Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit di Indonesia dengan Metode TAM: Literature Review Astia Putri, Dela; Sulistyawati Sulistyawati; Muhammad Syamsu Hidayat
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1385

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia mendorong rumah sakit untuk mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan. Namun, keberhasilan implementasi RME sangat bergantung pada penerimaan pengguna, khususnya tenaga kesehatan. Untuk itu, Perlu adanya sebuah pengukuran keberhasilan penerapan sistem yang ditinjau dari penerimaan penggunanya. Keberhasilan penerapan RME di Fasyankes akan mempengaruhi efektivitas pelayanan yang nantinya juga akan mempengaruhi mutu pelayanan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan dan penggunaan RME dengan metode Technology Acceptance Model di rumah sakit Indonesia melalui telaah sistematis dan mengacu pada panduan PRISMA 2020. Setelah screening yang dilakukan, dihasilkan 9 artikel yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025, dengan metode kuantitatif dan fokus pada penerapan RME pada rumah sakit di Indonesia. Hasil telaah menunjukkan bahwa variabel perceived usefulness merupakan faktor paling dominan dalam membentuk sikap dan niat penggunaan RME. Sementara itu, perceived ease of use berperan dalam tahap awal penerimaan dan berkorelasi kuat dengan variabel lainnya. Sikap positif terhadap sistem, niat perilaku yang kuat, serta dukungan manajemen terbukti berkontribusi terhadap penggunaan aktual RME. Pengaruh sosial dan dukungan manajemen juga berperan penting dalam meningkatkan adopsi sistem, sementara karakteristik individu tidak terbukti signifikan. Evaluasi berbasis TAM tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga menjadi dasar strategis dalam pengembangan kebijakan digitalisasi rumah sakit agar lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna dan kondisi di Indonesia.
Evaluation of Leptospirosis Surveillance and Response Programs: A Systematic Review Dessy Apriyani; Sulistyawati Sulistyawati; Yuniar Wardani
Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/eshr.v7i2.14019

Abstract

Background: Leptospirosis is a zoonotic disease that poses a public health problem in various tropical countries, including Indonesia. This disease is caused by Leptospira bacteria, which can infect humans through contact with the urine of infected animals. Method: This study aims to evaluate the effectiveness of surveillance and response programs for leptospirosis in Indonesia using a systematic literature review following the PRISMA guidelines. The data used were collected from three main databases: Google Scholar, Semantic Scholar, and PubMed. Six articles met our criteria and were included in this research. Results: The results of the study indicate that the surveillance program continues to face challenges, including a shortage of trained health workers, suboptimal case reporting and recording systems, and inadequate intersectoral coordination. Although the leptospirosis mortality rate has decreased, the fluctuating case count underscores the need to improve the surveillance system and prevention efforts. Conclusion: Increasing the capacity of health workers, optimizing the surveillance system, and strengthening coordination between sectors are needed to improve the effectiveness of leptospirosis prevention and control programs in Indonesia.
ANALISIS KLASIFIKASI CAMPUR KODE PADA KONTEN YANG BERJUDUL “BERPIKIR KRITIS” DI AKUN YOUTUBE @ANIESBASWEDAN Sitta Destriana Safitri; Sulistyawati Sulistyawati
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 5 (2025): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i5.10477

Abstract

This study discusses the form of code-mixing classification contained in the video content entitled "Critical Thinking" from the YouTube account @aniesbaswedan. The method used in this study is to use a qualitative approach with a descriptive method, because to analyze the phenomenon of code-mixing spoken by the subject. The collection technique used in this study is in the form of reading words. Data analysis used in the form of content analysis by identifying Anies Baswedan's speech containing code-mixing. The results of this study indicate that there are forms of code-mixing that can be classified into 3 forms, namely code-mixing in word form, phrase form, and clause form. The data found can be detailed that there is code-mixing with word form consisting of 11 data, code-mixing with phrase form consisting of 7 data, and code-mixing with clause form consisting of 2 data. Of the three forms of code-mixing, it can be stated that the largest amount of data is code-mixing with word form. Penelitian ini membahas bentuk klasifikasi campur kode yang terdapat di dalam konten video yang berjudul “Berpikir Kritis” dari akun YouTube @aniesbaswedan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, karena untuk menganalisis fenomena campur kode yang dituturkan oleh subjek. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini berupa simak catat. Analisis data yang digunakan berupa analisis isi dengan cara mengidentifikasi ujaran Anies Baswedan yang mengandung campur kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat bentuk campur kode yang dapat diklasifikasikan menjadi 3 bentuk yaitu campur kode bentuk kata, bentuk frasa, dan bentuk klausa. Data yang ditemukan dapat dirincikan bahwa terdapat campur kode dengan bentuk kata yang terdiri dari 11 data, campur kode dengan bentuk frasa yang terdiri dari 7 data, dan campur kode dengan bentuk klausa yang terdiri dari 2 data. Dari ketiga bentuk campur kode tersebut dapat dinyatakan bahwa jumlah data yang paling besar yaitu campur kode dengan bentuk kata.