Articles
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Antibiotika di Dusun Sabang Sumbawa Besar
Nur Radiah;
Trisnawati Trisnawati
JIKF Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.279 KB)
|
DOI: 10.51673/jikf.v5i2.549
Antibiotika merupakan obat yang banyak diresepkan pada pasien, namun sering di salahgunakan pemakaiannya oleh masyarakat. Akibatnya terjadinya peningkatan resistensi kuman terhadap antibiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik di Dusun Sabang Sumbawa Besar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian descriptif. Alat yang digunakan adalah kuisioner. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 146 orang. Data untuk menggambarkan tingkat pengetahuan disajikan dalam bentuk persentase (%) dengan kategori (baik,cukup dan kurang). Hasil penelitian menunjukkan dari karakteristik umur jumlah responden tertinggi pada kelompok usia 46-55 tahun sebanyak 35,61%, untuk karakteristik pendidikan jumlah responden tertinggi pada pendidikan SMA sebanyak 27,40% dan karakteristik pekerjaan jumlah responden tertinggi pada pekerjaan sebagai petani sebanyak 53,42%. Tingkat pengetahuan masyarakat di Dusun Sabang Desa Sebewe Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa Besar dengan kategori baik sebanyak 13,01%, cukup sebanyak 47,95% dan kurang sebanyak 39,04%. Tingkat pengetahuan rata-rata dikategorikan cukup.
Analisis Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Pre Dan Post SC (Sectio Caesareann) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram
Nur Radiah;
Siti Hidayati Mukhlis;
Kismawati Mulyaningsih
JIKF Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.985 KB)
|
DOI: 10.51673/jikf.v9i1.784
Penggunaan antibiotika dianjurkan pada persalinan Section Caesarea baik untuk Pre dan Post Sectio untuk mengurangi kejadian infeksi yang disebabkan oleh mikoorganisme pada saat operasi. Antibiotika merupakan senyawa kimia khas yang dihasilkan mikroorganisme hidup, sering digunakan dalam persalinan bedah caesar yaitu ampicillin, gentamisin dan metronidazole (WHO, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika pada pasien Pre dan Post Section Caesarea di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dari penelitian ini adalah data Rekam Medik pasien yaitu sebanyak 108 Rekam medik. Hasil penelitian penggunaan antibiotika pada pasien Section Caesarea di RSUD Kota Mataram, menunjukkan bahwa antibiotika pre operasi yang digunakan adalah Cefoperazone 2 gram yang diberikan secara Intravena setiap 24 jam sekali selama 1 hari sebanyak 108 pasien (100%). Sedangkan antibiotika post Section Caesarea yang paling banyak digunakan adalah Cefadroxil 500 mg yang diberikan secara oral setiap 12 jam sekali selama 6 hari sebanyak 108 pasien (100%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan PasienTuberculosis (TB) Dengan Kepatuhan Minum Obat di Puskesmas Gunung Sari.
Nur Radiah;
Tony Fernan Diansa;
Lale Syifaun Nufus
JIKF Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.952 KB)
|
DOI: 10.51673/jikf.v9i2.879
Di puskesmas Gunungsari, prevelensi penyakit Tuberculosis cukup tinggi. Dimana Tuberculosis menempati posisi kedua tertinggi dalam sepuluh penyakit terbanyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan pasien tuberculosis dengan kepatuhan minum obat di puskesmas gunungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, dan crossectional study yaitu data yang menyangkut variabel dependen dan independen akan dikumpulkan secara bersamaan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 192 pasien dengan sampel yang didapatkan sebanyak 130 pasien, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah porpusive sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan pasien tentang Tuberculosis sebagian besar kategori kurang dengan frekuensi 52 orang (40%) dan kepatuhan minum obat sebagian besar kategori tidak patuh dengan frekuensi 71 orang (54,6%). Analisis data yang digunakan adalah uji chi square, Hasil uji statistik yang didapatkan adalah Nilai Signifikansi = 0,000 ( > 0,05) yang berarti Ha diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Gunungsari.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
Nur Radiah;
Zahratal Ain;
Nur Oktaviani
JIKF Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesahatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v10i1.1090
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien dengan melihat dimensi kualitas pelayanan. Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang dirasakan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kefarmasian diantaranya kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy) dan bukti langsung (tangible). Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan yang datang berobat ke Puskesmas. Sampel yang digunakan adalah 95 pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas dengan nilai rata-rata persentase yaitu 84,83% dengan kategori puas.
Analisis Pemantauan Efek Samping Penggunaan Obat Anti Psikosis Pada Pasien Skizofrenia di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB
Nur Radiah;
Lale Syifaun Nufus;
Ismika Rizky Widya Pertiwi
JIKF Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v8i2.1106
Skizofrenia merupakan salah satu dari penyakit gangguan mental yang banyak terjadi dan serius ditengah masyarakat. Obat antipsikosis sudah menjadi terapi farmakologi utama untuk Skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk memonitoring efek samping penggunaan obat antipsikosis pada pasien Skizofrenia di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada efek samping ekstrapiramidal yang timbul pada penggunaan obat antipsikosis risperidon sebesar (63.3%) sedangkan Efek samping penggunaan obat haloperidol yaitu tremor sebanyak (23.3%). Efek samping penggunaan obat clozapin yaitu hipersalivasi sebanyak (6.7%). Obat yang paling aman di konsumsi yaitu Clozapin.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Montong Betok Kecamatan Montong Gading Lombok Timur Tahun 2022
M. Sidrotullah;
Nur Radiah;
Eya Meditia
JIKF Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v10i2.1393
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia sehingga gula menumpuk dalam darah sehingga gagal masuk ke dalam sel. Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi ke 23 dari 34 Provinsi di Indonesia, Kabupaten Lombok Timur sendiri menempati urutan pertama dari semua kabupaten di NTB, dengan jumlah pasien terkena penyakit DM sekitar 493 jiwa pada tahun 2012-2013, tahun 2018 Jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) tercatat sejumlah 6.484 jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 Di Puskesmas Montong Betok Kecamatan Montong Gading Lombok Timur. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian cross sectional. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Montong Betok pada bulan Januari — maret dengan jumlah 459 sedangkan sampelnya berjumlah 213 sampel. Dari penelitian diperoleh hasil dengan metode DKQ menunjukkan sebanyak 2 (0,9%) memiliki pengetahuan baik,12 responden (5,6%) memiliki pengetahuan cukup dan 199 (93,4%) memiliki pengetahuan kurang dan hasil dengan MMAS-8 menunjukkan berturut-turut sebanyak 6 (2,8%) responden memiliki kepatuhan tinggi sampai dengan sedang dan 6 (2,8%) yang memiliki kepatuhan rendah 201 (94,4%). Hasil analisis uji korelasi Spearman didapatkan nilai korelasi sebesar 0,00 < 0,05 artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuahan minum obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2.
Peresepan Obat Generik Pada Pasien BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Awet Muda Narmada
Nur Radiah;
Harnia Handayani;
Ade Irma Fitria Ningsih
JIKF Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v10i2.1406
BPJS kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan PerMenKes RI No. HK.02.02/MENKES/068/I/2010 yang mewajibkan penulisan resep dengan nama generik di fasilitas Kesehatan Pemerintah untuk mengantisipasi tingginya harga obat. Rumah sakit sebagai instansi penyedia layanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk masyarakat Indonesia yang berlaku sejak 1 Januari 2014 memerlukan suatu pantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk menjaga rasionalitas pengobatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan masukan bagi rumah sakit, dokter, apoteker, serta pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberikan pengobatan yang rasional. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Populasi sebanyak 2.163 lembar resep pasien BPJS sehingga sampel diambil sebanyak 263 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase obat dengan nama generik adalah 68,3 % (<82%) dikatakan baik namun masih kurang dari standar yang ditetapkan. Sedangkan hasil persentase kesesuaian obat dengan Formularium Nasional adalah 68,6% (<80%) dikatakan baik namun masih kurang dari standar. Dan hasil perhitungan persentase kesesuaian obat dengan Formularium Rumah Sakit adalah 86,8% (<100%) dikatakan cukup tinggi namun masih kurang dari standar yang sudah ditetapkan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur
Nur Radiah;
Nana Agustiana;
Lale Syifaun Nufus
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1661
Hipertensi merupakan salah satu dari penyakit kardiovaskular tidak menular dan memerlukan pengobatan jangka panjang maka pengetahuan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan peran aktif untuk ikut serta dalam pengelolaan dan pengendalian hipertensi. Kepatuhan pengobatan diperlukan untuk mencapai kestabilan tekanan darah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Suela tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 122 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria umur >18 tahun di Puskesmas Suela. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi pearson. Dengan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan X dan kepatuhan minum obat Y. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai korelasi pearson antara pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat sebesar 0,095>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Suela.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur
Nur Radiah;
Nana Agustiana;
Lale Syifaun Nufus
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1661
Hipertensi merupakan salah satu dari penyakit kardiovaskular tidak menular dan memerlukan pengobatan jangka panjang maka pengetahuan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pengetahuan yang baik dapat meningkatkan peran aktif untuk ikut serta dalam pengelolaan dan pengendalian hipertensi. Kepatuhan pengobatan diperlukan untuk mencapai kestabilan tekanan darah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Suela tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 122 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria umur >18 tahun di Puskesmas Suela. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi pearson. Dengan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan X dan kepatuhan minum obat Y. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai korelasi pearson antara pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat sebesar 0,095>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Suela.
Gambaran Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2023
Nur Radiah;
Nur Oktaviani
JIKF Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51673/jikf.v11i2.2042
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. WHO memperkirakan pada tahun 2025 terjadi kenaikan kasus hipertensi sekitar 80 %. Menurut (Lee, 2013 ) kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat juga terbukti cukup buruk sehingga berakibat tidak ada perbaikan yang signifikan pada hasil pengukuran tekanan darahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas tanjung karang 2023 Jenis penelitian ini adalah deskriptif, sampel pada penelitian ini adalah pasien hipertensi pada puskesmas tanjung karang tahun 2023 yang telah memiliki kriteria inklusi, dengan jumlah responden 173 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif sampling, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang berisikan 8 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepatuhan responden termasuk dalam kategori kepatuhan tinggi dengan nilai 50%, kepatuhan sedang dengan nilai 36%, kepatuhan rendah 14% tentang kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di puskesmas tanjung karang. Sedangkan tingkat kepatuhan responden paling banyak berdasarkan umur yaitu umur 46-50 tahun sebanyak 20%, berdasarkan Pendidikan yaitu Pendidikan Sarjana sebanyak 26%, berdasarkan pekerjaan yaitu PNS sebanyak 41 %, berdasarkan jenis kelamin yaitu Perempuan sebanyak 57%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Gambaran Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Tanjung Karang 2023 adalah kategori kepatuhan tinggi yang berjumlah 86 pasien (50%), kategori kepatuhan sedang berjumlah 62 pasien (36%), dan kategori kepatuhan rendah berjumlah 25 pasien (14%).