Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL LITERASI ANTI-BULLYING BERBASIS BAHASA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SEKOLAH DASAR Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Abdul Mukti; Pardi Pardi; Muhammad Ihsan; Jahara Putri; Muhammad Rizky
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model literasi anti-bullying berbasis bahasa dan kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar. Permasalahan bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah dasar tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis siswa, tetapi juga menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Pendekatan yang selama ini digunakan cenderung bersifat parsial dan belum terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia serta nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik bullying, literasi bahasa, dan pendidikan berbasis kearifan lokal. Data dikumpulkan dari database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dengan rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan literasi bahasa, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal, dan pendekatan sistem berbasis sekolah. Model literasi anti-bullying yang dihasilkan menekankan pada penggunaan bahasa yang santun, empatik, serta penguatan interaksi sosial melalui media budaya lokal seperti permainan tradisional. Model ini berpotensi meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kata kunci: Literasi Bahasa, Bullying, Kearifan Lokal, Komunikasi, Sekolah Dasar. A LANGUAGE- AND LOCAL WISDOM-BASED ANTI-BULLYING LITERACY MODEL IN IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ COMMUNICATION SKILLS Abstract This study aims to examine and formulate a language-based anti-bullying literacy model integrated with local wisdom to improve elementary school students’ communication skills. Bullying remains a significant issue in primary education, affecting not only students’ psychological well-being but also hindering their communication and social interaction development. Existing approaches tend to be partial and lack integration with language learning and local cultural values. This research employed a qualitative approach using a systematic literature review method on relevant scholarly articles related to bullying, language literacy, and local wisdom-based education. Data were collected from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and SINTA databases within the 2015–2025 range. The data were analyzed using thematic synthesis to identify patterns, concepts, and research gaps. The findings indicate that effective bullying prevention requires the integration of language literacy, local wisdom values, and a school-based systemic approach. The proposed anti-bullying literacy model emphasizes polite and empathetic language use, as well as strengthening social interaction through local cultural media such as traditional games. This model has the potential to enhance students’ communication skills while fostering a safe and inclusive learning environment. Keywords: Language Literacy, Bullying, Local Wisdom, Communication, Elementry School.
Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Petani Pepaya di Pulau Birandang dalam Menghadapi Fluktuasi Pendapatan Elizabeth, Elizabeth; Livhia Putri Hardiyanti; Rika Ruddaini; Widia Casandra Nasution; Victor Rafael Hutabarat; Resdati Resdati; Muhammad Ihsan
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 4 (2026): Juli: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v3i4.1737

Abstract

Income fluctuation is one of the common problems faced by farmers due to various factors, including seasonal changes, market price fluctuations, land ownership, and production costs. This condition is also experienced by papaya farmers in Pulau Birandang Village, Kampa District, Kampar Regency, where farming serves as the primary source of household income. This study aims to analyze the forms of income fluctuation experienced by papaya farmers and the survival strategies they employ to cope with unstable income conditions. The study used a qualitative approach with a descriptive method. Informants were selected purposively and consisted of five papaya farmers. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that income fluctuations among papaya farmers are influenced by seasonal conditions, market price changes, land area, and production costs. To maintain household economic sustainability, farmers implement various survival strategies, including active strategies through seeking additional income sources, passive strategies through reducing household expenditures, and network strategies through utilizing social relationships with family members, neighbors, and the surrounding community. The findings suggest that survival strategies play an important role as an adaptive mechanism for farmers in dealing with economic uncertainty caused by income fluctuations.
PERAN SEKAWAN FOUNDATION DALAM PROGRAM KESEHATAN RUMAH SINGGAH UNTUK PASIEN DHUAFA DI KOTA PEKANBARU Novlian Ade Nurlela; Muhammad Ihsan; Robi Armilus
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran strategis Sekawan Foundation dalam menjalankan program kesehatan berupa Rumah Singgah bagi pasien dhuafa di Kota Pekanbaru, dengan berfokus pada strategi pengelolaan, bentuk-bentuk layanan, serta tantangan pelaksanaannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa Sekawan Foundation berperan sebagai aktor non-pemerintah yang menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan melalui penyediaan akomodasi, pendampingan medis dan administratif, bantuan obat, fasilitas medis dasar (seperti oksigen dan kursi roda), serta dukungan ambulans. Pendirian rumah singgah dilatarbelakangi oleh tingginya biaya hunian dan kebutuhan pendampingan bagi pasien rujukan dari luar kota yang menghadapi kerentanan ekonomi dan ketiadaan jaringan sosial. Meskipun program ini terbukti berdampak signifikan dalam mengurangi beban biaya dan kecemasan pasien, kendala operasional seperti keterbatasan dana, minimnya tenaga relawan terlatih, dan kurangnya sinergi kelembagaan masih menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kolaborasi antar-lembaga dan pengembangan model operasional yang berkelanjutan untuk meningkatkan inklusivitas layanan rumah singgah.
Analisis Kebutuhan Parkir pada Gedung Pusat Informasi dan Perpustakaan serta Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang Dita Rora Efendi; Rizky Indra Utama; Oktaviani Oktaviani; Muhammad Ihsan
YASIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i4.11135

Abstract

The availability of adequate parking facilities is an important factor in supporting the smooth operation of activities within higher education institutions, particularly in areas with high vehicle mobility, such as the Information and Library Center Building (GPIP) and the Graduate School (GSPs) of Universitas Negeri Padang. This study aims to analyze parking characteristics, parking space demand and availability, and formulate appropriate parking management for the research area. This study used a descriptive quantitative method with field survey techniques and direct observation. Data collection was conducted over three days, namely 14–16 April 2026, from 06:00 to 18:00 Western Indonesia Time, with data including the number of vehicles entering and leaving, parking duration, parking accumulation, parking volume, parking capacity, and the existing condition of parking facilities. The results show that the GPIP area has a high level of parking utilization, with a combined motorcycle parking index of 1.40 on Tuesday, 1.77 on Wednesday, and 1.34 on Thursday. The highest car parking index in the GSPs area reached 1.14. The highest parking demand occurred in the UNP Mart area, at 125 parking space units (SRP), while the available parking capacity in the GPIP area was 340 SRP and in the GSPs area was 21 SRP. The analysis results show that the main parking problem is caused by the uneven distribution of parking space use. The conclusion of this study emphasizes that optimizing parking facilities requires parking management based on the redistribution of vehicles to areas that still have available capacity. The practical implications of this study include the need for parking line arrangement, vehicle circulation management, signage installation, and improved parking supervision so that the utilization of parking facilities in the campus area can operate more effectively.
MODEL LITERASI ANTI-BULLYING BERBASIS BAHASA DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SEKOLAH DASAR Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Abdul Mukti; Pardi Pardi; Muhammad Ihsan; Jahara Putri; Muhammad Rizky
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model literasi anti-bullying berbasis bahasa dan kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekolah dasar. Permasalahan bullying yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah dasar tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis siswa, tetapi juga menghambat perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Pendekatan yang selama ini digunakan cenderung bersifat parsial dan belum terintegrasi dengan pembelajaran Bahasa Indonesia serta nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah bereputasi yang relevan dengan topik bullying, literasi bahasa, dan pendidikan berbasis kearifan lokal. Data dikumpulkan dari database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dengan rentang tahun 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui teknik thematic synthesis untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan bullying yang efektif memerlukan integrasi antara penguatan literasi bahasa, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal, dan pendekatan sistem berbasis sekolah. Model literasi anti-bullying yang dihasilkan menekankan pada penggunaan bahasa yang santun, empatik, serta penguatan interaksi sosial melalui media budaya lokal seperti permainan tradisional. Model ini berpotensi meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Kata kunci: Literasi Bahasa, Bullying, Kearifan Lokal, Komunikasi, Sekolah Dasar. A LANGUAGE- AND LOCAL WISDOM-BASED ANTI-BULLYING LITERACY MODEL IN IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS’ COMMUNICATION SKILLS Abstract This study aims to examine and formulate a language-based anti-bullying literacy model integrated with local wisdom to improve elementary school students’ communication skills. Bullying remains a significant issue in primary education, affecting not only students’ psychological well-being but also hindering their communication and social interaction development. Existing approaches tend to be partial and lack integration with language learning and local cultural values. This research employed a qualitative approach using a systematic literature review method on relevant scholarly articles related to bullying, language literacy, and local wisdom-based education. Data were collected from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and SINTA databases within the 2015–2025 range. The data were analyzed using thematic synthesis to identify patterns, concepts, and research gaps. The findings indicate that effective bullying prevention requires the integration of language literacy, local wisdom values, and a school-based systemic approach. The proposed anti-bullying literacy model emphasizes polite and empathetic language use, as well as strengthening social interaction through local cultural media such as traditional games. This model has the potential to enhance students’ communication skills while fostering a safe and inclusive learning environment. Keywords: Language Literacy, Bullying, Local Wisdom, Communication, Elementry School.