Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Unsoed Protani Inpago Rice Cultivation Field School at Ngudi Raharjo III Farmers Group, Lemberang Village: Sekolah Lapang Budidaya Padi Inpago Unsoed Protani Di Kelompok Tani Ngudi Raharjo III Desa Lemberang Agus Riyanto; Rifki Andi Novia; Fatichin; Suwarto
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ngudi Raharjo III Farmers Group, Lemberang Village, cultivates rice as the main commodity. This farmer group's rice field is located in the Siwuluh Block in Lemberang Village, Sokaraja District, Banyumas Regency. This rice field is located above a river flow, so it often experiences drought during the planting season. The problem in this farmer group is the limited availability of high-yielding and drought-tolerant lowland rice varieties. The solution to this problem is a field school for cultivating superior, drought-tolerant and high-yielding rice varieties resulting from the innovation of Jenderal Soedirman University, namely Inpago Unsoed Protani. Field school activities include counseling and Inpago Unsoed Protani rice cultivation demonstration plot. The results of this science and technology implementation activities are there has been a change in farmer behavior from tegel planting system to a jajar legowo system, Inpago Unsoed Protani has been successfully harvested and shows advantages that farmers like, and farmers are interested in planting Inpago Unsoed Protani in the next planting season.
Selection Of Pure Lines Of Mentik Susu Variety Through Participatory Plant Breeding in The Karangnangka Farmers Group, Banjaranyar Village, Pekuncen District, Banyumas Regency: Seleksi Galur Murni Varietas Mentik Susu Melalui Pemuliaan Partisipatif Di Kelompok Tani Karangnangka Desa Banjaranyar Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Agus Riyanto; Nur Kholida Wulansari; Rifki Andi Novia; Dumaris Priskila Purba
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Karangnangka Farmers Group is in Banjaranyar Village, Pekuncen District, Banyumas Regency. This Farmers Group conducts organic rice farming using the Mentik Susu variety. The seeds of this variety are used from generation to generation, so that problems arise, the purity of rice seeds. The solution to this problem is the application of pure line selection through participatory plant breeding. Activities carried out in pure line selection through participatory breeding methods for seed purification are socialization of seed purification activities; planting mixed populations of generation 0; planting superior genotypes in rows; and evaluation of activities. The results of this activity show an increase in knowledge and understanding of Karangnangka Farmers Group farmers regarding pure line selection and obtaining pure superior genotypes of the Mentik Susu variety.
MANAJEMEN SISTEM AGRIBISNIS BERBASIS INTEGRASI HULU-HILIR DI KABUPATEN BREBES Kiki Puspitasari; Budi Dharmawan; Yusmi Nur Wakhidati; Agus Riyanto
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/fpcdkz06

Abstract

Pengembangan agribisnis memerlukan sistem manajemen yang terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pendapatan petani. Kabupaten Brebes merupakan salah satu pusat produksi pertanian utama, namun kinerja agribisnisnya masih terkendala oleh lemahnya integrasi antar subsistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana manajemen subsistem agribisnis memengaruhi daya saing agribisnis serta dampaknya terhadap kemampuan petani dalam mempertahankan pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda serta data survei dari 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem produksi, pengolahan, dan kelembagaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing agribisnis, dengan subsistem kelembagaan sebagai faktor yang paling dominan. Sementara itu, subsistem penyediaan input dan pemasaran tidak menunjukkan pengaruh parsial yang signifikan.Selain itu, daya saing agribisnis terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pendapatan petani. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki daya jelas sedang, yang mencerminkan kompleksitas sistem agribisnis di tingkat wilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan efisiensi produksi, serta pengembangan pengolahan bernilai tambah guna mewujudkan pembangunan agribisnis yang berkelanjutan dan pendapatan petani yang stabil. Penelitian ini memberikan bukti empiris untuk mendukung pendekatan manajemen agribisnis berbasis sistem di tingkat regional.