Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Identifikasi Sisa Material Konstruksi Dalam Upaya Memenuhi Bangunan Berkelanjutan Devia, Yatnanta Padma; Unas, Saifoe El; Nariswari, W.
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.874 KB)

Abstract

Sisa material konstruksi didefinisikan sebagai sesuatu yang sifatnya berlebih dari yang disyaratkan baik itu berupa hasil pekerjaan maupun material konstruksi yang tersisa/tercecer/rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi sesuai fungsinya. Selain pengaruhnya terhadap biaya, sisa material konstruksi ini juga berdampak terhadap lingkungan. Dalam konsep pembangunan berkelanjutan untuk sustainable building, harus ada integrasi lingkungan, ekonomi dan sosial saat proses perencanaan, pelaksanaan konstruksi dan operasi pemeliharaan suatu lingkungan terbangun dimana salah satunya adalah manajemen dari sumber material dan sampah/sisa material konstruksi (construction waste). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis dan kuantitas sisa material konstruksi dominan yang timbul di proyek konstruksi dan mengkaji dampak sisa material konstruksi dominan tersebut terhadap lingkungan. Sampel penelitian adalah consumable material proyek perumahan dan hotel di kota Malang- Jawa Timur. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah pengamatan lapangan, wawancara dan penyebaran kuisioner. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui jenis dan kuantitas sisa material konstruksi yang diuji dengan metode regresi untuk mendapatkan sisa material kontruksi dominan. Selanjutnya sisa material konstruksi dominan dikaji secara deskriptif mengenai dampaknya terhadap lingkungan. Hasil yang diperoleh adalah sisa material konstruksi terbesar di proyek perumahan dan hotel di Kota Malang adalah batu bata berkisar 13,4 – 13,5 % untuk proyek perumahan dan hotel. Sisa material konstruksi batu bata murni tidak berdampak terhadap lingkungan dan termasuk material yang bisa dipakai kembali (reuse) dan didaur ulang (recycle). 
Pengaruh Penambahan Kapur dan Abu Terbang Dalam Laju Pelepasan Air Dari Lumpur Biologis (IPAL SIER) Devia, Yatnanta Padma
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.635 KB)

Abstract

Pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) umumnya dihasilkan produk samping berupa lumpur. Lumpur diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan agar dampak negatif dapat diminimalkan dan volume airnya tereduksi. Untuk metode pelepasan air dari lumpur, cara mekanik, umumnya didahului dengan pengkondisian lumpur. Bahan pengkondisi fisik antara lain adalah kapur (kapur terhidrasi, Ca(OH)2) dan abu terbang (fly ash). Dalam penelitian ini dikaji pengaruh kapur, limbah abu terbang, serta kombinasi kapur dan abu terbang untuk mempercepat proses pelepasan air dari lumpur IPAL (lumpur biologis) dengan menggunakan berbagai variasi tekanan filter press.Sumber lumpur dari lumpur biologis (Instalasi Pengolahan Air Limbah, IPAL PT. SIER Rungkut - Surabaya). Metodenya uji solid dan tes ekspresi. Pencampuran lumpur dengan kapur, abu terbang, kapur+abu terbang dengan alat jar-stirring. Uji solid untuk memeriksa kandungan TSS dari cake lumpur setelah penambahan bahan-bahan tersebut di atas. Tes ekspresi dengan alat filter press akan menghasilkan cake lumpur yang diukur waktu pelepasan air dan volume filtrat pada empat variasi tekanan. Parameter yang diukur : pH, temperatur, TSS, spesific resistance to filtration (SRF).Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelepasan air lumpur biologis meningkat saat diberi kombinasi kapur 100% dan abu terbang 100% pada tekanan 4 kg/cm2 yang ditandai dengan penurunan SRF 90,48%. 
Studi Evaluasi Pengolahan Air Limbah Industri Secara Terpusat Di Kawasan Industri Rembang Pasuruan (PIER) Ruslin Anwar; Yatnanta Padma Devia; Anton Abdur Rahman
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.677 KB)

Abstract

Dalam kawasan industri, seiring dengan banyak dan beranekaragamnya jumlah industri, maka air limbah yang dikeluarkan perlu ditangani secara khusus. Selain dari pre treatment yang dilakukan oleh setiap industri, dalam suatu kawasan industri harus memiliki pengolahan air limbah terpusat yang menampung air limbah dari semua industri, sebagaimana di Kawasan Industri Rembang Pasuruan (PIER). Dalam suatu instalasi pengolahan air limbah (IPAL), maka hasil akhir yang dikehendaki ialah effluent yang dibuang ke badan air harus memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Selain itu, untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari unit pengolahan air limbah industri, maka perlu mengetahui efisiensi pengolahannya, serta mengetahui bagaimana kinerja dan kapasitas dari tiap bangunan pengolah dalam menampung beban limbahnya, baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang.Untuk mengetahui kualitas effluent yang dihasilkan dan seberapa efisiensi pengolahannya, maka dilakukan sampling (parameter pH, TSS, COD dan DO) sebanyak 2 kali di tiap inlet dan outlet bangunan dan pemeriksaan sampel itu di laboratorium. Sedangkan untuk mengetahui kinerja dan kapasitas tiap bangunan pengolah, maka perlu diketahui debit dan karakteristik air limbah dibanding dengan spesifikasi/dimensi dari tiap bangunan pengolah. Untuk perhitungan debit masa mendatang adalah berdasarkan pengukuran debit sekarang dan kondisi debit di tahun-tahun sebelumnya.Dari evaluasi yang telah dilakukan diketahui bahwa effluent hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu air limbah, diantaranya TSS sebesar 123 mg/l dan 40 mg/l dengan baku mutu sebesar 200 mg/l, dan COD sebesar 66 mg/l dan 63,43 mg/l dengan baku mutu sebesar 100 mg/l. Untuk efisiensi penurunan kadar polutan di tiap bangunan pengolah cukup baik, diantaranya pada TSS sebesar 50 % dan 75 %, COD sebesar 92,2 % dan 91,5 % dan DO sebesar 89,6 % dan 89 %. Khusus untuk kadar TSS, terjadi kenaikan efisiensi yang besar antara sampel 1 (50%) dengan sampel 2 (75 %). Hal ini disebabkan pada sampel awal, diambil saat air limbah di bak pengendap pertama cukup keruh, sedangkan sampel kedua diambil setelah dilakukan pengurasan total pada bak pengendap pertama. 
Pengaruh Aspek Hidrolika Dalam Teknologi Membran Untuk Penyediaan Air Bersih Di Daerah Bencana Yatnanta Padma Devia; Alwafi Pujiraharjo; Cahyo Adhi P
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.362 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.08

Abstract

Kekurangan dan kualitas air bersih yang menurun menjadi dampak dari suatu daerah bencana. Penanganan yang ada selama ini dengan pengiriman truk tangki namun seringkali terkendala karena jumlah dan akses terbatas. Untuk itu perlu suatu alternatif yang lebih mudah, murah, terjangkau dan tepat guna. Salah satunya adalah teknologi membran dalam proses forward osmosis (FO). Penelitian awal ini untuk mengkaji kemungkinan pemakaian teknologi forward osmosis di daerah bencana ditinjau dari sisi hidrolika. Penelitian ini merupakan eksperimen di laboratorium dan analisis data dikaji dengan menggunakan konsep hidrolika dan analisis kimia. Hasilnya adalah kecepatan aliran optimum 0,25 m/detik yang menghasilkan bilangan Reynold 2039 pada air baku dan 2620 pada larutan penyeimbang dimana termasuk jenis aliran transisi atau turbulen rendah. Pada kecepatan ini fluks air yang dihasilkan lebih tinggi 30% dari kecepatan 0,17 m/detik yakni 8,4 L/m -jam. Untuk penyisihan kontaminan tertinggi dicapai pada kecepatan 0,25 m/detik dimana penyisihan nitrit, nitrat dan kalium permanganat secara berurutan adalah 51,22%, 95,11%, 97,03%. 
Studi Dampak Rencana Reklamasi Di Teluk Lamong Propinsi Jawa Timur Terhadap Pola Arus Pasang Surut Dan Angkutan Sedimen Alwafi Pujiraharjo; Arief Rachmansyah; Pudyono Pudyono; Agus Suharyanto; Yatnanta Padma Devia; Dwi Ratna Nur F.
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.115 KB)

Abstract

Rencana pengembangan Teluk Lamong yaitu peningkatan kapasitas bongkar muat dan terminal peti kemas, pengembangan water front city, dan terminal multi purpose dikhawatirkan akan berdampak negative terhadap pola arus dan sedimentasi di Teluk Lamong, kondisi lingkungan, dan kondisi social masyarakat di sekitar Teluk Lamong. Dampak dari sedimentasi ini dikhawatirkan akan menyebabkan pendangkalan alur pelayaran sungai di Selat Madura. Selain itu juga dikhawatirkan akan mengganggu habitat satwa di Pulau Galang yang merupakan wilayah konservasi. Penelitian ini hanya mengkaji dampak dari rencana reklamasi terhadap perubahan pola arus pasang surut dan sedimentasi di Teluk Lamong. Studi dilakukan dengan menggunakan bantuan simulasi model numerik untuk memprediksi perubahan pola arus dan perubahan pola angkutan dan endapan sedimen di Teluk Lamong dengan adanya reklamasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data batimetri dan topografi Teluk Lamong, data karakteristik sedimen, data detail rencana reklamasi, data debit sungai dan data pasang surut. Data topografi, batimetri dan detail rencana reklamasi digunakan sebagai input geometri Teluk Lamong. Sedangkan data pasang surut, karakteristik sedimen, dan debit sungai digunakan sebagai kondisi batas dalam simulasi pola arus dan sedimen. Analisis hasil simulasi dilakukan terhadap 5 skenario model yang dipilih. Dari hasil simulasi diketahui pola arus pasang surut dan pola penyebaran sedimen di Teluk Lamong. Berdasarkan hasil simulasi ini juga diperoleh prediksi ketebalan endapan sedimen di Teluk Lamong berikut dampaknya terhadap alur pelayaran Selat Madura. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perlu perbaikan bentuk, posisi dan luas area reklamasi terhadap rencana reklamasi yang sudah ada. Perbaikan bentuk area reklamasi disarankan mengikuti Model 5. 
Evaluation of Project Work in a Public Service Building in East Java Andhika Dwi Kurniawan; Arief Rachmansyah; Yatnanta Padma Devia
Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2023.017.03.1

Abstract

In the process of implementing a project, few people find projects that go according to plan. In general, there are projects that are behind schedule, both in terms of time and schedule, but there are also projects that experience acceleration from the originally planned schedule. Project delay is a problem that arises as a result of unplanned construction implementation. Damage to the state due to additional costs and delays is one of the impacts of project delays. The purpose of this research is to track project implementation, identify factors that cause delays, calculate the cost of delays that occur, find root causes and suggest alternative solutions that can be used to anticipate project delays. Monitoring and evaluating delays require an approach that includes the use of Microsoft Project Tracking, Fishbone Charts, and Root Cause Analysis. Alternative methods are used to track performance and analyze delays in public service building projects. The results showed a lack of understanding of human resources in terms of planning/evaluating existing plans, lack of training programs related to the field of work being handled, and poor schedule planning causing a lack of lightning rods, installation in the main building, lighting in changing rooms, grounding systems, central duct/airline, less power cables than needed and original water source using PAM water converted into deep pumping wells.
Importance Factor Analysis of Quality Assurance for Contractor Competitiveness Ashari Putri, Mega Dewi; Devia, Yatnanta Padma; Anwar, M. Ruslin
Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2024.018.03.14

Abstract

Population growth led to massive construction development, with increasing demand every year. One of those demands is housing construction. The high demand for this house has led to the emergence of new contractors on a local scale, with products and services of unstable quality. Hence, the contractors need to be more competitive in the industry. This research aims to identify and analyze the important factors influencing quality assurance (QA) and the competitiveness of local contractors in housing construction projects. The analysis is grounded in three primary frameworks: ISO 9001:2015 (Quality Management Systems), PMBOK 6th Edition (Project Management Body of Knowledge), and Ministry of Public Works and Public Housing Regulation No. 4 of 2009. The research design used statistical analysis, Relative Importance Index (RII), and Analytical Hierarchy Process (AHP) to identify key factors. Research findings indicate that leadership commitment, project resources, and quality documentation are the three most critical factors. Regardless of the identified critical factors, all factors contribute to a significant influence on successful performance. The proposed strategic approach involves sequentially improving the "quality of work output," followed by "customer retention" and "project cycle efficiency." These findings can serve as a guideline for contractors in making decisions to enhance their competitiveness.