Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Study of Raw Water Turbidity Removal in Sedimentation Unit Continuous Discharges Flow (CDF) Method Using Plate Settlers Ridwan, Ridwan; Afrianita, Reri; Hadi, Refa Nabila
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v2i03.38

Abstract

The sedimentation unit using the continuous discharges flow (CDF) method can remove raw water turbidity of 91.09% with initial turbidity of 75.248 NTU. The performance of the sedimentation unit using the CDF method needs to be tested at high turbidity, which is more than 100 NTU. Sedimentation using the CDF method with the addition of plate settlers is an alternative that can be done by increasing the turbidity value. This study aims to determine the performance of the sedimentation unit using the CDF method with the addition of plate settlers in the removal of high turbidity. The study used a laboratory-scale reactor of 240 L/hour, with units consisting of plunge coagulation, baffle channel flocculation and a 5% CDF method sedimentation unit with plate settlers. The study used artificial raw water with variations in turbidity of 110.355 NTU, 132.035 NTU, and 153.338 NTU. The research shows that the efficiency of removal of turbidity on average for the variation of turbidity is 92.32%, 91.25%, and 89.87%, respectively. The correlation value and significance of Rank Spearmen from the variation of turbidity to reactor performance are -0.926 and 0.00, respectively. In other words, the more turbid the raw water, the lower the reactor performance
Kerangka Strategis Pengembangan Website Rumah Tahfidz Al - Ghazza Kelurahan Kurao Pagang Kecamatan Nanggalo Kota Nanggalo sebagai Media Penyebaran Informasi dan Komunikasi Laksono, Heru Dibyo; Muharam, Mumuh; Pratama, Rizki Wahyu; Latif , Melda; Afrianita, Reri; Tomas, Micko
Jurnal Andalas: Rekayasa dan Penerapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jarpet.v4i2.106

Abstract

Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membuka peluang baru bagi lembaga pendidikan, termasuk Rumah Tahfidz, dalam menyebarkan informasi secara efektif. Rumah Tahfidz Al-Ghazza di Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, berperan penting dalam pendidikan tahfidz Al-Qur'an, namun menghadapi tantangan dalam penyebaran informasi dan komunikasi secara manual. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan kerangka strategis pengembangan website Rumah Tahfidz Al-Ghazza sebagai media penyebaran informasi dan komunikasi yang efektif. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan tampilan website, pengembangan fitur seperti sistem pendaftaran online, dan pengujian untuk memastikan fungsionalitas website. Tahapan implementasi ini melibatkan pengumpulan konten, pengujian tampilan di berbagai perangkat, serta optimasi SEO untuk meningkatkan aksesibilitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa rencana pembuatan website Rumah Tahfidz Al-Ghazza akan mampu meningkatkan jangkauan penyebaran informasi, keterlibatan masyarakat, serta memfasilitasi komunikasi dua arah yang lebih efisien. Website juga berperan dalam memperkuat citra dan reputasi lembaga di mata masyarakat, mendukung transparansi dalam pengelolaan program, serta memberikan kemudahan bagi santri dan masyarakat dalam mengakses informasi.Website ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan dioptimalkan sebagai alat komunikasi yang berkelanjutan dan mendukung dakwah di era digital.
AERMOD as an Alternative Approach for Estimating Traffic-Related Ambient Pollutant Dispersion in Areas Without Air Quality Monitoring Stations Ilmi, Gian Mustika; Bachtiar, Vera Surtia; Sufitri, Yumita; Silvia, Shinta; Afrianita, Reri
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 10 No. 1 (2026): March
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2026.10.1.1-16

Abstract

The dispersion of pollutants originating from traffic activities has become a major environmental issue in many developing countries. Emissions such as SO2 and CO present significant challenges for air quality management due to their serious health impacts. Air Quality Monitoring Systems (AQMS) are commonly used to measure pollutant concentrations; however, limited availability and spatial coverage necessitate alternative approaches such as dispersion modeling using AERMOD. This study aims to evaluate the performance of AERMOD as an alternative method for estimating SO2 and CO concentrations, particularly those associated with traffic-related emissions. The simulation results indicate a strong alignment between dominant wind direction and pollutant dispersion patterns over the seven-day modeling period. Concentration accuracy assessed through regression analysis and Root Mean Square Error (RMSE) revealed positive correlations between AERMOD simulations and observational data for both SO2 and CO, with RMSE values of 21.86 µg/m3 for SO2 and 485.25 µg/m3 for CO. Overall, statistical evaluations demonstrate a high level of agreement for SO2 and a moderate level of agreement for CO. These findings underscore the significant potential of AERMOD as an alternative monitoring tool for estimating pollutant dispersion in areas lacking AQMS infrastructure, thereby supporting more effective air quality management and pollution control strategies. However, the model’s performance remains influenced by several limitations, including dependency on the quality of meteorological and emission input data, the assumption of steady-state atmospheric conditions, and greater prediction uncertainty for CO compared to SO2. These factors should be carefully considered when applying AERMOD in regions without ground-based monitoring stations.
Efisiensi Penyisihan Kekeruhan pada Paket IPA dengan Sedimentasi Continuous Discharges Flow (CDF) pada Debit Desain dan Uprating Ridwan Ridwan; Reri Afrianita; Reski Anggika; Fajri Dwi Arya; Viorin Fergessi; Latifa Tri Kartika; Aisyah Maulida R
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.191-200

Abstract

Sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan membutuhkan pembaruan teknologi uprating pada bangunan pengolahan air minum (BPAM) sebagai alternatif yang efisien untuk meningkatkan debit produksi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket BPAM yang mengintegrasikan bak sedimentasi metode Continuous Discharge Flow (CDF) dengan bak filtrasi untuk mengukur kinerja penyisihan kekeruhan air baku pada debit desain 240 L/jam serta debit uprating 360 L/jam) dan 480 L/jam. Paket BPAM yang diteliti terdiri dari unit koagulasi sistem terjunan, unit flokulasi dengan sistem sekat, unit sedimentasi metode CDF, dan unit filtrasi media tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun debit operasional ditingkatkan secara signifikan, mutu air hasil olahan relatif tetap stabil dan konsisten memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan kekeruhan pada bak sedimentasi berada pada rentang 93,53% hingga 95,71%, sedangkan pada bak filtrasi mencapai efisiensi yang lebih tinggi, yaitu 96,46% hingga 98,72%. Selain performa kualitas, sistem ini mampu beroperasi pada waktu detensi yang jauh lebih singkat, yaitu berkisar antara 33,8 hingga 44,8 menit, dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan konvensional. Kebaruan pada penelitian ini terletak pada integrasi unit sedimentasi metode CDF dengan unit filtrasi yang terbukti mampu dalam mempertahankan baku mutu kualitas air minum pada kondisi uprating hingga kapasitas ganda. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif solusi teknis yang aplikatif dalam pengembangan infrastruktur air minum perkotaan yang lebih efisien.