Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Zarah

PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP SIFAT KIMIA AIR RENDAMAN (pH, TDS DAN KESADAHAN TOTAL) DAN SIFAT KUAT TEKAN MORTAR SEMEN PCC PADA PERENDAMAN AIR LAUT Yusuf, Yulizar; Aziz, Hermansyah; Jaslia, Pepi Rahmi Sari
Jurnal Zarah Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Zarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.98 KB)

Abstract

Abu ampas tebu merupakan limbah buangan yang memiliki beberapa kegunaan. Abu ampas tebu diketahui memiliki kandungan silika sekitar 70% dan secara kimiawi cukup layak sebagai bahan pozolan. Penelitian tentang pengaruh penambahan abu ampas tebu terhadap sifat kimia air rendaman (pH, TDS dan kesadahan total) dan sifat kuat tekan mortar semen PCC pada perendaman air laut telah dilakukan. Abu ampas tebu dapat digunakan sebagai alternatif lain untuk mengurangi penggunaan klinker dan sebagai pemanfaatan limbah. Penelitian kuat tekan pada mortar dilakukan dengan mencampurkan abu ampas tebu dan semen PCC dengan perbandingan 0, 2, 4 dan 6%, sedangkan air rendaman dianalisis secara kimia tentang pengaruh pH, TDS dan kesadahan totalnya. Berdasarkan hasil analisis dengan penambahan abu ampas tebu tidak mempengaruhi kuat tekan menurut SNI 15-7064-2004 semen PCC. Untuk air rendaman mortar akuades dan air laut, terjadi kenaikan pH terhadap waktu perendaman. Untuk uji TDS dan kesadahan total untuk air rendaman akuades mengalami kenaikan pada variasi komposisi abu ampas tebu dan lamanya perendaman. Pada perendaman air laut nilai TDS dan kesadahan total 3 hari lebih tinggi daripada 28 hari.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP SIFAT KIMIA AIR RENDAMAN (pH, TDS DAN KESADAHAN TOTAL) DAN SIFAT KUAT TEKAN MORTAR SEMEN PCC PADA PERENDAMAN AIR LAUT Yusuf, Yulizar; Aziz, Hermansyah; Jaslia, Pepi Rahmi Sari
Jurnal Zarah Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.98 KB) | DOI: 10.31629/zarah.v5i2.210

Abstract

Abu ampas tebu merupakan limbah buangan yang memiliki beberapa kegunaan. Abu ampas tebu diketahui memiliki kandungan silika sekitar 70% dan secara kimiawi cukup layak sebagai bahan pozolan. Penelitian tentang pengaruh penambahan abu ampas tebu terhadap sifat kimia air rendaman (pH, TDS dan kesadahan total) dan sifat kuat tekan mortar semen PCC pada perendaman air laut telah dilakukan. Abu ampas tebu dapat digunakan sebagai alternatif lain untuk mengurangi penggunaan klinker dan sebagai pemanfaatan limbah. Penelitian kuat tekan pada mortar dilakukan dengan mencampurkan abu ampas tebu dan semen PCC dengan perbandingan 0, 2, 4 dan 6%, sedangkan air rendaman dianalisis secara kimia tentang pengaruh pH, TDS dan kesadahan totalnya. Berdasarkan hasil analisis dengan penambahan abu ampas tebu tidak mempengaruhi kuat tekan menurut SNI 15-7064-2004 semen PCC. Untuk air rendaman mortar akuades dan air laut, terjadi kenaikan pH terhadap waktu perendaman. Untuk uji TDS dan kesadahan total untuk air rendaman akuades mengalami kenaikan pada variasi komposisi abu ampas tebu dan lamanya perendaman. Pada perendaman air laut nilai TDS dan kesadahan total 3 hari lebih tinggi daripada 28 hari.
PENGARUH CLAY CONTENT PADA BATU KAPUR DI AREA BUKIT KARANG PUTIH INDARUNG SEBAGAI MATERIAL TAMBAHAN TERHADAP KUALITAS SEMEN PORTLAND KOMPOSIT Yusuf, Yulizar; Putri, Ayu Deliana; Aziz, Hermansyah
Jurnal Zarah Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v9i2.3129

Abstract

Kandungan Clay (clay content) merupakan jumlah senyawa Al2O3 atau SiO2 dalam suatu material alam dengan satuan persentase. Material alam yang digunakan sebagai material tambahan yakni batu kapur untuk menghasilkan semen PCC (Portland Composite Cement). Persentase nilai clay content didapatkan dengan melakukan analisis uji menggunakan metode adsorpsi Metilen Biru (MB) dengan menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh nilai clay content pada batu kapur terhadap kualitas semen PCC. Berdasarkan uji yang telah dilakukan, diperoleh nilai clay content yang berbeda tiap sampelnya, dimana nilai tertinggi 0.214% pada Soil dan terendah 0.013% pada LS Front 1A. Nilai clay content dapat mempengaruhi kualitas semen salah satunya dapat dilihat pada kuat tekan. Kuat tekan semen berbanding terbalik dengan nilai clay content. Kuat tekan pada Soil untuk usia 3 hari yaitu 226 Kg/cm2 dilanjutkan untuk usia 7 hari 324 Kg/cm2 dan pada usia 28 hari 411Kg/cm2, namun waktu pengikatan sebanding dengan kenaikan nilai clay content.
PENGARUH KANDUNGAN Na & K DARI FINE COALDAN RAW MATERIAL TERHADAP NILAI ALKALI PADA KLINKER DAN SEMEN PCC Hanifah, Mutia; Yusuf, Yulizar; Aziz, Hermansyah
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan Semen PCC membutuhkan raw material berupa limestone, clay, pasir silika, dan pasir besi serta bahan bakar berupa batubara. Raw material digiling dalam kiln dibantu dengan pembakaran batubara dengan komposisi tertentu menghasilkan klinker. Proses pembakaran batubara menghasilkan limbah padat (fine coal) yang kemungkinan dapat masuk ke dalam proses klinkerisasi. Raw material maupun fine coal memiliki kandungan alkali dalam bentuk Na2O dan K2O yang memiliki batas tertentu. Jika melebihi, akan menyebabkan reaksi alkali-sulfat yang mempengaruhi kualitas semen seperti kuat tekan dan setting time. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan alkali total yang ada pada raw material dan fine coal, pengaruhnya terhadap klinker dan semen, serta kualitas semen PCC. Pengujian nilai alkali menggunakan metode flame photometry. Hasil menunjukkan bahwa alkali pasir besi menjadi penyumbang nilai alkali total pada klinker sebesar 1,42% dibandingkan raw material lainnya. Kandungan alkali total fine coal pada kiln mengandung alkali total sebesar 0,41%. Fine coal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai alkali pada klinker. Sedangkan nilai alkali pada klinker cukup signifikan mempengaruhi nilai alkali pada semen. Kandungan alkali dari raw material dan fine coal mempengaruhi kuat tekan 28 hari, setting time awal, dan setting time akhir.
PENENTUAN KADAR RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS DAN PENGARUH PENCUCIAN PADA CABAI, BUNCIS DAN SAWI PUTIH SERTA NILAI RISIKO KESEHATAN PADA MANUSIA Zilfa; Yusuf, Yulizar; Anggreini Putri, Mitha; Heysha, Fheiza
Jurnal Zarah Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan bahan pangan yang digemari masyarakat untuk dikonsumsi karena banyak mengandung nutrisi. Cabai (Capsicum annuum L.), buncis (Phaseolus vulgaris L), sawi putih (Brassica pekinensia L) termasuk  sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai olahan sayuran yang lezat maupun dimakan sebagai lalapan. Untuk memperoleh tanaman sayuran yang subur diperlukan pestisida untuk membasmi hama yang dapat merusak sayuran. Salah satu pestisida yang banyak digunakan yaitu klorpirifos yang dapat meninggalkan residu sehingga menyebabkan risiko akut dan kronis pada kesehatan, oleh sebab itu perlu dilakukan analisis mengenai kadar residu pestisida klorpirifos pada sayuran. Kadar residu pestisida klorpirifos ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 230 nm menggunakan pelarut diklorometana dan analisis kualitatif menggunakan HPLC dengan membandingkan waktu retensi larutan standar dan sampel sayuran. Pada penelitian ini dilakukan pencucian pada sayuran menggunakan diklorometana, akuades, air sumur dan air PDAM untuk melihat pengaruh pencucian terhadap kadar residu pestisida yang terkandung. Konsentrasi residu pestisida pada sayuran yang tidak dicuci yaitu cabai (2,6680±0,0214 mg/kg), buncis (2,4658±0,0193 mg/kg), dan sawi putih (2,7950±0,0379 mg/kg). Proses pencucian pada sayuran dilakukan tiga kali untuk masing-masing pelarut. Pencucian tiga kali menggunakan diklorometana dan akuades, didapatkan bahwa residu pestisida sudah tidak terdeteksi, sedangkan pencucian menggunakan air PDAM dan air sumur masih menyisakan residu pada sayuran tetapi kadarnya sangat kecil dibandingkan nilai Batas Maksimum Residu (BMR). Pada perhitungan nilai resiko kesehatan diperoleh nilai aHQ dan cHQ  <1  yang menunjukkan bahwa konsumsi batas yang dianjurkan dari sampel penelitian ini tidak menimbulkan risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.. Penelitian ini memberikan informasi bahwa perlu pencucian berulang kali untuk menghilangkan kadar residu pestisida pada sayuran sebelum dikonsumsi.