Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kemampuan Pembentukan Kalus 8 Varietas Tebu (Saccharum offisinarum) Pada Media MS Modifikasi Tika Rahma Yunita; Muhammad Rizal; Muhammad Ali; Dwi Isyana Achmad
Buletin Loupe Vol 17 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.119 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v17i02.818

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang penting, sehingga banyak ditanam di Indonesia. Sehingga pengadaan bibit tebu perlu dilakukan. Penyediaan bibit dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan untuk mendapatkan bibit dalam jumlah besar dan bebas dari hama dan penyakit. Langkah awal untuk menghasilkan bibit tebu adalah dengan menginduksi kalus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginduksi kalus dari delapan varietas tebu yang digunakan, serta untuk mengetahui kemampuan pembentukan kalus dari delapan varietas tebu. Bahan yang digunakan adalah delapan varietas tebu 383, 316, R 236, TC 15, 09, X 4, X 8, dan X 157, dan media MS yang telah digunakan untuk pertumbuhan kalus. dilakukan pada persen terbentuknya kalus. Terdapat dua varietas yang dapat membentuk kalus yatu X 157, Kata kunci : kalus, 8 varietas tebu, media MS
Kemampuan Pembentukan Kalus 8 Varietas Tebu (Saccharum offisinarum) Pada Media MS Modifikasi Tika Rahma Yunita; Muhammad Rizal; Muhammad Ali; Dwi Isyana Achmad
Jurnal Loupe Vol 17 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v17i02.818

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang penting, sehingga banyak ditanam di Indonesia. Sehingga pengadaan bibit tebu perlu dilakukan. Penyediaan bibit dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan untuk mendapatkan bibit dalam jumlah besar dan bebas dari hama dan penyakit. Langkah awal untuk menghasilkan bibit tebu adalah dengan menginduksi kalus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginduksi kalus dari delapan varietas tebu yang digunakan, serta untuk mengetahui kemampuan pembentukan kalus dari delapan varietas tebu. Bahan yang digunakan adalah delapan varietas tebu 383, 316, R 236, TC 15, 09, X 4, X 8, dan X 157, dan media MS yang telah digunakan untuk pertumbuhan kalus. dilakukan pada persen terbentuknya kalus. Terdapat dua varietas yang dapat membentuk kalus yatu X 157, Kata kunci : kalus, 8 varietas tebu, media MS
PENERAPAN SUBSTITUSI PESTISIDA SINTETIS-BIOPESTISIDA PADA BUDIDAYA SAYURAN DI KELOMPOK TANI MAKMUR JAYA, KECAMATAN RASAU JAYA Danie Indra Yama; Zaenal Mutaqin; Muliani; Rista Delyani; Tika Rahma Yunita; Muhammad Ali; Ragil Putri Widyastuti; Okto Ivansyah; Donor Utomo Muhammad Susilo; Agato; Muhammad Rizal; Dwi Isyana Achmad; Kirana Fadhilah; Erwan; Loko Jeremia Sembiring; Maida Solfianti; Ahul Saputra; Kasianus Tomi; Aryan Rahmad Abdillah Abdillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 9 No 1 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v9i1.6572

Abstract

Makmur Jaya Farmers Group is a partner of this PKM program.Teh group still relies on synthetic pesticides and traditional pest control methods due to limited trust in biopesticides. They also lack understanding of vegetable cultivation techniques based on the substitution of synthetis pesticides with biopesticides usingthe 6T principles, have limited skills in proper pesticide application, and require adequate spraying equipment. This PKM activity aims to shift the farmers mindset toward biopesticides, provide knowledge on vegetable cultivation through synthetic to biopesticide substitution appling the 6T principles, enhance their pesticide application skills and provide spraying equipment as assistance. The program began with a needs assessment, followed by socialization, training sessions, hand on practice in environmentally friendly pest and disease control, and the handover of donated sprayers. As aresult, the famers knoeledge and skills in eco-friendly OPT management significantly improved. Participans showed great enthusiasm and expressed commitment to transition from chemical pesticides to biopesticides.