Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA BAN, KARANGASEM, BALI Komang Triyani Kartinawati; I Made Eka Dwipayana
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 8 No 2 (2022): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/jsb.v8i2.2861

Abstract

Ban Village is located in Ban District, Karangasem, Bali which is near the valley of Gunung Agung. Therefore, this village has the potential of fertile soil to produce the nutritious sources of food. Food production from locals is essential to support the daily consumption of people who live in the area. This nutritious food is important for the growth and developmental process of toddlers, especially in their first 1000 days of life. Regarding previous research in 2020, there were 118 cases of stunting, consisting of 77% stunting and 23 % very stunted. This high incidence of stunting is caused by multifactorial, such as family income, inadequate intake of food, and insufficient knowledge about the importance of nutritious food during the first 1000 days of life. Based on that research, the majority of toddlers’ mothers do not aware of the long-term impact of stunting in the future life of their children. They also do not understand that early intervention is beneficial to manage stunting. From the prior situational analysis, it was found that the health education and information were still lacking, therefore people in Ban Village do not know about the definition, the cause, risk factors, signs and symptom and the prevention of stunting. Furthermore, there was lack of health promotion on preventing stunting in the Integrated Health Services (Posyandu). This program is a pilot project to gain awareness and to stimulate community partnership to sustainably hold health promotion and education on preventing stunting in Ban Village, Karangasem, Bali. This program was held on July 9th, 2021 with the participation of community leaders, village midwives, and toddlers’ mothers in Ban Village, Karangasem, Bali. The program was successfully held with good facilities, good communication and interaction with all participants, and enthusiasm of the participants. The content of this program was about the balanced nutrition of weaning food, especially for the first 1000 days of life, and food preparation based on local resources. The health education was given by three respectful speakers in public health with the support of the Community Services Unit in the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. The result of this program was an increase of knowledge about balanced nutrition of weaning food, preparation of menu for toddlers, and utilizing local resources for weaning food in toddlers, especially for the first 1000 days of life. Furthermore, there was also enthusiasm in toddlers’ mothers to prepare balanced nutrition in weaning food for their children.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR INTARAN SANUR Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 11: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Intaran yang terletak di Kelurahan Sanur Kauh merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, Provinsi Bali dengan total jumlah pedagang 450 orang. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran COVID-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Menurut hasil penelitian, PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Pedagang harus terus dihimbau untuk meningkatkan PHBS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Namun penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Intaran. Selain masalah kesehatan, terdapat juga masalah ekonomi yaitu terkait dalam hal pemasaran produk dagangan, dimana pedagang belum mampu memasarkan dagangannya dengan baik ke sistem pasar. Selain itu pembukuan mereka dalam berdagang juga kurang baik karena pendidikan mereka yang rendah. Pada PKM ini kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam bidang pemahaman tentang COVID-19 dan juga pencegahan penyebaran COVID-19 serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kelompok mitra sudah terampil dalam pembuatan APD dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kelompok mitra sudah bisa memasarkan dagangannya dengan strategi digital marketing seperti di media sosial dan juga sudah bisa membuat pumbukuan yang baik.
PKM Pemberdayaan Pekerja Seks Perempuan dalam Penanggulangan Kanker Serviks di Kecamatan Kuta Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36049/genitri.v2i2.164

Abstract

Salah satu penyakit yang dapat menganggu kesehatan organ reproduksi wanita adalah Kanker Serviks yang merupakan kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia. Bali adalah tujuan para traveler yang rentan terhadap penyebaran dan penularan penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Kejadian Kanker Serviks di Provinsi Bali adalah sebesar 2,3 per 1000 penduduk. Kanker Serviks ini dapat dicegah dengan cara meningkatkan perilaku hidup sehat dengan cara cerdik serta mengurangi faktor risiko terjadinya kanker tersebut. Dari wawancara yang dilakukan kepada mitra, didapatkan permasalahan bahwa minimalnya pengetahuan mitra PSP (Pekerja Seks Perempuan) mengenai kesehatan reproduksi khususnya pencegahan Kanker Serviks. Mereka tidak mengetahui hal-hal yang berbahaya dari Kanker Serviks, faktor risiko, cara penularannya serta cara pencegahannya. Dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu, membuat terjadinya penurunan pemasukan dari pelanggan yang berdampak pada perekonomian mereka. Sehingga mereka membutuhkan penghasilan tambahan selain dari memuaskan pelanggan. Dari permasalahan yang dihadapi, maka solusi yang dapat ditawarkan adalah melaksanakan focus group discussion mengenai pencegahan Kanker Serviks dengan melibatkan mitra. Dari kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman PSP serta orang-orang di sekitar lokalisasi mengenai pentingnya penanggulangan Kanker Serviks. Peningkatan skill PSP melalui pelatihan bagi mitra dalam pembuatan APD seperti masker, handsanitizer, face shield. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu PSP dalam mencari pemasukan tambahan selain bekerja di lokalisasi sehingga permasalahan perekonomian mereka terbantu di masa pandemi Covid-19.
Hubungan Kematangan Emosi dengan Psikosomatis pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Ni Putu Dita Hendrika Vijayanti; Sagung Putri Permana Lestari M.P; Komang Triyani Kartinawati
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 2 (2022): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.1.2.2022.7-12

Abstract

Students in the final stage of lectures generally have academic and non-academic problems. Various problems that usually arise are when working on a final project (thesis) and having to complete lectures on time. This can develop into a negative feeling that can lead to a psychologically depressed state and ends up being uncomfortable. The power of problem solving objectively is based on the level of emotional maturity. The aim of the study was to find the correlation between emotional and psychosomatic maturity that occurred in the final stages of FKIK students at Warmadewa University. The sample used is the total number of affordable population, namely students from the class of 2017 who are taking semester VIII (92 people). The research method used is correlative analytic, cross sectional design. The data used are primary data obtained by interview using an emotional maturity scale questionnaire and a somatic symptom scale (SSS) questionnaire. Data analysis was carried out univariate also bivariate with Spearman correlation test. Spearman's correlation analysis showed a significant correlation between emotional and psychosomatic maturity that occurred in late-stage students at the Faculty of Medicine and Health Sciences at Warmadewa University (p=0.000), with a weak correlation (r= 0.415)
Hubungan antara Frekuensi Bangkitan Epileptik dengan Kualitas Hidup Pasien Epilepsi di RSUD Mangusada Tahun 2021-2022 I Gusti Ngurah Agung Cahyadi Putra; Saktivi Harkitasari; Komang Triyani Kartinawati
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 3 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.3.2022.166-173

Abstract

Epilepsy is an abnormal condition in the brain characterized by the continuous emergence of predisposing factors in the occurrence of an epileptic seizure, which is also characterized by the presence of neurobiological, cognitive, psychological, and social consequences of the condition. Epileptic seizures are signs and/or symptoms that appear briefly due to abnormal and synchronous neuronal activity in the brain. This study aims to determine the correlation between the frequency of epileptic seizures with the quality of life in epileptic patients at the Mangusada Hospital. This research is an analytic observational study with a cross sectional research design and uses a consecutive sampling technique. The subjects of this study were 52 epileptic patients who came to the neurosurgery polyclinic at RSUD Mangusada in the period of December 2021 to February 2022. The data were collected by questionnaires, collecting secondary data from patient medical records, and interviews. This research was conducted for 3 months, from December 2021 to Febuary 2022. Data were analyzed by Spearman test. The level of significance in this study obtained results (p) <0.001 which means it has a significant correlation between frequency of epileptic seizures with quality of life. The value (r) in this study is -0.705, the correlation is strong with a negative direction, meaning that the more frequent epileptic seizures occur, the lower the quality of life in epileptic patiens.
Hubungan Kejadian Ibu Hamil yang Terinfeksi Covid-19 terhadap BBLR di UPT Kesmas Blahbatuh II Agung Aditya Dharmapatni; Komang Triyani Kartinawati; A.A. Sri Agung Aryastuti
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 1 (2023): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.1.2023.106-111

Abstract

The Covid-19 pandemic may concern the birth rate that happens during the pandemic. Low birthweight is a baby that has birth weight of less than 2.500 grams. Indonesia currently stands at the 9th spot with the rate of 15,5% low birthweight out of the total birth each year. This research was held to find the correlation between pregnant mothers afflicted by Covid-19 with the low birthweight in the UPT Kesmas Blahbatuh II area. This research used the analytical quantitative method with the time series method along with the data gathering method of total sampling using medical record and Covid-19 incidents data. The result of this research was 15 total cases of pregnant mothers afflicted by Covid-19 between January 2020 and December 2021, with the peak of these cases was in April 2020. There were a total of 46 cases of low birthweight between January 2020 and December 2021, with the peak of these incidents in October 2021. According to the incident comparison of low birthweight, there is an increase in low birthweight happened within October of 2021 with the number of 6 incidents compared with the same month in 2019. Bivariate analysis shows that there was insignificant correlation between the incident of pregnant mothers afflicted by Covid-19 with the low birthweight incident (p=0,104). Prevention of low birthweight during the pandemic is an early intervention to stimulate a flourishing society.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif pada Ibu Pekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Payangan Kabupaten Gianyar I Gede Bagus Wikarna Satyabrata Wikarna; Ni Made Hegard Sukmawati; Komang Triyani Kartinawati
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.29-40

Abstract

[Factors Associated with the Success of Providing Exclusive Breast Milk to Working Mothers in the Working Area of ​​the Payangan Health Center, Gianyar Regency] Work poses a significant challenge to exclusive breastfeeding, especially as the number of female workers increases annually. The success of only breastfeeding is affected by various things. This study aims to find out what factors are connected to only breastfeeding among moms who work in the Payangan Health Center area, Gianyar Regency. The things they looked at were knowledge, attitude, having the right facilities, how long they work, support from their husbands, and help from healthcare workers. The study used a method where they observed and analyzed data from 91 working mothers. They collected information using questionnaires and g-form media through convenient sampling. They studied the data using simple and comparative analyses like chi-square and Fisher exact test. About 71.4% of working moms did only breastfeeding. The results showed that factors like knowledge, attitude, having the right facilities, work duration, and help from healthcare workers (p<0.05) were related to the success exclusive breastfeeding. However, there wasn't a significants connection betweens husband support with the success exclusive breastfeeding among working mothers (p>0.05). Health workers can play a pivotal role by optimizing the maternity leave period for health promotion and providing education about exclusive breastfeeding. Equipped with adequate knowledge and support, working mothers can better sustain their exclusive breastfeeding journey when they return to work.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nulle Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur Gde Aldy Kurnia Griayasa; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Komang Triyani Kartinawati
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.81-93

Abstract

Stunting or too short in stature is defined as a height of less than -2 SD (Standard Deviation) below the WHO growth standard median. This study aims to explain the factors that influence the incidence of stunting in children aged 2-5 years at the Nulle Community Health Center, South Central Timor District, NTT. This research is a quantitative analytic study with a case control approach design, which uses 100 samples, consisting of 50 cases and 50 controls. Sampling using consecutive sampling technique. Data collection was carried out by measuring height, interviews and filling out questionnaires. The collected data is analyzed univariately, bivariately and multivariately using the SPSS 24.0 for windows program. Based on the Chi-Square test, a significant relationship was found between feeding pattern (p-value 0.00), parental education level (p-value 0.02), history of infection (p-value 0.04) and premature birth (p-value 0.00). Meanwhile, the variables of exclusive breastfeeding, mother's height, utilization of health services, distance between pregnancies, sanitation and water supply have no significant relationship. This study shows inappropriate feeding pattern in toddlers is the most determinant factors influencing stunting compared to other risk factors (odds ration = 7,32). Further research is needed with a mixed methods approach in order to obtain more comprehensive, valid, reliable and objective. results to further analyse the risk factors of stunting.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BAN, KARANGASEM, BALI Komang Triyani Kartinawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.1.2.2022.39-44

Abstract

Pentingnya sumber makanan yang berasal dari kearifan lokal mempengaruhi asupan makanan sehari-hari bagi masyarakat sekitarnya. Pemanfaatan menu sehat dan bergizi seimbang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa 1000 HPK ini dimulai sejak kehamilan hingga 2 tahun pertama setelah anak lahir. Pemenuhan gizi seimbang ini penting distimulasi sejak kehamilan sehingga ibu hamil dan keluarga wajib mengetahui cara pemanfaatan sumber pangan lokal dalam menyusun menu makanan bergizi untuk konsumsi sehari-hari. Berdasarkan penelitian sebelumnya di Desa Ban (2020), didapatkan 118 kasus stunting dengan proporsi 77% stunting dan 23 % very stunted. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti kondisi perekoniman keluarga dan kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting. Terbatasnya intervensi gizi di Desa Ban terhadap ibu hamil dalam mencegah stunting menyebabkan kurangnya pengetahuan mengenai stunting. Belum adanya penyuluhan dan pelatihan mengenai gizi seimbang pada ibu hamil juga menyebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu hamil akan pentingnya gizi seimbang selama kehamilan untuk mencegah stunting. Selain itu, terbatasnya akses komunikasi, seperti layanan seluler dan internet, di wilayah tersebut, menyebabkan ibu hamil kurang mendapat paparan informasi dari media massa digital maupun media sosial mengenai manfaat gizi seimbang selama 1000 HPK. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada ibu hamil di Desa Ban, Karangasem, Bali. Mitra berkontribusi dalam penyediaan sarana prasarana, komunikasi dengan ibu hamil, dan koordinasi selama pelaksanaan penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan mengenai gizi seimbang sesuai trimester kehamilan dan cara penyiapan menu sehari-hari pada ibu hamil dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal. Setelah penyuluhan selesai, peserta mendapatkan leaflet mengenai gizi seimbang pada ibu hamil sehingga mampu menerapkan perilaku penyiapan menu sehari-hari yang sehat bergizi sesuai trimester kehamilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang sesuai trimester kehamilan, komposisi menu sehari-hari yang adekuat untuk kehamilan, dan cara penyiapan menu sehari-hari dengan memanfaatkan sumber daya pangan berbasis kearifan lokal. Kegiatan PKM ini diharapkan mampu memotivasi ibu hamil dalam menerapkan pembuatan menu sehari-hari yang sehat, bergizi, dan adekuat dengan sumber daya pangan lokal. Kata Kunci: ibu hamil, gizi seimbang, 1000 HPK, stunting, pangan lokal
PKM Kesehatan Pekerja Seks Perempuan dalam Penanggulangan IMS dan HIV/AIDS di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya; Komang Triyani Kartinawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.97-102

Abstract

Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi tujuan para traveler dari seluruh dunia, baik untuk berwisata, berbisnis, maupun bekerja yang rentan terhadap penyebaran dan penularan penyakit IMS dan HIV/AIDS. Lokalisasi Jalan Setia Budi adalah salah satu titik lokalisasi yang berada di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Lokalisasi ini sudah ada sekitar 10 tahun dan beroperasi 24 jam dan rentan penularan IMS dan HIV/AIDS. Minimalnya pengetahuan mitra PSP (Pekerja Seks Perempuan) mengenai penanggulangan IMS dan HIV/AIDS tersebut. Mitra yang dalam hal ini sebagai perpanjangan tangan dari tenaga kesehatan tidak memiliki gambaran mengenai pelaksanaan program penanggulangan IMS dan HIV/AIDS tersebut. Mereka tidak mengetahui hal-hal yang berbahaya dari IMS dan HIV/AIDS, faktor risiko, cara penularannya serta cara pencegahannya salah satunya adalah program VCT. Dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu, membuat terjadinya penurunan pemasukan dari pelanggan yang berdampak pada perekonomian mereka. Sehingga mereka membutuhkan penghasilan tambahan selain dari memuaskan pelanggan. Dari permasalahan yang dihadapi, maka solusi yang dapat ditawarkan adalah melaksanakan focus group discussion mengenai pencegahan IMS dan HIV/AIDS dengan melibatkan mitra, mucikari dan PSP. Dari kegiatan ini telah meningkatkan pemahaman PSP serta orang-orang di sekitar lokalisasi mengenai pentingnya penanggulangan IMS dan HIV/AIDS. Peningkatan skill PSP melalui pelatihan bagi mitra dalam pembuatan APD seperti masker, handsanitizer, face shield. Pelatihan ini dilakukan untuk membantu PSP dalam mencari pemasukan tambahan selain bekerja di lokalisasi sehingga permasalahan perekonomian mereka terbantu di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci : Pekerja seks perempuan, IMS, HIV/AIDS, Kecamatan Kuta