Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SUPERVISI PELAKSANAAN DAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENJASOKES PADA KURIKULUM 2013 DI SMA SE-KOTA PONTIANAK Arianto, Dodi; Yunitaningrum, Wiwik; Purnomo, Edi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 5 (2015): Mei 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan dan penilaian pembelajaran Penjasorkes pada kurikulum 2013 di SMA Se-Kota Pontianak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pelaksanaan dan penilaian pendidik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian Survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 12 guru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 guru. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai proses pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, ternyata guru pendidikan jasmani olahraga kesehatan SMA di Kota Pontianak yang menerapkan kurikulum 2013, tergolong pada 3 kategori yaitu sangat baik berjumlah 3 guru atau sebesar 25%, baik berjumlah 6 guru atau sebesar 50% dan cukup berjumlah 3 guru atau sebesar 25%. Hal ini menunjukan bahwa guru sudah menerapkan pelaksanaan dan penilaian pembelajaran Penjasorkes pada kurikulum 2013 dengan baik.Kata Kunci: Supervisi Pembelajaran dan Guru PenjasorkesAbstract: The problem in this research is how the process of implementation and assessment of learning and health physical education sport in 2013 in the high school curriculum Pontianak city. The aim of the study was to assess the implementation and evaluation of educators in the learning process . The method used in this research is descriptive method with a form of survey research . The population in this study were 12 teachers . The sample in this study amounted to 12 teachers . Based on the results of research conducted on the process of implementation and assessment of learning , was a teacher of physical education sport in Pontianak city high school health curriculum of 2013 , classified in three categories: excellent amounted to 3 teachers or by 25 % , both amounted to 6 teachers , or by 50 % and sufficient amounts to 3 teacher or by 25 %. This shows that teachers have applied implementation and assessment of learning sports physical education and health in 2013, with a good curriculum .Keywords : Supervision of learning and Physical Education Teacher sports and health
Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Mataram Arianto, Dodi; Candra, Candra; Winata, Aliahardi; Hafsah, Hafsah; Afandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30124

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning salah satu model yang melibatkan keaktifan peserta didik selalu berpikir kritis dan keterampil dalam menyelesaikan permasalahan, dan  memberikan pengalaman kepada peserta didik, untuk terlibat langsung dengan dunia nyata serta dapat menyelesaikan permasalahan  di dalam kehidupan nyata, yang tentunya model ini sangat penting untuk di jadikan rujukan ilmu dalam berkehidupan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Mataram. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas suatu pengamatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama dengan menghadirkan suatu kerjasama dengan pihak seperti atasan, teman sejawat, atau guru dengan penelitin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang dianalisis adalah aktivitas guru dan peserta didik serta hasil tes. Hasil penelitian ini yakni peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar setelah menerapkan model Problem Based Learning. Nilai rata-rata peserta didik yang diperoleh, pada siklus I nilai rata-rata sebesar 65,23 dengan persentase ketuntasan 60%, lalu siklus II nilai rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi sebesar 76,15 dengan persentase ketuntasan 70% meskipun telah memenuhi standar ketuntasan peneliti melanjutkan penelitian ke siklus III nilai rata-rata peserta didik semakin meningkat sebesar 85,15 dengan persentase ketuntasan 88%.
The implementation of the Merdeka curriculum: Impacts of pedagogical, professional, and social competencies Arianto, Dodi; Syahrastani; Gusril; Firdaus, Kamal
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 8 No. 2 (2024): IRJE |Indonesian Research Journal in Education|
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v8i2.30964

Abstract

This research examines the influence of physical education teachers' pedagogical, professional, and social competence on the Merdeka Curriculum in State Middle Schools throughout Agam Regency. This research used a quantitative approach with a comparative causal design and involved 30 physical education teachers as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistical techniques, normality tests, linearity tests, and path analysis. The research results show that pedagogical competence directly and significantly influences the Merdeka Curriculum. Likewise, professional and social competence are affected. Additionally, there is a significant indirect influence, where pedagogical and professional competencies have an impact through social competencies. This research concludes that physical education teachers' pedagogical, professional, and social competencies have a crucial role in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. Physical education teachers need to continue to improve their competence, especially in the pedagogical aspect, to ensure the successful implementation of the Merdeka Curriculum at the middle school level.