Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Sayuran Daun Indigenous Tahunan Rista Delyani; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.215 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen terbaik dan mengetahui pengaruh pupuk cair hayati terhadap pertumbuhan dan produksi dua sayuran daun indigenous tahunan sebagai komoditas sayuran yang dapat dipanen lebih dari satu kali. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Lewikopo IPB, Dramaga, Bogor mulai pada bulan Januari sampai Mei 2012. Penelitian menggunakan percobaan paralel dengan 2 komoditas, yaitu kenikir dan kemangi. Penelitian disusun dengan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 2 faktor untuk setiap komoditas. Faktor pertama dadalah dosis Nitrogen dengan 4 taraf, 0 kg ha-1, 45 kg ha-1, 90 kg ha-1, dan 135 kg ha-1. Faktor keduan adalah Pupuk Cair Hayati (PCH) dengan 2 taraf, dengan PCH dan tanpa PCH. Hasil menunjukkan bahwa dosis Nitrogen dapat meningkatkan produksi dua sayuran daun indigenous pada bobot hasil panen per petak. Nitrogen dapat memberikan produksi lebih baik pada lingkungan tapi belum optimum. Dosis rekomendasi Nitrogen sebesar 92,73 kg ha-1 untuk kenikir dan 45 kg ha-1 untuk kemangi. PCH tidak memberikan pengaruh terhadap produksi dari dua sayuran daun indigenous.
The existence and characterization of Mycorrhiza Rhizoctonia sp. Binucleate in traditional medicinal orchid (Plocoglottis lowii Rchb.f.) from Sanggau Malay Ethnic West Kalimantan Rista Delyani; Sigit Normagiat; Rita Kurnia Apindiati
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v5i1.3608

Abstract

The conversion of forest for another purpose has made the population and diversity of medicinal plants increasingly threatened. The ex situ conversion by cultivation is needed to provide the suitable environment to ensure the plants grow in their natural habitat and maintain their properties. One of the traditional medicinal plants in Sanggau Malay which has been believed to neutralize the toxin is “anggrek penawar racun” (Plocoglottis lowii Rcbb.f.). This research was important to be done since there was no data and information about mychorrizal type associated to root of orchid P. lowii Rchb.f. in its natural habitat. The aim of this research was to find out the data and information about the types, the characteristics, and the percentage of mycchorizal fungal infection in root tissue for conservation and cultivation purpose. The research used 10% KOH heating method and freehand section coloring using Trypan Blue, Acid Fushin dan Safranin-O conducted in cross section of the roots. The results showed that there was only one species of fungi and it was identified as Rhizoctonia sp. Binucleate type. The highest percentage of mycchorizal infection  occurred at the tip of the roots (90%). It has been found that the location of mychorrizal infection has occurred between the epidermis and cortex. It is needed to do the further study about mychorrizal isolate Rhizoctonia sp. effectiveness in the growth of P. lowii Rchb.f in the cultivated land.
PKM KELOMPOK BUDIDAYA JAMUR SAKINAH DAN PKK DESA PINANG LUAR KECAMATAN KUBU, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Elliska Murni Harfinda; Nizarrahmadi Nizarrahmadi; Sigit Normagiat; Rista Delyani; Reza Wahyudi; Mahyarudin Ashari
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 2 (2018): December 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i2.2588

Abstract

Berdasarkan diskusi pada kegiatan orientasi lapang dengan Kelompok Budidaya Jamur Sakinah, terdapat keluhan mengenai sulitnya memperoleh baglog untuk media pertumbuhan jamur tiram. Padahal, di sekitar Desa Pinang Luar terdapat banyak sawmill mini yang menghasilkan limbah serbuk gergaji yang merupakan bahan utama pembuatan baglog jamur. Selain itu, kami juga bertemu dengan anggota PKK Desa Pinang Luar. Selama ini, para ibu rumah tangga yang merupakan anggota PKK masih melakukan usaha budidaya hortikultura konvensional yang dikelola di lahan sekitar pekarangan rumah. Budidaya dengan cara seperti ini mereka akui tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, Tim PKM Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat mencoba bermitra dengan kedua kelompok tersebut dan memberikan solusi berupa Program Pembinaan Budidaya Hortikultura secara Hidroponik dan Budidaya Jamur Tiram. Target luaran yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan anggota kelompok dalam membudidayakan hortikultura hidroponik dan jamur tiram sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i2.2588
Pengelolaan Limbah Penyulingan Minyak Cengkeh Dan Limbah Perikanan Menjadi Pupuk Organik Di Pulau Kabung Ragil Putri Widyastuti; Jaini Fakhrudin; Zaenal Mutaqin; Danie Indra Yama; Muhammad Ali; Rista Delyani; Libertus Darus; Ledy Purwandani; Fenny Imelda; Nur Fajar Febtysiana
Kapuas Vol 2 No 1 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i1.399

Abstract

Pulau Kabung merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau kecil Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sebagian besar masyarakat adalah nelayan dan petani. Apabila kondisi cuaca tidak mendukung untuk melaut, masyarakat akan menyuling daun cengkeh menjadi minyak atsiri, dan beberapa masyarakat memanfaatkan lahan yang mereka punya untuk Bertani cabai. Penyulingan minyak cengkeh dan hasil perikanan menghasilkan limbah yang cukup banyak dan belum diolah. Limbah yang menumpuk dan tidak diolah menyebabkan lingkungan yang tidak sehat dan mengganggu pemandangan secara estetika. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan cara mengolah limbah padat hasil penyulingan minyak cengkeh menjadi kompos dan mengolah limbah perikanan menjadi pupuk organik cair (POC). Metode yang digunakan yaitu partisipator dan eksperimental. Peserta ikut serta dalam pelatihan pembuatan pupuk organik dengan bahan baku limbah daun hasil penyulingan minyak dan limbah perikanan, dan mereka akan mengaplikasikannya pada tanaman sayuran di ladang mereka misalnya cabai dan bayam. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 90% peserta belum mengetahui manfaat limbah perikanan sebagai pupuk organik, sedangkan 70% peserta sudah mengetahui bahwa limbah hasil penyulingan minyak cengkeh dapat dijadikan bahan baku pembuatan kompos. Oleh karena itu 90% dari peserta pelatihan sangat tertarik dan antusias untuk mengikuti pelatihan pembuatan kompos dan POC dari limbah hasil penyulingan cengkeh dan limbah perikanan, karena limbah tersebut sangat banyak tersedia di sekitar mereka. Berdasarkan analisis finansial yang dilakukan, pupuk organik yang dibuat sendiri dengan bahan yang tersedia, cukup potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pulau Kabung.
Effect Of Kepok Banana Peel (Musa Paradisiaca L.) Liquid Based Organic Fertilizer On The Growth And Production Of Kale (Brasicca Oleraceae Var. Acephala) Green Dwarf Curly Widya Eka Aprianti; Rista Delyani; Sigit Normagiat
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v21i1.3534

Abstract

This study aims to determine the effect of the best POC dose of banana peel on the growth and production of kale plants (Brasicca oleraceae var. acephala) green dwarf curly. This research was conducted at Jalan Perdana gang Wak Sidik Pontianak from November 2020 to March 2021. The research design used was a Complete Randomized Design (RAL) using a single factor, namely the POC dose of banana peel with 5 treatments, namely doses of 0 ml, 10 ml, 20 ml, 30 ml and 40 ml. and repeated 5 times so that there are 25 experimental units. One experimental unit had 5 sample plants so that in this study 125 plants were needed. The observed variables are plant height, number of leaves, stem diameter, wet weight and dry weight. The data were analyzed and continued with the DMRT TEST at a level of 5%. The results showed that the application of liquid organic fertilizer of banana peel kepok with a concentration of 30 ml / polybag had the best influence on plant height, number of leaves, stem diameter and wet weight of kale plants.
Budidaya Tanaman Serat Tinggi sebagai Pakan Alternatif di Pesantren Nurul Jadid Yunita, Tika Rahma; Achmad, Dwi Isyana; Purwandani, Ledy; Rizal, Muhammad; Muliani, Muliani; Mutaqin, Zaenal; Fakhrudin, Jaini; Delyani, Rista
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.914 KB) | DOI: 10.56211/wahana.v1i2.140

Abstract

Pondok Pesantren Nurul Jadid mengembangkan kegiatan kewirausahaan dalam upaya pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Para santri tingkat Madrasah Aliyahnya memiliki ekstra kulikuler di bidang pertanian, peternakan dan pengolahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitarnya. Pakan kambing yang biasa diberikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid berupa rumput segar. Penyediaan pakan alternatif untuk kambing dapat dilakukan dengan membuat pakan komplit yang dicampur menggunakan limbah pertanian maupun limbah industri. Jenis tanaman yang dapat dikembangkan untuk menjadi produk pakan berserat dan protein tinggi yaitu ampas tebu, limbah jagung dan jenis tanaman Legume. Pakan ini dapat mensubstitusi pemberian pakan sintetis yang dibeli dari luar sehingga biaya produksi kambing dapat diminimalisir. Kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan mitra mengenai teknik budidaya secara polikultur dan pembuatan pakan ternak dari limbah tanaman.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Serai Dapur (Cymbopogon citratus) untuk Mengendalikan Hama Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus H) dengan Metode Umpan Secara in Vitro: Effectiveness Test of Lemongrass Leaf Extract (Cymbopogon citratus) to Control Termite Pests (Coptotermes curvignathus H) Using the in Vitro Bait Method Yulia Putria, Alicia; Danie Indra Yama; Rista Delyani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4540

Abstract

Rayap merupakan hama yang cukup merugikan perkebunan kelapa sawit. Teknik pengendalian rayap selama ini masih berfokus pada pengendalian secara kimia. Metode pengumpanan mengendalikan rayap dengan memasukkan bahan yang disukai rayap dari sumber makanan mereka dan racun yang dapat membunuh rayap seperti penggunaan ekstrak daun serai dapur. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan umpan berbahan serbuk gergaji terhadap lingkungan selama aplikasi di wadah, mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun serai dapur dalam mengendalikan hama rayap tanah, menentukan konsentrasi ekstrak daun serai dapur yang efektif dalam mengendalikan hama rayap tanah dengan metode umpan. Pembuatan ekstrak daun serai dapur menggunakan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Masing- masing wadah berisi 27 ekor rayap pekerja dan 3 rayap prajurit. Ketahanan umpan berbahan serbuk gergaji terhadap lingkungan selama aplikasi di wadah dengan menggunakan ekstrak daun serai dapur dinyatakan membunuh hama rayap, konsentrasi ekstrak serai dapur dengan 30% berpengaruh terhadap mortalitas hama rayap sebesar 82,50% dengan hasil konsentrasi Lethal Consentration sebesar 15,9% dapat membunuh hama rayap selama 12,19 jam (LT50), konsentrasi 30% dinyatakan konsentrasi terbaik dalam membunuh hama rayap tanah dengan metode umpan. Termites are quite detrimental pests to oil palm plantations. Termite control techniques have so far focused on chemical control. The baiting method controls termites by inserting ingredients that termites like from their food sources and poisons that can kill termites such as the use of lemongrass extract. This study aims to determine the resistance of sawdust bait to the environment during application in containers, to determine the effectiveness of administering lemongrass extract in controlling subterranean termites, to determine the concentration of lemongrass extract that is effective in controlling subterranean termites with the bait method. The manufacture of lemongrass extract uses the maceration method. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 4 replications so that there were 16 experimental units. Each container contained 27 worker termites and 3 soldier termites. The resistance of sawdust bait to the environment during application in a container using lemongrass extract is stated to kill termites, the concentration of lemongrass extract with 30% has an effect on termite mortality of 82.50% with the results of the Lethal Concentration concentration of 15.9% can kill termites for 12.19 hours (LT50), a concentration of 30% is stated to be the best concentration in killing subterranean termites with the bait method.
ANTIFUNGAL STUDY OF UNCARIA GAMBIR ROXB. (UGR) EXTRACT AGAINST GANODERMA SP. IN VITRO: STUDI ANTIFUNGI EKSTRAK UNCARIA GAMBIR ROXB. (UGR) TERHADAP GANODERMA SP. SECARA IN VITRO Nugroho, Rylo; Iskandar, Dodi; Rista Delyani; Danie Indra Yama; Muliani
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 2 No. 1 (2025): JPT ROCE 3, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v2i1.52

Abstract

Ganoderma sp. is a pathogenic fungus that causes basal stem rot in oil palms, leading to significant yield losses. This study explores the antifungal potential of Uncaria gambir Roxb. extract against Ganoderma sp. using in silico and in vitro methods. In silico analysis from the KNApSAcK and PASS Online databases identified 18 secondary metabolites with probability activity (Pa) values ranging from 0.5 to 0.7, indicating high potential. Cinchonain Ia, an alkaloid with the highest Pa value of 0.638, has poor solubility. In vitro tests on U. gambir extract at various concentrations (0%, 1.5%, 2%, 2.5%, and 3%) showed that the extract was ineffective in inhibiting the growth of Ganoderma sp. Further research with variations in solvents, extraction methods, and formulations is needed to optimize the antifungal activity of this extract.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Serai Dapur (Cymbopogon citratus) untuk Mengendalikan Hama Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus H) dengan Metode Umpan Secara in Vitro: Effectiveness Test of Lemongrass Leaf Extract (Cymbopogon citratus) to Control Termite Pests (Coptotermes curvignathus H) Using the in Vitro Bait Method Yulia Putria, Alicia; Danie Indra Yama; Rista Delyani
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4540

Abstract

Rayap merupakan hama yang cukup merugikan perkebunan kelapa sawit. Teknik pengendalian rayap selama ini masih berfokus pada pengendalian secara kimia. Metode pengumpanan mengendalikan rayap dengan memasukkan bahan yang disukai rayap dari sumber makanan mereka dan racun yang dapat membunuh rayap seperti penggunaan ekstrak daun serai dapur. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan umpan berbahan serbuk gergaji terhadap lingkungan selama aplikasi di wadah, mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun serai dapur dalam mengendalikan hama rayap tanah, menentukan konsentrasi ekstrak daun serai dapur yang efektif dalam mengendalikan hama rayap tanah dengan metode umpan. Pembuatan ekstrak daun serai dapur menggunakan metode maserasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Masing- masing wadah berisi 27 ekor rayap pekerja dan 3 rayap prajurit. Ketahanan umpan berbahan serbuk gergaji terhadap lingkungan selama aplikasi di wadah dengan menggunakan ekstrak daun serai dapur dinyatakan membunuh hama rayap, konsentrasi ekstrak serai dapur dengan 30% berpengaruh terhadap mortalitas hama rayap sebesar 82,50% dengan hasil konsentrasi Lethal Consentration sebesar 15,9% dapat membunuh hama rayap selama 12,19 jam (LT50), konsentrasi 30% dinyatakan konsentrasi terbaik dalam membunuh hama rayap tanah dengan metode umpan. Termites are quite detrimental pests to oil palm plantations. Termite control techniques have so far focused on chemical control. The baiting method controls termites by inserting ingredients that termites like from their food sources and poisons that can kill termites such as the use of lemongrass extract. This study aims to determine the resistance of sawdust bait to the environment during application in containers, to determine the effectiveness of administering lemongrass extract in controlling subterranean termites, to determine the concentration of lemongrass extract that is effective in controlling subterranean termites with the bait method. The manufacture of lemongrass extract uses the maceration method. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 4 replications so that there were 16 experimental units. Each container contained 27 worker termites and 3 soldier termites. The resistance of sawdust bait to the environment during application in a container using lemongrass extract is stated to kill termites, the concentration of lemongrass extract with 30% has an effect on termite mortality of 82.50% with the results of the Lethal Concentration concentration of 15.9% can kill termites for 12.19 hours (LT50), a concentration of 30% is stated to be the best concentration in killing subterranean termites with the bait method.
Peningkatan Keterampilan Budidaya Tanaman Organik melalui Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati dan Pupuk Kompos Fakhrudin, Jaini; Ali, Muhammad; Yama, Danie Indra; Muliani, Muliani; Susana, Susana; Mutaqin, Zaenal; Yunita, Tika Rahma; Delyani, Rista; Ardianti, Nova; Naturindo, Naupal
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3205

Abstract

The majority of residents in Punggur Kapuas are engaged in farming, primarily in horticulture and food crops, making agriculture a pivotal economic sector in the region. However, a significant issue has been the heavy reliance on chemical pesticides and fertilizers, which not only pose environmental risks but also indicate a lack of knowledge regarding sustainable and eco-friendly farming practices. The continuous use of chemical inputs has led to soil and water pollution, as well as disruptions to the natural ecosystem. To combat these challenges, this initiative focuses on training and educating farmers in the production of natural botanical pesticides and organic compost. The project encompasses needs analysis, collaborative design, outreach and training, monitoring, and financial analysis to compare the costs of natural alternatives with chemical inputs. The training component covers two main aspects: the production of botanical pesticides using readily available natural materials such as papaya leaves and garlic, and the creation of organic compost from organic waste. Compost production has a host of benefits, including improved soil fertility and reduced dependence on harmful chemical fertilizers. The method used is by counseling, discussion and direct practice in the field. The outcomes of this initiative include enhanced knowledge and skills among the farming community in Punggur Kapuas regarding the creation of safe and environmentally friendly botanical pesticides, a reduction in the use of chemical pesticides, increased productivity of organic crops, and heightened awareness of the importance of sustainable farming practices. The project has already demonstrated positive impacts, with participants gaining practical expertise in botanical pesticide and compost production. The initiative aims to encourage the adoption of organic farming practices and environmental sustainability, thereby benefiting the local economy and ecosystem. Future efforts may include extension activities, active mentoring, and supplementary skills training to further advance organic crop cultivation and promote sustainability in local agriculture.