Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN DAN KEMUTAKHIRAN SNI 09-4663-1998 TENTANG KURSI RODA OLEH PEMANGKU KEPENTINGAN Meilinda Ayundyahrini; Suprapto Suprapto; Putty Anggraeni; Fakhrina Fahma; Wahyudi Sutopo
JURNAL STANDARDISASI Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v21i2.746

Abstract

Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi penyandang cacat untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis yang disampaikan melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 42, ayat (3) Undang-Undang ini mengamanatkan bahwa teknologi dan produk teknologi kesehatan harus memenuhi Standar. Indonesia sendiri telah memiliki 189 SNI terkait alat kesehatan, namun tidak ada yang diberlakukan secara wajib. Salah satunya SNI 09-4663-1998 tentang kursi roda. Masalahnya adalah setelah 20 tahun SNI 09-4663-1998 ditetapkan belum ada produk kursi roda bertanda SNI di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SNI 09-4663-1998 tentang kursi roda oleh pemangku kepentingan dan kemutakhiran standar dalam rangka persiapan kaji ulang standar 09-4663-1998. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mix method). Pengumpulan data primer dilakukan secara proportional sampling dengan instrumen kuesioner dan Focus Group Discussion. Responden penelitian ini adalah 6 (enam) produsen kursi roda, 3 (tiga) pakar, dan 6 (enam) konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SNI 09-4663-1998 telah diketahui oleh 66,67% responden namun hanya 33,33% responden yang menerapkan SNI 09-4663-1998. Sedangkan 66,67% menggunakan standar lain, yaitu ISO 7176 series. Hal ini diidentifikasi selain karena 33,33% produsen melakukan ekspor, regulator belum menjadikan SNI 09-4663-1998 sebagai dasar penilaian dan persyaratan izin edar produk kursi roda. SNI 09-4663-1998 juga dianggap tidak mengikuti perkembangan teknologi dan standar internasional sehingga diperlukan revisi yang minimal mencakup parameter keamanan, kekuatan dan ketahanan. Penelitian ini bermanfaat sebagai masukan revisi standar.
MANAJEMEN RISIKO PADA LAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA DI ERA NORMAL BARU Fakhrina Fahma; Wahyudi Sutopo; Ferry Dimas Prakoso
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i2.936

Abstract

Perkembangan krisis kesehatan saat ini berdampak pada risiko yang dihadapi sektor publik semakin beragam. Berdasarkan PP No.60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), lembaga negara/pemerintah wajib menerapkan manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam melaksanakan pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)  Kota Surakarta di era kenormalan baru sehingga memiliki standar manajemen risiko yang dapat diandalkan dan diimplementasikan secara efektif. Pendekatan yang dilakukan yaitu berdasarkan kerangka kerja ISO 31000 yang meliputi : komunikasi dan konsultasi, penetapan konteks, penilaian risiko, serta penanganan risiko. Tahap komunikasi dan konsultasi  serta penetapan konteks dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) dengan pemilik risiko yaitu segenap pimpinan Disdukcapil.  Sedangkan tahap penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR). House Of Risk (HOR) adalah suatu model yang didasarkan pada kebutuhan akan manajemen risiko yang berfokus pada tindakan pencegahan untuk menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas dan kemudian akan diberikan tindakan mitigasi risiko. Dari hasil identifikasi risiko pada layanan Disdukcapil Kota Surakarta pada era kenormalan baru, baik secara offline maupun online didapatkan 15 risk event dan 28 risk agent. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode HOR Fase 1 dan konsep pareto, dari seluruh risk agent terpilih 10 yang akan diberikan tindakan preventif. Dari evaluasi atas 10 risk agent yang terpilih, didapatkan 19 tindakan preventif. Dengan menggunakan metode HOR Fase 2, dapat diketahui urutan prioritas tindakan preventif yang dapat diterapkan dalam proses penanganan risiko.
Determination of Optimal Route for Newspaper Distribution Using Sweep Algorithm and Nearest Neighbour Method: Case Study Anisa Agustina; Ayu Setiawati; Muhammad Iqbalnur; Virda Hersy Lutviana Saputri; Wahyudi Sutopo; Yuniaristanto
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 9 No 01 (2022): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v9i01.526

Abstract

In general, the problem of production and distribution in the paper supply chain is the integration of plansto minimize total costs. Delivery times are required to be fast, sometimes not fulfilled due to problems inthe production and distribution process. One of the problems with newspaper companies in Surakarta is theslow distribution process due to the determination of the wrong distribution channel. This article aims tosolve the problem of determining the route of a newspaper company in the city of Surakarta by comparingtwo alternative choices, where the first alternative uses two fleets and the second alternative uses threefleets. This research uses the Sweep Algorithm and the Nearest Neighbor method in order to minimizetime and cost and to determine the best delivery path. From the results of data processing, it was found thatthe best proposal was the first alternative, namely by using two fleets because the distance traveled wasshorter with a difference of 0.45 km and resulted in savings of Rp. 467,940.00 every month.
Proposing Electric Motorcycle Adoption-Diffusion Model in Indonesia: A System Dynamics Approach Dwi Setyo Sulistyono; Yuniaristanto; Wahyudi Sutopo; Muhammad Hisjam
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 20 No. 2 (2021): Published in October 2021
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.169 KB) | DOI: 10.25077/josi.v20.n2.p83-92.2021

Abstract

In 2019, the number of conventional vehicles in Indonesia reached 133,617,012 units, dominated by motorcycles of 112,771,136 units and passenger cars of 15,592,419 units. The high number of conventional motorcycle users can increase the number of pollutants and combustion emissions in the environment. This condition has encouraged the transition to a sustainable transport system that will be needed for decades to come, especially for the electric motorcycle to resolve the issue. This research aims to predict and estimate the market share of electric motorcycles by considering life cycle cost per kilometer. System dynamics simulations are developed to model the adoption-diffusion of electric motorcycles in Indonesia. This model has four main modules: an electric motorcycle module, a conventional motorcycle module, an economy module, and a consumer market module. This model shows a positive trend of EM market share from 2021-2030, with the market share value of EM is 0,411 in 2030. The development of retail price subsidy and electricity price scenarios is also carried out to determine the right policies to accelerate the adoption-diffusion process. Based on the scenario, the provision of retail price subsidy and a decrease in electricity price can increase the value of the EM Market Share.