Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

CORAK TAFSIR AL-QURAN IBNU „ARABI Cecep Alba
Jurnal Sosioteknologi Vol. 9 No. 21 (2010)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufism, both as doctrine and as a science is still underestimated by most Muslims. No less in the disintegration, Zahir expert scholars (jurists) have blamed the mysticism and even claim the Sufis infidel. According to them, Sufism is not only not in the Koran, even deviate from the Koran. The teachings of Sufism is a heresy that led to the decline of Muslims. But the reality proves that al-Quran as a guide to human life not only speaks to the human intellect alone, but also to his heart. If the Koran is only understood through reason, there will be a spiritual drought in the Shari'ah. If the Koran is only understood through a careful approach course there will be inbalance in shari'ah. The mystics with a popular interpretation to the term interpretation isyari try to capture the messages of God in Sufi words (isyari). One among many is traveller Sufi Ibn 'Arabi. Ibn 'Arabi tried to understand the word of God as a whole and integral. In addition, he also includes figures who gave birth to the Sufi teachings are considered controversial in the history of intellectual Islam that is wahdat al-wujud (Existence in Unity). The question then arises as to how the figure of the model interpretation of Ibn 'Arabi is. To answer it, then a research was done. With the known mode of interpretation of Ibn 'Arabi, it can also be shown that the method used in Ibn' Arabi in interpreting the Koran and how the validity of the teachings of Ibn 'Arabi as a result of the interpretation of the Koran. The conclusion of the study is that: Tafsir Ibn 'Arabi emphasizes aspects of the inner meaning of (esoteric) by not ignoring the aspect of birth (exoteric). The style of commentary of Ibn 'Arabi al-llaun including al-isyari. Method of interpretation of Ibn 'Arabi tend to manhaj al-maudu'i (thematic method). Model interpretation of Ibn 'Arabi is methodologically and also substansis. Wahdat al-Wujud is the result of the interpretation of many verses not a wild idea that has no foundation.
STUDI AKTIVITAS MASJID KAMPUS DAN PEMBINAAN IMAN DAN TAQWA BAGI MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI UMUM (Studi ke Arah Perumusan Standardisasi Masjid Kampus dan Model Bina IMTAQ di PTU JABAR) Cecep Alba
Jurnal Sosioteknologi Vol. 10 No. 22 (2011)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Campus mosque, as other mosques at the center of society, considered strategic in the creation of the religious atmosphere on campus. Campus mosque is not only as a center for ritual worship but also as a place of student activities. The mosque is a resource center, where the collection and distribution of zakat, the cadre and the development of Islamic religious knowledge take a place. The focus of this research is how the mosque campus activities and student religious activity, as well as how well the leadership expectations of PTU, DKM Masjid Campus administrators, students, PTU, and PTU lecturer PAI are against the activities of mosques and religious activities campus student. In particular, this study aims to determine the profile of the campus mosque, the mosque management campuses in Indonesia, the activity of the campus mosque, the substance of the material that is taught in PAI in the mosque and and the PTU, the number of credits of courses provided and PAI lecture method in PTU Jabar. The most relevant method in the study is descriptive-analytic, namely a study trying to uncover the problem is going to be described, analyzed, concluded and recommended to determine a policy. With this method the data are obtained and analyzed quantitatively and qualitatively. Research includes preparation of the TOR (Term of Reference), research instruments, testing the validity of the contents of the instrument, collect data, verify data, process the data, drafting of research reports, seminars, research, revision of research reports, research reports as well as doubling the research report.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Cecep Alba
Jurnal Sosioteknologi Vol. 10 No. 24 (2011)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

If the process of education at an educational institution is correct, then the educational goals will be achieved. If the educational process does not correct, it will be difficult to achieve educational goals. Right education process will be conducted by lecturers who improve the quality of its competence. The quality of faculty competence will increase when the educational climate in which he served conducive to career development. Realizing the climate and atmosphere that support academic career development lecturers become an absolute existence. Keywords: education, competence, conducive, career.
TEKNOLOGI SPIRITUAL TERAPI PENYEMBUHAN KORBAN NARKOBA DAN PERAN PONDOK REMAJA INABAH (I) MALAYSIA DALAM PENGEMBANGAN TQN DI NEGERI MALAYSIA Cecep Alba; Qoriah A. Siregar; Ranti Rachmawanti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.2

Abstract

Pondok Remaja Inabah (1) Malaysia adalah sebuah institusi yang bergerak dalam bidang perawatan dan penyembuhan korban narkoba dan penyalah gunaan obat-obat terlarang lainnya dengan menggunakan pendekatan tasawuf yakni Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah. Metode dan teknologi spiritual terapi penyembuhan tersebut diciptakan oleh mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya yakni KH. A. Shohibul Wafa Tajul Arifin yang biasa dipanggil Abah Anom. Metode  dan teknologi terapi tersebut dibawa dan dikembangkan di Malaysia oleh Tuan Guru  Ustaz Zuki bin Syafi as-Syuja, murid  dan wakil talqin Abah Anom di Malaysia. Berdasarkan penelitian, teknologi spiritual terapi penyembuhan narkoba di Inabah Malaysia intinya adalah mengamalkan   mandi taubat, talkin, menjalankan salat baik yang wajib maupun yang sunat muakkad, an-nawafil dan zikrullah secara istiqomah. Tingkat kesembuhan korban narkoba yang dirawat di Inabah sangat tinggi yakni hampir seratus persen. Sedangkan lama terapi penyembuhan rata-rata 60 hari, tergantung pada kondisi keparahan anak bina itu sendiri. Jika sangat parah bisa diperpanjang hingga dua kali lipat, bahkan sampai satu tahun.  Inabah (1) Malaysia bukan hanya sebagai institusi penyembuhan dan perawatan korban narkoba tetapi juga sebagai pusat pengembangan TQN  di Malaysia. Melalui Pondok Remaja Inabah (1) yang berada di negeri bagian Kedah Darul Aman, TQN menyebar ke seluruh negeri bagian Malaysia.  Bermacam latar belakang masyarakat datang ke Pondok Inabah (1) Malaysia, tetapi pada ahirnya mereka belajar zikir yang merupakan  inti ajaran  TQN dan mengamalkannya di daerah maing-masing. 
KARAKTERISTIK TAFSIR SUFI Alba, Cecep
ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf Vol 1 No 2 (2020): ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf
Publisher : Prodi Ilmu Tasawuf IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Sufi berbeda dangan tafsir-tafsir corak lainnya, bukan hanya dalam metodoologi penafsirannya tetapi juga dalam rujukan penafsirannya. Ibnu Arabi berpandangan bahwa setiap ayat Al-Qur’an mempunyai makna lahir dan makna batin. Interpretasi terhadap lahir ayat menghasilkan aspek syariah, sementara penafsiran terhadap batin ayat melahirkan aspek tasawuf dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode historis analitis dengan mengandalkan referensi kepustakaan (library research) dalam bidang pemikiran tafsir Al-Qur’an, khususnya dalam bidang tafsir yang bercorak tasawuf. Tafsir sufi dapat dikatakan menjadi pelengkap terhadap tafsir-tafsir yang ada. Karena tafsir sufi menjelaskan makna lahir dan batin, syariat dan tarekah. Pemaduan lahir dan batin secara integral dapat mengantarkan pada kesempurnaan.
Model Penafsiran Kontemporer: Kajian Epistemologis terhadap al-Tafsîr al-Wasîț li-al-Qur’ân al-Karîm Muttaqin, Sufyan; Alba, Cecep; Ziaul Haq, Sansan
Jurnal Studi Al-Qur'an Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Studi Al-Qur'an
Publisher : Islamic Religious Education Departement

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/20.2.03

Abstract

Tafsir di era kontemporer dituntut untuk mampu menyajikan petunjuk-petunjuk al-Qur’an secara dinamis dalam rangka menjawab tantangan zaman. Demi memenuhi kebutuhan itu, tak sedikit mufassir masa kini yang berupaya menyusun tafsir-tafsirnya dengan gaya, pendekatan, dan metode yang berbeda dengan tafsir-tafsir klasik. Al-Tafsi>r al-Wasi>t} li-al-Qur’a>n al-Kari>m karya Muh}ammad Sayyid T{ant}a>wi> adalah salah satu karya tafsir yang ditulis untuk memenuhi kebutuhan itu. Tulisan ini tidak sependapat dengan pandangan yang menilai tafsir kontemporer sebagai genre tafsir yang memiliki distinggsi epistemologis tersendiri, namun mendukung pendapat yang memahami tafsir kontemporer secara terbuka sebagai karya-karya tafsir yang ditulis di masa kini dengan beragam genre-nya. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan interpretatif, tulisan ini menunjukkan bahwa al-Tafsi>r al-Wasi>t} adalah salah satu tafsir kontemporer yang ditulis untuk merespon berbagai persoalan kehidupan saat ini. Epistemologi tafsir ini berpatok pada tiga prinsip utama, yaitu penyajian produk tafsir secara praktis; integrasi antara riwayat dan nalar; dan orientasi pada pemecahan permasalahan kontemporer. Meski bertumpu pada metodologi tafsir tradisional, tafsir ini relatif mampu menghadirkan penafsiran yang fleksibel terkait isu-isu kontemporer tertentu, tanpa menegasikan kaidah-kaidah yang disepakati bersama (al-qat}‘iyya>t).
Mengangkat Kompetensi UMKM: Strategi Social Forecasting Melalui Digital Economy di Kampus ITB Cirebon Muhamad Taufik; Qoriah Qoriah; Cecep Alba; Pathmi Noerhatini; Ade Engkus Kusnadi; Hatif Aldiar Almantara
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i2.3020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM di Kampus ITB Cirebon melalui penerapan metode Social Forecasting berbasis ekonomi digital dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah mengeksplorasi kebaruan dengan dampak positif pada kesejahteraan pelaku UMKM. Metode kualitatif digunakan untuk memahami lebih dalam pengalaman dan persepsi mereka terkait Social Forecasting. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Social Forecasting berbasis ekonomi digital dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM. Perencanaan strategi penjualan yang terencana dengan baik membantu mereka mengoptimalkan pemasaran produk. Pemenuhan permintaan konsumen lebih terorganisir, meningkatkan kepuasan pelanggan. Transaksi ekonomi digital yang terkendali meningkatkan efisiensi dan keamanan berbisnis. Metode ini juga meningkatkan omset penjualan pelaku UMKM secara signifikan. Dengan demikian, penerapan Social Forecasting berbasis ekonomi digital di Kampus ITB Cirebon memberikan dampak positif pada pengembangan kompetensi pelaku UMKM, meningkatkan kesejahteraan melalui perencanaan strategi penjualan, pemenuhan permintaan konsumen yang terorganisir, transaksi ekonomi digital yang terkendali, dan peningkatan omset penjualan.
KARAKTERISTIK TAFSIR SUFI Alba, Cecep
ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf Vol 1 No 2 (2020): ISTIQAMAH: Jurnal Ilmu Tasawuf
Publisher : Prodi Ilmu Tasawuf IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Sufi berbeda dangan tafsir-tafsir corak lainnya, bukan hanya dalam metodoologi penafsirannya tetapi juga dalam rujukan penafsirannya. Ibnu Arabi berpandangan bahwa setiap ayat Al-Qur’an mempunyai makna lahir dan makna batin. Interpretasi terhadap lahir ayat menghasilkan aspek syariah, sementara penafsiran terhadap batin ayat melahirkan aspek tasawuf dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode historis analitis dengan mengandalkan referensi kepustakaan (library research) dalam bidang pemikiran tafsir Al-Qur’an, khususnya dalam bidang tafsir yang bercorak tasawuf. Tafsir sufi dapat dikatakan menjadi pelengkap terhadap tafsir-tafsir yang ada. Karena tafsir sufi menjelaskan makna lahir dan batin, syariat dan tarekah. Pemaduan lahir dan batin secara integral dapat mengantarkan pada kesempurnaan.
IMPLEMENTASI BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR RAMAH LINGKUNGAN DI PONDOK PESANTREN DESA BANDARKIDUL, KEDIRI Alba, Cecep; Hidayat, Esa Fajar; Masriah, Andi; Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Hadiana, Hadiana
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2964

Abstract

A common problem encountered in densely populated residential areas is waste accumulation. The majority of this waste consists of organic and inorganic household refuse. While organic waste is polluting, it is biodegradable and decomposes relatively quickly. In contrast, inorganic waste—particularly plastics—requires an extensive period to decompose in the natural environment. Consequently, this community service program aims to recycle plastic waste so that it can be reused and even acquire economic value. The plastic material utilized is discarded single-use water gallon containers, which often accumulate and hold little to no resale value. The target participants of this program are the students (santri) of Pondok Pesantren Al-Ishlah in Bandarkidul Village, Kediri City. The method employed involves providing education and hands-on training in cultivating catfish (Clarias sp.) and water spinach (Ipomoea aquatica) within a single reused gallon container which is known as Budikdamlon (aquaculture using gallon). The training also covers maintenance practices up to the harvest stage. As members of the younger generation, it is expected that the trained students will serve as agents of change—youth who not only possess intellectual capacity but also actively implement their knowledge in alignment with religious values.