Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMBUATAN ZAT WARNA ALAMI BATIK DAN PELATIHAN KOMUNIKASI PEMASARAN KELOMPOK WISATA BAHARI Willian, Nancy; Andheska, Harry; S.P, R. Marwita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i2.980

Abstract

Abstrak: Provinsi Kepulaun Riau memiliki segudang potensi SDA yang patut dikelola sebagai aset wisata. Salah potensi itu adalah tanaman mangrove yang berlimpah di sepanjang pesisir Kabupaten Bintan. Selain berfungsi secara ekologis, tanaman mangrove dapat dieksploitasi agar mempunyai nilai tambah melalui diversifikasi. Bagian tanaman mangrove, yaitu buah, dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami batik. Oleh sebab itu, tujuan pengabdian adalah menjadikan mitra Mangrove Bintan Lestari (MBL) Conservation (1) mampu membuat bahan pewarna alami batik dari buah mangrove yang dipraktikkan secara langsung, (2) meningkat skill komunikasi pemasarannya dalam melakukan layanan wisata Bahari. Pengabdian ini dikemas dalam bentuk workshop semi sosialisasi yang diterapkan kepada pelaku wisata MBL Conversation yang berjumlah 20 orang, terdiri atas 10 pengelola inti dan 10 orang pemuda karang taruna desa setempat. Capaian kegiatan dilakukan secara berkala melalui google form. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah (1) peningkatan kemampuan mitra dalam pembuatan bahan pewarna batik sebesar 85% dan (2) peningkatan skill komunikasi pemasaran sebesar 70%. Kata Kunci: Ekowisata Bahari; Mangrove; Batik ABSTRACT Abstract: Riau Islands Province has a wealth of SDA potential that should be managed as a tourist asset. One of the potentials is the abundance of mangrove plants along the coastline of Bintan district. In addition to functioning ecologically, mangrove plants can be exploited to have added value through diversification. The fruit of the mangrove plant can be used as a natural dye for bacteria. Therefore, the purpose of the dedication is to make the Mangrove Bintan Lestari (MBL) Conservation (Conservation) partner (1) able to make natural dye from the mangrove fruit practiced directly and (2) improve its marketing communication skills in doing sea tourism services. This dedication was packed in the form of a semi-socialization workshop applied to the MBL Conversation tourists of 20 people, consisting of 10 core managers and 10 youths from local villages. Activities are accessed periodically through Google Forms. The results achieved from this activity were (1) an increase in partnership capabilities in the manufacture of battery dyes by 85% and (2) an improvement in marketing communication skills by 70%.Keywords: ecotourism, Mangrove, Batik
Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau Mukhlis, Mukhlis; Apdillah, Dony; Willian, Nancy; Khodijah, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6960

Abstract

Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa real carrying capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona.
MANGROVE CERIOPS TAGAL SEBAGAI PEWARNA BATIK ECOPRINT DENGAN METODA IRON BLANKET Willian, Nancy; Pardi, Hilfi; Fitriyah, Dina
Jurnal Zarah Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove merupakan tanaman pesisir yang memiliki banyak keuntungan, salah satunya digunakan sebagai zat warna. Zat warna alami yang merupakan pigmen warna dari senyawa bioaktif tanaman telah diteliti dengan baik. Bagian tanaman propagul mangrove diambil mangrove jebis ceriops tagal yang tumbuh disepanjang pesisir Pulau Bintan, Kepuluan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan zat warna alami dari propagul buah tanaman mangrove dan diuji kandungan bioaktif menggunakan metoda skrining fitokimia dan uji karakterisasi dengan FTIR serta implementasi zat warna pada ecoprint menggunakan metoda iron blanket. Hasil skrining fitokimia memperlihatkan positif  kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol dan tannin sedangkan FTIR memperlihatkan puncak -OH yang dominan sebagai komponen utama metabolit sekunder. Pemanfaatan zat warna dari pigmen tanaman dilakukan dengan mewarnai kain melalui metoda ecoprint dengan berbagai jenis mordant. Dihasilkan bahwa warna pada kain ecoprint menajdi lebih terang tahan lama dan bisa dimanfaatkan sebagai usaha produksi dalam peningkatan ekonomi yang berkelanjutan.
PERAN SOSIALISASI DALAM PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI SUMBER DAYA BERKELANJUTAN DI SEI LADI Idris, Fadhliyah; Nugraha, Aditya Hikmat; Willian, Nancy; Ufek, Indok; Ramadhan, Muhammad Fitrah; Gunzales, Ario
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7251

Abstract

Sei Ladi merupakan salah satu wilayah di Kelurahan Kampung Bugis, Provinsi Kepulauan Riau, yang barada pada wilayah pesisir. Wilayah Sei Ladi berpotensi menghadapi permasalahan sampah terutama sampah plastik. Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya kesadaran dari masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sampah di pesisir pantai Sei Ladi dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan manfaat daur ulang dalam menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk identifikasi jenis sampah, sosialisasi kepada masyarakat sekitar dengan pendekatan partisipatif untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sampah plastik mendominasi sebesar 34% setelah sampah kaca yang ditemukan disekitar pesisir Sei Ladi. Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah meningkat 66,62% setalah pelaksanaan sosialisasi. Pelaksanaan kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan diperlukan upaya berkelanjutan untuk memastikan perubahan perilaku yang lebih luas dan mendalam.
Memperkasa Bioremediasi: Inovasi Bakteri Hidrokarbonoklastik dalam Menyelamatkan Lingkungan Berair Syakti, Agung Dhamar; Vitasari, Vitasari; Willian, Nancy; Viruly, Lily; Lestari, Febrianti
Jurnal Zarah Vol. 12 No. 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/4msh0s29

Abstract

Senyawa hidrokarbon yang terkandung di dalam minyak bumi sangat berbahaya jika masuk dan mencemari perairan laut. Perlu dilakukannya pendekatan yang dapat menanggulangi terjadinya pencemaran minyak bumi di perairan laut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan secara biologis dengan bioremediasi. menggunakan bantuan bakteri hidrokarbonoklastik yang dapat mengikat, mengemulsi, mentranspor serta menguraikan bahan cemaran. Riview literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri hidrokarbonoklastik dari perairan Indonesia.  Beberapa jenis bakteri hidrokarbonoklastik yang ditemukan dalam penelitian bioremediasi 10 tahun terakhir (2012-2022) dalam website https://scholar.google.com adalah Bacillus, Pseudomonas, Klebsiella, Enterobacter, Citrobacter, Alcanivorax, Halomonas, Raoultella, Alphaproteobacteria, Firmicutes, Vibrio alginolyticus, Alcaligenes, Micrococcus, Halobacillus serta Rhodobacteraceae. Bakteri - bakteri ini terbukti dapat mendegradasi cemaran minyak bumi di perairan laut baik secara tunggal maupun konsorsium dengan persentase kemampuan degradasi sebesar 22,2% - 100%. Dengan memanfaatkan bakteri-bakteri ini secara optimal, dapat membuka peluang untuk pengembangan strategi bioremediasi yang lebih efektif.
Mangrove Ceriops Tagal sebagai Pewarna Batik Ecoprint dengan Metoda Iron Blanket Willian, Nancy; Pardi, Hilfi; Fitriyah, Dina
Jurnal Zarah Vol. 12 No. 2 (2024): October, 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/s1vqk309

Abstract

Mangrove merupakan tanaman pesisir yang memiliki banyak keuntungan, salah satunya digunakan sebagai zat warna. Zat warna alami yang merupakan pigmen warna dari senyawa bioaktif tanaman telah diteliti dengan baik. Bagian tanaman propagul mangrove diambil mangrove jebis ceriops tagal yang tumbuh disepanjang pesisir Pulau Bintan, Kepuluan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan zat warna alami dari propagul buah tanaman mangrove dan diuji kandungan bioaktif menggunakan metoda skrining fitokimia dan uji karakterisasi dengan FTIR serta implementasi zat warna pada ecoprint menggunakan metoda iron blanket. Hasil skrining fitokimia memperlihatkan positif kandungan alkaloid, flavonoid, polifenol dan tannin sedangkan FTIR memperlihatkan puncak -OH yang dominan sebagai komponen utama metabolit sekunder. Pemanfaatan zat warna dari pigmen tanaman dilakukan dengan mewarnai kain melalui metoda ecoprint dengan berbagai jenis mordant. Dihasilkan bahwa warna pada kain ecoprint menajdi lebih terang tahan lama dan bisa dimanfaatkan sebagai usaha produksi dalam peningkatan ekonomi yang berkelanjutan
Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau Mukhlis, Mukhlis; Apdillah, Dony; Willian, Nancy; Khodijah, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.7175

Abstract

Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Real Carrying Capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona.
Synthesis of Silver Nanoparticles (NPPs) Using Xylocarpus Granatum Fruit Extract and its Application in Heavy Metal Pollution Detection Aini, Debi Yulia Ramadhani’; Willian, Nancy; Siregar, Eko Febri Syahputra
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i10.11726

Abstract

Heavy metals are dangerous pollutants because they are toxic, non-biodegradable, and stable. Mercury (Hg) is a type of heavy metal that is often a source of pollution in the aquatic environment. The biosynthesis process of nanoparticles using Xylocarpus granatum fruit extract as a bioreductant has been carried out using the green synthesis method. The research was conducted to synthesize silver nanoparticles (NPP) from Xylocarpus granatum fruit extract to detect heavy metals. The optimum condition of NPP was obtained through the comparison of AgNO3 concentration with extract and reaction time. The optimum NPP produced was at a concentration of AgNO3 1 mM 1:1 at a synthesis time of 2 hours. The NPP formed is selective to Hg metal as can be seen from the color change of NPP from dark brown to clear and sensitive to Hg metal at a concentration of 40 ppm. The calibration curve formed obtained a linear regration value of the relationship between the concentration of Hg standard solution and absorbance, namely y = -0.01330 + 3.71658 with a coefficient of determination (R2) value of 0.99229. Based on the standard curve obtained NPP mangrove fruit extract Xylocarpus granatum has an accuracy of 99.229% in predicting the concentration of the sample.
Reduksi Emisi Partikulat dari Peleburan Limbah Plastik: Tinjauan Teknologi Filtrasi Udara Berbasis Bahan Alami Wan, Ahmad Lutfi; Apdillah, Donny; Willian, Nancy; Syakti, Agung Dhamar
Jurnal Zarah Vol. 13 No. 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi gas dan partikel halus hasil dari proses peleburan limbah plastik dalam pembuatan paving block dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Review penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis emisi yang dihasilkan selama proses peleburan dan mengevaluasi teknologi filtrasi yang paling efektif dalam mereduksi polutan udara. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dari berbagai jurnal terkait emisi dari proses peleburan plastik serta teknologi filtrasi yang tersedia. Hasil kajian menunjukkan bahwa emisi utama mencakup senyawa organik volatil (VOC), dioksin, furan, karbon monoksida (CO), dan partikel halus (PM10 dan PM2.5). Berdasarkan analisis, kombinasi filter HEPA, karbon aktif, dan scrubber basah berbasis larutan alkali merupakan solusi optimal dalam mengurangi dampak emisi. Penelitian ini juga mengusulkan model filtrasi berbahan alami yang dinamakan AIRPUSAKA, yang terdiri dari air kapur, sabut kelapa, dan karbon aktif tempurung kelapa, sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk aplikasi industri daur ulang plastik
Heavy Metal Bioaccumulation in Seagrass and Sargassum Across Indonesian Coastal Waters: Ecological Risks and Implications for Sustainable Coastal Management: A Systematic Review Nur Cholis; Gemala Madumetha; Kusuma Wijaya; Lily Viruly; Nancy Willian
Jurnal Zarah Vol. 14 No. 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v14i1.8216

Abstract

Heavy metal contamination poses a significant threat to Indonesian coastal ecosystems, particularly seagrass meadows and brown seaweeds such as Sargassum, which function as primary producers and environmental bioindicators. This study systematically reviews heavy metal accumulation in seagrass and Sargassum in Indonesian waters and examines its ecological and management implications. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 framework, covering studies published between 2016 and 2025 from Scopus, ScienceDirect, Web of Science, Google Scholar, and Garuda. Articles were included if they reported empirical data on heavy metal contamination in seagrass or Sargassum in Indonesia. After screening and quality assessment, 20 studies were selected for thematic synthesis. The results show that lead (Pb) and cadmium (Cd) were the most frequently reported metals exceeding quality standards, identified in 14 of 20 studies. Mercury (Hg) was detected at several sites, while nickel (Ni) and iron (Fe) were mainly associated with mining areas. Higher accumulation was observed in seagrass leaves and Sargassum thalli, particularly in areas influenced by ports, industry, tourism, settlements, and mining. These findings indicate potential ecological risks, including reduced primary productivity and trophic transfer. Overall, seagrass and Sargassum demonstrate strong potential as biomonitors of heavy metal contamination in Indonesian coastal waters.