Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Keramba Jaring Apung (Studi Kasus Penanggulangan Kemiskinan di Kecamatan Grati, Pasuruan) Eko Agung Kurniawan; Sanggar Kanto; Hilmy Mochtar
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.03 KB)

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Timur lewat Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Budidaya Air Tawar telah memberikan bantuan bagi pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan bibit ikan dan fasilitasi pemasaran hasil panen budidaya ikan berbasis  Keramba Jaring Apung di Ranu Grati Kecamatan Grati di Desa Sumber Dawesari dan Grati Tunon. Namun pada data Program Perlindungan Sosial tahun 2011, Desa Sumber Dawesari masih memiliki 159 dan Kelurahan Grati Tunon memiliki 185 Rumah Tangga Sangat Miskin. Tujuan penelitian adalah merumuskan optimalisasi pemberdayaan masyarakat kelompok tani dalam budidaya perikanan air tawar di Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan dalam penanggulangan kemiskinan.Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif denganmenggunakan metode Studi Kasus. Penentuan Informan dengan teknik Purposive Sampling dan Snowball. data dikumpulkan dengan  wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mengoptimalkan  pemberdayaan masyarakat antara lain dengan intensifikasi dan diversifikasi perikanan, merubah budaya atau perilaku masyarakat dengan melibatkan Kepala desa dan Pemuka agama setempat.
Program Urban Farming Sebagai Model Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat Perkotaan (Studi Kasus di Kelompok Tani Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya) Wahida Junainah; Sanggar Kanto; Soenyono Soenyono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 3 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.554 KB)

Abstract

Program Urban Farming adalah salah satu program dari Dinas Pertanian yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin dalam memenuhi konsumsi makanan yang bergizi dan untuk mengurangi pengeluaran keluarga. Dalam pelaksanaannya ada petugas pendamping teknis yang biasa disebut tenaga PPL. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang  mengambil lokus di Kelompok Tani Tegal Makmur Kelurahan Keputih. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktik sosial yang terjadi pada implementasi program ini dan bagaimana partisipasi kelompok tani dalam proses perencanan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Oleh karena itu peneliti menggunakan Teori Strukturasi Anthony Giddens, konsep partisipasi dan konsep pengembangan masyarakat dalam mengupas dan menganalisanya. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa masih adanya kekurangan dari struktur dalam implementasi program ini  yaitu terdapat kendala minimnya air untuk kegiatan urban farming terutama disaat musim kemarau dan teknik pertanian yang diterapkan belum sesuai dengan kondisi wilayah RW VIII Kelurahan Keputih. Dilihat dari konsep partisipasi agent juga belum dilibatkan saat proses perencanaan  program atau bisa dikatakan bahwa program ini bersifat Top Down. Namun meskipun program ini belum berdampak nyata terhadap pengentasan kemiskinan pada Kelompok Tani Tegal Makmur RW VIII Kelurahan Keputih, program ini bisa dikatakan berhasil sekitar 60%. Hal ini antara lain disebabkan oleh antusias Kelompok Tani (agent) dalam menjalankan program ini dan didorong oleh PPL yang juga sangat antusias membantu kelompok tani.
Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Dan Kepuasan Kerja (Studi Eksplanatif di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah) Sri Wahyunie; Sanggar Kanto; Rachmat Kriyantono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.533 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.02.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap efektivitas komunikasi interpersonal dan kepuasan kerja di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan di kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah pada bulan September 2014 untuk pengambilan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan melibatkan 33 responden yang dipilih sesuai populasi yang ada. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji analisis jalur (Path Analysis),dimana analisis jalur ini menguji apakah terdapat pengaruh langsung atau tidak langsung iklim komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja.Hasil penelitian menunjukkan nilai iklim komunikasi organisasi memperoleh nilai gabungan 3,53. Nilai efektivitas komunikasi interpersonal memperoleh nilai gabungan 3,87. Nilai kepuasan kerja memperoleh nilai gabungan 3,96. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan kerja pegawai di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga berada pada tingkat cukup baik. Iklim komunikasi secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas komunikasi interpersonal dengan taraf signifikansi sebesar 0,026. Iklim komunikasi secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan taraf signifikansi sebesar 0,036. Efektivitas komunikasi interpersonal secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan taraf signifikansi sebesar 0,001. Iklim komunikasi organisasi juga secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja dengan melalui efektivitas komunikasi interpersonal sebagai mediasinya dengan taraf signifikansi sebesar 0,171 atau 17,1%. Secara simultan terdapat Pengaruh iklim komunikasi organisasi dan efektivitas komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja secara gabungan adalah 37,6% sedangkan 62,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: iklim komunikasi organisasi, efektivitas komunikasi interpersonal, kepuasan kerja
Strategi Optimalisasi Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk keluarga miskin di Puskesmas Kedamean Yudiyanto Tri Kurniawan; Sanggar Kanto; Mardiyono Mardiyono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 18 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1415.267 KB) | DOI: 10.21776/ub.wacana.2015.018.02.2

Abstract

Banyak permasalahan muncul pada masa awal Pemerintah mengimplementasikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dimana yang paling merasakan dampaknya adalah Keluarga Miskin. Disisi lain disemua wilayah Jawa Timur tersebar Puskesmas hingga ke pelosok daerah, total ada 595 Unit. Yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah diatas. Sehingga kami perlu merumuskan Strategi Optimalisasi  Implementasi JKN untuk keluarga miskin di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan metode Studi Kasus, yang mengambil lokasi di wilayah kerja Puskesmas Kedamean. Informasi dan data dikumpulkan melalui Deep Interview, Foccus Group Discussion (FGD), Observasi dan Dokumentasi. Teknik penentuan Informan dengan Triangulasi, yaitu kombinasi teknik Purposive, Snow Ball dan Aksidensil. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan metode analisa SWOT. Berdasarkan hasil analisa SWOT, pada  Puskesmas Kedamean menunjukkan berada pada kondisi Paling kuat (Kwadran 1), sehingga strategi yang dapat digunakan adalah strategi Progresif atau strategi SO, dimana dapat memanfaatkan segala kekuatan/potensi untuk meraih peluang yang ada. Dimana Kita dapat memanfaatkan Tenaga Medis, Paramedis, Sarana-Prasarana, Peralatan, Perlengkapan, Pustu, Poskesdes, Posyandu dan Peran aparatur Desa serta kecamatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi Keluarga Miskin dan Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah ini. Kata kunci: Strategi, Jaminan Kesehatah Nasional (JKN), Puskesmas, Keluarga Miskin and analisa SWOT
Kajian Tentang Makna, Penyebab, dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan (Kajian Fenomenologi Komunitas Pemulung di TPA Supit Urang Kota Malang) Dicky Suhartono; Sanggar Kanto; Sholih Mu’adi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 17 No. 4 (2014)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.194 KB)

Abstract

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia adalah Propinsi Jawa Timur. Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan pertumbuhan penduduk yang paling pesat akibat banyaknya urbanisasi. Banyaknya warga pendatang baru di kota Malang tersebut berkorelasi dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin di kota Malang. survey oleh Dinas Sosial dan Catatan Kependudukan Pemerintah Kota Malang, menunjukkan bahwa pada tahun 2013 dari total jumlah penduduk 840.803 jiwa, 43.400 jiwa diantaranya masih tercatat sebagai penduduk miskin. Pemulung menjadi salah satu kelompok penyumbang angka kemiskinan di kota malang yang tidak terpisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep kemiskinan dipahami oleh komunitas pemulung yang termasuk kategori miskin. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan dilakukan dengan metode snowballs, Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan yang memahami permasalahan dan dokumentasi yang terkait dengan pemulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna dan penyebab, serta strategi kemiskinan dimaknai dengan cukup bervariasi oleh pemulung miskin, meski secara umum memiliki kesamaan yaitu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan. Makna tersebut merupakan persepsi yang muncul dari pengalaman kegiatan ekonomi dan hasil interaksi sosial yang selama ini dilakukan. Faktor penyebab kemiskinan yang dialami pemulung miskin sangat kompleks, meliputi faktor ekonomi, sosial/ kultural, struktural, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, namun penyebab utama berdasarkan persepsi  pemulung miskin yaitu karena kurangnya pendidikan formal, modal, dan kurangnya keahlian.
Analisis Pendekatan A.C.T.O.R.S dalam Pemberdayaan Masyarakat Lansia Di Kampung Wonosari 3G Kota Malang Angelus Vecky Kopong Tifaona; Siti Kholifah; Sanggar Kanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2022): Civil Liberties
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2022.002.01.3

Abstract

Tulisan ini memberikan gambaran mengenai strategi pemberdayaan melalui pendekatan teori A.C.T.O.R.S yang dikemukakan oleh Sarah Cook dan Steve Maculay pada masyarakat lansia di Kampung Wonosari 3G Kota Malang. Pada umumnya stigma negatif melekat pada lansia dimana mereka selalu dianggap sebagai beban sosial dan tidak produktif, sehingga kelompok ini seringkali mengalami diskriminasi dan ketimpangan sosial di masyarakat. Melalui pembangunan komunitas barulah masyarakat lansia di Kampung Wonosari 3G mampu merubah kondisi RW. 19 Kelurahan Purwantoro yang sebelumnya merupakan lingkungan yang rawan banjir, kumuh dan tidak sehat menjadi salah satu kampung hijau popular di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara mendalam (dept-interview), observasi serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi Authority dengan memberikan wewenang pada lansia dilakukan dengan memberikan kepercayaan kepada lansia untuk melakukan perubahan. Selanjutnya, pada strategi Confidence and compentence dilakukan dengan menimbulkan dan memupuk rasa percaya diri dalam melihat potensi yang dimiliki lansia. Responsibility dimaksudkan dengan memberikan rasa tanggung jawab pada lansia dalam melakukan pembangunan kampung. Dan strategi terakhir merupakan support yaitu dukungan dari berbagai pihak (dalam maupun eksternal komunitas) agar proses perubahan dan pemberdayaan pada lansia terus berkelanjutan. Output yang dihasilkan juga menunjukan peningkatan self-respect (pengakuan diri), self-confident (Kepercayaan diri) serta self-relience (kemandirian) pada masyarakat lansia Kampung Wonosari 3G Kota Malang.