Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE KOOPERATIF TIPE GI DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Praptiwi Praptiwi; Jeffry Handhika
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v3i1/april.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan penggunaanmetode pembelajaran kooperatif tipe GI dan STAD terhadap prestasibelajar fisika. 2) Perbedaan kemampuan awal tinggi dan kemampuanawal rendah terhadap prestasi belajar fisika. 3) Interaksi antarametode pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap prestasibelajar fisika. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalampenelitian ini adalah semua siswa SMPN 1 Barat. Sebagai sampeldiambil dua kelas sebanyak 68 siswa yang kemudian dijadikan kelaseksperimen I dan kelas eksperimen II. Kelas VIIIB sebanyak 34 siswasebagai kelas eksperimen I diberikan pendekatan menggunakanmetode pembelajaran kooperatif tipe GI sedangkan kelas VIIIDsebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen II diberikan pendekatanmenggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD denganteknik pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik analisisdata yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalan.Hasilpenelitian dengan ?Ä?? = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Metodekooperatif tipe GI lebih baik daripada metode kooperatif tipe STADdengan Fhitung = 92,77. (2) Siswa dengan kemampuan awal tinggimempunyai prestasi belajar fisika yang lebih baik dibandingkandengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah dengan Fhitung = 4,199. (3) Ada interaksi antara metode pembelajaran dankemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar fisika (F hitung =5,16), metode GI dan STAD cenderung berinteraksi pada kemampuanawal rendah.Kata kunci : Metode GI, STAD, Kemampuan Awal, Prestasi Belajar
PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI INKUIRI TERBIMBING DENGAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DITINJAU DARI AKTIVITAS DAN PERHATIAN MAHASISWA1) Jeffry Handhika
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v1i1.104

Abstract

The objective of the research are to know : (1) the effect of guided inquiryphysics learning using eksperiment and demonstration method to theconcept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity, (2) the effect of high, medium andlow activity in physics learning to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamicelectricity, (3) the effect of high, medium and low physics learning collagestudent attention in physics learning to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamicelectricity, (4) interaction in physics learning between learning method andactivity to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity, (5) interaction inphysics learning between learning method and physics learning collegestudent attention to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity; (6)interaction in physics learning between activity and physics learning collagestudent attention to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity, (7)interaction in physics learning between learning method, activity and physicslearning collage student attention to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamicelectricity. The research is using experiment method. The technique ofanalyzing data is ANAVA three ways different cell. Based on the result of theresearch are concluded : (1) there is an effect of guided inquiry physicslearning using eksperiment and demonstration method to the concept?óÔé¼Ôäósmastery in dynamic electricity, (2) there is an effect of high, medium and lowactivity in physics learning to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity,(3) there is an effect of high, medium and low physics learning collagestudent attention in physics learning to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamicelectricity, (4) there is no interaction in physics learning between learningmethod and activity to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity, (5) thereis no interaction in physics learning between learning method and physicslearning second collage student attention to the concept?óÔé¼Ôäós mastery indynamic electricity; (6) there is no interaction in physics learning betweenactivity and physics learning collage student attention to the concept?óÔé¼Ôäósmastery in dynamic electricity, (7) there is no interaction in physics learningbetween learning method, activity and physics learning collage studentattention to the concept?óÔé¼Ôäós mastery in dynamic electricity.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN IM3 DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA Nasrul Rofiah H; Jeffry Handhika
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v3i1/april.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Perbedaan penggunaan mediapembelajaran IM3 berbasis flash dan media MS. Power Pointterhadap prestasi belajar IPA-Fisika, (2) Perbedaan Kemampuanabstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar IPA-Fisika, (3)Interaksi media pembelajaran, Kemampuan berfikir, terhadapprestasi belajar IPA-Fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan penggunaan media pembelajaran IM3 berbasisflash dan media MS. Power Point terhadap prestasi belajar IPAFisika(p-value = 0,026), Siswa yang diajar menggunakan media IM3berbasis flash memberikan rata-rata prestasi lebih baik (80,63)dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan power point(76,18). terdapat perbedaan antara Kemampuan Berfikir Abstrak dankonkrit terhadap prestasi belajar IPA-Fisika, p-value = (0,00). Siswadengan Kemampuan Abstrak mengasilkan rata-rata prestasi lebihbaik (82,31) daripada siswa dengan Kemampuan konkrit (rata-rataprestasi = 75,75). Terdapat interaksi Kemampuan Berfikir denganmedia pembelajaran terhadap prestasi belajar IPA-Fisika (p-value =0,001).Kata Kunci: Media Pembelajaran IM3, Kemampuan Berfikir Siswa
PROFIL KEMAMPUAN AWAL LITERASI INFORMASI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA Rumpoko Azis Mubaroq; Jeffry Handhika
Prosiding Seminar Pendidikan Fisika FITK UNSIQ Vol 1 No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA FITK UNSIQ
Publisher : Prodi Pendidikan Fisika FITK UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan yang dapat diakses tanpa batas. Pemahaman akan informasi dan berbagai aksesnya yang disebut literasi informasi penting untuk dikuasai siswa. Peningkatan kemampuan literasi informasi juga sesuai dengan sistem Kurikulum 2013 yang mengorientasikan student centered learning atau pembelajaran yang berpusat pada siswa. Melalui penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal literasi informasi siswa SMA pada pembelajaran fisika serta evaluasi yang sudah diterapkan sekolah untuk mengukur literasi informasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket (kuesioner). Data dan informasi yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lapangan masih kurang adanya perhatian terhadap literasi informasi. Selain itu, evaluasi pembelajaran juga belum mengarah pada literasi informasi. Hasil angket menunjukkan bahwa sebenarnya kemampuan literasi informasi siswa sudah berada pada kategori baik. Namun demikian, secara umum menunjukkan perlu adanya tindak lanjut terkait penilaian, evaluasi, dan pengambilan kebijakan terkait literasi informasi. Salah satu yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan instrumen literasi informasi dalam pembelajaran fisika.
PROFIL ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PRAKTIKUM GAYA GESEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMAN 1 JIWAN Muhammad Yahya Qosim; Jeffry Handhika
Prosiding Seminar Pendidikan Fisika FITK UNSIQ Vol 2 No 1 (2020): Vol 2 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN FISIKA FITK UNSIQ
Publisher : Prodi Pendidikan Fisika FITK UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah profil analisis kebutuhan yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan sebuah media pembelajaran gaya gesek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data pengamatan, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. (1) Ruang lingkup pada kegiatan pengamatan ini mencakup fasilitas media praktikum di SMAN 1 jiwan, (2) wawancara pada guru dan siswa, untuk mengetahui informasi penggunaan media praktikum dalam pembelajaran, (3) dokumen hasil ulangan harian, (4) observasi keterampilan proses sains. Hasil dari penelitian diperoleh (1) media praktikum yang telah terintegrasi dengan teknologi masih belum ada di laboratorium fisika SMAN 1 Jiwan, (2) Masih menggunakan media praktikum manual sehingga data yang dihasilkan kurang akurat, (3) hasil ulangan harian siswa mendapat nilai yang relatif rendah dengan rata – rata nilai 52 dari jumlah siswa 28 siswa dan masih dibawah ketuntasan minimum 67. (4) melalui kegiatan observasi ketrampilan proses sains yang meliputi indikator Mengamati, merancang percobaan, menggunakan alat dan bahan, dan interpretasi data dapat diketahui bahwa kemampuan proses sains siswa masih sangat rendah yakni mendapatkan rata – rata sebesar 38 dari nilai maksimum 100. Dilihat dari analisis kebutuhan yang didapatkkan maka sangat direkomendasikan untuk mengembangkan media praktikum yang telah terintegrasi dengan teknologi terkini yaitu dengan memanfaatkan teknologi mikrokontroler.
Analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi suhu dan kalor berdasarkan teori polya Endah Kusuma Dewi; Jeffry Handhika; Farida Huriawati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan perbandingan antara jawaban siswa dengan langkah teori polya dan jawaban siswa yang tidak menggunakan teori polya. Peneliti menunjuk 10 siswa kelas XI MIPA 4 MAN 2 Kota Madiun untuk dijadikan subjek penelitian dengan metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes uraian sejumlah 5 soal yang telah divalidasi oleh 5 validator ahli. Hasil penelitian menunjukan siswa yang menggunakan langkah pemecahan masalah teori polya mendapatkan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan langkah pemecahan teori polya dalam menyelesaikan soal. Terlihat pada siswa yang menggunakan langkah teori polya mampu menyelesaikan 3 dari 5 soal yang diberikan yaitu soal nomor 1, nomor 4 dan nomor 5. Peserta didik mengalami kesalahan dalam menentukan strategi pemecahan masalah dikarenakan tidak sanggup menghafal semua persamaan yang ada pada materi fisika, kemudian kesulitan dalam menyelesaikan strategi penyelesaian masalah yang bersifat matematis seperti oprasi matematika perhitungan berakar dan penjumlahan pecahan sehingga perlu melakukan latihan-latihan soal, pemahaman yang lebih mendalam pada materi fisika dan perlu belajar lebih giat.
ANIMA DAN TRANSFORMASI NILAI KARAKTER: STUDI KASUS PENGARUH FIGUR FEMININ TERHADAP KEPRIBADIAN LINTANG DALAM NOVEL ‘PULANG’ Laras Fitria; Jeffry Handhika; Dwi Rosita Sari
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 01 (2026): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The archetype of the anima, as a representation of the feminine unconscious in the male psyche, plays a significant role in personality integration and character transformation. This research aims to describe the dynamics of the anima archetype and its influence on the transformation of the main character's character values in the novel Pulang by Leila S. Chudori. This study uses a qualitative approach with a case study design, focusing on the character Lintang as the research subject. Data was collected through structural analysis of the text to identify anima projections in female figures (Surti, Alam, and Tanya) and their interactions with Lintang. Data analysis was carried out thematically through the process of reduction, presentation, and interpretation of meaning based on Carl Gustav Jung's psychoanalytic theory. The findings show that female figures function as anima manifestations that guide Lintang through the process of confronting his shadow, reconciling with his traumatic past, and ultimately achieving self-integration (individuation). The anima facilitates the transformation of Lintang's character values from being rigid, fugitive, and full of resentment to becoming more empathetic, forgiving, responsible, and finding his true identity. This research confirms that literary works can be a psychological case study that illustrates the process of character development through archetypal dynamics.
LITERASI BUDAYA MELALUI CERPEN: STUDI KASUS INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MODEL CTL DI SEKOLAH DASAR Rahayuningsih; Jeffry Handhika; Dwi Rosita Sari
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 01 (2026): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural literacy in elementary schools can be developed through writing activities that integrate local wisdom. This study aims to describe the process and outcomes of integrating Madiun's local wisdom in short story writing learning using the Contextual Teaching and Learning (CTL) model for sixth-grade students at SDN Ngranget, Madiun Regency. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers and students, and document analysis of learning plans and student work. Thematic data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the CTL model successfully facilitated students in exploring and constructing ideas based on direct experiences with local wisdom. Student engagement and motivation increased significantly, resulting in short stories that reflect local values such as mutual cooperation (gotong royong), environmental care, and socio-cultural traditions of Madiun. This study concludes that CTL is an effective pedagogical strategy for developing cultural literacy through contextual and meaningful writing learning.
DINAMIKA DISKUSI (TALK) DALAM METODE TTW UNTUK MEMANTIK IDE MENULIS CERITA FANTASI: STUDI KASUS DI KELAS VII SMP N 6 MADIUN Eriana Widya R; Jeffry Handhika; Muh. Waskito Ardhi
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 01 (2026): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Talk phase in the TTW (Think-Talk-Write) method is a critical bridge between individual idea incubation and text production. This study aims to describe the dynamics of student discussions in the Talk phase to spark ideas for writing fantasy stories in class VII of SMP Negeri 6 Madiun. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with students and teachers, and analysis of student discussion notes and fantasy story drafts. Thematic data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that the dynamics of discussion in the Talk phase are characterized by (1) collaborative idea exploration, where students build on each other's initial ideas, (2) negotiation of fantasy elements to maintain narrative logic, and (3) the emergence of peer validation that boosts confidence in developing unconventional ideas. Effective dialogue facilitators, both teachers and peers, play a key role in creating a safe and productive discursive space. This study concludes that the Talk phase is not just an idea-sharing session, but a collaborative cognitive process that enriches imagination, tests idea plausibility, and provides the social support needed for students to dare to write fantasy.
SINEKTIK TERPIMPIN BERWAWASAN LINGKUNGAN: SOLUSI INOVATIF UNTUK MENGASAH KREATIVITAS PUISI DAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN SISWA KELAS V SDN MANISREJO 01 MADIUN Dian Widiyawati; Jeffry Handhika; Muh. Waskito Ardhi
An Nafi': Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 01 (2026): An Nafi’
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of environmental awareness into creative writing learning is a relevant effort to respond to global ecological issues. This study aims to describe the implementation of the Guided Synectic model based on the local environment as an innovative solution to simultaneously enhance poetry writing skills and environmental care attitudes among fifth-grade students. This qualitative classroom action research was conducted in two cycles at SDN Manisrejo 01 Madiun. Data were collected through participatory observation, poetry writing tests, attitude scale questionnaires, interviews, and analysis of student work. The results indicate that the environment-based Guided Synectic model successfully created a meaningful learning context. The stages of synectic (creating analogies between environmental objects and poetic elements) guided students to produce more imaginative and concrete poetry. Furthermore, direct interaction with the environment and discussions about local ecological issues significantly increased students' awareness and positive attitudes toward environmental sustainability. This study concludes that the Guided Synectic model, when integrated with environmental content, can function as an effective dual-purpose pedagogical strategy: honing literary creativity and cultivating environmental character from an early age.