Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Penataan Air Terjun Gulung Tikeh Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar-Bali Nyoman Ratih Prabandari; Made Mas Surya Wiguna; Wayan Gde Erick Triswandana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.304

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Siangan dalam mendeskripsikan master plan Air Terjun Gulung Tikeh sebagai objek wisata alam yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanpa mengurangi nilai ekologisnya. Melalui penyusunan konsep dan master plan penataan air terjun Gulung Tikeh dengan pendekatan studi banding objek sejenis berbasis pemberdayaan masyarakat, yaitu objek wisata ditata dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan potensi yang dimiliki alam. di Desa Siangan. Pengabdian Kepada Masyarakat berupa penyusunan master plan Air Terjun Tikeh Gulung ini bekerjasama dengan Pemerintah Daerah di Desa Siangan. Kegiatan survei lapangan, Studi Preseden, dan Focus Group Discussion dilakukan untuk menjaring masukan dan gagasan terkait kebutuhan masyarakat dalam pengembangan Air Terjun Tikeh Gulung sebagai objek wisata alam di Desa Siangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata agar masyarakat sadar akan potensi yang dimiliki dan dapat mengoptimalkan keasliannya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan alam di Desa Siangan.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penataan Bibir Sungai Sebagai Pendukung Jembatan Bambu Dengan Metode Struktur Perkuatan Alam Eksisting Di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Made Mas Surya Wiguna; Nyoman Ratih Prabandari; Ni Komang Ayu Agustini; Kadek Goldina Puteri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.306

Abstract

Desa Siangan terletak pada Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota Gianyar dan sekitar 30 Km dari kota Denpasar. Desa Siangan didukung oleh 6 Banjar Adat yaitu Banjar Selat, Teruna, Triwangsa, dan Siladan. Desa siangan ini diapit oleh 2 sungai yang menjadi daya tarik tersendiri bagi desa ini. Namun karena desa ini diapit oleh 2 sungai terjadinya masalah akses antar desa siangan ke desa lain. Selain itu juga sungai yang ada belum dimanfaatkan dengan baik.  Dengan direncanakan jembatan bambu diantara sungai untuk penghubung antara desa dengan desa lain dan pura pengukur-ukur, penataan ini dimaksudkan untuk pendukung dari jembatan bambu agar nantinya area jembatan bambu dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Area penataan disekitaran jembatan bambu akan menggunakan mekanika struktur alam atau eksisting yang ada, seperti memanfaatkan material sekitar, perkuatan tebing, perkuatan batu sungai, perkuatan pohon disekitar dan lainya yang ada pada sekitaran sungai dirancangnya jembatan bambu. Tujuan dari perencanaan ini bertujuan menemukan desain yang tepat untuk penataan disekitaran jembatan bambu dengan memanfaatkan eksisting yang ada sehingga tidak merusak dari bibir sungai. Metode yang digunakan diantaranya Observasi lapangan, Wawancara, Metode Focus Group Discussion (FGD), dan  Metode Teknis Perencanaan. Hasil dari perencanaan ini adalah mekanika struktur yang tepat agar nantinya menjadi acuan dalam pembangunan penataan sekitar jembatan bambu.
Peningkatan Kemampuan Dasar Mahasiswa Arsitektur Melalui Program Magang Di Biro Arsitek I Wayan Darma Yasa; I Made Suryadi; I Wayan Dodik Yasa; Nyoman Ratih Prabandari; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. S1 (2021): UNDAGI: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Special Issue
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internship programs are very important to do in order to increase students' self-potential and train job readiness. This research is motivated by low job readiness. The effect of internship experience is knowledge or skills gained from internships in the business world or industry for a certain period of time. Preparing prospective graduates who are professional and competent in their fields is the most important aspect in implementing an internship program for students. This study aims to find out what are the effects and results obtained in the internship process for architectural students to enter the world of architecture. In the internship process, I got some learning about what kind of work is done at the architectural bureau (person-job fit) and company organizations (person-organization fit). After completing the internship, students are expected to be able to provide an opinion on the workings and scope of the internship company. so that these factors ultimately shape students' perceptions of their future career (person-career fit). This study uses primary data obtained by direct observation and interviews with managers and students about the current street vendors management.
Potensi Rekayasa Kayu Pada Bangunan Green Architecture I Putu Wikan Pithamaha; Cindy Avisha Khurniawan; I Made Pande Gosha Primayoga; Nyoman Ratih Prabandari; I Gede Surya Darmawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. S1 (2021): UNDAGI: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Special Issue
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.S1.4298.71-78

Abstract

Environmental problems, notably global warming, have recently emerged as a source of concern. In the world of architecture, there is a phenomenon known as "sick building syndrome," which refers to health and discomfort issues caused by poor air quality and air pollution in an occupied building, which affects residential productivity. There is also a lack of natural lighting and poor air ventilation.In addition to the existence of global warming, the development or invention of renewable energy becomes the impetus for the development of green buildings. As more people become interested in green building, timber materials become a viable option for creating a long-lasting structure. Wood has long been regarded as a sustainable material and a renewable resource. Wood may be protected in the forest by collecting naturally growing wood resources and following harvesting standards. Eco - friendly construction materials are required to decrease energy consumption, emissions, and trash or garbage in order to maintain a healthy and comfortable environment on the planet.
Perubahan Arsitektur Pada Rumah Adat Kampung Kamanasa di Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Tengah, Nusa Tenggara Timur Putu Padma Sthri Meila Utami; I Putu Gede Laksmana Adisatya; Nyoman Ratih Prabandari; Ni Komang Indra Mahayani; Made Mas Surya Wiguna
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 1 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.1.7328.158-164

Abstract

This study identifies changes that have occurred in Archipelago Traditional Architecture, in this case taking a case study of Traditional Houses in Kamanasa Village, Central Malacca District, Central Malacca District. Data collection was carried out using field surveys and direct interviews with indigenous peoples in Kamanasa Village. The analysis was carried out by comparing and describing the differences that reflect changes in traditional house buildings in Kamanasa Village from an architectural point of view. Along with the times, traditional houses in Kamanasa Village have changed in terms of function, spatial planning, to construction and building materials. This architectural change was influenced by the growing needs of the community, practicality in the development process, to the increasingly limited availability of old materials and began to be replaced with new ones. This architectural change also creates differences between buildings that tend to be sacred or bound by customary rules and buildings where indigenous peoples live in general. The changes occur in spatial planning that adapts to the needs of the occupants' activities. This has implications for the appearance of buildings that seem more closed and private. The standards for health, safety and security for the occupants have also increased, so that traditional houses which function as residences usually have undergone a change in the use of materials that are easy to clean and the use of structures that are felt to be stronger and safer.
Rinjani National Park Visitor Center Sebagai Pendukung Pengembangan Pariwisata: bahasa indonesia Ida Wayan Sastra Adinata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Made Suniastha Amerta; I Wayan Wirya Sastrawan; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9798.31-39

Abstract

Tourism in Indonesia, particularly in the Rinjani National Park (TNGR) in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara, has significant potential but faces several challenges. These include a lack of comprehensive information and promotion centers, limited tourism activities to encourage local potential development, and low participation from the local community. To address these issues, this research aims to design the Rinjani National Park Visitor Center as an integrated information and promotion center, as well as tourist accommodation serving as a platform for empowering the local community. This project is located in the village of Sembalun Lawang, Sembalun District, East Lombok. The project aims to address the challenges in tourism sector development by creating a visitor center in East Lombok Regency as an integrated information and promotion facility in the Rinjani National Park (TNGR), through strategies such as increased promotion, tour package regulations, infrastructure development, and empowerment of local human resources. It is hoped that this new facility will increase tourist visits to TNGR. Additionally, it is expected to make a positive contribution to national tourism development and the welfare of the local community.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS PENUNJANG LITERASI DAN KOMUNITAS PELAJAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI DESA PED, NUSA PENIDA: Bahasa Indonesia I Made Gde Adisatya Ardikabawa; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; I Wayan Parwata; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12126.183-192

Abstract

Kemampuan literasi menjadi keterampilan penting di era digital, namun Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait rendahnya minat baca. Menurut UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, dan skor literasi membaca PISA 2022 Indonesia berada di bawah rata-rata internasional. Tantangan ini juga terlihat di Nusa Penida, bagian dari Kabupaten Klungkung, Bali, yang meskipun berkembang sebagai destinasi wisata, masih kekurangan fasilitas pendidikan, termasuk perpustakaan. Dengan pertumbuhan pariwisata yang pesat, pembangunan di Nusa Penida cenderung berfokus pada sektor pariwisata, mengesampingkan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.Penelitian ini bertujuan merancang perpustakaan umum di Nusa Penida yang tidak hanya menyediakan koleksi bahan bacaan tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi interaktif. Perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat, menyediakan pelatihan literasi digital, dan menjadi pusat kolaborasi komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur untuk memahami pentingnya literasi dan survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan lokal. Hasil penelitian diharapkan memberikan solusi strategis dalam meningkatkan minat baca dan daya saing masyarakat Nusa Penida secara global. Dengan desain yang tepat, perpustakaan ini tidak hanya meningkatkan literasi tetapi juga menjadi katalisator pengembangan komunitas yang lebih berdaya dan inovatif.
Perencanaan dan Perancangan Agrowisata Peternakan Babi di Desa Kerta, Payangan: Bahasa Indonesia I Wayan Esa Adhitya Putra; I Wayan Parwata; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Nyoman Ratih Prabandari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.12212.122-132

Abstract

Bali merupakan daerah yang kaya dengan kearifan flora dan fauna, salah satu hewan yang dekat dengan masyarakat bali adalah babi, dibali babi tidak hanya dikonsumsi namun juga banyak digunakan sebagai sarana upakara, daging babi kini menjadi salah satu komoditas bahan pangan yang dapat diekspor, Bali merupakan provinsi penghasil daging babi tertinggi di indonesia, warga di Desa Kerta sudah mulai melupakan sistem peternakan dan penggunaan pakan organik, dimana sebelumnya masyarakat di desa kerta memanfaatkan kotoran babi sebagai pupuk kandang yang selanjutnya diberikan pada tanaman pisang batu, lalu tanaman pisang batu tersebut dimanfaatkan daunnya oleh warga dan batang serta buahnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sistem ini mulai dilupakan karena munculnya jenis pakan babi yang lebih efisien dari segi waktu penggemukan babi, hal ini juga menjadi salah satu penyebab ditinggalkannya komoditas babi lokal bali sebagai hewan ternak di Desa Kerta, perencanaan dan perancangan agrowisata ini menggunakan pendekatan konsep Nature farm yang diimplementasikan dalam sistem utilitas, sirkulasi dan tata bangunan,untuk menjawab konsep nature farm tema rancangan biophilic dipilih karena memiliki tujuan yang sama dengan konsep nature farm, pada perancangan ini bangunan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona peternakan, zona perkebunan dan zona rekreasi, nantinya bangunan – bangunan akan di dikelompokkan kedalam 3 zona tersebut.
Dokumentasi Potensi Wisata di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali Wiwik Dwi Pratiwi; Nyoman Ratih Prabandari
Jurnal Sutramas Vol. 4 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dan target dilakukannya kegiatan Inventarisasi dan Dokumentasi ini yaitu mengetahui potensi-potensi desa wisata terpendam yang dimiliki oleh desa, serta melakukan pencatatan dan dokumentasi potensi desa termasuk juga aset kebudayaan yang dimiliki oleh Desa Siangan, Gianyar Bali. Disamping itu, kegiatan pengabdian ini akan membantu memudahkan Desa Siangan untuk memperkenalkan potensi-potensi terpendam yang dimiliki dalam upaya reaktivasi ekonomi lokal. Dalam mewujudkannya, penggalian data dilakukan dengan melakukan observasi lapangan, dokumentasi, pengumpulan dokumen arsip desa, serta wawancara secara individu maupun kolektif dalam bentuk focus group discussion bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat di Desa Siangan. Hasil dari kegiatan inventarisasi dan dokumentasi potensi wisata di Desa Siangan ini adalah Desa Siangan memiliki Sumber Daya yang dapat berpotensi menjadi daya tarik kunjungan bagi wisatawan. Sumber daya tersebut berupa alam dan buatan yang dibentuk sendiri oleh aktivitas kebudayaan masyarakatnya. Potensi wisata yang bersumber dari kondisi lanskap serta alam lingkungan yang menjadi kekhasan Desa Siangan. Desa Siangan memiliki bentang persawahan, ngarai, air terjun, sungai, serta beberapa titik mata air. Potensi Wisata yang bersifat buatan manusia dikelompokkan menjadi wisata kebudayaan dan lingkungan permukiman di Desa Siangan, diantaranya keberadaan Puri Siangan dan arsitektur tradisional setempat, keterampilan memahat dan pembuatan ukiran yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Siangan, dan potensi atraksi wisata budaya lainnya.
Optimizing the Authenticity of Bali Aga Sidatapa Traditional House Architecture in Sustainable Tourism in Sidatapa Village Nyoman Ratih Prabandari; Wiwik Dwi Pratiwi
Architectural Research Journal Vol. 2 No. 1 (2022): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.2.1.2022.15-23

Abstract

The article aims to explain the authenticity of the architecture of the Balinese Aga Sidatapa traditional house, its optimization and the resulting impact of this optimization on the sustainability of tourism in Sidatapa Village. The civilization of the Balinese Aga community in Sidatapa Village is used to coexisting with mountainous nature (Aga land). Starting from meeting their food needs, their livelihoods, to providing building materials for their traditional houses, they depend on Aga's land. The Balinese Aga traditional house in Sidatapa Village has a unique form and spatial concept, different from the Balinese Dataran architecture in general. The architecture of Bali Dataran consists of several bale buildings and their appearance is enhanced with various decorations on each component of the building. While the architecture of the Balinese Aga traditional house in Sidatapa Village is in very simple condition, even the application of building materials takes from what is available on Aga land, such as bamboo, wood, and natural stone. So that when Sidatapa's cultural heritage is conserved, then indirectly Aga's land will also be preserved by the village community to fulfill their food and shelter needs, as well as to support their cultural activities. Thus, Sidatapa Village has considerable potential to become a sustainable tourism village. Optimization is done by making the architecture and settlements of Bali Aga Sidatapa an attraction for outsiders to come to the village. This proposal can be developed into a tourism program which in the future can help increase the income of Sidatapa Village. In this development, tourism is not the main goal, but rather emphasizes the development of authenticity as capital for better village development. The hope is that it can foster village independence and be able to share the right proportion of the tourism industry as part of the Sidatapa Village economy, as well as provide insight regarding the authenticity of the Balinese Aga Sidatapa traditional house architecture, both for the village community itself, academics, and the wider community.