Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Implan Dengan Kejadian Keputihan Sugijati, Sugijati; Nur A’ida, Siti Haura
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9994

Abstract

Lama pemakaian kontrasepsi implan berhubungan dengan adanya dosis hormon progesteron yang akan menyebabkan keputihan. Keputihan merupakan permasalahan dapat timbul akibat tingginya hormon progesteron pada akseptor implan sehingga menyebabkan keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama pemakaian kontrasepsi implan dengan kejadian keputihan pada akseptor di wilayah kerja puskesmas banjarsengon. Metode : Menggunakan desain penelitian observasional analitik. Populasi 118 akseptor implan, menggunakan Simpel Random Sampling dengan jumlah sampel 54 akseptor implan. Responden dengan lama pemakaian <3 tahun berjumlah 28, sedangkan lama pemakaian >3 tahun berjulah 26. Instrumen penelitan menggunakan kuisioner. Analisis data Uji Chi-Square. Hasil : Sebagian besar responden memakai kontrasepsi implant <3 tahun, selebihnya memakai >3 tahun. Sebagian besar responden mengalami kejadian keputihan, selebihnya tidak keputihan. Berdasarkan analisis uji Chi-Square didapatkan hasil nilai P=0,000 yang berarti nilai P<0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan bermakna antara lama pemakaian kontrasepsi implan dengan kejadian keputihan pada akseptor di wilayah kerja puskesmas banjarsengon. Kesimpulan : Pada penelitian ini jika semakin lama pemakaian kontrasepsi implan maka nilai kejadian keputihan semakin tinggi, sebaliknya jika semakin baru pemakaian kontrasepsi implan maka nilai kejadian keputihan turun.
Hubungan Faktor Risiko Usia Dan Paritas Ibu Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD Tongas Probolinggo Tahun 2022 Wardana, Husnia Nur; Annasari, Annasari; Sugijati, Sugijati; Kostania, Gita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10436

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Usia ibu yang muda atau tua dan paritas yang tinggi dapat meningkatkan risiko BBLR. Tujuan penelitian adalah mengetahui frekuensi usia dan paritas ibu dengan kejadian BBLR dan mengetahui adanya hubungan faktor risiko usia dan paritas ibu dengan kejadian BBLR. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Case Control . Didapatkan populasi sebanyak 194 responden bayi. Besar sampel sebanyak 194 bayi yang BBLR dan tidak BBLR yang merupakan hasil pengambilan Purposive Sampling . Pengumpulan data menggunakan lembar observasi berbentuk checklist. Analisa data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (ɑ = 0,05). Hasil analisa dinyatakan bermakna apabila nilai ρ < 0,05. Hasil analisa usia ibu dengan kejadian BBLR diperoleh nilai ρ value (0, 025) < ɑ (0,05). Sedangkan, hasil analisis paritas ibu dengan kejadian BBLR diperoleh nilai ρ value (0,003) < ɑ (0,05). Dinyatakan ada hubungan antara usia dan paritas ibu dengan kejadian BBLR. Berdasarkan hasil penelitian, ibu hamil diharapkan mempersiapkan kehamilan dan persalinan dengan matang agar sesuai harapan dan tidak ada masalah.
Pengaruh Konseling Dengan ABPK Terhadap Keputusan Pemilihan Metode Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur di Pustu Lubawang UPT Puskesmas Banyuglugur: EFFECT OF COUNSELING WITH ABPK ON CONTRACEPTION METHOD SELECTION DECISIONS FOR COUPLES OF FERTILE AGE AT THE LUBAWANG PUBLIC HEALTH CENTER, BANYUGLUGUR Sutrani, Sutrani; Sugijati, Sugijati; Jamhariyah, Jamhariyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20983

Abstract

Latar Belakang : Pasangan Usia Subur (PUS) kerap mengalami kesulitan dalam memilih Metode kontrasepsi karena banyaknya pilihan yang tersedia. Banyaknya Metode kontrasepsi yang tersedia saat ini menyebabkan PUS kesulitan menentukan pilihan. Pemilihan (PUS) cenderung lebih banyak ke arah metode Non MKJP seperti pil dan suntik, dibandingkan metode MKJP, seperti IUD/AKDR, Implan, MOP, dan MOW. Padahal MKJP memiliki tingkat kegagalan yang lebih rendah dibandingkan Non-MKJP, sehingga lebih efektif dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan .Kebingungan ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang metode kontrasepsi.Konseling dengan ABPK dapat membantu PUS memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing Metode Kontrasepsi.Metode : Studi ini bertujuan mengetahui Pengaruh Konseling Dengan ABPK Terhadap Keputusan Pemilihan Metode Kontrasepsi .Dilakukan konseling kepada 99 responden,yang sebelumnya diberikan ceklis awal dan dilanjutkan dengan ceklis akhir setelah selesai dikonseling.Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test di wilayah kerja Pustu Lubawang. Instrumen berupa ceklis pilihan kontrasepsi sebelum dan sesudah konseling. Hasil : Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang berarti terdapat perngaruh signifikan konseling dengan ABPK terhadap keputusan pemilihan metode Kontrasepsi. Kesimpulan : Konseling dengan ABPK terbukti efektif membantu PUS memilih Metode kontrasepsi yang lebih tepat, terutama MKJP,sehingga disarankan agar media ABPK digunakan secara luas dalam pelayanan KB.
COMPARISON OF ANEMIA LEVELS IN PREGNANT WOMEN IN THE THIRD TRIMESTER IN THE COASTAL AREA OF THE BESUKI PUBLIC HEALTH CENTER AND THE MOUNTAIN AREA OF THE SUMBERMALANG PUBLIC HEALTH CENTER: PERBANDINGAN TINGKAT ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI DAERAH PESISIR PANTAI PUSKESMAS BESUKI DAN DAERAH PEGUNUNGAN PUSKESMAS SUMBERMALANG Aditya, Fitrilia Luhur; Sugijati, Sugijati; Jamhariyah, Jamhariyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20984

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil sering terjadi di trimester III karena meningkatnya kebutuhan zat besi dan nutrisi. Masa ini merupakan periode penting menjelang persalinan. Perbedaan topografi seperti daerah pesisir dan pegunungan mempengaruhi pola makan masyarakat akibat ketersediaan pangan yang berbeda. Metode: Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan tingkat anemia pada ibu hamil trimester III di daerah pesisir pantai dan daerah pegunungan, penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif. Sampel terdiri dari 18 ibu hamil di pesisir dan 16 di pegunungan. Instrumen penelitian meliputi checklist, recall 24 jam, dan FFQ . Hasil: Uji Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada hasil laboratorium pertama dan kedua. Responden di daerah pesisir memiliki nilai signifikansi 0,002 (0,05) dan pegunungan 0,018 (0,05). Kesimpulan : Terdapat peningkatan kejadian amenia pada ibu hamil trimester III, baik di daerah pesisir maupun pegunungan. Hal ini menunjukkan bahwa trimester III merupakan periode dengan risiko tinggi terhadap anemia. Disarankan petugas kesehatan memberikan penyuluhan gizi dengan memanfaatkan makanan lokal untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil.
Hubungan Paritas Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dalam Menghadapi Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Amelia, Ria; Sugijati, Sugijati; Subiastutik, Eni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i6.21290

Abstract

Latar Belakang: Perubahan saat kehamilan menyebabkan rasa ketidaknyamanan sehingganya menyebabkan kecemasan ibu hamil. Kecemasan semakin meningkat saat mendekati persalinan (Halman et al., 2022). Angka kecemasan ibu hamil di Indonesia mencapai 373.000.000. 107.000.000 atau 28,7% kecemasan terjadi pada ibu menjelang proses persalinan (Mandagi et al., 2013). Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil Tm III dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja puskesmas Kasiyan. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik korelasional, pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian yaitu 68 ibu hamil trimester III, dengan teknik total sampling. Instrumen kuesioner, analisis data uji Spearman Rank. Hasil: Hampir setengah responden ibu nullipara atau 31 ibu hamil (45,6%), sebagian besar ibu dengan cemas ringan (57,4%). Hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai probabilitas p= 0,000; α < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil Kesimpulan: Terdapat hubungan antara paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Kasiyan. Ibu hamil nullipara memiliki kecenderungan dengan tingkat kecemasan lebih berat dalam menghadapi persalinan. Saran: Ibu diharapkan dapat mengelola kecemasan dengan dukungan dari keluarga, pasangan, serta mengikuti kelas persiapan persalinan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapan mental, terutama bagi ibu yang baru pertama kali hamil, dan belum memiliki pengalaman sebelumnya.
Perbedaan Sikap Ibu Hamil KEK Setelah Diberikan Penyuluhan Media Leaflet dan Video Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Ariyani, Vivi; Sugijati, Sugijati; Restanty, Dian Aby; Maryanti, Syiska Atik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 6 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i6.21292

Abstract

Banyak ibu hamil dengan KEK yang belum memberikan perhatian cukup terhadap pola makan dan asupan gizi.Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan atau kesadaran tentang pentingnya nutrisi untuk kesehatan ibu dan janin.Data Kemenkes RI(2021) menunjukkan prevalensi ibu hamil berisiko KEK di Indonesia sebesar 8,7%, Jawa Timur sebesar 9,2%.Di Puskesmas Kasiyan pada tahun 2023, tercatat 84 ibu hamil(12,2%) mengalami KEK.Pada penelitian ini Media leaflet dan video dibandingkan untuk menentukan media paling efektif meningkatkan sikap ibu hamil terhadap KEK,Perbandingan ini membantu memilih metode yang sesuai dengan karakteristik ibu hamil.Metode: Jenis penelitian kuantitatif desain posttest-only control group dengan pendekatan true experiment. Populasi terdiri 33 ibu hamil KEK, dengan sampel 30 ibu hamil yang diambil menggunakan rumus Slovin dan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen berupa kuisioner, Analisis data uji menggunakan Chi-Square. Hasil: penyuluhan menggunakan video lebih efektif meningkatkan sikap positif ibu hamil (93,3%) dibandingkan leaflet(53,3%).Hasil uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,035 (<0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan penyuluhan media leaflet dan video terhadap sikap ibu hamil KEK. Kesimpulan :Terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ibu hamil KEK setelah diberikan penyuluhan media leaflet dan video dimana media video terbukti lebih efektif dalam meningkatakan sikap ibu hamil terhadap kekurangan energi kronis (KEK) dibandingkan dengan media leaflet Saran:Media penyuluhan yang digunakan harus tepat agar informasi kesehatan dapat disampaikan secara optimal.
Knowledge level and self-efficacy in student preparedness for megathrust earthquake: A correlation study Ekaprasetia, Feri; Inayat, Rifqotul; Wildan, Moh.; Sugijati, Sugijati
Nurse Point: Journal of Nursing Vol. 1 No. 02 (2025): Nurse Point Journal of Nursing
Publisher : Yayasan Pendidikan Kardin Assidiq

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63868/npjn.v1i02.26

Abstract

Background: Megathrust earthquakes are natural disasters with the potential to cause severe damage and significantly impact people's lives, especially in earthquake-prone areas such as Puger, Jember. Schools, as places where many students gather during school hours, are highly vulnerable to disasters such as earthquakes, floods, and landslides, which can cause building collapse and endanger student safety. Purpose: This study aims to examine the relationship between knowledge and preparedness, and self-efficacy, with students' preparedness for a megathrust earthquake in the Puger area. Methods: The study used a quantitative approach with a cross-sectional correlational design. The sampling technique used cluster random sampling followed by random sampling within each designated cluster. Data analysis used the Spearman Rank correlation test. Results: The results showed a significant relationship between knowledge and preparedness (p = 0.000) and between self-efficacy and preparedness (p = 0.012). This means that increasing knowledge and self-efficacy can significantly improve student preparedness. Conclusion and recommendation: There is a positive and significant relationship between knowledge level and preparedness, and self-efficacy and preparedness among students at SMPN 3 Puger.
Digitalisasi Edukasi Gizi Remaja sebagai Strategi Pencegahan Stunting dan Diabetes Melitus di Kalisat Susilawati, Susilawati; Sugijati, Sugijati
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jidaman.v9i2.6106

Abstract

Adolescents are a strategic age group in developing long-term healthy nutritional behaviors. However, the 2023 Indonesian Health Survey showed an increase in the prevalence of adolescents at risk of diabetes mellitus (DM) of up to 2.9%, while the stunting rate in Jember Regency remained at 25.4%. This situation highlights the need for innovative nutrition education that is engaging and accessible to adolescents. This community service activity aims to improve adolescent nutrition knowledge through digitalization of education as an early prevention strategy for stunting and DM. The program was implemented in Glagahwero Village, Kalisat District, involving 23 adolescent boys and girls. The methods used included creating short videos, infographics, and educational e-booklets, as well as evaluating knowledge through pre- and post-tests. Results showed an average increase in scores from 87.82% to 93.91% after the intervention. 100% of participants stated that TikTok was the most engaging and effective medium for understanding nutrition messages. Digitalization of nutrition education has been proven to improve nutritional literacy and adolescent awareness of stunting and DM prevention. This program is expected to become a model for technology-based health education at the community level.