Qoriah A. Siregar
Institut Teknologi Bandung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KONSISTENSI PENERAPAN SISTEM BAGI HASIL DAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAYANAN PERBANKAN SYARI‘AH Qoriah A. Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 10 No. 23 (2011)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of sharia banks is essentially inseparable from the idea that conventional banking institutions have not been able to mobilize Muslims to the fullest. Differences of opinion on interest banks tend to affect the attitudes of Muslims in Indonesia in the use of banking services. However, Fatwa Commission of the Indonesian Ulema Council (MUI) has recommended the provision of bank interest as usury laws. Development of the fatwa on bank interest provisions of this law will in turn influence people's attitudes towards banking services in general and the public demand for sharia banks in particular. Therefore, Shari'ah banking institutions should be able to improve its operational capabilities and can guarantee that the products on offer are fully in compliance with Shari'ah principles. Muamalat Indonesia (BMI) Branch Bandung offers banking products based profit-sharing system that consists of funds products and financing products. The application-sharing system on the product being offered when analyzed fully in compliance with Shari'ah concept. Based on the survey, the development priorities of service systems BMI Branch Bandung can also be determined. The main priority is the development program associated with an increased factor of credibility and access factors. Thus, BMI Branch Bandung need to do two important things, namely: (1) convince the public that the banking products and services offered in accordance with the concept of Shari'ah and (2) expand the reach of network services to all parts of the city of Bandung making it easier for people to obtain service. Keywords: Shariah banking, conventional banking, profit sharing, interest.
Tasawuf dan Tarekat (Dimensi Esoteris Ajaran Islam) Qoriah A. Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 11 No. 27 (2012)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam kaffah adalah Islam yang di dalamnya terpadu aspek akidah, syariah dan hakikat. Dari akidah lahir ilmu tauhid, dari syariah lahir ilmu fikih dan dari hakikat lahir ilmu tasawuf. Tasawuf tidak bisa diamalkan sendirian tanpa syariah seperti halnya syariah tidak bisa diamalkan tanpa landasan akidah. Menurut Imam Malik, sebagaimana dikutip oleh al-Gazali "Mengamalkan tasawuf tanpa fikih adalah kezindikan, juga sebaliknya berfikih tanpa tasawuf adalah kehampaan spritual yang didapatkan, memadukan antara keduanya adalah pencapaian hakikat kebenaran". Dalam buku ini Penulis menekan-kan bahwa dimensi esoteris (tasawuf) sangat dipentingkan dalam kesempurnaan pengamal-an ajaran Islam. Pembahasan tentang "Tasawuf dan Tarekat" dalam buku ini secara rinci dibahas Penulis dalam empat bab.
Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan Qoriah A. Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.1.8

Abstract

Defenisi intelijen menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 16 tahun 2011 pasal 1 ayat (1): intelijen adalah usaha, kegiatan, dan tindakan terorganisir [terorganisasi] dengan menggunakan metode tertentu menghasilkan produk tentang masalah yang dihadapi dari seluruh aspek kehidupan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan". Sejalan dengan defenisi tersebut, menurut Surat Keputusan Kapolri no. Pol: Skep/VI/2006 "Secara umum pengertian inte-lijen adalah usaha dan kegiatan yang dila-kukan dengan metode-metode tertentu secara terorganisir [terorganisasi] untuk men-dapatkan/menghasilkan produk berupa penge-tahuan tentang masalah-masalah yang dihadapi, kemudian disajikan kepada Kapol-sek/Kanit intelijen sebagai bahan pengambilan keputusan kebijaksanaan atau tindakan".
Komunikasi Antarbudaya (Di Era Budaya Siber) Qoriah A. Siregar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 13 No. 3 (2014)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2014.13.3.10

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang ter-penting bagi manusia. Tanpa komunikasi ma-nusia bisa dipastikan akan "tersesat" dalam belantara kehidupan ini karena tidak bisa me-naruh dirinya dalam lingkungan sosial. Per-kembangan komunikasi menurut Rogers (1986) terdiri atas empat fase. Sebelum fase-fase tersebut, manusia melakukan kontak de-ngan sesuatu yang sangat sederhana, seperti dengan gambar dan lukisan di gua-gua. Fase pertama disebut the writing era, ketika komu-nikasi dimulai dengan tulisan yang bisa dibaca. Selanjutnya, dinamakan the printing era. Pada fase ini komunikasi manusia lebih maju de-ngan memanfaatkan teknologi cetak. Fase ke-tiga disebut telecommunication era. Fase ini berimplikasi pada pengertian komunikasi jarak jauh ketika memasuki era teknologi elektro-nika. Fase terakhir disebut interactive com-munication era. Fase ini merupakan era yang paling kontemporer karena telekomunikasi terjadi antara dua media yang berbeda dan difasilitasi dengan keberadaan komputer. Budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah (KBBI: 2003). Budaya merupakan sebuah nilai atau praktik sosial yang berlaku dan dipertukarkan dalam hubungan antarmanusia baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Budaya merupakan nilai-nilai yang muncul akibat interaksi manusia di suatu wilayah atau negara tertentu. Budaya inilah yang menjadi acuan dasar bahkan bisa menjadi rel bagi proses komunikasi antarmanusia yang ada di dalamnya. Sementara itu, cyberspace adalah sekumpulan data, representasi grafik demi grafik, dan hanya bisa diakses melalui komputer. Cyberspace bisa pula bermakna sebagai medium yang digunakan untuk me-ningkatkan hubungan atau relasi ke arah yang lebih baru.
TEKNOLOGI SPIRITUAL TERAPI PENYEMBUHAN KORBAN NARKOBA DAN PERAN PONDOK REMAJA INABAH (I) MALAYSIA DALAM PENGEMBANGAN TQN DI NEGERI MALAYSIA Cecep Alba; Qoriah A. Siregar; Ranti Rachmawanti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.2

Abstract

Pondok Remaja Inabah (1) Malaysia adalah sebuah institusi yang bergerak dalam bidang perawatan dan penyembuhan korban narkoba dan penyalah gunaan obat-obat terlarang lainnya dengan menggunakan pendekatan tasawuf yakni Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah. Metode dan teknologi spiritual terapi penyembuhan tersebut diciptakan oleh mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya yakni KH. A. Shohibul Wafa Tajul Arifin yang biasa dipanggil Abah Anom. Metode  dan teknologi terapi tersebut dibawa dan dikembangkan di Malaysia oleh Tuan Guru  Ustaz Zuki bin Syafi as-Syuja, murid  dan wakil talqin Abah Anom di Malaysia. Berdasarkan penelitian, teknologi spiritual terapi penyembuhan narkoba di Inabah Malaysia intinya adalah mengamalkan   mandi taubat, talkin, menjalankan salat baik yang wajib maupun yang sunat muakkad, an-nawafil dan zikrullah secara istiqomah. Tingkat kesembuhan korban narkoba yang dirawat di Inabah sangat tinggi yakni hampir seratus persen. Sedangkan lama terapi penyembuhan rata-rata 60 hari, tergantung pada kondisi keparahan anak bina itu sendiri. Jika sangat parah bisa diperpanjang hingga dua kali lipat, bahkan sampai satu tahun.  Inabah (1) Malaysia bukan hanya sebagai institusi penyembuhan dan perawatan korban narkoba tetapi juga sebagai pusat pengembangan TQN  di Malaysia. Melalui Pondok Remaja Inabah (1) yang berada di negeri bagian Kedah Darul Aman, TQN menyebar ke seluruh negeri bagian Malaysia.  Bermacam latar belakang masyarakat datang ke Pondok Inabah (1) Malaysia, tetapi pada ahirnya mereka belajar zikir yang merupakan  inti ajaran  TQN dan mengamalkannya di daerah maing-masing. 
TEKNO-KULTUR-RELIGI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: (Studi Netnografi pada Pengguna Aplikasi Muslim Pro di Kalangan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung) Qoriah A Siregar; Dody S. Truna; Dadang Kahmad
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.13

Abstract

ITB students who use Muslim Pro application on their smartphones as a representation of digital society are a tangible form of techno-cultural-religious interrelationships. ITB students, if they need something related to Islamic religious knowledge and daily worship practices, only need to access the application. Analyzed from the perspective of religious studies, the dynamics and phenomena of techno-culture-religion are an interesting and important entity to study, because the religious activities of ITB students using the Muslim Pro application will have implications and polarization on their religious thought. The main objective of this research is to reveal the religious thoughts of the Muslim Pro application users among ITB students. This research is a qualitative research using netnographic research method (virtual ethnography) based on the theory of religious experience in the form of thought from Joachim Wach. The results of this research indicate that the religious thought patterns of ITB students who use the Muslim Pro application are classified into three types of thought, namely: scientific, literate, and contextual. 
The Use of Artificial Intelligence Technology in the Teaching Process in East Belitung City Shohib Khoiri; Ziaul Haq, Sansan; Siregar, Qoriah; Silvia Nur Aulia, Elsa
ENGAGEMENT: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Community Empowerment and Services
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/engagement.v3i4.125

Abstract

This study aims to examine the influence of artificial intelligence (AI) technology on human life. Based on the research conducted, AI has an influence on every sector of their lives, including health, transportation, work activities, and education. In general, AI has a positive impact, namely convenience and efficiency in several sectors. Because of this positive impact, the use of AI is currently very massive. For the education sector, AI has spread its use in many regions in Indonesia, one of which is East Belitung City in Banka-Belitung Province. Based on the results of the research conducted, it was concluded that teachers in East Belitung City already know and use AI in their teaching process. This research was conducted using qualitative and quantitative methodologies. Qualitative methodology is used to examine the influence and role of AI in human life in general, while quantitative methods are used to record the use of AI by teachers in East Belitung City, begins by providing materials related to AI, with training in its use.