a major impact on increasing sales of ZOOM Photography photo services are advertising promotion activities supported by word of mouth promotion activities in the form of stories of satisfying experiences from ZOOM Photography consumers. Abstrak. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menjelaskan dan memahami objek secara khusus sebagai suatu fenomena perihal kebaharuan data mengenai Promotion Mix ZOOM Photography yang membuat studio foto ini tetap ramai didatangi pengunjung yang ingin mengabadikan momen berharganya meski di tengah pandemi sekarang ini. Dengan indikator Promotion Mix yang diteliti, antara lain: kegiatan periklanan yang dilakukan, kegiatan personal selling yang dilakukan, kegiatan promosi word of mouth, kegiatan promosi yang memiliki dampak besar terhadap peningkatan penjualan jasa foto pada studio foto ZOOM Photography. Hasil penelitian ini membuktikan kegiatan promotion mix yang sudah dilakukan oleh ZOOM Photography mampu meningkatkan penjualan jasa fotonya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kegiatan promosi yang memiliki dampak besar terhadap peningkatan penjualan jasa foto ZOOM Photography yaitu kegiatan promosi periklanan yang didukung dengan kegiatan promosi word of mouth berupa cerita pengalaman yang memuaskan dari para konsumen ZOOM Photography.
Representasi Makna Komunikasi Keluarga pada Film Sejuta Sayang Untuknya Ira Humaira Nur Afifah wulandari; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.35 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3649

Abstract

Abstract. This research is entitled "Representation of the Meaning of Family Communication in the Film A Million Sayang Untuknya". This film also has meanings and signs that can be interpreted as a form of understanding life. Semiotic analysis of Roland Barthes in Herwin Novianto's Film A Million Sayang Untuknya. The purpose of this study was to determine the meaning of denotation, connotation and myths contained in the film Sejuta Sayang Untuknya. As well as how a film conveys a moral message that can be applied to everyday life and also has important values ​​in the hope of being able to motivate and refer to social realities in society. The research method used in this study is a qualitative research method. Researchers use qualitative research methods because the research problem has not clearly understood an apparent meaning. Meanwhile, Roland Barthes' semiotic theory is used to analyze the meanings contained in each scene in the film Sejuta Sayang Untuknya. Based on the results of the study, the researchers concluded that the film Sejuta Sayang Untuknya has denotative, connotative and mythical meanings in certain scenes. The researcher wants to convey and recommend as input for filmmakers and film academics to make films with a quality that can be calculated, and for film lovers to be wise viewers and choose films that are able to provide and build motivation and apply it in everyday life. Abstrak. Penelitian ini berjudul “Representasi Makna Komunikasi Keluarga pada Film Sejuta Sayang Untuknya”. Film ini juga mempunyai makna serta tanda-tanda yang dapat dimaknai sebagai wujud dalam memahami kehidupan. Analisis semiotika Roland Barthes pada Film Sejuta Sayang Untuknya karya Herwin Novianto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi, makna konotasi dan mitos yang terdapat pada film Sejuta Sayang Untuknya. Serta bagaimana sebuah film menyampaikan pesan moral yang bisa diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari dan juga memiliki nilai-nilai penting dengan harapan bisa memotivasi dan mengacu pada realitas sosial di dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena masalah penelitian belum jelas memahami suatu makna yang tampak. Sementara teori semiotika Roland Barthes digunakan untuk menganalisis makna-makna yang terdapat dalam setiap adegan dalam film Sejuta Sayang Untuknya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa pada film Sejuta Sayang Untuknya memiliki makna denotatif, konotatif dan juga mitos pada adegan-adegan tertentu. Peneliti ingin menyampaikan dan rekomendasikan sebagai masukan untuk para pembuat film dan akademisi film agar membuat film dengan kualitas yang dapat diperhitungkan, dan untuk penikmat film agar menjadi penonton yang bijaksana dan pilihlah film yang mampu memberikan dan membangun motivasi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Representasi Alpha Female dalam Drama Korea Raisadina Maharani; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.368 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4089

Abstract

Abstract. Everyone grows up with different characters in their life. It is undeniable that character is one of the things that we pay attention to when we meet and communicate with other people. In a drama series, of course the characters in it have different characters. Among the many Korean dramas that exist, Hometown Cha Cha Cha comes with a story about the life of a woman with alpha characters where they are people with strong and dominating characters. But behind it all, of course an alpha female still has shortcomings. Currently, in conveying messages, there are many media that can be used, one of which is drama. The theory used in this study is the theory of Roland Barthes. Then the method used is qualitative with a semiotic analysis approach of Roland Barthes. The researcher uses a semiotic analysis approach of Roland Barthes with the aim of knowing the alpha female codes that appear in the Korean drama Hometown Cha Cha Cha as well as what representations are shown by the characters in this drama. The purpose of this study is what alpha female is seen as connotative, denotative, and mythical in the Korean drama Hometown Cha Cha Cha with data collection techniques through documentation and literature study. This research will show according to the representation of alpha female shown in the Korean drama Hometown Cha Cha Cha by using Roland Barthes' semiotic analysis approach seen in connotative, denotative, and mythical terms. In this study, researchers will process data and obtain it based on what is shown in the Korean drama. Abstrak. Setiap orang tumbuh dengan karakter yang berbeda-beda dalam hidupnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa karakter menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika kita bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam suatu serial drama, tentu tokoh-tokoh yang ada di dalamnya memiliki karakter yang berbeda pula. Diantara banyaknya drama Korea yang ada, Hometown Cha Cha Cha hadir dengan membawa cerita mengenai kehidupan seorang perempuan dengan karakter alpha dimana mereka adalah orang-orang dengan karakter kuat dan mendominasi. Namun dibalik itu semua, tentu saja seorang alpha female tetap memiliki kekurangan. Saat ini dalam menyampaikan pesan, sudah banyak media yang dapat digunakan salah satunya drama. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Roland Barthes. Kemudian metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes.Peneliti menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan tujuan untuk mengetahui kode-kode alpha female yang muncul di dalam drama Korea Hometown Cha Cha Cha serta representasi seperti apa yang ditunjukan tokoh dalam drama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah seperti apa alpha female dilihat secara konotatif, denotatif, dan mitos pada drama Korea Hometown Cha Cha Cha dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini akan menunjukkan sesuai dengan representasi alpha female yang ditunjukkan dalam drama Korea Hometown Cha Cha Cha dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dilihat secara konotatif, denotatif, dan mitos. Pada penelitian ini, peneliti akan mengolah data dan memperolehnya berdasarkan apa yang ditunjukkan dalam drama Korea tersebut.
Representasi Komunikasi Negosiasi dalam Film Drama Remaja Fahira Ananda; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5647

Abstract

Abstract. Film is considered to be a real mass media in the sense that it is able to reach a large and fast population. In the increasingly rapid development of technology, various media have been used to provide understanding or display the reality in people's lives regarding communication, namely by using films as a medium for delivering messages and negotiating in communication. This study discusses the representation of negotiation communication in the film Dear Nathan: Thank You Salma, where the content is the result of observing the scene and dialogue as the basic tools. The purpose of this study is to find out how the film Dear Nathan: Thank You Salma is based on the subject-object position and the position of the reader and to find out the representation of negotiation communication in the film Dear Nathan: Thank You Salma. The method used in this research is qualitative with Sara Mills' critical discourse analysis approach. The results of this study concluded that the position of the subject described in this film is Salma and Zanna but focuses on the character of Zanna. Then the representation of negotiation communication in the film begins when women are considered weak and unable to solve their own problems, this is where the negotiation communication occurs between players. Abstrak. Film dianggap menjadi media massa yang sesungguhnya dalam artian film mampu menjangkau populasi dalam jumlah yang banyak dan cepat. Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, berbagai media telah digunakan untuk memberikan pemahaman atau menampilkan realitas dalam kehidupan masyarakat mengenai komunikasi, yakni dengan menggunakan film sebagai media penyampaian pesan serta bernegoisasi dalam komunikasi. Penelitian ini membahas mengenai representasi komunikasi negosiasi dalam film Dear Nathan: Thank You Salma, dimana isinya merupakan hasil dari mengamati scene dan dialog sebagai perangkat dasarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana film Dear Nathan: Thank You Salma berdasarkan posisi subjek-objek dan posisi pembaca serta mengetahui representasi komunikasi negosiasi pada film Dear Nathan: Thank You Salma. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa posisi subjek yang digambarkan dalam film ini adalah Salma dan Zanna akan tetapi berfokus pada karakter Zanna. Kemudian representasi komunikasi negosiasi dalam film tersebut bermula pada saat perempuan dianggap lemah dan tidak mampu untuk mengatasi masalahnya sendiri, dari sinilah terjadinya komunikasi negosiasi yang terjadi antar pemain.
Representasi Konflik Keluarga Anak Tunggal dengan Ibu pada Film Ali dan Ratu-Ratu Queens Fikri Firdaus; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5784

Abstract

Abstract. If there is a conflict that has not been resolved in a family relationship, it will have a negative impact on the people around it. The closest person around is a child. The development experienced by the child is very easily influenced by the surrounding environment. An environment that is not right for children's growth and development can produce a person who is not good for children. This type of research uses qualitative methods with a symbolic interactionism theory approach. The object of this study is the scene in the film ali and queens queens that contain the conflict of the family of an only child with the mother . The purpose of this study is to describe the symbolic interaction of mind, self and society conflict in the film Ali and Ratu-Ratu Queens. In the study, researchers found the Mind process in Ali's interaction with Mia through gestures, symbols, meanings and actions. The mind obtained is in the form of a symbol during the interaction. Meanwhile, Self went through 3 stages, namely the preparation stage, the playing stage and the game stage. The preparatory stage occurred Ali's desire to see his mother to New York. The play stage begins when Ali asks over the puzzles in his life. The stage of the game when the check symbol that Mia gives to Ali. The society that was found was the existence of family conflicts that occurred in society, the way of thinking of society. Abstrak. Apabila dalam hubungan keluarga terjadi konflik yang belum diselesaikan maka akan berdampak negatif bagi orang disekitarnya. Orang sekitar yang paling terdekat ialah seorang anak. Perkembangan yang dialami oleh anak sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Lingkungan yang kurang tepat bagi tumbuh kembang anak dapat menghasilkan pribadi yang tidak baik bagi anak.. Tipe penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori interaksionisme simbolik. Objek pada penelitian ini adalah adegan pada film ali dan ratu-ratu queens yang mengandung konflik keluarga anak tunggal dengan ibu . Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan interaksi simbolik pikiran (mind), diri (self) dan masyarakat (society) konflik pada film Ali dan Ratu-Ratu Queens. Dalam penelitian, peneliti menemukan proses Mind pada interaksi Ali dengan Mia melalui gesture,simbol,makna dan tindakan. Mind yang didapatkan berupa simbol selama interaksi. Sedangkan Self melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap bermain dan tahap permainan. Tahap persiapan terjadi keinginan Ali untuk menemui ibunya ke New York. Tahap bermain dimulai ketika Ali bertanya atas teka-teki dalam hidupnya. Tahap permainan ketika simbol cek yang diberikan Mia kepada Ali. Society yang ditemukan yaitu adanya konlfik keluarga yang terjadi pada masyarakat, cara berpikir masyarakat.
Representasi Makna Harmonisasi Keluarga pada Iklan Ikea Marsha Salsabila; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5862

Abstract

Abstract. Advertisements also have the characteristics of being attractive to the masses if they provide clear, concise, and concise information on the broadcast. Promotional content also contains compelling messages to help viewers choose the product they are looking for. For example, there is an IKEA ad. The IKEA advertisement describes the interior exhibited by the family in terms of the use of the interior which is the object of promotion. The object of this research is a snippet of a scene in an IKEA advertisement that relates to the focus of the research problem. The aim of the researcher in this study is to find out the meaning of denotation, connotation, and myth in the IKEA Indonesia advertisement in 2021. The research method used in this study uses a qualitative method. From the results of this study, it was found that the representation of family harmonization in the IKEA 2021 advertisement was in accordance with the semiotic analysis of the Roland Barthes model, namely trying to meet family needs, helping families to meet the needs of living together, helping individual family members at home, providing information to trusted people in the family environment, decorating tools for families, working to meet family needs, and gathering together with cheerful feelings. Abstrak. Iklan juga memiliki sifat yang menarik untuk ditonton massa jika iklan yang ditayangkan memberi informasi yang sifatnya jelas, singkat, dan padat pada siaran. Konten promosi juga berisi pesan yang menarik untuk membantu pemirsa memilih produk yang mereka cari. Misalnya ada pada iklan IKEA. Iklan IKEA menggambarkan interior yang diperagakan oleh keluarga dari segi kegunaan interior yang menjadi objek promosi. Objek penelitian ini adalah potongan gambar dalam adegan yang terdapat di iklan IKEA yang berkaitan dengan fokus masalah dari penelitian. Tujuan yang dimiliki oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos pada iklan IKEA Indonesia tahun 2021. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian menggunakan metode kualitatif. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa representasi harmonisasi keluarga dalam iklan IKEA 2021 sesuai dengan analisis semiotik model Roland Barthes yaitu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama, membantu individu anggota keluarga dirumah, memberikan informasi kepada orang yang dipercaya di lingkungan keluarga, mendekorasi alat untuk keluarga, bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan berkumpul bersama dengan perasaan ceria.
Representasi Komunikasi Kelompok Suporter Sepak Bola Dalam Film Ultras Omar Al Syahdi; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6200

Abstract

Abstract. The film “Ultras” tells the story of a group of football fans from Italy who live a group life in favor of a football team. This study uses a semiotic methodology, which is to examine a sign. This research focuses on how the sociometric representation in group communication in the film "Ultras". Abstrak. Film “Ultras” yang menceritakan sebuah kelompok penggemar sepakbola dari Italia yang menjalani kehidupan berkelompok dalam menggemari sebuah tim sepakbola. Penelitian ini menggunakan metodologi semiotika, yang dimana untuk mengkaji sebuah tanda. Penelitian ini memiliki fokus pada bagaimana representasi sosiometris di komunikasi kelompok pada film drama Netflix “Ultras”.
Pola Komunikasi Organisasi Cuatrodia Creative Luthfi Algi Fari; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.6324

Abstract

Abstract. A production house is a part of a person or individual who produces a media content. the importance of conveying information clearly makes communication effective, where in organizational communication there is someone who must be able to lead an organization. Carry out the vision and mission of an organization. Therefore, leaders must be able to convey information or communicate very well and can be understood by their members.The purpose of this research is (1) to determine the communication pattern of Cuatrodia creative organization (2) to find out the factors that hinder the improvement of the animation quality of Cuatrodia creative Production House.This research is a qualitative type of research with a case study approach with the title “Catrodia creative organizational communication pattern case study on supervisors and internship members in improving the quality of animation at the Ministry of Education and Culture. Data collection techniques used in this study were through interviews, documentation, literature study and direct observation.he results of the research from the Cuatrodia creative organizational communication pattern in improving the quality of animated videos of the Ministry of Education and Culture, namely (1) the organizational structure of creative cuatrodia is clear and structured, (2) the communication pattern used by the wheel pattern leader (Wheell Network), (3) the leadership style of creative cuatrodia Directive style, (4) Many internship members are WFH (Work From Home), (5) leaders are less close to their subordinates due to WFH factors, (6) leaders are more likely to make their own decisions (7) Internship members do not manage time well, resulting in delays workmanship becomes a barrier in improving the quality of animation. Abstrak. Rumah produksi ( Production House ) merupakan bagian dai orang atau individu yang meproduksi sebuah konten media. pentingnya menyampaikan infomasi secara jelas menjadikan komunikasi menjadi efektif, dimana dalam komunikasi organisasi terdapat seseorang yang harus mampu memimpin sebuah organisasi. Menjalankan visi dan misi dari suatu organisasi. Oleh karena itu pemimpin harus bisa menyampaikan informasi ataupun berkomunikasi dengan sangat baik dan dapat dipahami oleh anggotanya.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pola komunikasi organisasi Cuatrodia creative (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat peningkatan kualitas animasi Production House Cuatrodia creative. Penelitian ini adalah penelitian jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan judul Pola komunikasi organisasi cuatrodia creative studi kasus pada atasan dan anggota internship dalam meningkatkan kualitas animasi kemendikbud. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui wawancaa, dokumentasi, studi pustaka dan pengamatan langsung.. Hasil dari penelitian dari Pola komunikasi organisasi Cuatrodia creative dalam meningkatkan kualitas video animasi kemendikbud, yaitu (1) struktur organisasi cuatrodia creative jelas dan tersetruktur, (2) Pola komunikasi yang digunakan pimpinan pola roda (Wheell Network), (3) Gaya kepemimpinan cuatrodia creative Directive style , (4) Banyak anggota internship yang WFH (Work From Home), (5) pemimpin kurang dekat dengan bawahan karena faktor WFH, (6) pemimpin lebih cenderung mengambil keputusannya sendiri (7) anggota internship kurang memanage waktu dengan baik sehingga keterlambatan pengerjaan menjadi penghalang dalam peningkatan kualitas animasi.
Representasi Tamadun pada Film Pamali 2022 Sangga Giovani; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7301

Abstract

Abstract. Because the pamali has many meanings that may not be resolved because of the causes and effects and not much is known by the public. This study aims to represent civilization or civilization, sign structures and connotative, denotative and mythical meanings contained in the film Pamali. The significance and substance of the taboo embedded in the cinema is in the form of an audiovisual that can be captured by the human senses. The phenomenon of a civilization encourages researchers to go further in understanding what the real meaning and meaning of the film Pamali 2022 is. According to researchers, the meaning of the Pamali symbol that is not widely known can create an impression and curiosity among viewers of the film Pamali. The research method used is a qualitative method with Roland Barthes's semiotic approach. The data was obtained through a thorough observation of the contents of the film. The paradigm applied in this study is constructivist because the constructivist paradigm is the most relevant paradigm to Roland Barthes' semiotics, which in this study focuses on seeing the reality and meaning of an object of study. Abstrak. Karena pamali tersebut memiliki banyak makna yang mungkin belum terpecahkan sebab akibatnya dan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan merepresentasi peradaban atau tamadun, struktur tanda serta makna konotatif, denotatif dan mitos yang terkandung dalam film Pamali. Signifikansi dan substansi tabu yang tersisip pada sinema tersebut berbentuk audiovisual nan dapat ditangkap oleh indra manusia. Fenomena sebuah peradaban tersebut mendorong peneliti untuk lebih jauh dalam memahami apa arti dan makna sesingguhnya dari film Pamali 2022. Menurut peneliti, makna simbol Pamali yang tidak diketahui secara luas dapat menimbulkan kesan dan rasa penasaran di kalangan penonton film Pamali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui proses pengamatan menyeluruh terhadap isi film. Paradigma yang diaplikasikan dalam penelitian ini ialah konstruktivis karena paradigma konstruktivis merupakan paradigma yang paling relevan dengan semiotika Roland Barthes yang dimana pada penelitian ini berfokus kepada penglihatan terhadap realitas dan makna sebuah objek penelitian.