Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

EFISIENSI PENGGUNAAN ENERGI MATAHARI PADI GOGO (Oryza Sativa L.) LOKAL ACEH DENGAN KARAKTER DAUN BERBEDA Syukri; Abdurrachman; Risky Ridha
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.356 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v7i2.3008

Abstract

Efisiensi konversi energi sangat tergantung pada faktor lingkungan dan kemampuan tanaman untuk menerima intensitas radiasi matahari. Pemilihan varietas berkaitan erat dengan bentuk kanopi dan laju pertumbuhan tanaman menentukan kemampuan tanaman untuk menangkap dan menyerap intensitas radiasi matahari. Pengaruh tipe tanaman terhadap hasil sangat tergantung pada struktur kanopi. Informasi mengenai karakter daun padi gogo lokal Aceh terhadap efesiensi penggunaan energi matahari belum banyak tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari karakter daun padi gogo lokal Aceh terhadap efisiensi penggunaan energi matahari sehingga diperoleh karakter morfologi daun yang ideal untuk menjadi tanaman yang memiliki ideotipe berdaya hasil tinggi. Bahan tanam yang digunakan terdiri atas aksesi padi gogo lokal Aceh yaitu Sebeso, Sigedul, Bengkok, Rias Kuning, Rias Putih, Simerah, Bontok, Ramos Gunung dan Gembel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu dengan pengamatan secara in situ pada lokasi penanaman padi di lahan petani dengan dipilih 10 rumpun sebagai sampel pada setiap padi gogo lokal di masing-masing lokasi (Komnas Plasma Nutfah, 2003; IRRI, 2013). Hasil analisis deskriptif kultivar Bengkok memiliki karakter daun bendera yang lebih panjang sebesar 41,15 cm. Karakter daun kedua dan ketiga terpanjang diperoleh pada kultivar Bontok sebesar masing-masing 72,90 dan 83,20 cm, sedangkan karakter daun bendera, kedua dan ketiga terlebar diperoleh pada kultivar Rias Kuning sebesar masing-masing 2,43, 2,33 dan 2,28 cm. Sudut daun kultivar padi gogo lokal kecuali Bengkok berkisar antara 5,0-27,50, sehingga memiliki karakter kanopi daun yang tegak (kriteria tegak <450), kultivar Bontok, Rias Kuning dan Sebeso memiliki sudut daun yang lebih kecil (5,0-17,50). Kultivar Bontok, Rias Kuning dan Sebeso memiliki efisiensi intersepsi (Ei) dan absorbsi (Ea) yang lebih tinggi, pada nilai efisiensi penggunaan energi tertangkap (Epi) terjadi peningkatan seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Hal ini sesuai dengan karakter kanopi daun yang tegak dengan sudut daun yang lebih kecil (5,0-17,50) serta tergolong memiliki luas daun bendera dan kedua lebih besar berkisar antara 64,00-123,02 cm2 sehingga lebih efisien dalam memanfaatkan radiasi matahari yang dapat meningkatkan fotosintesi dan hasil tanaman.
Viabilitas Benih Kopi Arabika (Coffea arabica L.) terhadap Lama Perendaman Air Kelapa pada Media Tanam yang Berbeda Setelah Skarifikasi Mekanis Nurihandayani Nurihandayani; Adnan Adnan; Risky Ridha
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v2i1.243

Abstract

The aim of this study is to determine the effect of the duration of young coconut water soaking and different growing media on the viability of Arabica coffee seeds after mechanical scarification, as well as to identify the interaction between these two factors. This research was conducted over a period of three months, from July to September 2023, at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Samudra University, Langsa City. The study was designed using a completely randomized design with a factorial pattern, consisting of two factors: (1) the duration of soaking in young coconut water, which included 4 levels: L0 = Control, L1 = 3 hours, L2 = 6 hours, and L3 = 9 hours; and (2) growing media, which included 3 levels: M1 = Soil: manure, M2 = Soil: manure: rice husk, and M3 = Soil: manure: cocopeat. The parameters observed in this study were maximum growth potential, germination rate, seedling height, root length, seedling fresh weight, and seedling dry weight. The results showed that the duration of soaking in young coconut water did not have any significant effect on all observed parameters. However, different growing media had a highly significant effect on maximum growth potential, germination rate, seedling height, root length, fresh weight, and dry weight of the Arabica coffee seedlings. The M1 treatment gave the best results for maximum growth potential, germination rate, seedling fresh weight, and seedling dry weight, while the M3 treatment provided the best results for seedling height and root length of Arabica coffee seeds. There was no interaction between the duration of young coconut water soaking and different growing media on all parameters of Arabica coffee seed viability.
Pengaruh Waktu Penyimpanan Benih dengan Polyethylene Glycol (PEG) 6000 terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Karet (Hevea brasiliensis Muel Arg.) Elvira Rosa Pratiwi; Iwan Saputra; Risky Ridha
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.998

Abstract

Kandungan air merupakan unsur utama yang memengaruhi viabilitas benih tahan penyakit. ​​Kadar air turun di bawah titik tertentu, kekuatan dan viabilitas benih menurun, dan bahkan dapat berhenti berkecambah. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga ulangan. Rancangan ini digunakan bila faktor yang akan diteliti satu faktor atau lebih dari satu faktor dan satuan percobaan homogen. Faktor pertama yaitu konsentrasi Polyethylene Glycol (PEG) 6000 yang terdiri dari : P0 =0%, P1 =15%, P2 =30%, P3 =45%. Faktor kedua yaitu waktu penyimpanan benih yang terdiri dari: W1 = 2 Minggu, W2 = 4 Minggu, W3 = 6 Minggu. Data diolah dengan menggunakan anova (uji F) apabila berpengaruh nyata diuji menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Adapun hasil terbaik yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian larutan polyethylene glycol konsentrasi 15% yaitu dapat mempertahankan benih berjamur sebesar 0,71%, kecepatan tumbuh sebesar 2,89% dan vigor kecambah sebesar 48,90% pada waktu penyimpanan 2 minggu, namun pada waktu penyimpanan 4 minggu dan 6 minggu benih sudah tidak mampu untuk berkecambah normal. Semakin tinggi konsentrasi polyethylene glycol dan semakin lama penyimpanan dapat menurunkan mutu benih untuk dikecambahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pegaruh dari larutan polythylene glycol (PEG) 6000 dan lama penyimpanan dalam menekan laju penurunan Viabilitas dan vigor benih karet (Hevea brasiliensis Muel Arg.). Penelitian ini disarankan menggunakan perlakuan lama penyimpanan W1 2 minggu dengan konsentrasi P1 150 g/L agar dilaksanakan penelitian lebih lanjut dengan lama waktu penyimpanan dan konsentrasi PEG yang lebih beragam dan juga faktor lingkungan lain yang relevan.
PERBANDINGAN MEDIA TANAM DAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TAHAP PRE NURSERY Aldy Setiawan; Iwan Saputra; Risky Ridha
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v12i1.12075

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) memegang peranan strategis bagi perekonomian Indonesia, baik sebagai komoditas ekspor utama maupun sumber peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang melibatkan dua faktor utama: media tanam (M) dan interval waktu penyiraman (P). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang akar, dan berat basah. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dan interval waktu penyiraman berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman pada umur 75 HST. Perlakuan P3 (penyiraman 1 kali/2 hari) memberikan hasil terbaik dalam hal pertumbuhan tinggi tanaman dibandingkan dengan perlakuan lainnya. hasil analisis menunjukkan bahwa media tanam dan v interval penyiraman tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada umur 15 HST, 30 HST, 45 HST, 60 HST, 75 HST, dan 90 HST.
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS KOPI (Coffea sp.) DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KUALITAS KOMPOS Bagus Alansyah Putra; Syamsul Bahri; Risky Ridha
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v12i1.12089

Abstract

Ampas kopi memiliki banyak manfaat, terutama bagi tanaman karena mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) yang dapat menyuburkan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat selama satu bulan, dari Agustus hingga September 2023. Penelitian terdiri atas dua tahap. Tahap pertama menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis kandungan bahan dasar ampas kopi dan pupuk kandang sapi setelah 4 minggu inkubasi (MSI) dengan perlakuan B1 (100% ampas kopi) dan B2 (100% pupuk kandang sapi). Tahap kedua menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 8 ulangan, menguji formulasi kompos dari campuran ampas kopi dan pupuk kandang sapi dalam tiga taraf perlakuan: F1 (75% ampas kopi + 25% pupuk kandang sapi), F2 (25% ampas kopi + 75% pupuk kandang sapi), dan F3 (50% ampas kopi + 50% pupuk kandang sapi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan formulasi kompos berpengaruh sangat nyata terhadap pH, C-Organik, N-Total, dan P-Total (P₂O₅), namun tidak berpengaruh nyata terhadap K-Total (K₂O) dan rasio C/N. Perlakuan terbaik diperoleh pada F2 (25% ampas kopi + 75% pupuk kandang sapi), yang memberikan hasil optimal terhadap kualitas kompos. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan penggunaan formulasi F2 sebagai kombinasi terbaik untuk menghasilkan kompos dari ampas kopi, karena memberikan keseimbangan unsur hara yang paling sesuai bagi pertumbuhan tanaman.
EMPOWERING WOMEN'S COFFEE HARVESTING GROUPS IN UTILIZING COFFEE SKIN WASTE INTO PRODUCTS WITH ECONOMIC VALUE IN BENER MERIAH REGENCY Faoeza Hafiz Saragih; Risky Ridha; Siti Komariyah
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v5i3.4860

Abstract

Currently, most coffee processing is limited to the use of coffee beans. Coffee waste production accounts for approximately 72% of the weight of the fresh fruit and has not been optimally utilised. In Bener Meriah Regency, women engage in harvesting activities as a means of generating income for their families. With the formation of this group, it is hoped that this group of women harvesters will not only carry out harvesting activities but can utilize unused coffee skin waste and can be used to create items of high economic value. This community service activity will be carried out in Kenine Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency. The target output to be achieved is increasing partner awareness to become entrepreneurs and have the skills to produce products such as tea, fertiliser and fish pellets from coffee skin waste.