Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

METODA COROTATIONAL BEAM 2D UNTUK ANALISIS STATIK STRUKTUR NONLINIER GEOMETRIK Novi Andria; Lavi Rizki Zuhal; Leonardo Gunawan; Hari Muhammad
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 17 No. 1 Juni 2019
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jtd.2019.v17.a3117

Abstract

Makalah ini membahas sebuah metoda corotational beam dua dimensi (CBM 2D) yang dapat digunakan untuk analisis statik struktur yang nonlinier secara geometri. Kombinasi antara formulasi corotational beam dan Euler-Bernouli beam Theory (EBT) membuat implementasi numerik metoda ini menjadi sangat sederhana dengan beban komputasi yang rendah sehingga sangat praktis untuk diaplikasikan. Akurasi dan efisiensi metoda ini terverifikasi melalui beberapa uji numerik yang dilakukan pada beberapa model uji yang terdapat pada literatur. Metoda ini pun mampu memberikan hasil yang akurat untuk kasus extensible beam dan struktur beam yang dibebani follower load. Hasil penelitian ini memverifikasi validitas, efisiensi, dan kepraktisan dari metoda yang dikembangkan.
ANALISA SENSITIVITAS PADA DESAIN AWAL SATELIT MIKRO PENGAMAT BUMI (SENSITIVITY ANALYSIS ON PRELIMINARY DESIGN OF EARTH OBSERVATION MICRO-SATELLITE) Robertus Heru Triharjanto; Ridanto Eko Poetro; Hari Muhammad
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol.11 No.1 Juni 2013
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas analisa sensitivitas pada proses desain satelit mikro pengamat Bumi. Tujuan dari analisa ini adalah untuk melihat parameter input desain yang paling mempengaruhi kinerja satelit. Jenis satelit yang menjadi batasan dalam riset ini adalah satelit kelas hingga 100 kg dengan batasan dimensi untuk peluncuran sebagai muatan tambahan (auxilary payload). Misi pengamatan Bumi yang dimaksud juga dibatasi pada misi yang menggunakan sensor optik (multispectral imager), dimana kinerja utamanya adalah resolusi dan jumlah spektrum. Proses desain yang dimaksudkan dalam riset ini dibatasi hingga desain awal (preliminary design) dengan beberapa asumsi yang didasari oleh data empiris. Hasil analisa menunjukkan bahwa resolusi sangat berpengaruh pada jumlah data yang harus diproses terutama untuk resolusi tinggi, sehingga berefek pada jumlah daya listrik yang dikonsumsi. Resolusi, yang merupakan fungsi ukuran lensa juga berpengaruh pada berat satelit yang harus mengakomodasi dimensinya. Pada sisi lain, akomodasi lensa berakibat pada bertambahnya jumlah daya listrik yang bisa dihasilkan oleh subsistem daya satelit. Sementara jumlah spektrum juga berpengaruh terhadap parameter batasan satelit, yakni berat dan konsumsi daya, namun lebih moderat.Kata kunci: Desain Satelit mikro, Satelit pengamat bumi, Analisa sensitivitas
DESAIN AWAL SISTEM SATELIT TELEKOMUNIKASI PERTAHANAN INDONESIA (PRELIMINARY DESIGN OF INDONESIAN MILITARY TELECOMUNICATION SATELLITE) Robertus Heru Triharjanto; Luqman Faturrohim; Ridanto Eko Poetro; Hari Muhammad
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 14 No. 2 Desember 2016
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jtd.2016.v14.a2519

Abstract

As the biggest archipelago in the world, Indonesia really needs satellite system to support its defense and security. Based on that, this research aims to produce the preliminary design of telecommunication satellite system needed for defense and security campaign in Indonesia. Per best practice in aerospace engineering, the satellite preliminary design is preceded by a satellite concept design. In the concept design process, the users’ requirements, in this case, the Indonesian military, are studied, and comparative study is done for military telecommunication satellite solution that other countries used. The results are the satellite mission requirements, and design constraints to be used in the satellite preliminary design. The preliminary design shows that 2 kinds of satellites are needed to accommodate the mission requirements. i.e. L-band for mobile communications and C-band for fixed-high-datarate communication. Based on the available slots and the design constraints, the L-band satellite will be placed at 123 E. The satellite will weigh 2200 kg, has a power capacity of 1 kW, and can provide data communication with the speed of 512 kbps. The C-band satellite, that will be placed at 118 E, will weigh 2400 kg, has power capacity of 1.5 kW, and can provide data communication with the speed of 10 Mbps. Both satellites can operate for 10 years. Abstrak:Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia amat memerlukan sistem satelit untuk menunjang sistem pertahanan dan keamanannya. Atas motivasi tersebut penelitian ini bertujuan untuk membuat desain awal sistem satelit telekomunikasi yang diperlukan untuk pertahanan dan keamanan di Indonesia. Sesuai kaidah perancangan satelit, proses desain awal didahului dengan pembuatan desain konsep. Pada proses desain konsep dilakukan pendefinisikan kebutuhan penggguna, dalam hal ini pihak TNI dan Kementerian Pertahanan, dan studi banding atas solusi satelit telekomunikasi pertahanan di mancanegara. Hasil desain konsep adalah persyaratan misi dan batasan desain, yang harus diacu pada tahap desain awal satelit. Desain awal, diantaranya, menetapkan desain muatan sehingga dapat mengakomodasikan misi, serta ukuran dan berat dari bus satelit, agar bisa memenuhi kebutuhan muatan. Hasil menunjukkan bahwa pemenuhan desain konsep hanya bisa dilakukan dengan desain awal 2 tipe satelit telekomunikasi, yakni dengan frekuensi L-band untuk komunikasi bergerak, dan frekuensi C-band untuk komunikasi statis dengan kecepatan tinggi. Sesuai ketersediaan slot yang menjadi batasan desain, satelit L-band akan ditempatkan di 123 BT. Satelit tersebut mempunyai berat 2200 kg, konsumsi daya 1 kW, dan dapat melayani komunikasi data dengan kecepatan 512 kbps. Satelit C-band, yang akan berada di 118 BT, mempunyai berat 2400 kg, kapasitas daya 1.5 kW, dan dapat melayani komunikasi data dengan kecepatan 10 Mbps. Kedua satelit tersebut dapat beroperasi selama 10 tahun.
SIMULASI GERAK DAN ANALISIS KESTABILAN KOPLING INERSIA WAHANA DIRGANTARA DENGAN BENTUK BADAN RAMPING Hari Muhammad; Hilman Samputra; Yazdi I. Jenie; Javensius Sembiring
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 9, No. 1 Juni (2011)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Inertia coupling is a motion phenomenon of a high-speed airplane having slender body and low aspect ratio. This inertia coupling happens when the aircraft performs a roll manoeuvre motion with a high roll rate. This paper will discuss the derivation of inertia coupling equations of motion, modelling equations of motion in the Matlab/Simulink software, simulating the dynamics motion, and analyzing the stability of the inertia coupling. Numerical simulation and stability analysis of the inertia coupling for a fighter aircraft will be presented in this paper. Keywords:Inertia coupling, Stability analysis, Flight simulation, Slender body
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SSPADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG SANTA ANNA RSU SANTO VINCENTIUS SINGKAWANG TAHUN 2020 Hari, Muhammad
Scientific Journal of Nursing Research Vol 3, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v3i1.1193

Abstract

Operasi sectio caesarea merupakan suatu cara melahirkan janin dengan cara sayatan dinding uterus depan perut yang memiliki indikasi, kepala bayi lebih besar dari ukuran panggul ibunya dan demi kemudahan proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea diruang kebidanan santa anna RSU Santo Vincentius Singkawang tahun 2020. Penelitian bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian Analitik Korelasi, menggunakan desain cross sectional, cara pengambilan sampel dengan sistem consecutive sampling. Penelitian dilakukan pada pasien pre operasi sectio caesarea dengan populasi 209 dan jumlah sampel 37 responden. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan menggunakan program SPSS dengan uji chi square. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Dari 37 orang responden yang memiliki dukungan keluarga baik dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 12 responden (32%). Dukungan keluarga cukup dengan tingkat kecemasan sedang 18 responden (49%) dan berat 1 responden (3%). Dukungan keluarga kurang dengan tingkat kecemasan berat sebanyak 6 responden (16%). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan chi-square menunjukan bahwa ada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea. Ini dapat dibuktikan dari hasil (p value = 0.00) kurang dari (α = 0.05). Hasil, Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya ada hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di Ruang Santa Anna RSU Santo Vincentius Singkawang tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea, agar lebih mendukung keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien yang akan melakukan tindakan opersi sectio caesarea.
Kinerja Optical Flow dalam Estimasi Kecepatan Terbang SUAV Menggunakan Metode Farneback Aziz Fathurrahman; Ony Arifianto; Yazdi Ibrahim Jenie; Hari Muhammad
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 14 No 1: Februari 2025
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v14i1.15001

Abstract

This paper evaluates the performance of the Farneback optical flow method for estimating the flight speed of a small unmanned aerial vehicle (SUAV) in a simulated 3D World MATLAB-Unreal Engine environment. Optical flow offers a promising solution for velocity estimation, which is crucial for autonomous navigation. A downward-facing monocular camera model was simulated on an SUAV during steady state, straight flight at 100 m altitude and 25 m/s airspeed. Three simulated flight scenes—forest, city block, and water—representing poor, moderate, and rich textures were used to assess the method’s performance. Results demonstrated that using the median estimate of the optical flow field yielded accurate velocity estimations in moderate to rich texture scenes. Over the city block and forest scenes, mean velocity estimation accuracy was 0.6 m/s (σ = 0.2 m/s) and 0.3 m/s (σ = 0.4 m/s), respectively. The impact of camera tilt angle and altitude variations on estimation accuracy was also investigated. Both factors introduced bias, with accuracy decreasing to 1.7 m/s (σ = 0.2 m/s) and 1.9 m/s (σ = 0.2 m/s) for +10° and -10° camera tilt, respectively. Similarly, altitude differences of +10m and -10m resulted in reduced accuracy of 1.9 m/s (σ = 0.2 m/s) and 4.3 m/s (σ = 0.1 m/s), respectively. This study demonstrates the potential of the Farneback method for determining flight speed under steady, straight flight conditions with acceptable accuracy.
A Corotational Formulation For Geometrically Nonlinear Dynamics of 2D Flexible Beams Andria, Novi; Zuhal, Lavi Rizki; Muhammad, Hari; Gunawan, Leonardo
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 22 No. 2 (2024): Indonesian Journal Of Aerospace
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/ijoa.2024.8949

Abstract

A simple and efficient 2D corotational formulation for dynamic analysis of geometrically nonlinear flexible beam is presented in this paper. The corotational approach can easily facilitate the evaluation of internal elactic forces by introducing an element frame to separate rigid body motion and the deformational part. In the present study, the Euler-Bernoulli beam models with simple geometric stiffness matrix is employed and Newmark’s implicit time-stepping scheme with iterative predictor-corrector algorithm is adopted. The validity and efficiency of the present corotational formulation are verified by simulating three numerical examples. Despite its simple numerical implementation, simulation results confirms that the proposed formulation is highly accurate and efficient in simulating flexible beams undergoing large deformation.
METODA COROTATIONAL BEAM 2D UNTUK ANALISIS STATIK STRUKTUR NONLINIER GEOMETRIK Andria, Novi; Zuhal, Lavi R.; Gunawan, Leonardo; Muhammad, Hari
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 17 No. 1 Juni (2019): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jtd.2019.v17.a3117

Abstract

Makalah ini membahas sebuah metoda corotational beam dua dimensi (CBM 2D) yang dapat digunakan untuk analisis statik struktur yang nonlinier secara geometri. Kombinasi antara formulasi corotational beam dan Euler-Bernouli beam Theory (EBT) membuat implementasi numerik metoda ini menjadi sangat sederhana dengan beban komputasi yang rendah sehingga sangat praktis untuk diaplikasikan. Akurasi dan efisiensi metoda ini terverifikasi melalui beberapa uji numerik yang dilakukan pada beberapa model uji yang terdapat pada literatur. Metoda ini pun mampu memberikan hasil yang akurat untuk kasus extensible beam dan struktur beam yang dibebani follower load. Hasil penelitian ini memverifikasi validitas, efisiensi, dan kepraktisan dari metoda yang dikembangkan.
ANALISA SENSITIVITAS PADA DESAIN AWAL SATELIT MIKRO PENGAMAT BUMI (SENSITIVITY ANALYSIS ON PRELIMINARY DESIGN OF EARTH OBSERVATION MICRO-SATELLITE) Triharjanto, Robertus Heru; Poetro, Ridanto Eko; Muhammad, Hari
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 11 No. 1 Juni (2013): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas analisa sensitivitas pada proses desain satelit mikro pengamat Bumi. Tujuan dari analisa ini adalah untuk melihat parameter input desain yang paling mempengaruhi kinerja satelit. Jenis satelit yang menjadi batasan dalam riset ini adalah satelit kelas hingga 100 kg dengan batasan dimensi untuk peluncuran sebagai muatan tambahan (auxilary payload). Misi pengamatan Bumi yang dimaksud juga dibatasi pada misi yang menggunakan sensor optik (multispectral imager), dimana kinerja utamanya adalah resolusi dan jumlah spektrum. Proses desain yang dimaksudkan dalam riset ini dibatasi hingga desain awal (preliminary design) dengan beberapa asumsi yang didasari oleh data empiris. Hasil analisa menunjukkan bahwa resolusi sangat berpengaruh pada jumlah data yang harus diproses terutama untuk resolusi tinggi, sehingga berefek pada jumlah daya listrik yang dikonsumsi. Resolusi, yang merupakan fungsi ukuran lensa juga berpengaruh pada berat satelit yang harus mengakomodasi dimensinya. Pada sisi lain, akomodasi lensa berakibat pada bertambahnya jumlah daya listrik yang bisa dihasilkan oleh subsistem daya satelit. Sementara jumlah spektrum juga berpengaruh terhadap parameter batasan satelit, yakni berat dan konsumsi daya, namun lebih moderat.
SIMULASI ALIRAN FLUIDA DUA DIMENSI TANPA MEMBUTUHKAN KISI-KISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE VORTEKS. STUDI KASUS ALIRAN DI SEKITAR SILINDER DAN PELAT DATAR YANG BERGERAK TRANSLASI Widodo, Akhmad Farid; Zuhai, Lavi Rizki; Muhammad, Hari
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 11 No. 1 Juni (2013): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas algoritma metode vorteks yang merupakan metode numerik simulasi dinamika fluida tanpa membutuhkan kisi-kisi. Metode vorteks memodelkan aliran fluida dengan pendekatan Lagrangian dimana elemen fluida didiskritisasi menjadi bola-bola partikel yang bergerak mengikuti aliran fluida. Untuk menguji hasil simulasi metode vorteks, dilakukan simulasi aliran yang bergerak secara tiba-tiba disekitar silinder dan aliran disekitar pelat datar yang bergerak secara translasi. Hasil simulasi memberikan hasil yang cukup baik dibandingkan dengan pengukuran eksperimental yang ditunjukkan dengan perbandingan pola distribusi vortisitas.