Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

TINJAUAN BIOFABRIKASI NANOPARTIKEL PERAK DAN EMAS DENGAN MENGGUNAKAN EKTRAK TANAMAN Willian, Nancy; Pardi, Hilfi
Jurnal Zarah Vol. 9 No. 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v9i1.2799

Abstract

Material nano diperolah dari material sintesis biologis melalui teknik berbasis green chemistry yang ramah lingkungan. Ulasan ini difokuskan pada sintesis nanopartikel logam perak dan emas pada tanaman dan karaterisasinya. Ekstrak tumbuhan yang dilakukan secara eksperimental memberikan karakterisasi yang bervariasi. Strategi ini memainkan peranan penting dalam variasi strategi bentuk, ukuran, dan morfologi dari nanopartikel logam, yang mengarah pada perbedaan aktivitas aplikasi dari nnopartikel logam tersebut. Tulisan ini terutama merangkum berbagai metode sintesis nanopartikel emas dan perak dan karakterisai dalam berbagai bagian tanaman dan juga mendokumentasikan informasi rinci tentang strategi yang terlibat dalam penggunaan ekstrak tanaman sebagai reduktor dalam sintesis nanopartikel logam dengan berbagai aplikasi.
PENDEKATAN GREEN SYNTHESIS ZnAl2O4 MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) Angasa, Eka; Gustian, Irfan; Napitupulu, Intan N.S.; Willian, Nancy; Sisca, Vivi
Jurnal Zarah Vol. 10 No. 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v10i1.4405

Abstract

Telah dilakukan pendekatan green synthesis ZnAl2O4 menggunakan ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun kumis kucing terhadap kristalinitas, ukuran, dan morfologi ZnAl2O4 yang diperoleh.. Green synthesis ZnAl2O4 dilakukan dengan menggunakan variasi massa ekstrak, yaitu 8, 12, dan 20 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kumis kucing berpengaruh kuat terhadap kristalinitas, bentuk, dan ukuran ZnAl2O4 yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis XRD, kristalinitas ZnAl2O4 yang disintesis menggunakan ekstrak kumis kucing menunjukkan kristalinitas yang lebih baik dibandingkan tanpa ekstrak. Penggunaan ekstrak 12 gram menghasilkan ZnAl2O4 dengan kristalinitas paling baik. Hasil analisis SEM menunjukkan bentuk partikel yang dihasilkan tidak seragam dengan ukuran yang bervariasi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak berperan kunci dalam pembentukan ZnAl2O4.
Reduksi Emisi Partikulat dari Peleburan Limbah Plastik: Tinjauan Teknologi Filtrasi Udara Berbasis Bahan Alami Wan, Ahmad Lutfi; Apdillah, Donny; Willian, Nancy; Syakti, Agung Dhamar
Jurnal Zarah Vol. 13 No. 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi gas dan partikel halus hasil dari proses peleburan limbah plastik dalam pembuatan paving block dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Review penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis emisi yang dihasilkan selama proses peleburan dan mengevaluasi teknologi filtrasi yang paling efektif dalam mereduksi polutan udara. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dari berbagai jurnal terkait emisi dari proses peleburan plastik serta teknologi filtrasi yang tersedia. Hasil kajian menunjukkan bahwa emisi utama mencakup senyawa organik volatil (VOC), dioksin, furan, karbon monoksida (CO), dan partikel halus (PM10 dan PM2.5). Berdasarkan analisis, kombinasi filter HEPA, karbon aktif, dan scrubber basah berbasis larutan alkali merupakan solusi optimal dalam mengurangi dampak emisi. Penelitian ini juga mengusulkan model filtrasi berbahan alami yang dinamakan AIRPUSAKA, yang terdiri dari air kapur, sabut kelapa, dan karbon aktif tempurung kelapa, sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk aplikasi industri daur ulang plastik
Heavy Metal Bioaccumulation in Seagrass and Sargassum Across Indonesian Coastal Waters: Ecological Risks and Implications for Sustainable Coastal Management: A Systematic Review Nur Cholis; Gemala Madumetha; Kusuma Wijaya; Lily Viruly; Nancy Willian
Jurnal Zarah Vol. 14 No. 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v14i1.8216

Abstract

Heavy metal contamination poses a significant threat to Indonesian coastal ecosystems, particularly seagrass meadows and brown seaweeds such as Sargassum, which function as primary producers and environmental bioindicators. This study systematically reviews heavy metal accumulation in seagrass and Sargassum in Indonesian waters and examines its ecological and management implications. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 framework, covering studies published between 2016 and 2025 from Scopus, ScienceDirect, Web of Science, Google Scholar, and Garuda. Articles were included if they reported empirical data on heavy metal contamination in seagrass or Sargassum in Indonesia. After screening and quality assessment, 20 studies were selected for thematic synthesis. The results show that lead (Pb) and cadmium (Cd) were the most frequently reported metals exceeding quality standards, identified in 14 of 20 studies. Mercury (Hg) was detected at several sites, while nickel (Ni) and iron (Fe) were mainly associated with mining areas. Higher accumulation was observed in seagrass leaves and Sargassum thalli, particularly in areas influenced by ports, industry, tourism, settlements, and mining. These findings indicate potential ecological risks, including reduced primary productivity and trophic transfer. Overall, seagrass and Sargassum demonstrate strong potential as biomonitors of heavy metal contamination in Indonesian coastal waters.
Pembuatan dan Karakterisasi Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Buah Mangrove Rhizophora stylosa Nancy Willian; Hilfi Pardi; Syukri Arief
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.59359.53-60

Abstract

Nanopartikel perak menampilkan sifat fisik dan biologis yang unik yang telah menarik minat penelitian karena aplikasi yang menjanjikan. Pada penelitian ini, proses fabrikasi nanopartikel perak(AgNPs) dilakukan dengan metode green sintesis menggunakan tanaman mangrove dengan pelarut air. Ekstrak buah mangrove Rhizophora stylosa (RS) pertama kali digunakan sebagai reduktor dan stabilizer dalam sintesis AgNPs. Karakteristik AgNPs ditentukan dengan spektrofotometer UV-Vis, FTIR, XRD dan TEM. Analisis spektrum UV-vis menunjukkan panjang gelombang pada 430 ‒ 445 nm. Studi FTIR mengungkapkan adanya senyawa fitokimia aktif yang bertindak sebagai zat penutup dan penstabil nanopartikel. TEM menunjukkan morfologi AgNPs yang ditemukan berbentuk bola dengan ukuran diamter sekitar 10 ‒ 60 nm. Pola XRD menunjukkan bahwa semua sampel AgNPs yang diperoleh memiliki struktur face-center cubic (fcc) yang menegaskan bahwa nanopartikel bersifat padatan kristalin dengan ukuran kristal 38 ‒ 77 nm. Studi ini membuktikan kemampuan biomaterial dalam sintesis AgNPs dengan mengadopsi prinsip sintesis hijau.Fabrication and Characterization of Silver Nanoparticles Using Extract of Mangrove Fruit of Rhizophora stylosa. Silver nanoparticles display unique physical and biological properties that have attracted research interest because of their promising applications. In this research, silver nanoparticle (AgNPs)  fabrication process was carried out via green synthesis methods using mangrove plants and water as a solvent. Mangrove fruit extract Rhizophora stylosa (RS) was first used as a reducing agent and stabilizer in the synthesis of AgNPs. The characteristics of AgNPs were characterized using UV-Vis, FTIR, XRD, and TEM spectrophotometers. UV-vis spectrum analysis showed a peak at 430 ‒ 445 nm. FT-IR studies revealed the presence of active phytochemical compounds which act as coating agents and stabilizers for nanoparticles. TEM showed that the morphology of AgNPs was spherical with a diameter size of 10 ‒ 60 nm. The XRD patterns showed that all of the AgNPs sample obtained had a face-center cubic (fcc) structure, indicating that the nanoparticles are crystalline solids with a crystallite size of 38 ‒ 77 nm. This study proves the ability of biomaterials in the synthesis of silver nanoparticles by adopting the principle of green synthesis.