Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Chemical Fingerprint and Initial Physicochemical Behavior of Tween 80-Assisted Nanoscale Aqueous Dispersion of Bioactive Java Cardamom Extract: Hydrodynamic Size and Near-Neutral Electrokinetic Profile Saragih, Horasdia
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 15, No 1 (2026): IN PROGRESS
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study evaluated the chemical profile, hydrodynamic diameter, polydispersity index, electrophoretic mobility, and zeta potential of cardamom extract dispersions. Concentrates were obtained by ethanol extraction of dried cardamom, analyzed using gas chromatography–mass spectrometry, and dispersed at masses of 6, 8, 10, and 12 mg using a liquid–gas flow system. Particle characteristics were determined using a particle size and zeta analyzer. The analysis revealed 14 peaks and 12 identified compounds, with 1,8-cineole, α-terpineol, 3-pentanol (diethyl carbinol), and piperine as the major components. Hydrodynamic diameter increased from 12.0 to 19.2 nm, while polydispersity index increased from 0.084 to 0.492, indicating greater size heterogeneity. Zeta potential ranged from 0.0 to −0.8 mV, indicating weak electrostatic stabilization. Tween 80 likely promoted initial dispersion through steric hindrance and surface hydration rather than strong charge repulsion. These findings do not indicate morphology, encapsulation, temporal stability, or bioavailability. These findings provide a physicochemical basis for developing aqueous cardamom extract dispersions while avoiding overinterpretation of near-neutral zeta potential as evidence of long-term colloidal stability.Keywords: Amomum compactum, cardamom extract, Tween 80, hydrodynamic diameter, zeta potential AbstrakPenelitian ini mengevaluasi profil kimia, diameter hidrodinamik, indeks polidispersitas, mobilitas elektroporetik, dan zeta potential dispersi ekstrak kapulaga. Konsentrat diperoleh melalui ekstraksi etanol kapulaga kering, dianalisis memakai kromatografi gas-spektrometri massa, lalu didispersikan pada massa 6, 8, 10, dan 12 mg melalui sistem alir cair-gas dalam tabung mikro. Karakter diukur menggunakan penganalisis ukuran partikel dan zeta. Analisis kimia menghasilkan 14 puncak dan 12 senyawa teridentifikasi, dengan 1,8-cineole, alpha-terpineol, 3-pentanol atau diethyl carbinol, serta piperine sebagai komponen dominan. Diameter hidrodinamik meningkat dari 12,0 menjadi 19,2 nm. Indeks polidispersitas naik dari 0,084 menjadi 0,492, menandakan distribusi ukuran heterogen. Zeta potential berada dekat netral, yaitu 0,0 sampai -0,8 mV, sehingga stabilisasi elektrostatik diperkirakan lemah. Pendispersian awal mungkin dibantu Tween 80 melalui penghalang sterik dan hidrasi permukaan, bukan tolakan muatan kuat. Temuan ini tidak menyimpulkan morfologi, enkapsulasi, stabilitas temporal, atau bioavailabilitas. Temuan ini memberikan dasar fisikokimia awal untuk mengembangkan sistem dispersi berair dari ekstrak bioaktif kapulaga, sekaligus menghindari interpretasi berlebihan terhadap potensi zeta yang mendekati netral sebagai bukti stabilitas koloid jangka panjang.Kata kunci: Amomum compactum, diameter hidrodinamik, ekstrak kapulaga, Tween 80, zeta potential
Mengekstrak Senyawa Bioaktif yang Terkandung pada Kulit Kayu Manis dan Mengidentifikasinya dengan Teknik Gas Chromatography – Mass Spectroscopy (GC-MS) Marissa Rijoice; Horasdia Saragih
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 9 No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v9i1.17633

Abstract

The bioactive compounds contained in cinnamon bark have been extracted. Extraction carried out using ethanol, methanol and water as solvents. The type of compound extracted identified by gas chromatography - mass spectroscopy (GC-MS) technique. From result the identification carried out, obtained as many as eight types of compounds, namely: using ethanol as solvent: (1) cinnamaldehyde, (2) bornylester of acrylic acid, (3) alpha-copaene, (4)Cumarine, and (5) methyl isoheptadecanoate; generated with using methanol as solvent: (6) trioctanoin and (7) 1-hydroxy-2,2-dimethyldecane; and that produced using water as a solvent is (8) 2,5-cyclooctadienol. of the eight Of these compounds, the most dominant is cinnamaldehyde. This shows that the bark Sweet has the main content, cinnamaldehyde. Because the main content is cinnamaldehyde, then cinnamon bark has the potential to be developed in the future as an ingredient herbs for, among others, as anti-diabetic and anti-viral therapy, due to cinnamaldehyde has the character of being able to lower blood sugar levels and is very attractive to weaken the virus. Keywords: Extract, bioactive compounds, cinnamon bark, Gas Chromatography, Mass Spectroscopy.
Sintesa Nanopartikel Senyawa Bioaktif Daun Pegagan (Centella asiatica) dan Uji Pengaruh Pemanasan dan Tekanan Terhadap Diameter dan Indeks Polidispersitasnya Saragih, Horasdia
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i1.74982

Abstract

Senyawa bioaktif daun pegagan memiliki banyak manfaat. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan, antimikroba dan antiinflamasi. Senyawa ini telah banyak digunakan untuk menyembuhkan beragam jenis penyakit. Oleh karena itu sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat-obatan. Namun sifatnya sangat hidrofobik dan mudah terdegradasi. Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan baru yaitu memperkecil ukuran partikelnya berorde nanometer, dapat dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mensintesa partikel senyawa bioaktif daun pegagan berukuran nanometer dan menguji pengaruh pemanasan dan tekanan terhadap diameter dan indeks polidispersitasnya. Senyawa bioaktif daun pegagan diekstrak menggunakan pelarut etanol. Nanopartikelnya disintesa menggunakan surfaktan tween 80. Pengaruh pemberian pemanasan dan tekanan terhadap diameter rata-rata dan indeks polidispersitasnya, diuji. Dari hasil yang diperoleh dengan menggunakan 6 ragam massa konsentrat hasil ekstrak: 4 mg, 5 mg, 6 mg, 7 mg, 8 mg, dan 9 mg yang masing-masing dilarutkan ke dalam 100 mL etanol, diameter rata-rata nanopartikelnya (dan indeks polidispersitas) masing-masing adalah 10,7 nm (0,266); 11,1 nm (0,240); 11,8 nm (0,395); 12,7 nm (0,086); 12,8 nm (0,299); dan 13,2 nm (0,464). Ketika nanopartikel ini dipanaskan pada temperatur 121oC dan tekanan 2 bar selama 15 menit, diameter rata-ratanya menjadi lebih besar: 11,0 nm; 11,3 nm; 12,4 nm; 12,9 nm; 13,5 nm; 14,1 nm; dan indeks polidispersitasnya menjadi lebih kecil: 0,196; 0,202; 0,242; 0,058; 0,274; dan 0,303. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar massa konsentrat yang digunakan, semakin besar diameter rata-rata nanopartikel yang dihasilkan. Pemberian pemanasan dan tekanan, memperbesar diameter rata-rata nanopartikel dan memperkecil indeks polidispersitasnya.