Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Biotropika

KAJIAN NUTRIGENOMIK: PENGHAMBATAN Igf-1 PADA ADIPOGENESIS JARINGAN LEMAK VISERAL TIKUS DENGAN EKSTRAK KULIT RAMBUTAN Rizky Nurdiansyah; Sri Rahayu Lestari; Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh dari ektrak kulit buah rambutan terhadap adipogenesis jaringan lemak viserall tikus dengan melihat ekspresi igf-1. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah ekstraksi kulit buah rambutan, perlakuan pada tikus, isolasi protein lemak viserall, separasi protein dan western blot. Tikus strain wistar jantan dibagi menjadi tikus berat badan normal dan obesitas. Perlakuan yang dilakukan antara lain kontrol, asam elagat, placebo, dan perlakuan ekstrak dengan dosis 5, 10, 15, dan 20 mg/kg berat badan. Hasil menunjukkan bahwa tren penurunan berat badan terjadi pada grup tikus obesitas dengan asupan pakan yang tidak berbeda signifikan (P>0,05). Dosis efektif terlihat pada perlakuan 10 mg/kg dan pada dosis 20mg/kg justru terjadi kenaikan berat badan untuk kedua jenis grup tikus. Profil protein antara tikus normal dan obesitas menunjukkan pola yang hampir sama dengan perbedaan intensitas tiap pita. Ekspresi igf-1 terpaut dengan ekspresi igfbp-1 pada 36,7 kDa dan terjadi pada seluruh perlakuan dengan perbedaan nyata pada kedua grup. Ekstrak kulit buah rambutan dengan dosis efektif 10mg/kg memiliki efek anti-obesitas pada tikus obesitas. Menariknya, ekspresi igf-1 menurun pada perlakuan 20mg/kg berat badan dibandingkan dengan kelompok lain. Hal ini diduga penghambatan obesitas tidak melewati jalur tyrosin kinase pada IR family.
Peran Alpha-S2 kasein Susu Kambing PE Terhadap Perbaikan Morfologi dan Histologi Membran Synovial Tikus Rheumatoid Arthritis Rivqi Rifa Bia; Fatchiyah Fatchiyah; Aris Soewondo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek pemberian alpha-S2 kasein  susu kambing PE terhadap perubahan morfologi dan histologi membran sinovial tikus Rheumatoid Arthritis (RA). Tahapan penelitian meliputi pembuatan RA menggunakan multidosis CFA (Complete Freud Adjuvant. Kelompok perlakuan dibagi menjadi (C: Kontrol; CM: Kontrol + alpha-S2 kasein; RA: Rheumatois Arthritis; RAM: Rheumatois Arthritis + alpha-S2 kasein). Treatment RA dilakukan  selama 2 bulan dengan dosis 2mg/kg. Analisa morfologi dilakukan dengan skoring perubahan bentuk kaki dan histologi menggunakan metode HE yang divisualisasi menggunakan mikroskop BX53. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan morfologi yang ditandai dengan penurunan hasil skor klinis (C = 0; RA = 4; CM = 0; RAM = 1.3). Perbaikan histologi terletak pada penurunan jumlah hiperplasia pada kelompok RA + alpha-S2 kasein menuju kondisi normal dimana penurunan level tersebut mengidikasikan alpha-S2 kasein dapat digunakan sebagai alternatif penyembuhan RA.
Virtual Inhibition Analysis of Bioactive Compound Brazilin (Caesalpinia sappan L.) Toward Progesterone Receptor or Lonaprisan in Breast Cancer Proliferation Ayu Puspitaning Dewi Harnis; Nur A.H.M. Hasan; Yuni K. Janah; Chaidila A. Tsamara; Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.02.01

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death worldwide. The pathway of breast cancer in KEGG shows that the most effective pathway is through the progesterone receptor (PR). Brazilin is a bioactive compound of secang (Caesalpinia sappan L.) used to inhibit breast cancer through survivin and Bcl-2 pathway but the interaction with PR route is unknown. This research was conducted to determine the virtual interaction between brazilin and PR and its comparison with lonaprisan, so the potential of breast cancer drugs that can overcome through three targets at once with minimal side effects is expected to be known. There are five docking interactions, including the interaction of PR-progesterone, PR-brazilin, PR-brazilin-progesterone, PR-lonaprisan, and PR-lonaprisan-progesterone. Protein and ligand preparation was performed by using Discovery Studio Client 2019 and PyRx 0.8, molecular docking was performed by using Hex 8.0.0 and visualization used Discovery Studio Client 2019. Virtual interaction results shows that lonaprisan has the most stable bond (lowest binding energy), -333.8kJ/mol but when progesterone was docked afterwards the result shows the opposite. Brazilin has a more stable bond compared to lonaprisan with a difference of 2.1kJ/mol and supported by hydrophobic bonds also capable of changing the position of progesterone in binding to PR so that it is estimated that brazilin has the potential as SPRMs, an alternative breast cancer drug to replace lonaprisan. Herbal medicine with brazilin can be estimated to fight breast cancer through 3 targets at once (survivin, Bcl-2, PR).
Optimization of Neuron cells Maturation and Differentiation Choirunil Chotimah; Fatchiyah Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit neurodegenerasi adalah penyakit yang menyerang sel otak dan sumsum tulang belakang dengan mematikan selnya. Salah satu penyakit neurodegenerasi adalah HAD yang prevalensinya sekarang meningkat sekitar 37 %. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan penelitian untuk mencari obat yang dapat mencegah atau mengobati penyakit ini, salah satunya dalam bidang kultur jaringan dan sel hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis waktu optimal pertumbuhan kultur neuron otak tikus (Rattus norvegicus) dan tahapan diferensiasi morfologi sel neuron otak tikus. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi sel neuron fetus tikus yang berumur 18-19 hari dan ditumbuhkan secara in vitro (MEM+10%FBS+3%Penstrep). Hasil yang didapatkan adalah pertumbuhan sel neuron yang optimal terdapat pada hari kedelapan. Diferensiasi morfologi sel neuron dimulai pada hari ke-1 dengan morfologi sel berupa neuroblast apolar (berbentuk bulat), hari ke-2 morfologi sel neuron berupa neuroblast bipolar (sudah terbentuk akson dan dendrit), pada hari ke-3 sampai hari ke-14 sel sudah matang, dengan morfologi sel yaitu neuron bipolar, piramidal dan multipolar. Sel neuron yang matang mengalami optimalisasi pada hari ke-10.Kata kunci : diferensiasi, kultur neuron, morfologi neuron, pertumbuhan sel neuron.