Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBERDAYAAN JUMANTIK CERDAS DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI SDN 4 DENPASAR Anny Eka Pratiwi; Hegard Sukmawati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i3.35461

Abstract

Penatalaksanaan kasus DBD perlu dilakukan upaya peningkatan dengan mengaktifkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Meski gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk, kegiatan 3M, fogging serentak serta surveilans DBD sudah secara rutin dilaksanakan namun hal ini belum dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kasus DBD. Data kasus DBD di Denpasar dilaporkan bulan Januari – Maret adalah 59 kasus, 110 kasus, dan 329 kasus DBD. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran siswa untuk dapat melakukan monitoring jentik secara berkala untuk menurunkan persebaran nyamuk serta meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa untuk melakukan pemantauan jentik berkala satu minggu sekali. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode Participatory Monitoring dan Evaluation. Subjek dalam pengabdian adalah siswa kelas 5 dan 6 yang sudah terlatih dalam pelaksanaan PSN. Hasil kegiatan dari pengabdian ini adalah pengetahuan mitra meningkat dinilai dari hasil pre-test dan post-test setelah dilakukannya pelatihan. Dilihat dari angka Container Index sebesar 33,3% pada minggu pertama dan ketiga menunjukkan bahwa density figure memiliki tingkat resiko penularan tinggi. Angka House Index menunjukkan tingkat persebaran nyamuk sedang.
Hubungan Frekuensi Gen Knock-Down Resistance (KDR) V1016G, V410L, dan F1534C dengan Tingkat Resistensi Populasi Aedes aegypti di Denpasar, Bali Erly Sintya; Kartika Sari; Ni Wayan Widhidewi; Ni Made Hegard Sukmawati; Ni Putu Diah Witari; Tangking Widarsa
Jurnal Vektor Penyakit Vol 15 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vektorp.v15i2.4907

Abstract

ABSTRACT Insecticides are used to reduce the number of Aedes aegypti mosquitoes, a vector of the dengue virus that causes dengue hemorrhagic fever in Indonesia, including in Bali. However, in recent years, the resistance of the Ae. aegypti mosquito to insecticides has been reported in Bali. In addition, Ae. aegypti is also identified to be resistant to several types of insecticides whose resistance mechanism is not yet clear. Several studies have stated that the KDR genes are one of the causes of resistance to pyrethroid insecticides. Therefore, a study was conducted to determine the frequency of the KDR genes in the Ae. aegypti population in Denpasar, Bali which had been previously shown resistance to permethrin (type of pyrethroid). Forty-three females Ae. aegypti specimens from bioassay testing using permethrin stored in tubes containing 100% ethanol were used in this study. Each mosquito is put in a different tube. The mosquito DNA was then extracted. Three KDR genes, V1016G, V410L, and F1534C, were analyzed using the quantitative-PCR melt curve method at the Biomolecular Laboratory, FKIK Unwar. In this study, the mutation frequency of 1016G was 98%, 410L was 50%, and 1534C was 3.4%. The 410L mutant gene was shared by all specimens, although only in one allele (heterozygous). Of the 43 specimens, 39 had homozygous mutant V1016G, heterozygous V410L, and wild typehomozygous F1534C. It indicated that the frequency of the 1016G and 410L mutant genes is quite high, while the 1534C gene is low. The combination of the KDR 1016G and 410L genes was the most dominant found in permethrin-resistant Ae. aegypti specimens. Therefore, it is assumed that these two KDR genes play a role in forming permethrin resistance in Ae. aegypti. ABSTRAK Insektisida digunakan untuk menurunkan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue di Indonesia, termasuk di Bali. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, resistensi nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida dilaporkan sudah terjadi di Bali. Selain itu, Ae. aegypti juga dilaporkan resisten terhadap beberapa jenis insektisida yang mekanisme terjadinya resistensi belum diketahui. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa gen KDR menjadi salah satu penyebab terjadinya mekanisme resistensi terhadap insektisida golongan peritroid. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui frekuensi gen KDR pada populasi Ae. aegypti di Denpasar, Bali yang sebelumnya telah terbukti memiliki resistensi permetrin (insektisida golongan peritroid). Sebanyak 43 spesimen Ae. aegypti betina hasil dari pengujian bioassay yang tersimpan dalam tabung yang berisi etanol 100% digunakan dalam penelitian ini. Tiap nyamuk dimasukkan dalam tabung yang berbeda. Selanjutnya dilakukan ekstraksi DNA nyamuk. Tiga jenis gen KDR, yaitu V1016G, V410L, and F1534C, dianalisis dengan metode quantitative-PCR melt curve di Laboratorium Biomolekuler FKIK Unwar. Dalam penelitian ini ditemukan frekuensi mutasi 1016G sebesar 98%, 410L 50%, dan 1534C sebesar 3,4%. gen mutan 410L dimiliki oleh seluruh spesimen walaupun hanya pada salah satu alel (heterozigot). Dari 43 spesimen yang diteliti, terdapat 39 spesimen yang memiliki profil genotip V1016G homosigot mutan, V410L heterosigot, dan F1534C homosigot wild type. Sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi gen mutan 1016G dan 410L cukup tinggi, sedangkan gen 1534C rendah. Kombinasi gen KDR 1016G dan 410L paling dominan ditemukan pada spesimen Ae. aegypti resisten permetrin. Kedua gen KDR diasumsikan berperan dalam pembentukan resistensi permetrin pada Ae. aegypti.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DALAM PENINGKATAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Ni Made Hegard Sukmawati; Putu Krisna Adwitya Sanjaya
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 7 No 2 (2021): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Payangan Public Market is one of the largest traditional markets in Gianyar Regency, Bali Province with a total number of 450 traders. The minimum information obtained by traders about the spread of COVID-19 causes their lack of implementation in the implementation of PHBS. According to research results, PHBS is a strategy that can prevent the spread of COVID-19 in the community. Traders must continue to be encouraged to improve PHBS in an effort to prevent the spread of COVID-19. However, in reality, the implementation of PHBS is very minimal in the Payangan Public Market. In addition, the lack of ability of traders to purchase personal protective equipment or PPE such as masks, Face Shields and Hand Sanitizers. This is due to the scarcity of PPE and also their lack of finances, where currently the price of PPE has soared. From the problems faced, the solution that can be offered is the need for a knowledge transfer program about the spread of COVID-19 to find out its prevention with the target of adding knowledge to traders about COVID-19 prevention and increasing the implementation of PHBS. In addition, programs to support the implementation of PHBS include technology transfer and training on how to make PPE, namely Hand Sanitizer, Face Shield and masks. The result of this activity is that partner groups play an active role in every PKM activity with a 100% attendance percentage and 100% active participation. With this activity, there was an increase in the field of understanding about COVID-19 and an increase in the implementation of PHBS through bringing in experts and tutors (coaches) who have assisted traders in the introduction of the COVID-19 virus and the application of clean and healthy living behavior to prevent the spread of the COVID-19 virus. The partner group is also skilled in making PPE in preventing the spread of the COVID-19 virus, namely the manufacture of masks, Hand Sanitizer and Face Shield
Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Ni Made Hegard Sukmawati; Anny Eka Pratiwi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 1 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.534 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v7i1.2509

Abstract

Stunting adalah salah satu bentuk gangguan gizi dari segi ukuran tubuh yang ditandai dengan kondisi tubuh yang pendek melebihi defisit -2SD menurut standar WHO. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Bali tahun 2007, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali dengan prevalensi stunting yang tinggi. Salah satunya di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa masalah stunting cukup tinggi. Dari hasil wawancara dengan kader diperoleh beberapa permasalahan terkait program pencegahan stunting yaitu minimnya informasi yang diperoleh kader dan rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan stunting. Mitra yang diberdayakan adalah Kader BKB (Bina Keluarga Balita). Dari hal tersebut maka pemberdayaan kader sangat diperlukan untuk pencegahan stunting di Kabupaten Payangan. Target luaran dari kegiatan ini adalah menurunkan stunting di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Secara umum program ini dapat dikatakan berhasil karena telah terjadi penurunan angka stunting di Desa Bukian Kecamatan Payangan. Saran yang dapat disampaikan adalah Kader BKB dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program penanggulangan stunting secara berkesinambungan di wilayahnya masing-masing sehingga dapat memberdayakan kader untuk mengurangi permasalahan stunting di Kabupaten Gianyar.
CHARACTERISTICS OF MATERNAL PREGNANCY AND CHILDBIRTH IN PAYANGAN SUB-SUB-DISTRICT, BALI Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v9i1.4137

Abstract

Health and nutrition during pregnancy has a close relationship with child development. Poor nutritional status during pregnancy can have an impact on fetal growth restriction (FGR), low birth weight (LBW) and stunting. Efforts to reduce the prevalence of stunting in Indonesia are carried out through the 1000 days of life program. The Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) of Warmadewa University integrates the first 1000 days program in the field of education through the implementation of community-oriented medical education. This study aims to provide an overview of the characteristics of pregnancy and childbirth obtained by the first 1000 days program in the Payangan Sub-District, Bali Province. This research was a descriptive study using secondary data sourced from the survey of the Community Oriented Medical Education 1000 Days Early Life education program conducted by FKIK Warmadewa University. The research subjects were pregnant women who lived in the Payangan sub-Sub-District, Gianyar Regency, Bali in 2019-2020. The total number of subjects in this study were 110 people. The data collected consisted of data on demographic characteristics, pregnancy, childbirth, and diet. Of 110 Pregnant women in Payangan Sub-District in 2019-2020, 48% showed an average normal body mass index, most (76%) pregnant women in this region had no history of disease and high and very high-risk pregnancy was found in 61% of the subjects. The diet, environment and family APGAR mostly were considered good, namely in 86%, 72%, and 100% respectively. Most deliveries were by cesarean section, i.e., 59% and most did not have delivery complications (85%).
Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita Melalui Pendampingan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Desa Bukian, Payangan Pratiwi, Anny Eka; Sukmawati, Hegard; Pradriyawati, Luh Gede; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i2.1981

Abstract

Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan untuk dapat mendeteksi secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya. Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2020 melaporkan di Karangasem terdapat 3,5% balita gizi kurang, disusulkan oleh Kabupaten Tabanan 2,9%, dan Klungkung 2,6%.7 Angka balita stunting Kabupaten/kota di Bali yang mengalami peningkatan dari tahun 2016-2017, yaitu Gianyar sebesar 8,9%, Buleleng 4,8%, Klungkung sebesar 3,7%, Badung sebesar 3,4%, Jembrana sebesar 2,1% dan Tabanan sebesar 0,4%. Prevalensi balita stunting di Kabupaten Gianyar pada tahun 2017 diperoleh Kecamatan dengan jumlah terbesar, yaitu Ubud sebesar 28,6%, Gianyar sebesar 28, 4%, Tegallalang sebesar 28,4%, Tampaksiring sebesar 27,2%, Blahbatuh sebesar 20,4%, Sukawati sebesar 12,9%, dan Payangan sebesar 12,5%. Hasil survey awal yang dilakukan di Desa Bukian bahwa pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, keluarga memilih untuk memberikan asupan anak dan balita seadanya karena berkurangnya pendapatan keluarga, posyandu melakukan dini dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah community development. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah Pokja Posyandu Desa Bukian sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan nilai pre-posttest ditemukan adanya peningkatan pengetahuan kader sebelum dilakukan pelatihan dan setelah dilakukan pelatihan. Kader posyandu sangat antusias dengan kegiatan pelatihan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang bayi dan balita di Desa Bukian serta kemampuan kader dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang dari usia 0-2 tahun telah terlaksana. Kesimpulan kegiatan adalah aspek pengetahuan pertumbuhan dan perkembangan kategori baik sebesar 55%, aspek pengetahuan deteksi perkembangan dengan kategori cukup sebesar 55%, dan aspek pengetahuan alat edukatif dengan kategori cukup sebesar 50%. Saran pokja posyandu sebaiknya tidak dilakukan perubahan kaderisasi yang akan berdampak pada pelaksaan deteksi dini tumbuh kembang, perlu adanya peningkatan komunikasi yang efektif dalam pelaksanaan posyandu tumbuh kembang balita dengan puskesmas terkait.
PROMOSI KESEHATAN DARING DI KECAMATAN PAYANGAN Pradnyawati, Luh Gede; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Pratiwi, Anny Eka; Hegard Sukmawati, Ni Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.318 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1790

Abstract

ABSTRAKSaat ini wabah Coronavirus Disease (Covid-19) menyerang lebih dari 200 negara di dunia, juga menyebar ke Indonesia termasuk Bali. Penyebaran wabah masih berlangsung dan perlu diantisipasi dengan melaksanakan berbagai protokol pencegahan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah sudah sangat gencar melaksanakan promosi pencegahan lewat berbagai media, namun masyarakat di desa-desa masih awam dengan upaya pencegahan Covid-19. Khususnya dalam penerapan social/physical distancing serta pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dari hasil wawancara dengan keluarga binaan yang tersebar di desa-desa di wilayah Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar didapatkan permasalahan terkait penyebaran Covid-19, yaitu minimalnya informasi yang didapatkan keluarga yang ada di desa tentang penyebaran virus Covid-19. Solusi yang dapat diberikan adalah memberikan pengenalan tentang pentingnya pencegahan pencegahan Covid-19 secara daring. Selain itu memberikan bantuan alat pelindung diri atau APD berupa masker dan hand sanitizer. Hal itu disebabkan karena kelangkaan APD dan juga finansial mereka yang kurang dimana saat ini harga APD melambung tinggi, selain itu bantuan nutrisi juga diberikan kepada masyarakat. Hal ini diharapkan keluarga dan orang-orang sekitarnya terhindar dari Covid-19. Target luaran dari kegiatan ini adalah penurunan angka penduduk yang terjangkit Covid-19 dengan cara penerapan social/physical distancing dan PHBS yang benar. Pelaksanaan kegiatan ini sudah berjalan dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Respon yang diberikan oleh masyarakat sangat positif dan antusias dalam menerima setiap informasi. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik serta meningkatkan kewaspadaan baik dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, upaya meningkatkan kekebalan tubuh agar dapat terhindar Covid-19 serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.Kata kunci: pencegahan, Covid-19, promosi kesehatan, daringABSTRACTCurrently the world is struck with the Coronavirus Disease (Covid-19) outbreak, which has hit more than 200 countries in the world. Covid-19 has also spread to Indonesia including Bali. The spread of the epidemic is still ongoing and this needs to be anticipated by implementing various prevention protocols by all levels of society. Even though the government has been very vigorous in carrying out prevention campaigns through various media, many communities especially in villages are still unfamiliar with Covid-19 prevention efforts—particularly in implementing social / physical distancing and implementing clean and healthy living behaviors (PHBS). From interviews with foster families scattered in villages under the working area of Payangan Subdistrict, Gianyar Regency, several problems related to the spread of Covid-19 were encountered, namely the minimum information obtained by families in the village about the spread of the Covid-19 virus. The solution given was to provide an introduction to the importance of preventing Covid-19 prevention online, in addition to providing personal protective equipment or PPE in the form of masks and hand sanitizers. That was caused by the scarcity of PPE and also their lack of finances where the current price of PPE soared, besides that nutritional assistance is also provided to the community. It is expected that the family and the people in village will avoid Covid-19. The output target of this activity is to reduce the number of people infected with Covid-19 by applying social / physical distancing and implementing clean and healthy living behaviors (PHBS). The implementation of this activity has been going well according to the expected target. The response given by the community was very positive and enthusiastic in receiving any information. The community is expected to remain calm and not panic and increase vigilance both in efforts to prevent and spread Covid-19, efforts to increase immunity in order to avoid Covid-19 and to apply a clean and healthy lifestyle.Keywords: prevention, Covid-19, health promotion, online
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pengangkat Ikan di Usaha Dagang Mina Karya Karangasem I Putu Ning Arya Dyana; Ni Wayan Rusni; Ni Made Hegard Sukmawati
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 1 (2023): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.1.2023.93-100

Abstract

MSDs complaints can reduce worker productivity, increase healthcare costs, slow performance, and miss work due to illness. This study aims to determine the factors associated with MSDs complaints at Usaha Dagang Mina Karya Karangasem. This is an observational analytic study with cross sectional design conducted in March-May 2022. Target population is fish carrier workers at Usaha Dagang Mina Karya Karangasem. Total sample was 30 people with total sampling. Independent variables are age, body composition, work posture, years of service, length of work, and workload while dependent variable is MSDs complaints. Data were collected with questionnaire to determine risk factors, a REBA questionnaire to determine work posture, and a Nordic Body Map questionnaire to determine musculoskeletal complaints. Data were analyzed using Spearman's test with SPSS application. Based on the results of the study, there was a strong relationship between workload and MSDs complaints (r=0.713; p<0.001) and a very strong relationship between work posture and MSDs complaints (r=0.926; p<0.001). No significant relationship was found between age, BMI, years of service, and length of work on MSDs complaints. Business owners should provide education about good work posture to reduce MSDs complaints to workers. The workload in one transport should also be reduced
Hubungan Sikap Kerja dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pegawai Bank X di Kabupaten Gianyar I Made Melvin Risma Putra; Ni Wayan Rusni; Ni Made Hegard Sukmawati
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.2.2022.82 - 90

Abstract

Low Back Pain (LBP) is a serious problem that has become the target of monitoring by the World Health Organization (WHO) as one of the top three problems. Low back pain is caused by several things such as trauma, tissue changes, and the influence of gravity. The purpose of this study was to determine the correlation between work posture and the incidence of low back pain (LBP) in Bank X employees in Gianyar Regency. The method of this study was an analytic observational with cross sectional approach. This study was conducted by total sampling on 35 respondents who involved inclusion and exclusion criteria. Low Back Pain was measured using the Rolland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ), while Rapid Entire Body Assessment (REBA) was used to measure the working posture. The data were analyzed with Chi-Square Test using SPSS 26.0. The results were showed as followed: the low, mild, and high risk of working posture, 25.7 %, 34.3 % and 40.0 %, respectively; while the respondent with LBP was 57.1 %; The conclusion could be drawn that there was a correlation between working posture and LBP. It was recommended that the workers of the bank especially in the marketing department should be working postures in ergonomics approach.
Assessment of Water Quality Index of Beratan Lake Using NSF WQI Indicator Ni Made Hegard Sukmawati
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.4.2.1317.39-43

Abstract

Beratan Lake is one of the lake in Bali which serves as place for agriculture, aquaculture, as well as tourism and recreational attractions. The growing number of facilities around the lake potentially increases the number of waste discharge to the lake as most of the industry do not equipped with necessary waste management plant. The aim of this study is to assess the water quality in Beratan Lake and later be used to improve the water management. Method: Five stations for water sampling were purposively chosen as representation of each side of the lake. The coordinate locations were recorded by Epicollect. Nine water quality parameters were measured for each water samples from each station: temperature, pH, total dissolved solids (TDS), dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), phosphate, nitrate, turbidity, and fecal coliform. The water quality were calculated based on National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSFWQI). Result: NSFWQI for water of Beratan Lake was 78 which indicates good quality. Although this result has been satisfying, fecal coliform and pH showed score lower than 55, thus, the two parameters need to be modified to improve water quality for further use.