Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI METODE SILVOFISHERY PADA KELOMPOK PETANI TAMBAK KEPITING BAKAU DI KECAMATAN TEGALDLIMO, BANYUWANGI Hidayat, Esa Fajar; Purwanto, Hery
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v5i2.49295

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) dikenal sebagai salah satu bahan olahan makanan yang diminati oleh masyarakat. Nilai ekonomis kepiting bakau mengalami peningkatan seiring bertambahnya permintaan. Di alam liar, kepiting bakau dapat dengan mudah dijumpai di ekosistem mangrove. Fungsi ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir adalah sebagai pengendali nutrisi di area air payau dimana habitatnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Selain itu, mangrove dapat memberikan perlindungan bagi biota laut terhadap penyakit. Oleh karena itu, kecenderungan hidup kepiting bakau tidak dapat dilepaskan dari eksistensi mangrove. Di Kecamatan Tegaldlimo, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Raja Vaname mulai membudidaya kepiting bakau karena potensi nilai ekonomisnya nyang cenderung meningkat. Namun perlu adanya upaya peningkatan wawasan guna menyeimbangkan peran manusia dan lingkungan melalui konsep berkelanjutan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk transfer ilmu terkait teknologi Silvofishery dalam budidaya kepiting bakau yang mengusung ramah terhadap ekologi dan mampu meningkatkan rasio hidup kepiting bakau. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini petani tambak dapat menaikkan kepiting bakau sebagai komoditas unggulan di masa mendatang dengan prinsip budidaya yang ramah lingkungan. Selain itu petani tambak di Kecamatan tegaldlimo tidak hanya menjual kepiting bakau sebagai bahan baku, tapi juga produk olahan dan lebih lanjut dapat memasuki pasar digital sesuai tuntutan jaman.
Character Capacity Building Pramuka melalui Aksi Tanam Mangrove untuk Peningkatan Kualitas Ekosistem di Teluk Pangpang Roza, Prima; Adhitama, Gregorius Prasetyo; Simarmata, Nirmawana; Hidayat, Esa Fajar
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i1.23177

Abstract

Pramuka is a scouting movement that teaches many values as the basis for building the character of Indonesia's best human resources. Quality human resources are human capital for developing the nation The scout movement's efforts are primarily concerned with environmental and societal issues. However, there is currently a drop in scouts' interest in activities that involve direct interaction with nature as a result of the younger generation's preoccupation with digital technology, particularly social media. This community service activity from the Institut Teknologi Bandung intends to provide a solution to the worry of diminishing interest in scouting by undertaking mangrove planting activities, which are expected to develop awareness and motivation in scouts to return to enjoying nature-based activities, while building the character of Scouts in their search for identity as a young generation of Indonesia. Mangrove planting activities are carried out with the enforcement scouts of SMK Darul 'Ulum and other community members in the Essential Economic Zone, Wringinputih village, Teluk Pangpang, Banyuwangi, because the sustainability of the mangrove forest ecosystem also requires attention. This activity is expected to increase the interest of Scouts to return to nature, and love the environment, while having an impact on improving the quality of life and welfare of the community.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KARIMUNJAWA: UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS UNTUK MARINE TOURISM Kurniasih, Nia; Nuriman, Harry; Wiratmo, Triyadi Guntur; Hidayat, Esa Fajar
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v6i1.59529

Abstract

Industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar karena memiliki keanekaragaman hayati dan lanskap alam yang kaya. Karimunjawa, sebuah kepulauan yang terletak di Laut Jawa, merupakan salah satu tempat liburan yang paling terkenal di Indonesia. Menyadari adanya kesenjangan antara jumlah wisatawan dan kesiapan penduduk lokal, terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan generasi muda Karimunjawa. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara akademisi dan organisasi nirlaba lokal, dengan target utama siswa SMP dan SMA. Diawali dengan identifikasi masalah dan observasi lapangan, disusun sebuah buku ajar berjudul "English for Marine Tourism". Setelah dua bulan mengikuti pelatihan intensif, para peserta dievaluasi kemampuannya melalui ujian praktek dan tertulis serta kuesioner evaluasi. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Karimunjawa, namun juga mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
DISTRIBUTION OF PELAGIC FISH IN SOUTH CHINA SEA USING GEOSTATISTICAL APPROACH Hidayat, Esa Fajar; Pujiyati, Sri; Suman, Ali; Hestirianoto, Totok
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 4 NUMBER 1, 2018
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v4i1.3800

Abstract

Pelagic fish are spesies that live in water column at depth of 100 to 200 meters from surface. They migrate as a group looking for nutrient and spawning place. Potential fisheries comodities in Indonesia including pelagic fish have high economic value. Then, stock assessment of pelagic fish measurement is important to researched. The research was conducted in May – June 2016 surrounding South China Sea waters using Madidihang 02 Research Vessel operated by Marine Fisheries Affair (MFA) Republic of Indonesia. To estimate the density of pelagic fish hydro-accoustic equipment and oceanography parameters were used and measured during the campaign. The split beam echosounder was use in aim to obtain precission position and number of fish target. The highest density of fish was found around Tambelan Island and Anambas Island. Statistically pelagic fish density has correlation with chlorophyll-a, salinity, temperature, and sea current velocity. The statistical analysis between pelagic fish density and those oceanography parameters (as statistic variables) yields positive vector correlation.
SPATIAL MAPPING OF CORAL REEF DISTRIBUTION IN KARIMUNJAWA ISLAND USING LYZENGA ALGORITHM Hidayat, Esa Fajar; Hanafi, Faisal; Purwanto, Hery; Noraini, Alifah; Marsela, Kristina; Dewi, Atika Kumala; Lubis, Muhammad Zainudin
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 11 NUMBER 1, 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/jiks.v11i1.44241

Abstract

Coastal areas have high ecosystem productivity and are characterized by abundant fish species and coral reefs. However, these ecosystems are vulnerable to environmental pressures caused by human activities and natural dynamics. Coral reefs, consisting of organisms from the class Anthozoa within the order Scleractinia, which produce calcium carbonate structures, are key indicators of coastal ecosystem health. Coral reefs share biological characteristics with soft corals, hydras, and sea anemones as part of the phylum Cnidaria. Their existence is highly sensitive to environmental changes, whether natural or anthropogenic. In Indonesia, coral reef conditions have experienced significant degradation, with 36.18% in the damaged condition, only 6.56% categorized as very good, and 22.96% as good. The remaining 34.3% fall under the poor category, particularly around Karimunjawa and Kemujan Islands. Accurate data-based monitoring and management are essential for conserving these ecosystems. One method used to map and analyze coral reef distribution is the Lyzenga algorithm, which can distinguish shallow-water characteristics from coral reef habitats using satellite imagery. In this study, the Lyzenga algorithm was applied to SPOT 6 imagery for the Karimunjawa and Kemujan regions, covering an area of 8.46 km². The results showed that live coral reefs cover approximately 46% of the area, while dead coral reefs account for 56%, indicating a level of degradation that requires further attention in conservation and ecosystem recovery strategies. This study highlights the critical state of coral reefs in Indonesia, particularly in the Karimunjawa and Kemujan regions, emphasizing the necessity for conservation efforts driven by precise monitoring techniques such as the Lyzenga algorithm.
Ocean Wave Modelling in Cempi Bay, West Nusa Tenggara during Northwest and Southeast Monsoon Hidayat, Esa Fajar; Havis, Muchammad Iqbal; Sembiring, Agustinus; Fahlevy, Karizma; Abdullah, Faizal Ade Rahmahuddin
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 4 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i4.29242

Abstract

Coastal regions in Indonesia, such as Cempi Bay in West Nusa Tenggara, are strongly influenced by seasonal monsoon systems, which significantly affect wave dynamics and coastal processes. As the Northwest Monsoon (NWM) and Southeast Monsoon (SEM) exert non-uniform effects along Indonesia’s coastline, accurate wave modeling is essential to support coastal management, fisheries, and disaster mitigation in this area. This study applies a numerical wave model driven by monsoonal wind data, supplemented with bathymetry and open-boundary conditions, to simulate and analyze ocean wave characteristics in Cempi Bay during the NWM and SEM periods, focusing on significant wave height ( ) and dominant wave period ( ). Model performance was evaluated using Mean Absolute Percentage Error (MAPE), correlation coefficient ( ), and Root Mean Square Error (RMSE). During NWM,  achieved a MAPE of 15.49%,  = 0.55, and RMSE = 0.19 m, indicating good agreement, while the initial SEM run showed a high MAPE of 42.83% for  that improved to 20.16% after scaling the  input by 79%, reducing the RMSE from 0.48 m to 0.26 m and increasing  from 0.67 to 0.68. Spatial analysis revealed distinct wave propagation patterns between the monsoons and confirmed lower wave energy in the inner part of Cempi Bay, highlighting the importance of capturing seasonal wave variability for effective coastal infrastructure planning and monsoon-adapted management strategies.
IMPLEMENTASI BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR RAMAH LINGKUNGAN DI PONDOK PESANTREN DESA BANDARKIDUL, KEDIRI Alba, Cecep; Hidayat, Esa Fajar; Masriah, Andi; Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Hadiana, Hadiana
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2964

Abstract

A common problem encountered in densely populated residential areas is waste accumulation. The majority of this waste consists of organic and inorganic household refuse. While organic waste is polluting, it is biodegradable and decomposes relatively quickly. In contrast, inorganic waste—particularly plastics—requires an extensive period to decompose in the natural environment. Consequently, this community service program aims to recycle plastic waste so that it can be reused and even acquire economic value. The plastic material utilized is discarded single-use water gallon containers, which often accumulate and hold little to no resale value. The target participants of this program are the students (santri) of Pondok Pesantren Al-Ishlah in Bandarkidul Village, Kediri City. The method employed involves providing education and hands-on training in cultivating catfish (Clarias sp.) and water spinach (Ipomoea aquatica) within a single reused gallon container which is known as Budikdamlon (aquaculture using gallon). The training also covers maintenance practices up to the harvest stage. As members of the younger generation, it is expected that the trained students will serve as agents of change—youth who not only possess intellectual capacity but also actively implement their knowledge in alignment with religious values.
STRATEGI DESAIN TOURISM STORY MAPS SEBAGAI NARASI VISUAL DIGITAL BERBASIS WEB GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (WEB GIS) UNTUK PROMOSI DESTINASI WISATA Grahita, Banung; Agustiana; Qoriah; Kurniasih, Nia; Hidayat, Esa Fajar; Kasman, Andi
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Story maps adalah narasi interaktif berbasis peta Web GIS yang dapat mengoptimalkan fungsi cerita dalam meningkatkan pemasaran wisata dan niat berkunjung. Meski telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti komunikasi hasil riset dan pengajaran, story maps belum banyak digunakan dalam konteks promosi wisata. Diperlukan kajian yang secara sistematis mengidentifikasi potensi dan merumuskan strategi desain story maps dalam mendukung promosi destinasi wisata. Dengan tujuan tersebut, penelitian ini menganalisis enam situs story maps yang diambil dari kompetisi ArcGIS Story Maps Competition 2022 dan 2023. Melalui pendekatan empiris, penelitian ini menganalisis elemen desain yang membentuk struktur naratif story maps. Penelitian ini merekomendasikan strategi desain untuk menggunakan story maps dalam mempromosikan destinasi wisata, dengan fokus pada lima elemen naratif: splash screen dengan visual yang mencolok, stage setting dengan pengantar yang menggugah, plot progression menggunakan navigasi linear, cognitive tension untuk mempertahankan minat, dan call to action dengan teks dan visual yang persuasif. Setiap elemen harus menampilkan authentic cues dan membangkitkan emosi positif dengan merepresentasikan keunikan destinasi, termasuk aktivitas dan interaksi manusia di tempat tersebut.
MITIGASI BENCANA STUNTING MELALUI PENINGKATAN LITERASI DAN PELATIHAN BUDIKDAMBER DI KABUPATEN NGADA, NUSA TEGGARA TIMUR Radjawane, Ivonne Milichristi; Mubarrok, Saat; Aulia, Elsa Silvia Nur; Hidayat, Esa Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan mitigasi stunting di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, sebuah wilayah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif, berupa penyuluhan gizi dan pencegahan stunting, serta pelatihan budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Pelatihan ini diikuti oleh 35 perwakilan PKK dari berbagai kecamatan dan dinas di Kabupaten Ngada. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan motivasi peserta. Berdasarkan kuesioner, skor rata-rata penilaian materi pelatihan sangat positif, menunjukkan bahwa materi tersebut relevan, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Sebanyak 100% peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang didapat dan tertarik mengikuti pelatihan lanjutan. Pelatihan ini juga memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya gizi seimbang dan cara mencegah stunting. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa budikdamber adalah solusi yang praktis dan berkelanjutan untuk pemenuhan gizi di tingkat rumah tangga, sehingga dapat mendukung percepatan penurunan stunting. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah melakukan pendampingan dan replikasi program di wilayah dengan prevalensi stunting yang masih tinggi.